Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semoga lancar
" Insya Allah aku tidak akan terbuka jika nantinya salah satu diantara mereka yang menjadi kekasihku itu akan pergi meninggalkanku, tetaplah untuk saat ini aku akan berusaha untuk mendapatkan hati mereka. Dan aku berharapnya hubungan itu akan terus berlanjut ke tahap berikutnya, walaupun tentunya aku masih memiliki keraguan atas hal tersebut."
Sultan akhirnya memisahkan rencana untuk berperang secara langsung dengan Grace dan juga Gina, karena sangat tidak mungkin jika mereka berkenalan di depan pintu kamar kost dari kedua gadis. Bilang mereka memilih rencana tersebut paku keduanya tidak akan membukakan pintu, dan setelah itu keduanya pasti akan membenci mereka berdua. Karena tindakan yang dilakukan keduanya terkesan tidak sopan, dan ia sangat tidak ingin hal tersebut.
...☀️☀️☀️...
Saat ini jadi sudah berada di dalam kamarnya, tentunya ia merasa lelah dan kemudian menceritakan kesehariannya kepada sang kakak. Grace dia mendengarkan kelin kesah adiknya itu berusaha menenangkan adiknya, karena ia tahu kalau adiknya itu pasti senang sama emosi saat ini. Apalagi mendengar ceritanya yang sebelumnya mendapat amarah dari dosen, kenal itu pasti membawanya sangat emosi juga pada saat ini.
" Sudahlah kau tidak usah memikirkan apa yang terjadi di kampus tadi, lebih baik saat ini kau bersihkan dirimu dan kemudian makan. Kebetulan tandi Kakak sudah masak Jadi kau tinggal makan saja." ucapnya yang tentu saja berhasil membuat Gina tersenyum dengan sangat lebar karena Ia memang sudah sangat lapar sejak tadi.
" Baik kak." ucap nya yang kemudian segera mandi.
Grace pun tersenyum dengan bahagia melihat wajah adiknya itu yang tersenyum, ia memang selalu berusaha membahagiakan adiknya walaupun ia sendiri sebenarnya tersakiti. Sejak dulu ia memang selalu mengutamakan adiknya, karena baginya sang adik adalah yang utama dan paling utama.
Selesai mandi Gina langsung menyantap makanan, ia pun tampak menyantap makanan itu dengan bahagia. Grace sangat bahagia melihat adiknya itu, dan mereka berdua menyantap makanan bersama dengan bahagia.
Selesai makan mereka mereka pun mengikuti kegiatan seperti biasa, selepas magrib mereka melihat bahan makanan yang mulai menipis. Keduanya pun memutuskan untuk keluar belajar, dan kebetulan mereka bertemu dengan Satria dan Sultan.
" Kalian mau kemana?" tanya Sultan
" Kami mau belanja bg, kebetulan bahan makanan habis." ucap Gina
" Mau belanja di mana jam segini, apa masih ada pajak yang buka?" tanyanya yang memang mengetahui pajak sudah tidak ada yang buka.
" Kami belanja di kedai sampah bg, kebetulan jam segini masih ada yang buka. Kalau begitu kami pergi dulu ya bg." ucap Grace dan mereka pun langsung pergi meninggalkan kos itu karena sebenarnya mereka merasa tidak nyaman.
" Entah kenapa aku merasa kalau merasa sedang melarikan diri dari kita." ucap Satria.
" Aku kira hanya aku yang merasakan hal tersebut Satria, ternyata aku juga merasakan hal yang sama."
" Atau jangan-jangan kita terlalu buru-buru Ya berusaha untuk mengenal mereka, kau sih tadi Sultan."
" Aku kan hanya ingin mengenal mereka Satria, karena aku rasa Mereka berdua adalah gadis yang baik dan juga cantik."
" Kalau dilihat dari rupa mereka ya memang mereka berdua sangat cantik, tetapi aku juga tidak mengetahui karakter mereka seperti apa."
" Kita berdua kan bisa belajar untuk mengenali karakter mereka Satria, ya Kita kan nggak mungkin langsung mengajak mereka buat jadian."
" Aku rasa kau saja yang akan mengajak mereka jadian."
