NovelToon NovelToon
Pergi Dari Rumah Mengungkap Segalanya

Pergi Dari Rumah Mengungkap Segalanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: fianaqila

Sejak kecil, Alkina selalu tahu bahwa dirinya berbeda di mata kedua orang tuanya. Di rumah, Sisil selalu mendapatkan apa pun yang diinginkan. Ketika Sisil meminta uang, orang tua mereka memberikannya tanpa banyak bertanya. Ketika Sisil melakukan kesalahan, mereka selalu mencari alasan untuk membelanya. Bahkan ketika Alkina berprestasi dan berusaha membuat orang tuanya bangga, keberhasilannya dianggap biasa saja. Berbeda dengan Sisil, Alkina justru selalu dituntut untuk mengalah. "Kamu itu jangan egois... Apa susahnya sih mengalah." Kalimat itu sudah terlalu sering ia dengar. Alkina terbiasa melihat hadiah mahal diberikan kepada Sisil, sementara dirinya hanya mendapatkan barang bekas. Ia terbiasa bekerja membantu pekerjaan rumah, sementara Sisil bebas menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Sampai Alkina berada di titik dimana ia berhenti berharap. Ia tidak lagi meminta dibelikan sesuatu. Tidak lagi menceritakan prestasinya. Tidak lagi menunggu ucapan bangga dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fianaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11 Ranti belum juga menemukan keberadaan anaknya

Sementara itu di rumah keluarga Wiratmaja, Ranti semakin kehilangan ketenangan.

Sudah hampir sebulan.

Namun Alkina belum ditemukan. Alkina setuju dengan saran Mira, Alkina tidak lagi bekerja di restoran.

“Kenapa masih belum juga ada kabar?” bentaknya kepada asistennya.

“Maaf, Bu… kami masih mencari.” Ucap asistennya takut melihat kemarah bosnya.

Ranti frustrasi ia bahkan mulai turun tangan sendiri, memeriksa rumah sakit, panti, terminal bahkan kampus lama Alkina namun hasilnya nihil.

Mira sudah memindahkan Alkina ke kampus baru, Alkina yang tidak mau balik ke keluarganya setuju saja dengan keputusan yang Mira ambil, memindahkan Alkina ke kampus lain.

“Apa dia sengaja sembunyi dariku…” bisiknya lemah dan pikiran itu terasa menyakitkan karena jika benar berarti putrinya memang sudah tidak ingin ditemukan.

Malam hari, Mira menerima telepon.

“Bu Mira,” suara pria di ujung sana terdengar hormat, “orang-orang Ranti Wiratmaja mulai mendekati area sini.”

Tatapan Mira langsung berubah tajam.

“Apa mereka sudah mengetahui Alkina di sini?”

“Belum pasti, tapi mereka mulai memperluas area pencarian.”

Mira menatap Alkina yang sedang tertidur di sofa bersama Rian. Gadis itu terlihat damai untuk pertama kalinya dan Mira tidak akan membiarkan kedamaian itu dihancurkan begitu cepat. Ia tidak tega melihat Alkina menderita lagi.

“Pindahkan semua informasi,” ucap Mira tenang. “Jangan sampai mereka menemukan Alkina berada di rumah ini.”

“Baik, Bu.”

Telepon ditutup.

Mira berjalan mendekati Alkina lalu menyelimuti gadis itu perlahan.

Wajah tidur Alkina terlihat sangat lelah seperti anak kecil yang terlalu lama menangis.

Mira mengusap rambutnya pelan, tersenyum sebentar.

“Untuk sekarang…” bisiknya lirih, “biar keluarga kamu belajar kehilangan dulu.”

******

Hari-hari berlalu dengan pencarian yang semakin besar. Nama Alkina mulai diam-diam tersebar di berbagai jaringan milik keluarga Wiratmaja. Foto gadis itu dikirim ke banyak orang.

Namun anehnya setiap petunjuk selalu berakhir buntu dan itu bukan kebetulan karena di belakang semuanya, Mira diam-diam menutup setiap jejak Alkina.

