Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
"S-seratus juta dolar?!"
Alexa melongo lebar, bola matanya hampir melompat keluar dari rongganya. Mulutnya menganga kaku menatap profil samping wajah Raiden yang tetap tenang tanpa dosa sedikit pun.
"Jangan kebanyakan, woi!" bisik Alexa histeris, menyikut pelan lengan jas tegap Raiden dengan raut wajah panik setengah mati. "Aku kan cuma minta dibelikan, bukan minta kamu buang-buang uang triliunan rupiah buat patung kusam begitu! Memang aku utang uang darimana buat ngganti seratus juta dolar?!"
Namun, Raiden sama sekali tidak mengacuhkan bisikan panik di sampingnya. Pria itu tetap menyandarkan punggungnya dengan anggun, bersedekap dada sembari menatap lurus ke arah panggung dengan iris mata hitamnya yang dingin.
TOK! TOK! TOK!
"Seratus juta dolar dari Tuan Muda Raiden Alteir! Ada yang mau menawar lebih tinggi?" seru auctioneer di atas panggung dengan suara gemetaran karena menahan napas.
Seluruh Grand Ballroom mendadak hening mencekam. Tidak ada satu pun petinggi mafia, oligarki, atau pengusaha papan atas yang berani mengangkat papan nomor mereka. Mereka saling berbisik ketakutan, menundukkan kepala dan mundur secara teratur dari penawaran.
Melihat reaksi menakutkan dari seluruh isi ruangan, Alexa seketika menepuk jidatnya sendiri. Barulah ia sadar penuh—mana ada orang gila di dunia underground ini yang berani bersaing atau menawar barang yang sudah ditunjuk oleh Raiden Damon Alteir? Jika ada yang berani menaikkan harga seribu dolar saja, bisa dipastikan kepala orang itu akan terpisah dari lehernya sebelum keluar dari gedung hotel ini.
"Tau gitu tadi mending minta tawarin harga paling murah aja..." gerutu Alexa sebal dalam hati, cemberut menatap Raiden yang memenangkan lelang dalam hitungan detik. "Percuma dong nawar seratus juta dolar kalau sebenarnya ditawar satu dolar pun nggak bakal ada yang berani lawan dia! Rugi jutaan dolar aku!"
TOK!
"Terjual kepada Tuan Muda Raiden Alteir!"
Usai proses administrasi kilat di ruang belakang, patung batu giok naga kusam berukuran sebesar pelukan orang dewasa itu diserahkan secara pribadi kepada mereka.
Sepanjang perjalanan pulang di dalam mobil sedan lapis baja, Alexa menolak meletakkan patung itu di bagasi atau jok belakang. Ia memangku dan memeluk erat patung batu yang cukup berat itu di dadanya, mengelusnya dengan tatapan penuh rasa sayang dan protektif bagaikan sedang memeluk sebongkah emas murni.
Raiden yang duduk di sampingnya hanya menatap tingkah konyol wanita itu lewat sudut matanya. Pria itu menggelengkan kepala tipis, merasa heran bagaimana bisa seorang wanita bertindak seolah patung batu kusam itu adalah harta paling berharga di muka bumi.
Sesampainya di mansion Alteir, Alexa bahkan tidak memedulikan rasa pegal di tangannya. Ia memboyong sendiri patung batu giok itu—dengan langkah setengah terseret-seret karena berat—langsung menuju lantai dua, melewati koridor utama, dan berhenti tepat di depan pintu kayu jati raksasa yang merupakan ruang kerja pribadi Raiden.
TOK! TOK! TOK!
"Raiden! Buka pintunya!" panggil Alexa agak terengah-engah, mengetuk pintu tebal itu dengan siku tangannya karena kedua telapak tangannya sibuk menopang patung naga.
Pintu ganda terdorong terbuka dari dalam. Raiden berdiri di ambang pintu, masih mengenakan kemeja putih mewahnya dengan lengan yang tergulung hingga sebatas siku. Pria itu menyandarkan bahunya di kusen pintu, menatap Alexa dari atas ke bawah dengan raut wajah datar dan alis terangkat sebelah.
"Mau apa?" tanya Raiden dingin.
Alexa menggeser tubuhnya menerobos masuk ke dalam ruang kerja serba hitam yang megah tersebut tanpa permisi. Dengan napas terengah-engah, ia meletakkan patung naga itu tepat di atas meja kerja mahoni milik Raiden dengan bunyi BUM! yang cukup keras.
Alexa mengusap napasnya, lalu menatap Raiden dengan mata berbinar-binar penuh semangat.
"Tolong pecahkan patung ini!" seru Alexa antusias, menunjuk tepat ke kepala naga giok tersebut. "Pakai palu, pakai pisau, atau tembak pakai pistolmu juga boleh! Pokoknya tolong hancurkan bagian luarnya sekarang!"
