Alina adalah seorang mahasiswa semester akhir yang tiba-tiba dijodohkan dengan anak sahabat orang tua nya yang merupakan dosen di tempatnya menimbah ilmu.
Sayangnya Farhan sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai.
Suatu hari Alina tidak sengaja melihat Farhan dan kekasihnya melakukan sesuatu hal yang menjijikan.
Bagaimana reaksi Alina saat tau laki-laki yang akan menjadi suaminya adalah orang yang sangat dia benci.
Ikuti cerita dari Mengejar Kesempatan ke dua setelah perceraian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08
Hidup Alina kembali berwarna seperti sebelumnya,sudah tiga bulan dari hari dimana dia menolak perjodohan dengan Farhan, sesekali mereka berpapasan tapi tidak ada interaksi lebih.
Semenjak kejadian Alina melihat kelakuan Farhan dan Renata di perpustakaan dia jadi tidak pernah ke tempat rahasianya,tapi hari ini beda sudah lama dia tidak pergi kesana dan kebetulan ada mata kuliah yang di undur jadi Alina memutuskan untuk istirahat sebentar.
Tidak membutuhkan waktu lama Alina langsung tertidur dengan pulas.
Saat Alina tertidur tiba-tiba ada sepasang manusia yang memasuki perpustakaan lama itu,tak lain adalah Farhan dan Renata mereka memasuki ruangan sambil berciuman.
"Jangan sekarang sayang,aku ada kelas setelah ini." ucap Renata.
"Aku kangen banget,ga bisa di tahan,udah satu Minggu kita ga ketemu." ucap Farhan sambil menciumi leher Renata.
"Nanti aja ya kalau udah selesai ngajar." Renata melakukan tawar menawar.
Tapi seolah Farhan tidak mendengarkan ucapan Renata dia makin liar membuka baju Renata.
Alina merasa terganggu tidurnya,dia membuka matanya perlahan, semakin dia sadar semakin suara fulgar itu berdengung.
Alina langsung membelalakkan matanya,dia bangun dari tidurnya dan benar saja kembali mata sucinya melihat adegan dewasa antara Farah dan Renata.
Alina langsung mencari earphone,dia langsung memasangkan ke telinganya,sambil merapalkan mantra dan sumpah serapah untuk Farhan dan Renata.
tiga puluh menit berlalu Alina mencoba melihat apakah masih ada dua orang mesum tersebut, ternyata sudah tidak ada.
"se mahal apa sih hotel, ngapain coba ngelakuin hal kaya gitu di kampus,itu kalau ketemu orang lain udah di viralin di media sosial,dasar orang ga tau malu." ucap Alina .
Alina merapihkan rambutnya kemudian dia keluar dari ruangan tersebut.
Dan ternyata mata kuliah yang di tunda adalah mata kuliah Renata,Alina menatap Renata dengan pandangan yang tidak bisa di jelaskan.
"Kok bisa ya ada orang habis ngelakuin hal mesum, langsung bisa beraktifitas seolah ga terjadi apa-apa." batin Alina.
Sisil yang menyadari Alina Melani, langsung mencolek lengan Alina.
"sutttt Lin,Alina kamu ngapain ngelamun, cepet sadar sebelum Bu Renata jadi sumala."
"Apaan sih,aku ga ngelamun,ini aku lagi fokus nyimak." jawab Alina dengan sewot.
"Sewot amat,lagi pms kamu."
"diem deh." ucap Alina.
Tidak terasa dua SKS sudah terlewati,Alina merapihkan laptop di mejanya.
Sebelum meninggalkan kelas Renata memberikan pesan untuk Alina.
"Untuk Alina setelah ini kamu ke ruangan saya."
Alina terkejut,"ada apa nih, perasaan aku ga enak deh." kalimat itu hanya dapat di ungakapkan di hati saja.
"baik Bu."
Setelah Renata pergi Sisil dan Fani mendekati Alina,"tumben Bu Renata manggil kamu, jangan-jangan kamu mau di marahin gara-gara ngelamun waktu makul tadi." Sisil mencoba menakuti Alina.
"Peduli apa." Alina langsung meninggalkan temannya menuju ruangan Renata.
Sepertinya Renata sudah menunggu kedatangan Alina,Alina di persilahkan untuk duduk.
"Jadi saya udah mengevaluasi makalah kamu, judul ini bisa kamu angkat untuk skripsi dan saya mau ngasih rekomendasi buat kamu."
"rekomendasi apa kalau boleh tau?." tanya Alina.
"Rekomendasi pak Farhan untuk menjadi dosen pembimbing."
Benar saja ucapan Renata yang tidak terduga ini membuat Alina ingin menenggelamkan diri.
"Karena topik yang kamu angkat sang linear dengan pak Farhan."
"Kalau saya menolak Bu?." Alina mencoba bertanya dengan sopan.
"Ya tidak apa-apa,ini kan cuma rekomendasi saja,semua itu kembali lagi ke kamu, karena kalau kamu setuju bisa saya keluarkan surat rekomendasi nya."
Demi kesopanan Alina tidak langsung menolak,"baik Bu,biar saya pikirkan dulu."
"iya,santai saja tapi jangan terlalu lama karena jadwal bimbingan mahasiswa pak Farhan udah full,ini aja saya bilang ke kamu soalnya kalian ini se tipe pemikirannya."
"Baik Bu terima kasih atas sarannya,saya akan memikirkan dengan sebaik-baiknya,kalau begitu saya permisi."
Alina langsung pergi dari ruangan Renata sambil memikirkan ucapan Renata.
Baru saja dia sampai ke parkiran tiba-tiba telpon masuk dari hpnya terdengar.
Tertera nama ibunya,Alina heran karena tidak biasanya ibunya telpon dijam segini.
"Hallo ibu ratu yang paling cantik kecintaan ayahanda."
Raut wajah Alina mendadak berubah mendengar suara tangisan bundanya.
Tanpa membuang waktu Alina langsung bergegas melajukan sepeda motor nya.