Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.
Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?
Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tameng Keegoisan Aslan
Penyesalan selalu datang terlambat bukan lah sebuah isapan jempol belaka karena jika penyesalan datang di awal orang tak akan mungkin belajar dari kesalahan, begitu juga dengan Aslan yang menyesali sikap pengecut yang iya miliki dulu.
" aku bukan ingin merusak kebahagiaan mu " ucap Aslan yang tak ingin Rahma salah paham tujuannya saat ini.
" aku ingin memperbaiki semuanya "
" aku ingin kita bisa memulai semuanya dari awal"
" aku ingin menjaga dan merawat anak yang kamu kandung bersama sama " ucap Aslan yang benar benar melupakan status Rahma saya ini apalagi Aslan tak memikirkan perasaan Kahfi saat dengan lantang dirinya ingin memulai semuanya lagi bersama Rahma.
" tapi Rahma tak pernah ingin memulai sesuatu yang sudah rusak "
" Rahma tak pernah ingin menjadi perusak rumah tangga wanita manapun apalagi kakak Rahma sendiri " ucap Rahma sambil terus menggenggam tangan Kahfi.
" tapi kamu sudah merusaknya " ucap suara yang sangat familiar bagi semuanya kecuali Kahfi.
" mba Via " panggil Rahma yang tak pernah menyangka jika via dan Bu Hana pun akan sampai di rumah ini.
" kenapa, kamu masih mau sok suci dengan tak mengakui jika kamu sudah menjadi perusak untuk rumah tangga kakak mu sendiri ?" tanya Via yang masih berdiri di ambang pintu rumah Kahfi.
" jaga ucapan anda, ingatlah anda berada di rumah saya jadi jaga ucapan anda jika tidak ingin anda menyesal nantinya !" ucap Kahfi yang tak ingin Rahma harus di hina di rumahnya sendiri.
" dan satu lagi, istri saya bukan wanita sok suci tapi suami anda yang menjadikan Rahma tameng untuk menutupi keegoisannya dan kebodohannya !" ucap Kahfi sambil menatap ke arah Aslan karena Aslan lah awal semua ini terjadi.
" dan asal Anda tau jika saya dan Rahma sudah menikah jadi baik anda ataupun suami Anda jangan pernah mengusik atau pun mempertanyakan karakter Rahma karena jika itu terjadi yang harus kalian hadapi bukan hanya Rahma tapi saya " ucap Kahfi tegas.
" saya rasa semuanya sudah jelas, jadi silahkan pergi dari rumah ini !" ucap Kahfi yang bahkan sudah bangkit dari duduknya yang langsung di ikuti oleh Rahma dan juga pak Candra.
" sayang, ayah pulang "
" maaf karena di hari bahagia mu mereka semua datang tanpa di undang bahkan mereka dengan sangat sengaja merusak moment pernikahan kalian " ucap pak Candra.
" Bu, Via ayo kita pulang " ajak pak Candra yang tak ingin Via ataupun Bu Hana mengatakan hal yang mungkin akan lebih menyakitkan hati Rahma.
" ibu tak pernah menyangka jika ayah akan membohongi ibu dan bertemu secara diam diam dengan anak itu !" ucap Bu Hana yang menyampaikan rasa kecewanya sebelum keluar dari rumah Kahfi.
" karena anak ayah bukan hanya mba Via !" ucap Rahma yang tak ingin ibunya kembali menghalangi komunikasi nya dengan pak Candra.
" Rahma juga anak ayah entah ibu mengakuinya atau tidak, jadi jangan lagi menghalangi kami untuk bisa saling komunikasi" ucap Rahma lagi.
" baiklah, tapi kamu hanya bisa berbagi kabar lewat sambungan telepon sekalipun salah satu dari kalian sakit parah atau pun harus meninggalkan dunia ini, kalian tak akan pernah bertemu lagi " ucap Bu Hana kejam.
" Bu, kenapa kamu berkata seperti itu ?"
" bagaimana pun juga Rahma itu anak ku, tak ada siapapun yang bisa melarang ayah dan anak untuk bisa saling bertemu " tegas pak Candra lagi.
" ya, dia anak yang tega menghancurkan pernikahan kakaknya sendiri !" ucap Bu Hana ketus.
