Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27.
Eksa langsung tersenyum saat mendapati Ibunya sudah berdiri di ambang pintu kamar dengan menata putranya dengan tatapan bersahaja.
" aku baru aja ngelakuin kerjasama untuk membuat makanan-makanan sederhana dari pelosok, Bu, hari ini mereka bakalan buat makanan-makanan itu. " Eksa berkata dengan senyuman yang begitu manis.
Laura- Ibunya, tampak tersenyum lembut dengan tangan yang bergerak dengan perlahan mengusap kepala putranya penuh dengan kasih sayang.
" Ibu bangga sama kamu Nak, " tutur Laura dengan nada suara pelari.
Eksa seketika terdiam dengan pikiran melayang jauh. tiba-tiba laki-laki itu membayangkan akan seperti apa reaksi sang ibu jika dirinya mengatakan menyukai seorang perempuan yang sudah berstatus janda.
"bu-"
Eksa benar-benar tampak ragu saat ingin mengatakan niat baiknya itu.
" Iya Sayang kenapa? " Laura menunggu dengan tatapan penuh kelembutan yang terpancar jelas.
"ah, Nggak ada kok Bu aku cuman mau pamit aja, " sahut Eksa.
Sepertinya, laki-laki itu belum bisa mengatakan keinginannya sekarang. bukan karena dirinya pengecut, tapi laki-laki itu akan mencari waktu yang paling tepat untuk membicarakan tentang perasaannya ini.
Lagi pun, Sekar juga masih bimbang dengan perasaannya sendiri jadi dirinya akan mencari waktu dan kesempatan yang tepat untuk memulai semuanya.
"oh, kalau begitu berangkatlah, doa ibu akan selalu menyertaimu. " Laura berkata dengan tegas dan bijak namun juga tidak meninggalkan Sisi lembutnya.
Eksa tersenyum tipis dengan tatapan selembut Sutra, laki-laki itu sangat menyayangi ibunya karena beliau adalah satu-satunya wanita yang paling bijak menurut Eksa. jadi sebisa mungkin, laki-laki itu akan menjaga dan tidak akan pernah menyakiti perasaannya.
Eksa meraih tangan Ibunya dan menciumnya dengan perlahan. setelah itu segera melangkahkan kaki untuk keluar dari rumah menuju tempat tujuan.
****
Sementara itu, di tempat lain terlihat dua orang wanita yang tengah berbincang di atas motor masing-masing.
Mereka sesekali akan tertawa saat merasakan ada obrolan yang lucu yang baru saja mereka bahas.
" eh berhenti sebentar deh! " seru Sari menghentikan motornya secara mendadak.
" kenapa? " Sekar ikut menghentikan laju kendaraannya dan menoleh ke arah sang sahabat dengan alis terangkat sebelah.
"hehe.. Aku mau beli telur gulung sama ciloknya dong, Kebetulan aku pengen ngemil. " cengir Sari dengan menunjuk beberapa penjual makanan yang berada di pinggir jalan.
Sekar tampak mendengung sebentar namun tatapan perempuan itu juga ikut menatap sekeliling dengan tatapan penuh binar.
" boleh deh, Kayaknya aku juga mau beli makanan-makanan itu. " kata Sekar dengan kembali melajukan kendaraannya.
Setelah beberapa saat mereka berdua sudah membawa masing-masing beberapa makanan yang ada di tangan mereka.
" Wah ini pasti enak banget kalau dimakan anget-anget! " seru Sari dengan mata berbinar cerah.
Sekar yang melihat tingkah sahabatnya hanya terkekeh kecil kemudian segera kembali melajukan kendaraannya untuk menuju tempat tujuan.
" Ya udah nanti dimakan di tempat kerja aja, Nanti kalau kita telat malah nggak jadi kerjasama lagi, " kata Sekar dengan menoleh ke arah Sari.
" dih, aku jamin itu nggak akan pernah terjadi. " sanggah Sari dengan melengos pelan.
" kenapa? " Sekar mengerutkan keningnya dengan tatapan kebingungan.
" Iya itu nggak akan terjadi lah, kan yang punya restoran lagi coba deketin kamu, mana mungkin dia buat keputusan kayak gitu, dia mau buang-buang kesempatan emas? "
" ngawur kamu! "