NovelToon NovelToon
Silent Love

Silent Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:412.4k
Nilai: 5
Nama Author: vie

Bagaimana jika kita di jodohkan dan ternyata kita sudah menyukai laki-laki itu dari pandangan pertama? tentu rasanya seperti semesta memberikan restu pada kita.

Clara seorang gadis cantik, manja, periang dan humble akan di jodohkan dengan seorang laki-laki bernama bastian, laki-laki yang arogan dan sombong, meski dia sangat tampan, Clara sudah menyukai Bastian dari awal dia melihatnya, namun sikap bastian justru sebaliknya pada Clara, Clara di anggap orang yang sudah menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya.

Lalu bagaimana kelanjutan kisah Cinta Clara?apakah Bastian akan mencintai Clara ?

yuk terus baca karyaku ya.....
jika ada kesalahan dalam penulisan tolong beri kritik dan sarannya
jangan lupa dukung karyaku dengan memberikan, like,comment,dan vote ya

terima kasih

Happy reading
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

sayang kalian semua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SL 32 Bertemu Ayunda

POV BASTIAN

Setelah mengantar Clara ke kampus, aku langsung ke kantor hanya untuk formalitas, sebenarnya aku malas menyibukan diriku di kantor papi, aku lebih suka menghabiskan waktuku dengan menonton film kesukaanku, atau bermain Basket.

Orang selalu menyayangkan keputusanku karena tidak melanjutkan ke jenjang kuliah. Dengan Uang papi yang melimpah aku bisa memilih kampus apapun yang aku mau, itu pandangan orang, tapi tidak yang terjadi sebenarnya, menjadi anak satu-satunya Bapak Wiguna, tidak memiliki kebebasan untuk memilih, setelah lulus SMA dengan nilai yang pas-pasan, papi memintaku kuliah di singapure bersama Andre salah satu sepupuku, anak kakaknya papi yang selalu memiliki nilai sempurna, padahal aku sendiri lebih memilih kuliah di salah satu universitas seni di jakarta, itu mengapa aku memilih untuk tak melanjutlan kuliah, dan hidup semauku, sampai akhirnya aku ketemu Ayunda di salah satu club malam, dia begitu perhatian padaku saat itu, aku bahkan bisa membicarakan semua masalahku padanya, di usiaku yang masih 19 tahun aku seperti kehilangan arah, mami sibuk dengan urusannya, papi apa lagi...saat itu Aldy belum tinggal bersamaku, jadi aku benar-benar sendiri mencari jati diri.

Ayundalah yang mengenalkan apa itu cinta, apa itu kasih sayang yang tak pernah aku dapatkan sebelumnya, usianya memang tiga tahun lebih dewasa dariku tapi aku merasa sangat nyaman berada disisinya.

Aku menghentikan mobilku di loby, terlihat beberqpa orang sibuk hilir mudik melewati pintu lobby yang terbuka otomatis ketika kita kita berdiri di depannya.

" Parkirkan mobilnya!" kulempar kunci mobil pada salah satu security yang sedang bertugas, aku berjalan dengan cepat menuju kantor di lantai 8

" Pagi pak...!" semua karyawan menunduk hormat padaku, namun tetap dengan pandangan yang aneh, mungkin karna pakaianku terlalu casual untuk berada di kantor, aku hanya memakai celana jeans panjang, dengan kaos yang di tutupi jaket bomber.

Aku memasuki Ruangan besar, dengan kubikel-kubikel yang tertata rapi serta terdapat 3 ruangan kecil yang di kelilingi dinding kaca.

" Bastian..." Panggil Aldy saat aku akan menarik gagang pintu ruanganku.

" Gimana Clara...?" Aldy menghampiriku dan berdiri di hadapanku, sambil merapikan jas hitam yang dia gunakan, berbeda denganku Aldy selalu berpenampilan rapi jika ke kantor.

" Dia gak papa...., tadi gue udah anter ke kampusnya..."jawabku sambil memasuki ruangan, di ikuti Aldy di belakang.

" Ada hal penting yang harus gue omongin sama lo..." Wajah Aldy terlihat sangat serius.

" penting?" tanyaku sambil menjatuhkan tubuh di sebuah kursi berwarna hitam dengan sandaran yang cukup nyaman untuk menaruh punggungku yang masih terasa pegal.

" Buat gue penting, gak tau buat lo...!" ucap Aldy, dia duduk di sofa yang berada di samping meja kerjaku

" Masalah apa? kerjaan?" Aku memutar kursiku agar bisa berhadapan dengan Aldy

" Pastinya....lo tau ? beberapa hotel om wiguna ngalamin penurunan pengunjung saat ini, di luar semakin banyak hotel yang memberikan diskon besar-besaran dengan fasilitas yang cukup baik" jelas Aldy, kini dia beranjak dan duduk di kursi yang berada di sebrang meja kerjaku.

