Buat kalian yang suka alur cerita panjang lebar kayak sinetron, kuy lah baca cerita ini. Novel ini mengandung cerita yang terus berlanjut dari Ibu sampai anak, sampai ke cucu bahkan cicit mereka... 😂😂
Author memutuskan untuk melanjutkan sekuel ceritanya dalam satu novel.
Kisah pertama di mulai dengan cinta pemeran utama Izzah dan Reyhan... Berlanjut dengan kisah cinta anak kembar mereka, Arka dan Alia dengan pasangan mereka masing-masing...
Lanjut lagi kisahnya berfokus pada Arka yang mendapat cinta kedua setelah istrinya meninggal. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan kisah anak dari Arka yaitu Dafa dengan kisah cintanya yang masih on going...😁😁
So, buat kalian yang suka baca cerita yang panjang dan berjilid-jilid, silahkan mulai dibaca. Dijamin alur ceritanya bikin happy, ngakak, sakit hati juga ada... 😂😂
Oh ya, ini sebenarnya novel pertama yg author publish di aplikasi NT. So enjoy ya guys.... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMBALI LAGI KE JAKARTA
Pagi yang cerah, suara burung berkicau saling sahut-menyahut. Hari ini Izzah memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Semalam Izzah sudah meminta izin pada ayahnya. Izzah menuruni tangga dengan menenteng sebuah tas. Pak Haris, bu Novi dan Hani tengah duduk diruang tamu.
"Sudah siap Zah?" tanya pak Haris.
"Sudah yah." jawab Izzah. Izzah mengeluarkan amplop coklat dari dalam dompetnya. Lalu menyerahkan pada ayahnya. "Ini untuk ayah, mungkin tidak seberapa tapi mungkin cukup untuk keperluan rumah untuk waktu sebulan." sambung Izzah.
"Izzah, kau tidak perlu memberikan ayah ini." ucapnya mengembalikan amplop coklat itu.
Namun, bu Novi dengan sigap merebut amplop itu dari tangan pak Haris.
"Rejeki jangan ditolak pak, lagian kita juga butuh kan." ucap bu Novi sambil membuka amplop itu. "Iiihh kok cuma lima juta?" sambungnya.
"Bu ngomong apa sih?" bentak pak Haris. "Izzah maafkan...."
"Udah yah gak apa-apa." potong Izzah. "Izzah pamit ya ayah. Takut ketinggalan kereta." ucap Izzah.
"Ayah antar ya."
"Gak usah yah, Izzah bisa sendiri. Ayah gak perlu anterin Izzah, ayah istirahat saja di rumah. Kalau gitu Izzah pamit ya ayah. Assalamualaikum." ucap Izzah sembari mencium tangan ayahnya.
Izzah juga menciumi tangan bu Novi dan berpamitan pada Hani. Setelahnya Izzah keluar rumah menuju stasiun dan berangkat menuju Jakarta.
"Ibu keterlaluan sekali." ucap pak Haris.
"Apanya yang keterlaluan sih? Emang Izzah ngasihnya sedikit banget. Masa cuma lima juta." jawab bu Novi.
"Iya bener, suaminya Izzah kan orang kaya. Harusnya bisa ngasih ayah lebih." ucap Hani.
"Sudah, kalian berdua sama saja, yang ada diotak kalian uang uang uang saja." teriak pak Haris seraya berlalu menuju kamarnya.
"Wah lumayan nih bu, buat beliin Hani skincare."
"Iihh kamu skincare mulu."
"Iya dong bu perawatan, biar Hani makin kinclong. Nanti kan Hani bisa dapat cowok ganteng dan kaya raya."
"Terserah kamu aja dah."
Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya Izzah sampai di Jakarta. Mang Diman dan Bi Asih telah menunggu Izzah di stasiun.
"Neng Izzaaahh..." pekik Bi Asih.
Izzah berlari kecil menghampiri bi Asih dan mang Diman. Izzah memeluk Bi Asih lalu menyalami Mang Diman.
