NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Sangkar Besi Sembilan Kutukan

Keheningan kembali menyelimuti Ngarai Tengkorak.

Namun bau belerang yang memenuhi udara kini bercampur dengan anyir darah dari pembantaian Pasukan Penakluk Langit.

Di dalam gua yang tersembunyi di balik lembah, Mo Xie duduk bersandar pada dinding batu dengan tubuh bagian atas terbuka. Di tengah dadanya, bekas luka berbentuk akar teratai mengelilingi Tulang Emas yang telah menyatu dengan tubuhnya. Cahaya keemasan berdenyut perlahan di antara kedua lengan iblisnya yang menghitam.

Di hadapannya, sembilan tulang rusuk iblis tersusun di atas batu datar.

Tulang-tulang itu berasal dari kultivator Inti Emas Puncak. Kabut Yin kelabu terus keluar dari permukaannya seperti roh-roh yang belum menemukan kedamaian.

Ling'er memandangi dada Mo Xie dengan tatapan serius.

"Dada fanamu adalah kelemahan terakhir yang tersisa."

Jarinya menyentuh salah satu tulang rusuk.

"Jika seorang Jiwa Baru Lahir menyerang bagian ini, tubuhmu masih bisa terluka. Apalagi jika yang datang adalah Kultivator Transformasi Ilahi."

Ia mengangkat wajahnya. "Kita harus menggantinya malam ini."

"Kalau begitu, lakukan." Mo Xie merentangkan kedua tangannya. "Gunakan tulang-tulang itu untuk membangun sangkar bagi jantungku."

Ling'er mengambil sehelai benang darah dan mengamatinya sejenak.

"Ini akan sangat menyakitkan."

Tatapannya beralih pada sembilan tulang di hadapannya.

"Kesembilan tulang ini berasal dari tiga iblis berbeda. Tiga hawa Yin akan bertemu di dalam tubuhmu. Jika kau gagal menahannya, meridian dan jantungmu bisa hancur."

Ling'er mengeluarkan sebatang jarum kecil.

"Aku bisa membuatmu tertidur."

"Jangan." Mo Xie langsung menolak. Tatapannya tetap tenang tanpa sedikit pun keraguan. "Aku ingin merasakan semuanya."

"Mo Xie..."

"Rasa sakit ini akan menjadi bagian dari kekuatanku." Ia menatap Ling'er. "Jika aku bahkan tidak mampu menahan tulangku sendiri, bagaimana aku bisa menahan pedang seorang dewa?"

Ling'er terdiam beberapa saat. Kemudian senyum tipis muncul di wajahnya.

"Baiklah."

Ia membuang jarum itu. "Jangan menyesal."

Kelima jarinya berubah menjadi cakar yang dilapisi Qi darah.

"Jangan berkedip."

Srak!

Cakar Ling'er menembus kulit tepat di bawah tulang selangka.

Daging dada Mo Xie terbelah dan darah langsung mengalir. Benang darah Ling'er bergerak cepat, menahan aliran darah agar tidak mengganggu proses.

Mo Xie tetap diam.

Ling'er membuka rongga dadanya sedikit demi sedikit hingga tulang-tulang fana yang selama ini melindungi jantungnya mulai terlihat.

Satu per satu tulang rusuk itu kemudian dicabut.

Krek... Krek...

Suara patahan tulang menggema di dalam gua.

Tubuh Mo Xie sesekali mengejang dan urat di lehernya menegang. Namun ia tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Tatapannya tetap tertuju pada Ling'er.

Setelah seluruh tulang rusuk fananya disingkirkan, Ling'er mengambil tulang iblis pertama.

Tulang itu berwarna abu-abu gelap dan diselimuti hawa Yin yang dingin.

Ia memasukkannya ke dalam dada Mo Xie. Ujung tulang tersebut dihubungkan dengan Tulang Naga Bumi di bagian belakang, lalu diarahkan menuju Tulang Emas di depan.

Begitu kedua tulang itu bersentuhan...

Boom!

Hawa Yin meledak dari dalam tubuh Mo Xie.

Api Yang yang berasal dari Tulang Emas langsung bangkit melawannya.

Tubuh Mo Xie bergetar hebat dan darah hitam mengalir dari sudut bibirnya.

Ling'er tetap tenang.

Ia menyayat pergelangan tangannya sendiri dan membiarkan darah gabungannya mengalir ke sambungan kedua tulang.

