“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Benny, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Memintanya agar bertemu di rumahnya, Benny menemui Khale sore ini.
Masih dengan pikirannya yang kacau karena pertengkaran tadi dengan Syafira, membuatnya seakan tak bersemangat. Ada perasaan bersalah karena telah menuduh mantan istrinya itu tanpa bertanya baik-baik. Namun di sisi lain, ia juga merasa perlu menjelaskan sesuatu pada ibu dari anak-anaknya itu.
Menegur anak buahnya, Khale marah karena tak ada satupun dari mereka yang memberitahunya soal makan malam Putra dan Syafira.
Egas yang mewakili teman-temannya pun meminta maaf akan hal ini yang kecolongan dari pengawasannya. Ia mengatakan seharusnya anak buahnya tetap melaporkan hal ini pada Khale sekalipun Syafira melarangnya. Benny pun angkat bicara soal ini.
“Atas apa yang menimpa Syafira, kita minta maaf, Khal. Seharusnya aku juga menjaganya selama kamu tak ada, tapi kami malah fokus pada hal lain,” sesal Benny.
Khale lalu meminta agar mereka tak lagi membahas hal ini dan segera memberitahukan hasil penyelidikan mereka.
Menceritakan seluruh penyelidikannya pada Khale, Benny mengemukakan asumsinya, termasuk tentang jebakan Putra untuk Syafira yang diketahui Karina.
“Karina memberitahu Darma tentang ini, agar pria itu bisa menolong Syafira. Hanya saja yang menurutku janggal adalah kenapa Karina malah membocorkan rencana sekutunya?” Suasana tampak tegang dan hening.
Khale pun menanyakan pada Benny apakah hanya kebohongan Karina terkait kerjasama bisnis atau ada hal lain, sehingga Benny merasa mereka telah bersekongkol.
Saling berpandangan dengan Egas, Benny yang pernah berjanji akan mencari tahu tentang Karina lebih jauh, kini akan mengungkapkannya. "Aku pernah bilang 'kan berjanji akan mencari tahu tengang Karina lebih dalam"
“Maksudmu?” Khale mengerutkan dahinya.
“Apa yang dialami Syafira saat ini pernah dialami oleh Karina dulu, bedanya Karina bisa sampai hamil Aura,” ucap Benny membuat Khale berdiri dari kursinya.
“Ya, Karina pernah bekerja di salah satu anak perusahaan milik keluarga Putra di Sumatera, saat itu Putra masih memimpin di sana. Karina bekerja tak lama setelah ia menikah. Kabarnya, mantan suaminya dulu mengalami kebangkrutan,” terang Benny.
Dari keterangan Benny atas penyelidikannya bersama Egas dan anak buahnya, Putra menyukai Karina hingga mereka menjalin cinta dan mengandung Aura. Karina pun sepertinya tak merasa keberatan karena hidupnya banyak dibiayai oleh Putra. Imbalannya adalah Karina harus menuruti semua permintaan Putra termasuk kepuasan.
“Setelahnya hubungan mereka diketahui dan istrinya hamil dengan orang lain, suami Karina menceraikannya saat itu. Bisa dikatakan, Putra hanya menginginkan tubuh karyawatinya, tanpa ingin menikahi. Tapi tidak tahu dengan Syafira, akankah Putra menginginkan yang sama atau memang ingin menikahinya,” lanjut Benny.
Seketika Khale berfikir jika selama ini Syafira begitu menjaga dirinya dan tidak seperti Karina.
Teringat akan suatu hal, ia lalu bergegas ke arah rak di ruangan kerjanya. Dicarinya sebuah berkas saat ia merenovasi bakery milik mantan kekasihnya itu.
Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. “Tolong cari informasi apakah PT. Widjaja Retailer pernah memakai jasa PT. Raya Konstruksi Hutama. Lihatkan juga dari portofolio mereka, apakah Raya Konstruksi pernah menggarap proyek bakery.”
Benny lalu menanyakan ada apa kepada Khale.
“Dulu aku pernah merenovasi bakery milik Karina karena konstruksi yang sebelumnya bermasalah dan kontraktor yang mengerjakan bakery itu dulunya PT. Raya Konstruksi Hutama,” jelas Khale.
Belum sempat Benny menanggapi, ponsel Khale berdering.
“Halo, Pak, jika dilihat dari data portofolio mereka, PT. Raya Konstruksi pernah mengerjakan proyek bakery. Dan untuk daftar perusahaan yang pernah bekerja sama dengan mereka, dari websitenya tercantum PT. Widjaja Retailer,” lapor salah seorang staf Khale.
Laporan tersebut membuat Khale meyakini bahwa Karina dan Putra sudah saling mengenal sedari dulu.
***
Darma yang tengah berbaring di sofa rumah kosnya, mendengar suara berisik di luar. Ia yang sudah membaik tapi belum sepenuhnya, berdiri dan berjalan pelan menuju pintu. Namun, belum sempat ia memegang gagang pintu, pintu itu sudah terbuka lebar karena didobrak dari luar.
Dilihatnya 3 orang pria berbadan tegap langsung menyeretnya keluar tanpa aba-aba.
"Ada apa ini? Siapa kalian?" Darma tampak panik.
“Ikut saja!”
Sekuat tenaga Darma melawan, kekuatannya tetap tak mampu mengalahkan mereka bertiga. “Siapa kalian?” tanyanya untuk kesekian kali.
Hingga di ujung jalan, ketiga pria itu memaksanya masuk ke dalam sebuah mobil.
Sementara itu, Yogi yang masih berada di area proyek, tak sengaja melihat dua batang putung rokok bermerk Z berada di sela-sela timbunan tanah. Ia lalu mengambil sebuah sarung tangan dalam sakunya dan mengambil putung rokok itu. Seperti tak asing dengan logo merk pada rokok tersebut, ia kemudian teringat pada kedua pekerja yang ia lihat saat di warung kala itu, salah satunya sedang menghisap rokok dengan merk yang sama.
Di antara pekerja yang masih berkumpul tak jauh dari proyek, Yogi tak lagi melihat kedua pekerja kemarin.
Ia lalu mempertanyakannya pada salah seorang pekerja di sana. “Yang lain mana?”
Para pekerja ini pun celingukan dan saling berpandangan.
“Kami memang hanya ini, Pak, tak ada lagi,” jawab salah seorang diantara mereka.
Terdiam sejenak, Yogi bergegas pergi setelah memberikan kode pada anak buahnya yang lain.
...****************...
dasar laki" emang buaya🙄🙄