Raiden menatap patung batu giok naga di atas meja kerjanya, lalu mengalihkan pandangan tajamnya pada Alexa. Garis rahangnya mengeras, memperlihatkan raut heran bercampur geli yang teramat tipis di sudut bibirnya.
"Kau membuang ratusan juta dolar hanya untuk menghancurkan barang antik ini?" suara Raiden mengalun rendah, sarat akan sindiran dingin.
"Bukan dibuang-buang, Raiden! Ini namanya investasi cerdas!" potong Alexa bersemangat, menepuk-nepuk punggung patung naga yang dingin itu. Ia memajukan tubuhnya ke arah Raiden, merendahkan suaranya seolah sedang membagikan rahasia besar kerajaan. "Di dalam patung ini... ada harta karun! Percaya sama aku, hancurkan saja bagian luarnya. Kamu nggak bakal menyesal!"
Raiden tidak membalas ucapan konyol wanita di hadapannya. Pria itu hanya menatap lurus ke dalam iris mata Alexa yang berbinar-binar penuh kepastian. Tanpa sepatah kata pun, Raiden memajukan tangannya yang tegap, meraih leher patung naga giok berbobot berat tersebut, lalu mengangkatnya dengan satu tangan seolah benda itu tak berbobot sama sekali.
PRANGGG!
Tanpa ancang-ancang atau aba-aba, Raiden menjatuhkan patung itu dengan keras tepat ke atas lantai granit ruang kerjanya.
Suara pecahan batu yang memekakkan telinga bergema di seluruh ruangan. Lapisan luar batu giok yang kusam dan rapuh itu seketika hancur berkeping-keping, terlempar ke segala arah bagaikan cangkang telur yang retak parah.
SLAAMMM!
Saat debu tipis pecahan batu perlahan menyapu udara, pendar cahaya berpendar menyilaukan seketika memantul membiaskan lampu kristal ruangan.
Di antara tumpukan puing-puing batu kusam yang hancur di atas lantai, terbaring sebuah bongkahan batu permata murni yang utuh. Itu adalah The Heart of Sapphire—berlian biru berukuran sebesar genggaman tangan pria dewasa. Permukaannya terpotong sangat sempurna, memancarkan pendar kebiruan yang amat memukau, jernih, dan bernilai fantastis hingga triliunan rupiah.
Mata Alexa seketika membelalak lebar. Mulutnya menganga tak percaya, lalu sebuah senyuman super mekar dan lebar terukir indah di wajahnya.
"ANJAYYY! BENERAN ADA!" jerit Alexa histeris tanpa memedulikan gengsi lagi.
Gadis itu langsung berlutut di atas lantai, mengambil bongkahan berlian biru raksasa itu dan memeluknya erat di dada. Ia mengelus permukaan permata yang berkilau itu dengan mata berbinar-binar liar, bergaya persis seperti Orang Kaya Baru (OKB) yang baru saja memenangkan lotre triliunan rupiah.
"Kaya mendadak aku! Gila, bening banget ini berlian!" cerocos Alexa tertawa riang, memamerkan berlian itu ke arah cahaya lampu. "Raiden, lihat! Tebakanku nggak meleset, kan? Ini namanya jackpot! Utangku seratus juta dolar tadi sore langsung lunas, malah aku masih untung besar! Beli satu dapat triliunan!"
Namun, saat Alexa sedang sibuk bersukacita dan tenggelam dalam euforia berliannya, perhatian Raiden sama sekali tidak tertuju pada batu permata biru yang memukau tersebut.
Raiden memicingkan mata hitam legamnya yang tajam. Langkah kaki tegapnya maju satu tindak mendekati tumpukan puing batu di lantai. Penglihatannya yang terlatih menangkap sebuah benda asing berukuran kecil yang ikut keluar dari pecahan bagian paling dalam patung naga tersebut.
Benda itu bukan perhiasan atau permata. Bentuknya berupa tabung logam hitam berukuran sangat kecil—mirip seperti flashdisk berteknologi tinggi berukir lambang klan kuno yang teramat langka. Sebuah benda penyimpan data rahasia yang sengaja disembunyikan di dalam cangkang batu selama belasan tahun.
Sembari memanfaatkan Alexa yang masih sibuk meraba-raba berlian birunya dengan gaya OKB, Raiden membungkukkan badannya secara halus. Jemari tangannya yang panjang merogoh tumpukan pecahan batu dan menyambar flashdisk logam itu secara kilat, menyembunyikannya sempurna di dalam genggaman tangannya tanpa disadari oleh Alexa sedikit pun.
Pendar di dalam iris mata Raiden meredup pekat dan amat berbahaya. Pria itu tahu betul... berlian di tangan Alexa hanyalah pengalih perhatian. Rahasia berdarah sesungguhnya yang dicari oleh klan musuh selama bertahun-tahun kini berada di dalam genggamannya.
double up
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
ketagihan kan kan 🙊🙄🙄
Raiden bikin Alexa hamil
tunjukkan kehebatan mu Raiden
siap siap besok kita liat perkedel human😱