NovelToon NovelToon
Pendekar API Dan ES

Pendekar API Dan ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan dua elemen sekaligus, Yan Bingchen justru harus menanggung kutukan yang membuatnya kesulitan mengendalikan kekuatannya sendiri.

Dianggap berbahaya bahkan oleh keluarganya, ia tumbuh dalam kesepian dan penolakan sejak kecil.

Namun, ketika kesedihan dan amarahnya mencapai puncak, Yan Bingchen memilih meninggalkan klannya. Pada saat itulah, kekuatan sejatinya akhirnya bangkit sepenuhnya.

Kini, di dunia yang memandangnya sebagai ancaman, mampukah ia membuktikan bahwa dirinya bukanlah bencana … melainkan calon yang akan berdiri di puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Membungkam

Hari pertama di Akademi Naga Surgawi tidak dimulai dengan sambutan hangat, melainkan dengan isolasi yang disengaja.

Yan Bingchen ditempatkan di sebuah paviliun tua di pinggiran kompleks akademi, sebuah bangunan kayu yang hampir rubuh namun berdiri tepat di atas salah satu jalur nadi energi spiritual yang paling murni.

Bagi pihak akademi, ini adalah tempat buangan; bagi Yan Bingchen, ini adalah surga latihan yang tersembunyi.

​Pagi harinya, bel perunggu raksasa bergema, memanggil seluruh murid ke Arena Naga Surgawi.

Ini adalah kawah raksasa yang diperkuat dengan formasi batuan purba agar tidak hancur oleh benturan Qi tingkat tinggi.

Di tengah arena, berdiri seorang pria paruh baya dengan luka parut di lehernya, Master Han, instruktur senjata berat yang dikenal tak kenal ampun.

​"Kudengar ada sampah dari utara yang masuk membawa pusaka Kelas Bumi," suara Master Han menggelegar, matanya tertuju langsung pada bungkusan kain di punggung Yan Bingchen. "Di akademi ini, senjata tidak menentukan martabatmu. Kekuatanmu yang menentukannya. Maju, tunjukkan apa yang bisa dilakukan oleh 'Anak Terkutuk' itu."

​Murid-murid lain membentuk lingkaran, wajah mereka penuh seringai ejekan.

Mereka ingin melihat Yan Bingchen dipermalukan oleh teknik gada Master Han yang sudah mencapai tingkat kesempurnaan di Ranah ke-5.

​Yan Bingchen melangkah maju tanpa ragu. Ia melepaskan ikatan kain di punggungnya.

​BRUAK!

​Gada Penghancur Kerak Bumi menghantam lantai arena, menciptakan retakan yang menjalar hingga ke kaki Master Han.

Aura ungu gelap dari pusaka itu berdenyut, seolah-olah bernapas mengikuti detak jantung Yan Bingchen.

​Tanpa aba-aba, Master Han melesat. Ia menggunakan gada perunggu miliknya sendiri, mengayunkannya dalam gerakan horizontal yang menciptakan tekanan angin yang sanggup meremukkan tulang.

​Yan Bingchen tidak menghindar. Ia mencengkeram gagang gada ungunya dengan kedua tangan.

Sisi kanan tubuhnya membara dengan api merah yang kental, sementara sisi kirinya memancarkan uap beku yang mengkristalkan udara.

​BOOM!

​Dua senjata berat itu beradu di tengah arena. Gelombang kejutnya melemparkan debu dan kerikil ke arah penonton.

Master Han tertegun; tangannya bergetar hebat. Ia merasa seperti sedang menghantam gunung berapi yang tertutup es abadi.

​Yan Bingchen memutar tubuhnya, memanfaatkan momentum berat gadanya.

​"Pilar Dua Kutub: Penghancur Inti."

​Ia menghantamkan gada ungu itu ke tanah. Seketika, dua naga energi—satu dari api murni dan satu dari es kristal—melesat keluar dari kepala gada tersebut, merambat melalui lantai arena menuju Master Han.

