NovelToon NovelToon
Dead School List: Menjaga Kewarasan Di Antara Zombi Dan Delusi

Dead School List: Menjaga Kewarasan Di Antara Zombi Dan Delusi

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Romansa Fantasi / Hari Kiamat
Popularitas:316
Nilai: 5
Nama Author: Nayla Zidan

Dua minggu terjebak sendirian di Mall yang penuh mayat hidup, aku pikir kewarasan adalah satu-satunya senjataku. Sampai akhirnya, sekelompok gadis SMA datang membawa keceriaan yang tidak masuk akal di tengah kiamat. Di antara zombi yang kelaparan dan gadis-gadis yang hidup dalam delusi, apakah aku bisa bertahan sebagai satu-satunya orang yang masih melihat kenyataan? Selamat datang di Klub Kehidupan Sekolah yang sesungguhnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla Zidan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3: Percikan di Balik Eskalator Mati

Chapter 3: Percikan di Balik Eskalator Mati

​Pagi hari di Mall Megurigaoka tidak pernah membawa harapan. Cahaya matahari yang masuk lewat celah ventilasi hanya memperjelas betapa berantakannya tempat ini. Debu beterbangan di atas bercak darah yang sudah menghitam, dan bau busuk mulai menusuk indra penciuman lebih tajam dari kemarin.

​"Stok air mineral kita tinggal tiga botol," ucap Yuri sambil menghela napas panjang saat memeriksa tas logistik. "Kalau kita tidak mendapatkan tambahan hari ini, kita tidak akan bisa memasak ramen instan untuk makan malam."

​Yuki, yang sedang asyik menyisir rambut bonekanya, mendongak ceria. "Oh! Kalau begitu, ayo kita pergi ke supermarket di lantai dasar! Megumi-nee bilang di sana sedang ada diskon besar-besaran hari ini!"

​Aku terdiam, menggenggam pipa besiku lebih erat. Supermarket lantai dasar adalah wilayah paling berbahaya. Itu adalah area terbuka dengan banyak akses masuk bagi 'mereka'.

​"Aku akan pergi sendiri," kataku datar. "Kalian tunggu di sini dan jaga pintu toko ini tetap terkunci."

​"Jangan bercanda!" Kurumi tiba-tiba berdiri, menyambar sekopnya yang bersandar di dinding. Matanya menatapku dengan tajam, penuh kilat permusuhan yang tidak ia sembunyikan. "Siapa kamu berani mengatur-atur kami? Aku adalah garda depan klub ini. Kamu itu hanya orang asing yang kebetulan lewat."

​Aku membalas tatapannya dengan dingin. "Aku sudah bertahan di Mall ini selama dua minggu sendirian, Kurumi. Aku tahu setiap sudut eskalator yang macet dan di mana 'mereka' biasa berkerumun. Pergi ke sana tanpa rencana sama saja dengan bunuh diri."

​"Oh, jadi sekarang kamu merasa paling jago karena punya pipa besi karatan itu?" Kurumi melangkah maju, memperpendek jarak di antara kami. Napasnya memburu karena kesal. "Dengar ya, aku sudah menyelamatkan teman-temanku berkali-kali dengan sekop ini sebelum kamu muncul. Aku tidak butuh instruksi dari pria sombong sepertimu."

​"Kurumi-chan, sudahlah..." Yuri mencoba menenangkan, namun Kurumi tidak bergeming.

​"Pilihannya cuma dua," lanjut Kurumi dengan nada ketus. "Kamu ikut di belakangku dan tutup mulutmu, atau kamu tetap di sini dan biarkan aku yang menyelesaikan urusan air ini."

​Aku menghela napas, menyampirkan tas punggungku. "Baiklah. Tapi jangan salahkan aku kalau nanti kau harus memohon pertolongan karena terjepit di antara rak makanan."

​"Dalam mimpimu!" balasnya sambil memalingkan muka, meski aku sempat melihat semburat merah di telinganya—entah karena marah atau karena ia teringat kejadian semalam saat ia tidak sengaja tertidur di bahuku.

​Kami turun melalui tangga darurat dengan sangat hati-hati. Suasana di lantai dasar jauh lebih mencekam. Rak-rak supermarket yang roboh menutupi pandangan, menciptakan lorong-lorong sempit yang bisa memunculkan ancaman kapan saja.

​Tiba di depan eskalator mati yang menuju area air minum, langkah kami terhenti. Sekitar sepuluh dari 'mereka' sedang berdiri mematung di sana, menatap kosong ke lantai.

​"Aku akan memancing mereka ke arah gudang, lalu kau ambil airnya," bisikku pelan.

​"Tidak, itu terlalu lama," sela Kurumi. Tanpa menunggu aba-aba dariku, ia langsung berlari keluar dari persembunyian. "Hei, dasar monster lamban! Sini!"

​"Kurumi, tunggu! Itu jebakan!" teriakku tertahan.

​Benar saja, dari balik tumpukan troli belanja, belasan 'mereka' yang lain mulai merangkak keluar karena mendengar suara Kurumi. Kurumi sempat menebas satu zombi hingga tumbang, namun ia segera terkepung. Gerakannya mulai terbatas di antara lorong rak yang sempit.

​"Cih... sial!" umpatnya. Ia mencoba mengayunkan sekopnya, tapi ujung sekop itu tersangkut pada rak besi.

​Satu zombi dengan pakaian pelayan mall yang compang-camping bersiap menerjang punggungnya. Tanpa berpikir dua kali, aku berlari secepat kilat. Aku mengayunkan pipa besiku sekuat tenaga, menghantam tengkorak makhluk itu hingga hancur berkeping-keping tepat sebelum ia menyentuh Kurumi.

​Aku segera menarik lengan Kurumi, membawanya mundur ke balik meja kasir yang kokoh.

​"Lepaskan!" bentaknya sambil menyentak lenganku, tapi napasnya tersengal-sengal dan tangannya sedikit gemetar.

​"Diam dan lihat ke depan!" bentakku balik, lebih keras dari biasanya. "Kau hampir mati karena keras kepalamu itu. Sekarang, diam di belakangku atau kita berdua akan menjadi santapan mereka."

​Kurumi terdiam. Ia menatap punggungku yang kini berdiri di depannya, menghalangi gerombolan yang mulai mendekat. Untuk pertama kalinya, ia tidak membantah. Ia hanya memegang erat gagang sekopnya, berdiri merapat di belakangku.

​"Hanya kali ini saja..." bisiknya lirih, hampir tak terdengar di tengah erangan zombi. "Hanya kali ini... aku akan membiarkanmu memimpin."

​Aku tidak menjawab. Aku hanya memastikan ujung pipa besiku siap untuk menembus apa pun yang berani mendekati gadis keras kepala di belakangku ini.

​[To Be Continued...]

1
Nadja 🎀
waah kyk anime saja! kereen!
Zidanmahiru: terimakasih telah mampir
total 1 replies
Garuda Bayang
mayan lah yaaaa kurang pake gambar ajaaa
Zidanmahiru
apanya kak yg dipisah?
Zidanmahiru: judul nya kah?kalau iya ga sengaja ke pisah
total 2 replies
Kaelits
kok ini dipisah kak?
Zidanmahiru: oh iya ,itu emang sengaja aja
total 1 replies
Kaelits
keren! semangat, kak! btw ada nama karakter yang sama di novelku
Zidanmahiru: terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!