Darah Ratu Teratai menyebar seperti benang merah, menenangkan hawa Yin yang liar sekaligus meredam Api Yang yang terlalu kuat.

Perlahan, kedua tulang itu mulai menyatu.

"Satu."

Ling'er tidak berhenti.

Tulang kedua segera dipasang, disusul tulang ketiga dan seterusnya.

Setiap tulang membawa kekuatan serta kebencian yang berbeda. Setiap kali tulang baru menyatu ke dalam tubuhnya, tubuh Mo Xie bergetar semakin keras.

Namun ia tetap bertahan.

Tak satu pun keluhan keluar dari mulutnya.

Ling'er terus bekerja tanpa henti. Benang darah menjadi pengikat, Tulang Emas menjadi penahan, sedangkan Tulang Naga Bumi menjadi penopang seluruh susunan.

Sembilan tulang itu perlahan membentuk kerangka kokoh di dalam dadanya.

Empat pasang tulang melindungi bagian atas jantung.

Satu tulang terbesar melintang di bawahnya.

Ketika tulang kesembilan ditempatkan pada posisi terakhir, seluruh susunan akhirnya menyatu dan membentuk sebuah sangkar yang menutupi jantung Mo Xie.

Sangkar Besi Sembilan Kutukan.

Berjam-jam berlalu.

Gua dipenuhi suara napas berat, tetesan darah, dan bunyi tulang yang perlahan menyatu.

Hingga akhirnya...

Boom!

Ketika tulang kesembilan terkunci, aura Mo Xie meledak keluar.

Kabut Yin dari sembilan tulang menyebar ke seluruh tubuhnya. Tulang Emas di tengah dada berdenyut kuat dan memancarkan cahaya keemasan yang menyapu setiap aliran Qi liar.

Hawa Yin yang ganas perlahan disaring dan ditundukkan.

Mo Xie membuka mata.

Kegelapan di dalam matanya kini bercampur dengan cahaya emas gelap yang dingin.

Ling'er menghela napas lega.

"Jahit." Suara Mo Xie terdengar parau.

Ling'er segera mengangkat kedua tangannya.

Ratusan benang darah bergerak seperti jarum, merajut kembali daging yang terbuka. Kulit perlahan menutup, sementara darah gabungan Ling'er mengalir ke setiap luka dan mempercepat pemulihan tubuhnya.

Tak lama kemudian, dada Mo Xie kembali tertutup.

Namun sembilan bekas luka berbentuk lengkungan tetap terlihat di permukaannya, seolah sembilan tulang iblis itu masih tersembunyi tepat di balik kulit.

Mo Xie menarik napas panjang. Dadanya terasa berbeda.

Lebih kokoh. Lebih berat. Dan jauh lebih kuat.

Ia mengepalkan kedua tangannya.

Kedua lengan iblisnya mengeluarkan bunyi berderak ketika kekuatan mengalir melalui tulang dan ototnya. Aura kematian yang terpancar dari tubuhnya pun menjadi semakin pekat.

Mo Xie perlahan bangkit. Tekanan yang keluar dari tubuhnya telah berubah.

Ia tidak lagi sekadar manusia yang memiliki dua lengan iblis.

Tubuhnya sendiri mulai berubah menjadi tubuh iblis.

Ling'er menyeka keringat di dahinya. "Sangkar Besi Sembilan Kutukan telah sempurna."

Senyum puas muncul di wajahnya. "Kau semakin dekat dengan Kerangka Iblis Kuno."

Mo Xie menatap kedua tangannya. "Kita tidak punya banyak waktu."

Ia mengambil jubah abu-abunya dan mengenakannya tanpa menutup bagian depan.

"Kurir yang kukirim pasti sudah tiba di Sekte Awan Ungu."

Ling'er berdiri. "Kalau mereka sudah tahu kita menuju ke sana?"

"Justru itu yang kuinginkan." Mo Xie melangkah keluar dari gua. "Kita tidak akan menunggu mereka datang."

Ling'er tersenyum. "Kita akan menyusup?"

"Bukan menyusup." Mo Xie menatap jauh ke arah selatan. "Kita akan mengetuk pintu mereka. Lalu menghancurkan rumah mereka."

Ling'er tertawa pelan.

Keduanya kemudian melesat meninggalkan Ngarai Tengkorak.

Di belakang mereka, gua kembali sunyi.

Di depan mereka terbentang Sekte Awan Ungu.

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!