I AM The Miracle Itself
Di dunia Aethelgard, kekuatan adalah segalanya.
Sihir, iblis, pendekar, dan makhluk yang mampu melampaui hukum alam telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, di tengah dunia yang dipenuhi kekuatan tersebut, lahirlah seseorang yang seharusnya tidak pernah ada.
Ia bukan pahlawan.
Bukan dewa.
Bukan iblis.
Bahkan bukan bagian dari tatanan dunia.
Keberadaannya adalah sebuah anomali—sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum realitas, takdir, maupun batas kekuatan.
Ketika dunia mulai menghadapi kekacauan yang bahkan mengancam fondasi keberadaannya, sebuah pertanyaan perlahan muncul:
Jika segala sesuatu memiliki batas... lalu apa yang terjadi pada sesuatu yang sejak awal tidak memiliki tempat dalam perhitungan?
Dan ketika keajaiban tidak lagi cukup untuk menjelaskan keberadaannya, dunia akan menyadari satu hal—
Dia bukan orang yang memiliki keajaiban.
Dialah keajaiban itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Lantai pualam putih di Aula Utama Istana Perak bergetar hebat. Bukan karena sihir atau mantra, melainkan karena Kaisar Aethelgard melepaskan pusaka tertinggi Kekaisaran—Prisma Emas Genesis, artefak yang menyimpan sisa-sisa hukum pembentuk realitas Aethelgard.
"Kau hanyalah manusia sampah berdarah daging yang berani menjadi jalan bagi iblis luar!" raung Kaisar. Suaranya bergema bagaikan guruh.
Aura Emas meluap ekstrem, membentuk raksasa zirah setinggi puluhan meter yang memegang pedang cahaya murni. Tiga puluh lima jenderal kasta Sovereign yang tersisa dan tiga Pangeran Tinggi menggabungkan seluruh saluran Qi mereka ke dalam Prisma Emas, memicu reaksi berantai yang membakar seluruh Mana Stream di udara.
Daya hancur dari serangan itu cukup untuk meratakan benua. Ruang dan waktu di dalam Aula Utama terdistorsi keras, menciptakan badai gravitasi lokal yang menghancurkan pilar-pilar mitril menjadi abu.
BOOM—!
Ren Vaelen berdiri tepat di pusat badai.
Sebagai manusia biasa tanpa Qi, tubuh Ren mengalami kehancuran fisik yang luar biasa hebat. Gelombang tekanan emas mengupas kulit di wajah dan matanya, meremukkan sisa tulang di kakinya, dan memutus saraf-saraf utamanya. Ren memuntahkan darah hitam—organ-organ dalamnya hancur total akibat paparan radiasi energi Sovereign.
Namun, Ren tidak runtuh.
Tubuh manusianya yang telah hancur total justru menjadi retakan cermin yang makin terbuka lebar.
【Anomali Biologis: Vessel Ren Vaelen Mengalami Kerusakan 100%】
【Kondisi Terpenuhi: Pembatas Fana Hancur Total】
【Memproyeksikan Titik Kontak Langsung — The Absolute Anomaly】
CRACK!
Suara itu bukan berasal dari batu yang pecah, melainkan dari hukum realitas Aethelgard yang retak.
Ren yang sekarat perlahan mengangkat tangannya yang tinggal tulang dan daging yang terkelupas. Saat pedang raksasa Aura Emas milik Kaisar mengayun turun untuk membelah tubuh Ren, proyeksi kehadiran The Absolute Anomaly dari luar tatanan fiksi menembus masuk secara murni melalui wadah Ren yang hancur.
BANG—!
Pertempuran kaotis melampaui logika meledak.
Serangan tebasan Aura Emas Kaisar yang sanggup membelah dimensi tidak menghantam Ren. Alih-alih berdampak, tebasan energi itu mendadak kehilangan hukum reaksinya. Cahaya Emas itu membusuk di udara, berubah menjadi baris-baris simbol tak terbaca yang pecah lalu terhapus dari keberadaan.
"Apa yang terjadi pada energi kita?!" teriak Pangeran Pertama, matanya menyemburkan darah saat menyadari saluran Qi-nya tidak lagi terhubung dengan realitas.