​Master Han mencoba menangkis dengan perisai Qi tanahnya, namun serangan itu terlalu presisi.

Energi es membekukan fondasi pijakannya, sementara api menghancurkan pertahanan mentalnya.

Ia terlempar mundur sepuluh langkah, napasnya tersengal, dan zirah dadanya retak seribu.

​Keheningan seketika menyelimuti arena. Para murid yang tadinya mengejek kini hanya bisa menelan ludah.

Mereka baru saja melihat seorang instruktur Ranah ke-5 didorong mundur oleh murid baru yang "hanya" berada di Ranah ke-4.

​Yan Bingchen menarik kembali gadanya, menyandarkannya di bahu dengan sikap acuh tak acuh.

Matanya yang merah dan biru menatap Master Han yang masih berusaha menstabilkan napasnya.

​"Apakah ini cukup untuk membuktikan kelayakanku, Master?" tanya Yan Bingchen datar.

​Master Han menyeka darah tipis di sudut bibirnya.

Ia menatap Yan Bingchen dengan campuran rasa benci dan takjub. "Kau ... kau tidak menggunakan kekuatan fisik semata. Kau memaksa pusaka itu beresonansi dengan dualitas elemenmu. Masuklah ke barisan. Tapi ingat, di akademi ini, semakin tinggi kau terbang, semakin banyak orang yang ingin mematahkan sayapmu."

​Yan Bingchen hanya mengangguk singkat. Ia berjalan kembali ke arah Mo Ran yang sejak tadi sudah melompat-lompat kegirangan.

​"Lihat itu! Kakakku baru saja menampar wajah seluruh akademi dengan satu hantaman!" teriak Mo Ran, suaranya sengaja dikeraskan agar didengar semua orang.

Si Hitam ikut melolong pendek, seolah-olah mengejek para murid senior yang kini memalingkan wajah karena malu.

​Setelah sesi latihan berakhir, Yan Bingchen kembali ke paviliunnya. Ia duduk bersila, meletakkan gada ungunya di pangkuan.

Ia bisa merasakan bahwa kemenangannya hari ini telah memicu pergerakan di balik layar. Para faksi murid di akademi pasti tidak akan tinggal diam melihat otoritas mereka ditantang.

​Namun, fokus Yan Bingchen bukan pada mereka. Ia memejamkan mata, membiarkan energi Jantung Naga dari bawah tanah mengalir masuk ke dalam Inti Sejatinya.

Ia harus segera mencapai puncak Ranah ke-4 sebelum utusan dari Benua Binghuo—faksi yang lebih berbahaya daripada sekadar murid akademi—menemukan jejaknya di sini.

​"Mo Ran, Si Hitam, tetaplah siaga," bisik Yan Bingchen. "Bau darah Jenderal Zhu belum hilang dari tangan kita, dan orang-orang di kota ini jauh lebih rakus daripada perampok di jalanan."

​Malam di Istana Naga terasa sunyi, namun di bawah permukaan marmer yang indah, arus persaingan mulai memanas.

Yan Bingchen telah menancapkan taringnya, dan kini ia menunggu siapa yang cukup berani untuk mencoba mencabutnya.

1
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan. 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Abil Amar
iy in kyk dicerita dlegenda pendekar sabit yan bingchen bntu shan luo wktu mau dbnuh ayahny mau rebut kristal leluhurny yg dbnuh yan bingchen ayahnya shan feng
Abil Amar
emmmmmm kyk pernah dengar y klu g slah ceritanya ad dbgian menolong shan luo dlegenda pendekar sabit
Arken: satu Dunia
total 1 replies
Ibad Moulay
Merah
Ibad Moulay
Langit
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Surianto Tiwoel
bantai abis,, mantap Ferguso
Marsahhayati
justru yg tidak waras adalah orang yg apa adanya.,👍
Ibad Moulay
Pedang Darah
Ibad Moulay
Sekte
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!