seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Sera melangkah duduk di samping Aluna
Dia lalu menceritakan semuanya kepada Aluna dan Daniel
"waktu itu mommy mendengar seseorang berbicara sendirian di taman belakang rumah kita, saat itu mommy mau menyiram tanaman,
mommy kira itu kamu , tapi setelah mommy mendekat ternyata yang sedang berbicara itu maisha dengan siapa entah mommy tidak tau sepertinya dia sedang menelpon seseorang, yang mommy dengar dia akan menggagalkan rencana pernikahan kamu dengan merusak baju akad yang kamu akan kenakan besok,
Setelah maisha selesai menelpon mommy langsung bersembunyi di balik tembok , lalu maisha melangkah masuk kedalam rumah, dari situ mommy langsung menelpon Rani untuk membawa kebaya putih lagi, dan mommy tukar dengan kebaya kamu, kami bertemu lewat pintu belakang mansion, karna mommy tidak ingin ada orang yang tau ,
waktu kamu mandi tadi mommy masuk menukar kebaya putih itu dan mengambil gaun2 juga, antisipasi saja takut semua dia rusak,
Mommy juga memasang kamera tersembunyi di kamarmu sengaja untuk bukti
Dan ya terbukti saat makan malam maisha tidak turun . Lalu bajumu rusak
Maafkan mommy sayang, tidak memberi tahu kamu, itu mommy lakukan supaya rencana ini tidak gagal" jelas Hera panjang lebar
Aluna dan Daniel menatap bangga dan haru
"terimakasih mommy, aku sangat beruntung memiliki ibu sebaik dan sepenyayang mommy " ucapnya lalu memeluk Sera
Dia membalas pelukan putrinya
Daniel yang melihat itu pun ikut memeluk mereka,
"sudah, itu sudah menjadi tugas mommy untuk melindungi anak2 mommy, sekarang lebih baik kita ambil kamera itu lalu kita beri tahu Oma. Biar nanti Oma yang kasih dia pelajaran" ucap Sera
Mereka bertiga melangkah menuju kamar Aluna mengambil kamera kecil itu
Sera lalu menyambungkannya ke ponsel miliknya
Vidio CCTV itu di putar
di Sana terlihat maisha masuk dengan percaya diri sambil membawa gunting
Lalu membuka lemari dan mengambil kebaya milik Aluna
Dia tersenyum miring
"aluna-Aluna.. Memangnya kamu pikir. Kamu pantas memakai kebaya ini,"ucapnya lalu menggunting kebaya itu dengan penuh emosi
"aku benci kamu Aluna, lihat saja aku akan menggagalkan pernikahan kamu . Dan kamu akan malu besok" ucapnya lalu menyimpan kebaya itu diatas kasur,
Maisha melangkah keluar dari kamar Aluna
Daniel yang melihat dan mendengar ucapan maisha sangat marah,
Rahangnya mengeras, tangan terkepal kuat
"kurang ajar!, aku tidak menyangka anak itu masih membenci putriku, ku kira dulu wajar karna masih anak2, " ucap Daniel gusar
"sudah mas, lebih baik sekarang kita ke kamar mama, kita perlihatkan vidio ini, maisha harus segera di tangani , " usul Sera
Yang di angguki Aluna dan Daniel
Mereka melangkah menuju pintu kamar Oma Kania
tok..tok..