" lalu...kenapa kita tidak membuat discount yang sama?" Aku tidak begitu mengerti banyak tentang pertumbuhan hotel ini, karena semua Aldy yang handle

" Sudah...., tapi harganya masih standar gak bisa terlalu turun " jawab Aldy

" Lalu kenapa tidak terlalu turun?" Ku tanggapi pembeciraan Aldy dengan santai, karna aku benar-benar tak pengerti tentang dunia perhotelan, aku akan bisa menjawab jika di tanya tentang berapa score pertandangan NBA Los Angles Lakers VS Los Angles Clipers.

" Semua itu butuh perhitungan Bastian...." Aldy menggelengkan kepalanya , dia sadar tidak tepat berbicara tentang perusahaan ini padaku yang tak mengerti apa-apa.

" lalu...apa tidak ada jalan keluar untuk bisa menarik pengunjung menginap di hotel kita?" tanyaku dengan melipat kedua tanganku dan menaruhnya di dada

" Divisi pemasaran sedang berusaha membuka pameran di salah satu mall besar di pusat kota jakarta, sasaran kita adalah wisatawan asing, kita juga akan bekerja sama dengan perusahaan besar yang sering mengadakan pertemuan kerja dengan menurunkan biaya sewa gedung yang ada di setiap hotel kita. " jelas Aldy, aku masih tidak terlalu perduli dengan itu,

" Ya sudah kita sudah usaha, kita hanya menunggu hasilnya bukan?" jawabku santai

" Bas...kita harus memikirkan strategi lain, karena kemarin om wiguna sempat mengatakan, jika kondisi hotel masih begini dia akan menjual sebagian sahamnya pada paman Woro...!"

Tok..Tok..Tok...Suara ketukan pintu menghentikan diskusiku dengan Aldy

" Masuk..." teriakku

" Permisi pak..ada ibu Ayunda di luar, dia ingin bertemu bapak..." Tari mengeluarkan kepalanya dari balik pintu

" Ayunda? lo masih ketemu dia?" tanya Aldy menatapku tajam

" suruh dia masuk..." suruhku pada tari "Gue masih ada urusan sama dia..." jawabku,

KREAKkk!!! pintu terbuka dengan perlahan, kulihat Ayunda mengenakan mini dress putih dengan cardigan pendek berwarna biru muda

" Hai..dy..!" Sapa Ayunda yang langsung menghampiriku

" Hai..." jawab Aldy malas, " Yaudah nanti kita lanjutin lagi obrolan kita" Aldy beranjak keluar kantor, sepertinya dia tidak nyaman dengan kedatangan Ayunda

" Bas...." Ayunda menggelayut manja di pangkuanku, aku merasakan hal yang berbeda, biasanya aku senang dengan sikap ayunda yang manja seperti ini, tapi kali ini aku justru tak nyaman dan gelisah

" Bisa kamu duduk disana Ayunda!" pintaku

" Bastian....aku tau semua yang ku lakukan itu salah, tapi semua bukan karena aku, tapi karna Larry" rengek Ayunda

" Ayolah Ayunda, ini di kantor..." pintaku sekali lagi

" oke..oke..." dengan wajah yang di tekuk Ayunda menjatuhkan tubuhnya di atas sofa sedang aku masih duduk di singgasanaku

" Aku minta maaf karena sudah membawamu dalam masalah ini, tapi Ayah masih tidak percaya denganku Bastian, dia sekarang justru ingin kamu menjagaku. aku hanya diperbolehkan jalan bersamamu, jika tidak dia akan melarangku untuk bekerja ..." jelas Ayunda. Ayunda sedang terjebak dalam kasus obat terlarang yang di lakukan oleh kekasihnya setelahku, dan saat kekasihnya tertangkap ayunda sedang bersamaku, tapi ternyata Larry menaruh beberapa butir obat itu di kamar kos ayunda. Aku sangat mengenal Ayunda, dia tidak mungkin melakukan hal itu , dia sangat tau resiko jika dia bersentuhan dengan barang haram itu.

" Itu tidak mungkin Ayunda...aku sudah punya istri.. !" Aku menarik napas panjang mencoba menenangkan hatiku

" Ya..Aku tau Bas...tapi bukannya pernikahan itu hanya main-main dan tidak serius?" tanya Ayunda, matanya mulai menatapku lekat, dia seperti ingin menyecarku dengan banyak pertanyaan

" Hmmm ituuu..." Aku mulai memutar otak untuk memberikan jawaban yang tepat pada Ayunda

" Jangan bilang kamu jatuh cinta pada Clara..." tebak Ayunda...dia berjalan kearahku menarik daguku membuat kami saling menatap

" Bilang Bastian kamu tidak mencintainya?" kutarik kepalaku dan memutar kursiku menghindari tatapan Ayunda

" Bas... jawab pertanyaanku...!!" Ayunda menarik bahuku membuat kursiku berputar kearahnya

" Ayunda...sudah kesekian kali kamu menghianati aku, dan aku selalu memafkan kesalahanmu...tapi untuk kali ini, kamu sudah sangat mengecewakanku...kamu tau Larry adalah temanku, dan kamu justru bermain dengannya di belakangku...."