"Mengapa kau mengatakan hal seperti itu Satria, apakah kau tidak ingin memiliki pendamping?"
" Kau lupa kalau aku sudah memiliki pendamping, walaupun kami berdua sering bertengkar."
" Kau masih pacaran ya sama Rina?"
" Sampai saat ini di antara aku dan juga Rina masih belum ada kata putus Sultan, jadi aku dan juga Rina masih pacaran dong."
" Lalu apakah kau masih ingin berjuang bersama dengan Rina?"
" Aku masih sangat mencintainya Sultan, tetapi belakangan ini dia terkesan sudah agak aneh."
" Kalau begitu mau kau berdoa saja kalau memang Rina adalah jodohmu pastikan akan dipertemukan lagi dan hubungan kalian akan lanjut, tapi jika memang dia bukan jodohmu mungkin kalian akan dipisahkan detik ini juga." ucapnya dan tiba-tiba saja telepon genggam Satria pun berdering.
Tentunya satu pasangan terkejut ketika teleponnya berdering, ia pun langsung melihat siapakah sosok yang menelponnya. Dan ternyata yang meneleponnya adalah Rina, tentunya ia sangat bahagia karena Rina yang menelponnya.
" Assalamualaikum sayang."
( Waalaikumsalam, sekarang lagi di mana?)
" Sekarang aku ada di kosku bersama dengan sultan."
( Oh lagi sama Sultan, kalau gitu aku nggak akan ganggu deh.)
" Jangan gitu dong sayang, sekarang katakan aja ingin apa?"
( Bisa datang ke rumahku sekarang?)
" Baiklah aku akan segera meluncur ke sana." ucapnya dan sambungan telepon pun segera terputus.
" Jadi ceritanya kau akan pergi menemui Rina dan meninggalkanku di kostum sendirian?" tanya Sultan dan Satria pun mengangguk.
" Tidak mungkin aku lebih mementingkan menu daripada Rina kan Sultan, Kau itu hanya temanku Sultan sedangkan Rina adalah kekasihku."
" Ya udah deh kalau kau memang ingin pergi bertemu dengan Rina, nanti pulangnya bawa makanan ya kau kan tahu lambungku ini tukang lapar tengah malam." ucapnya dengan tersenyum dan Satria pun mengangguk.
" Ya sudah kalau begitu Kau masuk aja ke kamar kosku ya, nanti aku pulangnya malam." ucapnya yang kemudian langsung mengendarai motornya dan pergi meninggalkan Sultan sendirian di kos.
Sultan pun melangkahkan kakinya naik ke kamar kos milik Satria, kemudian ia memainkan telepon genggamnya. Ia pun mulai membuka akun Instagramnya, dan kemudian melihat adakah DM yang masuk untuknya atau tidak. Di tengah kegabutannya Ia pun mulai membalas DM yang masuk ke akun Instagramnya itu, tentunya ia sengaja membalas pesan-pesan dari orang yang tidak dikenalnya itu.
Sultan pun masih asik membalas chat-chat tersebut, dan tiba-tiba saja terdengar suara panggilan dari gerbang. Tentunya ia terkejut karena ada seseorang yang memanggil dari gerbang di jam seperti itu, dan pada saat ini ibu kos dan juga bapak kos juga sedang tidak ada di kos. Ia pun mendengarkan nama yang dipanggil, dan kemudian memutuskan untuk keluar dari kamarnya.
" Grace, Grace." ucap suara panggilan dari depan gerbang itu.
' untuk apa orang itu memanggil Grace, tapi sepertinya Grace dan juga adik kembarnya itu masih belum pulang sampai saat ini.' batinnya
Memikirkan Grace yang masih belum pulang, Sultan akhirnya memutuskan untuk turun ke bawah dan menemui orang yang memanggil Grace sejak tadi.
" Grace dan juga Gina tadi katanya pergi untuk belanja, kalau boleh tahu ada keperluan apa ya pak?"
" Njir, enak aja manggil aku bapak. Yang bapak-bapak itu kan kamu." ucapnya
" Ya udah deh, mas ada keperluan apa mencari Grace." ucapnya yang sudah kesal.
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)