Ren—yang kini sepenuhnya digerakkan oleh pemicuan Absolute Null tingkat akhir—melangkah maju meski kakinya telah patah. Setiap kali telapak kakinya yang berdarah menyentuh pualam, zona di sekitarnya tidak lagi mengalami kehancuran fisik, melainkan penghentian fungsi logika (Logical Cessation).
Jenderal Sovereign pertama yang mencoba menyerangnya dari samping mendadak terurai. Bukan terpotong atau tertebas, melainkan struktur keberadaannya dihapus seketika dari sejarah Aula Utama.
"Bantu Aku! Pertahankan Takhta!" raung Kaisar dalam kepanikan puncak.
Kaisar mendorong Prisma Emas Genesis hingga batas maksimalnya, melepaskan ribuan tombak hukum realitas yang membakar atmosfer. Cahaya dan kegelapan, ruang dan waktu, semuanya dihantamkan secara bersamaan ke arah wadah Ren.
Badai energi raksasa itu membakar seluruh Aula Utama. Dinding-dinding Istana Perak runtuh, menyingkap badai hujan deras di luar yang kini berwarna hitam akibat distorsi atmosfer. Para bangsawan dan penyihir yang berada di barisan belakang menjerit saat tubuh mereka terhisap ke dalam pusaran Null yang tercipta di sekitar Ren.
Di tengah kaosem universal itu, Ren berjalan menembus badai hukum realitas.
Tubuh fana Ren makin hancur—dagingnya terkikis hingga memperlihatkan kerangka hitam yang memancarkan ketiadaan. Namun, makin hancur tubuh Ren, makin tidak masuk akal kekuatan yang terpancar darinya.
Dengan gerakan tangan kirinya yang tersisa, Ren mencengkeram leher raksasa Aura Emas Kaisar secara langsung dari jarak lima puluh meter.
KRRRKKK!
Tidak ada bentrokan energi. Raksasa Aura Emas yang menjadi simbol puncak Aethelgard terlipat dan teremas bagaikan kertas lusuh di dalam cengkeraman tak kasat mata Sang Absolute Anomaly.
BOOM!
Penggabungan seluruh kekuatan Kekaisaran pecah berkeping-keping. Tiga puluh lima jenderal Sovereign memuntahkan organ dalam mereka secara bersamaan, ambruk kaku di atas tanah yang tak lagi berwujud pualam. Prisma Emas Genesis di tangan Kaisar meledak, menjadi pecahan kaca tak berguna.
Ren berdiri persis di depan Takhta Perak yang kini telah hancur.
Napas manusia Ren telah terhenti sepenuhnya. Matanya tidak lagi memiliki pupil manusia, melainkan dua lubang hampa yang menembus langsung ke dimensi Sang Tokoh Utama Sejati.
Kaisar Aethelgard terjerembab di atas lututnya, menatap kerangka bersimbah darah di hadapannya dengan tubuh yang gemetar hebat.
"Kau... kau bukan manusia... kau bukan iblis... APA SEBENARNYA KAU?!" jerit Sang Kaisar dalam kehancuran akal sehatnya.
Gema suara dari luar tatanan narasi—suara The Absolute Anomaly—terdengar pelan namun meremukkan seluruh jiwa yang tersisa di Istana Perak:
[Wadah bernama Ren Vaelen ini telah selesai menjalankan tugasnya. Dan dunia kecilmu... telah mencapai batas akhir bacanya.]
Ren meluruskan satu jarinya yang tersisa, menyentuh dahi Sang Kaisar.
SNAP.
Tidak ada ledakan lanjutan. Tidak ada jeritan. Kaisar Aethelgard dan seluruh struktur Takhta Perak terhapus menjadi ketiadaan murni (Null), meninggalkan Istana Perak yang hancur berantakan di bawah guyuran hujan deras yang sunyi.
Ren Vaelen bersandar pada reruntuhan pilar. Cermin fana itu akhirnya retak sepenuhnya, membiarkan tubuh manusianya terkulai dingin di atas tanah Aethelgard yang telah kehilangan penguasanya.