" Aku sudah jelaskan semuanya Bastian...Aku dan Larry hanya katena sebuah misi, untyk menaikan namaku di dunia entertain " jelas Ayunda

" Tapi larry tidak mengatakan itu, larry bilang kalian sudah sejak lama berhubungan..."

" Bas..larry bohong, ternyata dia hanya memanfaatkan aku...dan tentang barang haram itu, kamu tau larry menjebakku"jelas Ayunda,

" Bas...aku minta maaf karena tidak menceritakan semuanya...! aku yakin kamu tidak akan setuju dengan rencanaku dan tim managemenku..." Raut wajah Ayunda berubah sendu, tak bisa aku pungkiri aku belum bisa melepas Ayunda seutuhnya, meski Clara bisa menggantikan sosoknya.

" Aku sudah memafkanmu Ayunda dari malam itu, dan aku berjanji untuk melepasmu dari hatiku, dan berusaha mencintai Clara..." jelasku

" Bas...kamu tau, kemanapun aku mencoba melabuhkan hatiku, hanya kamu yang selalu menjadi pelabuhan terakhirku." Ayunda memelukku dari belakang kursi, melingkarkan tangannya ke leherku dan menaruh kepalanya di atas kepalaku aku masih dengan posisi duduk saat itu.

" Ayunda...tolong lepaskan, ini di kantor...." kusingkirkan tangan Ayunda

" Bas...kita biasa melakukan ini bukan...!"

" tapi tidak di kantor Ayunda....!" tegasku pada Ayunda, dia terlihat kecewa dan kembali ke sofa.

" Aku yakin kamu masih mencintaiku Bas....! dan itu akan aku buktikan.." Ayunda duduk di sofa dengan melipatkan kedua kakinya, tangannya mengambil sebuah majalah yang ada di atas meja.

" Sudahlah Ayunda...mengakhiri semuanya itu lebih baik, aku tidak akan melarangmu melakukan apapun yang kamu mau," ucapku, Ayunda melirikan matanya ke arahku lalu kembali melihat majalah yang ada di tangannya

" Baiklah...!! jika itu maumu..." Ayunda menutup majalahnya dan menaruhnya kembali di atas meja, dia beranjak menghampiriku

" Aku berani bertaruh, suatu saat kamu akan mencariku Bastian...! saat ini mungkin ada Clara yang mengisi kekosongan hatimu yang rapuh, tapi setelah Clara pergi...hatimu akan kembali kosong, dan hanya aku yang bisa mengisinya." Ayunda mendekatkan wajahnya kepadaku, dia terus berbicara dengan nada mengancam.

1
Yyen Ariyanti
yuhuuu baru nemu karyamu lg Thor,, yg sebelah kpan up nya thor
Hafid Otoy
thor ada lanjutanya g sih😭
Nila Hariyanti
lanjut kak up-nya
Alika Cahyani
certa nya agak g waras yaa
peran utama nya bego banget
Siska Yulia
salah sipaham ini
Siska Yulia
dengerin dlu dong clar ...penjelasannya ...
Siska Yulia
tu dengerin bass
Siska Yulia
saking lelahnya ampe kesiangan
Siska Yulia
klo lo gk ninggalin ayunda ,bodoh kamu bass
Siska Yulia
bastian brengsek😡
Siska Yulia
gk nyadar lo klo ayunda cma mlorotin doank
Siska Yulia
biarpun gantengnya sak bonbin ..klo songong mah males jga 😡
Siska Yulia
blom tau dia ,klo fasilitas ditarik bokap ,,keteter lo
Siska Yulia
pertemanan yg indah
Sri Widjiastuti
sikon gawat tlp dong??
Chichi Gitu
baru tau udah up lagi wkwkk
Angel Tamara
aku cwek tp gk suka film romance, bkin penontonya suka berhalu, mending film action, horror or film fantasy😌
Krist Hart
saking lamanya kau g update Thor ... aq sampai lupa lupa ingat critanya cm inget yg Bastian tu judulnya apa ya ??? 😅😅😅
Anna Mutia Feranita
lumayan bagus utk sampai di sini...
pisces
wes thor ceritanya ayunda biarin di situ biar sembuh kasihan jg trs bastian sm clara biar tenang rmg tangganya gak ada drama ayunda lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!