"ma, ini aku Daniel"
Tidak lama Oma Kania membuka pintu
Menatap heran 3 orang dihadapan nya
"ada apa, kenapa malam2 kalian menemui mama, bukanya Aluna harus istirahat,kalian juga, besok kan hari penting untuk kita semua" ucapnya
"boleh kita masuk ma, lebih baik kita bicara di dalam" usul Sera
Oma Kania mempersilahkan ketiganya masuk
Mereka duduk di sopa kamar itu
"ada apa ? Kenapa muka kalian tegang sekali" desak Oma Kania
Daniel menghela nafas, lalu tanpa banyak bicara
Dia menyerahkan ponsel yang berisi vidio maisha
Oma Kania bingung , tapi tetap menerimanya
Dia membuka vidio itu
Alisnya mengerut tanda heran tapi setelah maisha muncul
"maisha?" lirihnya
Oma Kania menutup mulut tidak percaya
Hampir saja dia memekik kecil karna terkejut melihat maisha merusak kebaya cucunya
Dan ucapan2 maisha yang mengandung kebencian terhadap Aluna
Oma Kania tidak menyangka anak itu sudah di anggapnya seperti cucunya sendiri
Tapi malah mengkhianati kasih sayang nya
Sera yang melihat mertuanya syok
Mendekat Lalau mengusap bahu ibu mertuanya
"kenapa dia bisa sejahat itu, "ucap Kania lirih
Daniel yang tadi diam saja lalu berbicara
" asal mama tau , dulu saat Aluna kecil hampir saja kehilangan nyawa saat tenggelam , itu juga ulah dia, waktu itu aku pikir dia tidak sengaja, dan karna masih anak2 waktu itu" ucap Daniel
"apa!" pekik Oma Kania
"kenapa kamu tidak bilang kalau waktu Aluna tenggelam adalah ulah dia hah" Oma Kania benar2 marah dan kecewa kepada anaknya
Mereka menyembunyikan pakta sebesar itu darinya
"maaf ma, " ucap Daniel menyesal
"Oma tenang dulu, sudah yang penting sekarang Luna baik2 saja, " ucap Aluna menenangkan Omanya
Kania menghela nafas panjang
dia menatap cucunya , haru, dan sedih
hatinya sakit melihat cucu kesayangannya di sakiti orang lain
Dia memeluk Aluna "maafkan Oma sayang"
"tidak apa-apa Oma, ini bukan salah Oma, tapi ini sudah jalan takdir Aluna, lagi pula kita harus bersyukur karna sampai saat ini Aluna baik2 saja, sudah ya" jawabnya
Setelah tenang mereka mulai menyusun rencana untuk maisha
Oma Kania sudah memutuskan bahwa maisha malam ini juga akan pulang ke rumah orangtuanya
Dia akan menelpon Keponakan nya yang merupakan orangtua maisha
Orangtua maisha tidak ikut kesini karna sedang ada urusan di luar negeri,
Setelah menelpon orangtua maisha dan menjelaskan apa saja yang di lakukan maisha,
Orangtua maisha sangat marah dan malu
Mereka meminta maaf kepada Daniel dan Sera
Khusus nya kepada Aluna yang di sakiti oleh putri mereka,
selesai menelpon Oma Kania kembali duduk
"malam ini maisha akan di jemput , kamu tenang saja sayang, besok pernikahan mu akan aman dan lancar" ucap Kania lembut
Mereka semua menghela napas lega
Lalu kembali ke kamar masing2 untuk beristirahat karna hari sudah mulai malam.
......................
Di lorong hotel lantai 10
Kegaduhan mulai terdengar
Para penghuni lain mulai keluar melihat apa yang sedang terjadi
Resty dan yang lainnya pun ikut keluar
Disana bisa mereka lihat maisha sedang di tarik dan di paksa pergi oleh 2 orang bodyguard
para orangtua yang melihat itu pun mendekat
Mereka khawatir kepada maisha takut terjadi sesuatu
mereka tau bahwa itu bodyguard kelurga maisha
Tapi mereka bingung kenapa maisha di paksa pergi
"tunggu! Ada apa ini" cegah papa dari Resty
2 bodyguard itu menghentikan langkah lalu menunduk hormat
"maaf tuan kami diperintah tuan Heru untuk menjemput nona maisha"
"memang nya ada apa" tanya papa Resty
"saya tidak tau tuan , karna saya hanya di perintah seperti itu saja" jawabnya sopan
maisha yang masih meronta meminta tolong kepada paman nya
"paman tolong, maisha tidak mau pulang" ucapnya lirih
Tapi Herman hanya menghela nafas " maaf nak, jika papamu yang menyuruh kamu pulang , paman tidak bisa berbuat apa-apa" ucapnya
"kalau begitu kami permisi dulu tuan" ucap si bodyguard
Herman mengangguk singkat
lalu maisha di bawa paksa karna terus meronta
lorong yang tadi gaduh kini mulai hening
Herman mengajak istri dan yang lain untuk masuk kembali ke kamar nya.
Walaupun kebingungan masih tergambar jelas di wajah mereka.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