"Waahh semingguan gak ketemu neng Izzah makin berisi ya, efek hamil pastinya." ucap Bi Asih.
"Iya bi, bi Asih juga terlihat makin cantik." goda Izzah.
"Kalau bi Asih cantik, berarti mamang makin ganteng dong." ucap mang Diman.
"Bukannya makin ganteng pak, tapi makin tua." ledek bi Asih.
Izzah dan bi Asih tertawa melihat mang Diman yang manyun. Mereka kemudian berjalan keluar stasiun menuju taxi online yang sudah dipesan Izzah.
Sampai rumah Lilis dan Andi sudah menyambut kedatangan Izzah.
"Mba Izzah." pekik Lilis.
"Assalamualaikum Lis." ucap Izzah.
"Waalaikumsalam." jawab Lilis dan Andi.
"Lilis kangen mba, udah lama kita gak ketemu. Ibu juga sepertinya lebih sayang sama mba Izzah ketimbang sama Lilis. Hampir tiap kali Lilis pulang ke rumah, ibu selalu aja ceritain mba Izzah." ucap Lilis sambil memeluk Izzah.
"Cemburu niyeee..." ledek mang Diman.
"Gak mungkinlah Lis, ibu pasti lebih sayang sama Lilis. Siapalah mba Izzah ini, hanya orang asing." ucap Izzah seraya mengelus kepala Lilis.
"Duuhh pelukan mulu. Suami sendiri dilupain, kasian tuh si Andi." ledek mang Diman lagi.
"Abaahh ngeledek mulu." ucap Lilis cemberut.
Semua orang tertawa. Izzah merasa bahagia berada ditengah-tengah keluarga mang Diman.
Mereka semua duduk berbincang-bincang diruang tamu.
"Mba Izzah hari senin kita ke dokter kandungan yuk?" ucap Lilis.
"Dokter kandungan?" ucap Izzah heran.
Mang Diman dan bi Asih memandang Lilis tak percaya.
"Kamu hamil Lis?" tanya bi Asih.
"Iya bu." jawab Lilis.
"Alhamdulillah ya Allah. Ibu akan jadi nenek, dan abah akan jadi kakek." ucap bi Asih girang seraya mencium kening Lilis.
"Waaahhh kalau cucu abah laki-laki bakal abah kasih nama Asep, kalau perempuan Euis." celetuk mang Diman.
"Iiihh abah jadul banget nama itu. Yang keren dikit dong." ucap Lilis.
Semua orang kembali tertawa.
Matahari sudah condong ke barat. Lilis dan Andi pamit pulang. Lilis dan Izzah telah memutuskan untuk mengunjungi dokter kandungan bersama-sama.
Setelah selesai menunaikan shalat magrib Izzah membantu bi Asih menghidangkan makan malam. Kemudian mereka makan bersama.
"Neng Izzah mumpung besok hari libur, kita ke rumah tuan Rayhan saja untuk menjelaskan semuanya. Mamang yakin setelah melihat neng Izzah, tuan Rayhan pasti luluh dan mau mendengarkan penjelasan kita." ajak mang Diman.
"Baik mang, Izzah ikut mang Diman saja. Semoga bang Rayhan mau mendengarkan Izzah mang."
"Semangat atuh neng, demi si dedek bayi yang dalam kandungan." ucap bi Asih. "Tapi ngomong-ngomong bagaimana kalau besok banyak anak buahnya bu Ros menghalangi pak?" sambung bi Asih bertanya pada mang Diman.
"Tenang aja bu, bapak teh sudah punya jurus andalan buat hajar mereka semua. Sekali sembur mereka bakal pingsan semua bu." jawab mang Diman.
"Emang jurus apa mang?" tanya Izzah.
"Jurus kentut tornado neng." jawab mang Diman.
Bi Asih terbahak-bahak, sementara Izzah senyum menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aya-aya wae si bapak." ucap bi Asih.
lanjutkan Thor Q
q selalu menanti update mu
😘😘😘😘😘😘
tetap semangat selalu Thor
😘😘😘😘😘😘😘