Pagi itu Alkina sedang membantu Rian sarapan ketika ponsel Mira berdering. perempuan itu melihat nama di layar lalu langsung berjalan keluar rumah.

“Gimana progresnya?” tanyanya tenang.

“Orang-orang Ranti hampir menemukan lokasi tempat nona Alkina, tempat Nona bekerja kemaren.”

Tatapan Mira langsung berubah dingin.

“Pastikan semua orang yang bekerja di restoran itu tutup mulut tentang Alkina.”

“Baik, Bu.”

“Mereka tidak boleh tahu keberadaan Alkina.”

Telepon ditutup.

Mira memandang langit beberapa detik sebelum menghela napas panjang ia tahu Ranti mulai putus asa, namun justru karena itulah Mira tidak akan menyerahkan Alkina sekarang atau mungkin selamanya Ranti tidak bisa menemukan putri kandungnya.

“Nikmatilah pencarian yang panjang ini Ranti... aku ingin lihat apa kamu benar-benar menyesal?” Ucap Mira mengenggam erat ponselnya.

perempuan yang sedang dipenuhi rasa bersalah sering kali hanya ingin menenangkan dirinya sendiri, bukan benar-benar memperbaiki luka orang lain dan Mira ingin memastikan jika suatu hari Ranti bertemu Alkina lagi, itu bukan karena ego melainkan karena ia benar-benar berubah.

Di dalam rumah, “Buruan.”

Alkina sedang tertawa kecil melihat Rian salah mengucapkan kata.

“Bukan begitu,” ujarnya pelan. “Ini bacanya ‘beruang’.”

Rian juga ikut tertawa, menyadari bahwa dirinya salah pengucapan.

“Be…ru…ang…”

Alkina tersenyum dan mengajungkan jempolnya.

“kamu sudah semakin hebat.” Puji Alkina.

Mira memperhatikan mereka dari jauh, dadanya terasa hangat sekaligus nyeri karena gadis itu sebenarnya mudah bahagia. Ia hanya tumbuh di tempat yang salah.

“Kamu suka anak kecil?” tanya Mira sambil duduk di dekatnya.

Alkina mengangguk kecil.

“Rian lucu nek.”

“Kamu cocok jadi kakak.”

Mata Alkina langsung meredup sedikit.

“Aku dulu punya abang…” Suasana mendadak hening.

Mira tahu tentang Arkan dari hasil penyelidikannya dan ia juga tahu Ranti menjadikan kematian anak laki-lakinya sebagai alasan menghancurkan Alkina perlahan-lahan.

“Itu bukan salah kamu,” ucap Mira lembut.

Tubuh Alkina sedikit menegang.

1
Adinda
balikkin aja anak angkat kamu udah sifatnya kurang ajar sok berkuasa juga
Ds Phone
kau yang tak nak jumpa dia pergi lah
Ds Phone
yang keras hati tu kenapa
Ds Phone
dia tahu itu anak nya
Ds Phone
meraka dah siap sedia
Ds Phone
kau sebok nak hancur kan orang siapa suruh
Ds Phone
abang nya pantau dia
Ds Phone
itu nenek nya juga patut lah begitu sayang
Ds Phone
mintak mintak dia aman
Ds Phone
ya kak kamu tengah beruasa
Ds Phone
semua orang lindung dia
Ds Phone
dia dah mula tenang sikat
Ds Phone
nak bunuh anak orang kah tu
Ds Phone
nak hidup senang aja tahu dia
Ds Phone
tak sedar diri nak harta orang tapi bunuh anak orang
Ds Phone
dia nak balas cara perlahan lahan
Ds Phone
baru kau tahu langit tinggi rendah nya
Ds Phone
mesti budak tak guna tu punya kerja
Ds Phone
kenapa di tutup mesti budak tak guna tu sorok
Ds Phone
yang sorang menesal yang sorang tamak harta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!