NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: PERANG DI BALIK MEJA DAN JALANAN

​Pagi itu, suasana di meja sarapan kediaman Lynn terasa lebih mencekam daripada rapat semalam. Nerina duduk tenang, menyesap kopinya sembari membaca laporan bursa efek di tabletnya. Ia mengenakan setelan kantor berwarna biru dongker yang tajam, sangat kontras dengan Elysia yang turun dengan gaun bunga-bunga yang tampak manis namun berlebihan untuk suasana rumah yang sedang berduka atas nama baik.

​"Ayah," suara Elysia memecah keheningan, terdengar ragu namun matanya berkilat penuh rencana. "Setelah memikirkannya semalam, aku merasa tidak enak jika hanya berdiam diri di rumah sementara Kak Nerina dan Kak Nero bekerja keras membersihkan kekacauan yang... yang disebabkan oleh Andrew."

​Elyas Lynn mendongak, wajahnya yang kuyu sedikit cerah saat menatap putri kandungnya. "Apa maksudmu, Sayang?"

​"Aku ingin mulai belajar bisnis secara langsung," ujar Elysia, suaranya naik satu oktav agar terdengar bersemangat. "Aku ingin masuk ke perusahaan. Sebagai asisten Kak Nero atau mungkin di departemen pemasaran. Aku ingin membuktikan pada dunia bahwa putri kandung keluarga Lynn bukan hanya sekadar pajangan yang bisa dipermalukan di pesta."

​Nero meletakkan garpunya, tampak tertarik. "Itu ide bagus, El. Kamu bisa membantuku mengawasi divisi operasional. Mengingat Nerina sedang... sibuk dengan urusan audit."

​Nerina meletakkan cangkirnya perlahan. "Audit yang aku lakukan adalah untuk menyelamatkan aset Ayah, Kak Nero. Jika Elysia ingin masuk, pastikan dia tahu perbedaan antara debet dan kredit sebelum dia mengacaukan pembukuan lebih jauh."

​"Nerina!" tegur Anora tajam. "Adikmu punya niat baik. Kamu harusnya mendukungnya, bukan malah menyindirnya."

​Elysia tersenyum tipis ke arah Nerina, senyum yang penuh kemenangan. "Aku akan belajar cepat, Kak. Lagipula, Ayah sudah bilang kalau posisi Direktur Operasional akan dialihkan padaku secara bertahap, kan? Akan lebih baik jika aku mulai sekarang."

​Nerina tidak membalas. Ia melirik jam tangannya. Ia tahu, di luar sana, bahaya yang lebih besar dari sekadar ambisi Elysia sedang menunggunya.

​"Gino," panggil Nerina.

​Ergino muncul dari balik pintu dapur. Ia mengenakan seragam pelayannya yang rapi, namun ada sesuatu yang berbeda pada caranya berdiri—lebih waspada, lebih tajam. Sesuai perintah Elyas, ia tidak lagi diperbolehkan berada di dalam area utama rumah selain saat dipanggil, namun ia tetap datang dengan waktu yang presisi.

​"Siapkan mobil," ujar Nerina singkat.

​"Mobil sedan sudah siap di depan, Nona," jawab Ergino dengan nada datar yang formal.

​Nerina berdiri, mengambil tasnya. Ia menatap Ayahnya. "Aku berangkat. Elysia, jika kamu benar-benar ingin ke kantor, mintalah Nero untuk mengantarmu. Aku punya rute yang... berbeda hari ini."

​Begitu mereka keluar dari pintu utama, Ergino tidak membawa Nerina ke mobil sedan mewah yang biasanya terparkir di sana. Ia justru membawanya ke garasi samping, di mana sebuah SUV hitam dengan kaca antipeluru yang sangat gelap sudah menunggu.

​"Kenapa kita tidak pakai mobil Lynn?" tanya Nerina saat ia masuk ke kursi belakang.

​Ergino menutup pintu dengan lembut lalu masuk ke kursi kemudi. "Mobil sedan itu sudah dipasangi pelacak oleh orang-orang Andrew tadi malam, Nona. Biarkan mobil itu tetap di sana sebagai umpan."

​Mobil SUV itu meluncur keluar dari gerbang kediaman Lynn dengan suara mesin yang nyaris tak terdengar. Nerina memperhatikan Ergino melalui spion tengah. Pria ini mengemudi dengan cara yang sangat berbeda hari ini; matanya terus berpindah antara spion samping dan jalanan di depan, seolah ia sedang membaca setiap gerak-gerik kendaraan lain.

​"Gino," bisik Nerina. "Siapa sebenarnya pembunuh bayaran yang Andrew sewa?"

​"Hanya tikus jalanan yang butuh uang, Nona," jawab Ergino tanpa mengalihkan pandangan. "Mereka tidak tahu siapa yang mereka hadapi. Mereka hanya tahu Anda adalah target yang mudah."

​"Target yang mudah?" Nerina terkekeh pahit. "Mungkin di kehidupan dulu aku memang target yang mudah. Tapi sekarang..."

​"Sekarang Anda memiliki saya," sela Ergino. Kalimat itu diucapkan dengan nada pelayan yang patuh, namun bagi Nerina, itu terdengar seperti sebuah janji dari seorang penguasa.

