Lanjutan dari Novel KETULUSAN CINTA SALWA
Ditya harus hidup dalam dua pilihan, antara memilih perjodohan nya yang sudah dari kecil di rencanakan keluarganya. Atau memilih wanita yang sangat di cintanya dan dinikahi secara diam diam dari keluarganya.
Langsung baca saja 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Seperti biasa Tiara menyiapkan segala keperluan suaminya di pagi hari. Dia memasang kan dasi di leher suaminya dan Ditya selalu mencium kening istrinya saat sedang memasangkan dasi.
"Sudah selesai" kata Tiara tersenyum manis
Ditya mencium gemas pipi istrinya "Gemes aku sama kamu sayang"
"Iyalah aku kan remaja imut. Haha" kata Tiara narsis
Ditya kembali mencium pipi istrinya itu "Remaja, remaja kau itu sudah menjadi istriku. Jadi kau bukanlah remaja lagi sayang"
"Hehe. Tapikan umurku baru 20 tahun. Jadi masih remaja" kata Tiara tertawa lucu
"Kamu ini " Ditya mencubit gemas hidung Tiara sampai merah
"Ihh sakit" kata Tiara cemberut
"Sudah ah ayo kita sarapan "ajak Ditya
Mereka berjalan bergandengan menuruni anak tangga. Ditya merasa tidak ingin berpisah dengan sang istri. Tapi mau bagaimana lagi nanti malam adalah hari pertunangan nya dengan Celin.
"Sayang hari ini aku kayanya tidak pulang" kata Ditya setelah duduk di kursi meja makan
Tiara menghentikan tangannya yang akan mengambilkan nasi goreng untuk suaminya. Dia menoleh ke arah Ditya.
"Kenapa?" tanya Tiara
Entah kenapa perasaan Tiara saat ini sangatlah tidak karuan. Dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi. Hatinya sangat cemas dan gelisah.
"Aku ada pekerjaan di luar kota sayang. Paling bisa pulang besok" kata Ditya berbohong
Tiara mengangguk mengerti, mencoba menghilangkan perasaan cemas dan gelisahnya itu.
"Oh iya Mas, nanti malam aku mau ke acara tunangan temen aku. Boleh kan?" kata Tiara
Ditya menoleh "Boleh, tapi di temani Pak Dadang"
"Siap, tadinya aku mengajak kamu biar aku bisa memperkenalkan mu sama temen aku. Tapi ya sudahlah karna kamu juga banyak kerjaan" kata Tiara
Ditya hanya diam, merasa bersalah karna telah membohongi istrinya itu. Sungguh Dia dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat sulit.
Selesai sarapan Tiara mengantar suaminya sampai ke depan rumah. Seperti biasa Ditya akan mencium seluruh bagian wajah Tiara sebelum berangkat ke kantor.
"Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam "
Tiara merasakan ada yang aneh dengan perasaan nya. Dia merasa akan berpisah dengan suaminya. Tapi Tiara segera menepis perasaan nya itu.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Malam harinya Tiara sudah bersiap untuk menghadiri acara pertunangan Celin. Bahkan Celin sudah menelpon memastikan kalau Tiara akan datang. Tiara mengambil ponselnya untuk mengabari suaminya kalau Dia sudah mau berangkat.
Aduhh kenapa hati ini terus merasa cemas ya. Semoga Mas Ditya baik baik saja.
Me
Mas Tia berangkat ya. Assalamualaikum
Pesan sudah terkirim tapi ceklis satu berarti WA Ditya tidak sedang aktif. Tiara menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas. Mengamati kembali penampilan nya di meja rias.
"Oke sudah pas, tidak terlalu mencolok make up nya "gumam Tiara
Tiara turun ke bawah untuk menemui Pak Dadang yang ternyata sudah menunggunya di halaman rumah dnegan mobilnya.
"Sudah siap Nona?" kata Pak Dadang sopan
"Iya Pak ayo kita berangkat" kata Tiara tersenyum ceria
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Celin menatap bayangan dirinya di balik cermin. Tidak ada lagi tatapan sendu atau kesedihan di wajahnya. Celin tersenyum senang, bukan karna akan bertunangan dengan Ditya.
Tapi karna Dia akan segera terlepas dari perjodohan ini setelah pertunangan ini terjadi. Jika bukan karna undangan yang sudah tersebar ke seluruh keluarga dan rekan bisnis keluarganya dan keluarga Ditya. Mungkin mereka sudah membatalkan nya jauh jauh hari. Tapi mereka juga tidak mau membuat keluarganya malu.
"Oke Celin semangat, setelah ini kau bisa menjalani hidupmu yang baru dan mencari pendamping hidupmu yang mencintaimu dengan tulus"
Entah kenapa saat mengatakan itu, wajah Alvin terbayang begitu saja di fikiran nya. Membuat senyum Celin semakin merekah.
Alvin, kenapa kau selalu mengganggu fikiranku.
Tok tok tok
"Celin ini Mama, boleh Mama masuk" teriak Revina dari luar kamar hotel yang di tempati Celin
"Masuk aja Ma" teriak Celin
Revina pun masuk dan menghampiri putrinya yang sudah menggunakan gaun muslimah yang sangat cantik ditambah dengan polesan make up natural membuat Celin semakin cantik.
"Wahh anak Mama canitik sekali, kamu pasti sangat bahagiakan sayang saat ini" kata Revina mengelus tangan Celin
Celin tersenyum tanpa mau menjawab. Dia memang bahagia tapi bukan karna pertunangan ini. Tapi karna semuanya akan segera berakhir, sandiwara ini akan segera berakhir. Celin akan segera kembali ke hidup nyatanya dan tidak perlu pura pura lagi.
"Ayo sayang kita keluar, semuanya sudah menunggu kamu" kata Revina menggandeng tangan putrinya.
Mereka pun berjalan keluar kamar hotel dan menuju aula hotel yang di jadikan tempat pesta pertunangan itu.
Bersambung
Hai semuanya, sehat selalu ya. Jaga kesehatan. Mulai menuju konflik... Hehe 😁😁😂😂