" Rahma tak pernah ingin menjadi penghancur hubungan orang lain apalagi itu pernikahan kakak Rahma sendiri " ucap Rahma yang hanya ingin meluruskan semuanya.
" tapi kamu sudah menghancurkan pernikahan ku " ucap via yang sampai saat ini masih merasa jika kegagalan pernikahannya dengan Aslan terjadi karena Rahma.
" bukan Rahma yang menghancurkan pernikahan kamu dengan Aslan tapi dasar dari pernikahan kalian lah yang tidak kokoh " ucap pak Candra membela Rahma
" dan untuk kamu Aslan, jangan pernah lagi mengganggu kedua putri saya terutama Rahma karena saat ini Rahma sudah menemukan laki laki yang menyayangi dan mencintainya " ucap pak Candra.
" tapi anak yang Rahma kandung itu anak saya pak, bagaimana bisa saya mengabaikan fakta itu jika anak saya akan di asuh oleh laki laki lain dan itu artinya dia lah yang akan di panggil ayah oleh anak kandung saya " ucap Aslan yang entah kenapa merasa sangat yakin jika anak yang Rahma kandung itu memang lah anaknya.
" benarkah ?" tanya Rahma.
" kenapa anda begitu yakin jika anak yang ada dalam kandungan saya itu adalah anak kandung anda ?" tanya Rahma.
" apa masuk akal jika Abby mau menikahi wanita yang bahkan sudah hamil anak dari laki laki lain?" tanya Rahma yang terpaksa berkata seperti itu demi membuat Aslan tak lagi mengusik dirinya.
" bohong "
" aku tau kamu bohong " ucap Aslan yang tetap menolak penjelasan yang Rahma berikan saat ini.
" baiklah, anggap saja anak yang Rahma kandung saat ini adalah anak mu, lalu apa yang anda inginkan ?" tanya Kahfi yang ingin tau apa yang Aslan inginkan dari Rahma istrinya.
" jika anda ingin menikahi Rahma karena alasan Rahma hamil anak anda, anda sudah sangat terlambat karena saat ini Rahma sudah menikah dengan saya " ucap Kahfi mengingatkan Aslan jika status Rahma saat ini sudah menjadi istrinya yang sah.
" apa kamu tak memiliki harga diri ?"
" kenapa anda mau menikah dengan wanita yang jelas jelas hamil dari laki laki lain ?" tanya Aslan yang malah mengganggap Kahfi tak memiliki harga diri.
" Anda tak bisa menghakimi atau pun mengatur saya !"
" anda tidak bisa mengatur apa yang saya inginkan dan tidak saya inginkan dalam hidup saya ?" ucap Kahfi yang mulai jengah dengan sikap keras kepala Aslan saat ini.
" sebaiknya anda pergi dari rumah ini dan jangan pernah mencoba mengusik Rahma lagi !"
" jika tidak, saya bisa saja melaporkan anda karena menggangu kenyamanan saya dan juga Rahma istri saya " ucap Kahfi tegas.
" kamu ngejar sesuatu yang tak pasti dan kamu melepaskan apa yang ada dalam genggaman mu tapi apa hasil yang kamu dapat ?" sindir Via yang merasa puas dengan apa yang Aslan alami.
" tapi jujur aku merasa sangat puas melihat kamu kehilangan semuanya " ucap Via dengan senyum yang terkesan di paksakan saat menatap Aslan.
" ayo yah kita pulang " ajak via yang merasa jauh lebih ringan saat melihat Aslan di sia siakan seperti ini oleh orang yang Aslan harapkan selama ini.
" ayah pulang ya sayang, hiduplah bahagia dan jangan mengkhawatirkan hal hal tak penting seperti ini " ucap pak Candra yang akan selalu mendoakan Rahma untuk bisa hidup bahagia dimana pun dirinya berada saat ini.
" baiklah, aku pulang tapi ingat satu hal jika anak ini benar benar anak ku, maka akan ku pastikan jika anak itu akan ikut dengan ku "
✍🏻✍🏻✍🏻 bagaimana cara Rahma meyakinkan Aslan agar tak lagi mengusik hidupnya ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