​Tiba-tiba, sebuah mobil van perak muncul dari persimpangan dan mulai mengikuti mereka dengan jarak yang tidak wajar. Tak lama kemudian, sebuah motor sport hitam ikut membuntuti dari sisi kiri.

​"Mereka di sini," ujar Ergino tenang.

​Jantung Nerina berdegup kencang. Ia meremas pegangan pintu mobil. "Apa yang akan kamu lakukan? Kita harus ke kantor polisi!"

​"Polisi terlalu lambat untuk urusan seperti ini, Nona. Dan jika kita ke sana, keluarga Lynn akan tahu bahwa Anda dalam bahaya, yang mana akan digunakan Elysia sebagai alasan untuk melarang Anda keluar rumah demi 'keamanan'," Ergino memutar kemudi ke arah jalan lingkar luar yang sepi. "Pegang erat-pegangannya."

​Mobil van perak itu tiba-tiba melaju kencang, mencoba memepet SUV mereka ke arah pembatas jalan. Motor sport di sebelah kiri mencabut sesuatu dari balik jaketnya—sebuah tongkat besi yang berat.

​Nerina memejamkan mata, namun ia tidak mendengar benturan. Yang ia dengar justru suara decitan ban yang sangat halus dan tarikan mesin yang kuat. Ergino melakukan manuver J-turn yang sempurna di tengah jalan raya yang lebar, membuat mobil van itu kehilangan keseimbangan dan menghantam trotoar.

​"Satu," gumam Ergino.

​Motor di sebelah kiri mencoba mengejar, namun Ergino menekan tombol di konsol tengah. Tiba-tiba, SUV itu mengeluarkan kepulan asap tipis dari bagian belakang—bukan kerusakan mesin, melainkan peluncur minyak yang sangat presisi. Motor itu tergelincir hebat dan penunggangnya terpental ke semak-semak.

​"Gino... bagaimana mobil ini bisa punya alat seperti itu?" tanya Nerina dengan napas tersengal.

​"Modifikasi kecil, Nona. Untuk memastikan kenyamanan perjalanan Anda," jawab Ergino. Ia kembali membawa mobil ke rute normal menuju kantor pusat Lynn Tower, seolah-olah baru saja melewati polisi tidur biasa.

​Sepanjang sisa perjalanan, Nerina tidak bisa melepaskan pandangannya dari Ergino. Pria ini bukan pelayan. Tidak ada pelayan di dunia ini yang bisa melakukan manuver tempur seperti itu dan memiliki mobil yang dilengkapi perlengkapan militer.

​"Siapa kamu sebenarnya, Gino?" tanya Nerina lagi, suaranya lebih tegas sekarang. "Andrew benar. Kamu bukan sekadar pelayan. Kamu tahu rencana mereka, kamu punya teknologi ini... Kamu siapa?"

​Ergino menghentikan mobil di depan lobi kantor pusat. Ia keluar dan membukakan pintu untuk Nerina. Di bawah sinar matahari pagi, wajahnya tampak sangat tampan namun sangat dingin.

​"Saya adalah pelayan yang paling ingin Anda simpan rahasianya, Nona," bisik Ergino saat Nerina turun dari mobil. "Karena jika identitas saya terungkap sekarang, permainan Anda dengan keluarga Lynn akan berakhir terlalu cepat. Dan saya tahu, Anda ingin melihat mereka hancur perlahan, bukan?"

​Nerina menatap mata pria itu. Ada kedalaman di sana yang membuatnya merasa sangat kecil, namun sekaligus sangat aman.

​"Masuklah, Nona. Elysia mungkin sudah ada di dalam, mencoba duduk di kursi Anda. Tunjukkan padanya bahwa mahkota yang dia inginkan tidak akan pernah pas di kepalanya."

​Nerina mengangguk. Ia melangkah masuk ke dalam gedung dengan kepala tegak. Ia tidak lagi takut pada Andrew atau pembunuh bayarannya. Selama ada Ergino di bayang-bayangnya, ia merasa seolah-olah ia memiliki seluruh dunia di tangannya.

​Namun, di dalam lobi, ia melihat Elysia sedang tertawa bersama Nero dan beberapa direktur pemasaran. Elysia melihat Nerina dan melambai dengan wajah ceria yang palsu.

​"Kak Nerina! Akhirnya sampai! Aku baru saja mendapat izin dari Ayah untuk memimpin kampanye produk baru!" seru Elysia.

​Nerina hanya tersenyum tipis. Nikmati saja kemenangan kecilmu, Elysia. Karena di luar sana, orang-orangmu baru saja berakhir di selokan.

1
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
gino tidak mati dulunya? apakah time traveler?
Ariska Kamisa: ikuti terus ya🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
ergino keren amat
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
cettaass
aditya rian
wow tentara bayaran
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
sepertinya ergino terobsesi 🤭
Ariska Kamisa: yes👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ini mulai babak baru , misteri ibu kandung nerina.
Ariska Kamisa: betul
total 1 replies
aditya rian
gob**k elysia 🤣
aditya rian
ibu kandung nya hidup???
aditya rian
dibutakan oleh rasa bersalah karena telah terpisah lama ini orang tuanya jadi anak salah geh kaya ga mau salah🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rame👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
siapa gino sebenarnya, begitu kuat kah sehingga di takuti
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!