Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lagi-lagi Dorothea
"Aylin.. Aylin .. Mami datang!! Kamu di mana sayang?" Teriak nyonya Gunez, ketika baru saja memasuki mansion anak satu-satunya yaitu Albert. Tetapi sudah berteriak-teriak seperti Tarzan, yang di panggil belum muncul juga.
"Mi, bisa enggak sih, jangan teriak-teriak? Lagian Aylin gak ada di rumah, dia sedang menjemput Kaiden ke sekolah." Kata Albert yang langsung keluar dari ruang kerjanya, ketika mendengar teriakkan sang ibu.
Nyonya Gunez langsung betdecak kesal. "Sayang sekali, menantu kesayangan ku tidak ada. Di mana sekolah Kaiden yang sekarang memang nya?"
Albert segera mengirimkan alamat sekolah Kaiden pada sang ibu. "Sudah Albert kirim di wa mami. Lagian untuk apa sih mi, cari Aylin?" tanya Albert heran. Pasalnya biasanya orang tua jika berkunjung ke tempat anak nya, pasti yang di cari adalah anaknya sendiri. Tapi maminya ber beda. Setiap ia berkunjung pasti yang di cari adalah Aylin. Jika mencari nya, pasti hanya untuk memarahi nya.
Nyonya Gunez Sudah hendak pergi lagi. Tetapi tiba-tiba tidak jadi, dia berbalik kembali menghadap Albert sambil berkacak pinggang. "Albert kau membiarkan Dorothea menampar wajah menantu ku, apakah kamu sebagai suami masih punya malu? Bagaimana bisa kamu malah membela orang lain dari pada istri mu sendiri!!" Tegur nya dengan mata melotot.
Arabella menghela napas berat. "Apakah Aylin mengadu pada mami? Aylin dulu yang datang-datang langsung cari masalah, wajar kalau Dorothea membalas nya bukan?" Sangkal Albert.
Nyonya Gunez langsung mendengus sebal pafa putra satu-satunya itu. "Siapa yang ingin kamu bodohi Albert. Tidak ada yang bisa kamu sembunyikan dari mami. Karena setiap dingin dan lantai yang kamu pijaki mereka akan melaporkan nya pada mami!!"
Albert terbelalak mendengar penuturan sang mami. "Mami menyuruh seseorang memata-matai Albert ?" tanya nya kesal.
Nyonya Gunez hanya berdecih. "Untuk apa aku meminta seseorang untuk membuntuti mu, kau tak perlu di buntuti. Mami tau, langkah kaki mu, tidak akan jauh-jauh dari Dorothea. Albert mami peringkat kan. Jika kamu tidak berubah.Aylin suatu saat pasti akan meninggalkan kan mu. Fan saat itu tiba mami tidak akan memihak mu!!"
Albert hanya tersenyum meremehkan ucapan sang mami. "bagus jika memang itu bisa cepat terjadi. tapi Albert tidak yakin, Aylin mau pergi dari hidup Albert !" jawab nya sombong.
Putra nya memang sudah tak tertolong lagi. Sebelum darah tinggi nya semakin melonjak tinggi, gara-gara putra s*alan nya itu. Lebih baik dia segera pergi untuk mencari menantu dan cucunya saja. Ah ternyata tanpa sadar nyonya gunez sudah mengakui Kaiden sebagai cucu nya.
*
*
Aylin sedang berada di sekolah Kaiden. Dia sedang menuju Kaiden keluar dari sekolah nya, ternyata ada Levent juga di sana , yang juga sedang menunggu Edward pulang. "Halo Nona Aylin ya?" Tanya Levent basa-basi.
Aylin hanya tersenyum simpul ke arah Levent . "Ya." Jawab nya singkat, tanpa ingin melanjutkan percakapan yang lebih jauh lagi.
"Perkenalkan saya Levent hakan, saya adalah sahabat dari suami mu Albert." kata Levent sambil mengulurkan tangan, untuk menjabat tangan Aylin.
Aylin melirik sekilas, lalu mengulurkan tangan nya, untuk membalas jabatan tangan Levent. "Saya Aylin, seperti yang sudah anda ketahui, saya adalah ibu dari Kaiden." Jawab Aylin dan dengan cepat, melepaskan jabatan tangan nya.
Tak perlu menunggu terlalu lama, anak-anak sudah keluar dari kelas nya, dan di dampingi oleh gurunya untuk mengantar mereka pada wali-wali murid. Jika ada yang belum di jemput. Maka sang guru, akan kembali mengajak nya masuk.
Kaiden berjalan dengan sumringah ketika melihat sosok mami nya, semakin hari, hubungan mereka semakin baik. Dan Kaiden sekarang sudah meruntuhkan semua rasa waspada nya pada Aylin. "Mami !!" seru nya girang.
Ternyata di belakang Kaiden ada Edward dan juga Ilaida. Levent sudah hadir di sana, begitu pun Nani Ilaida, sudah menunggu ke pulangan nona kecil nya. Edward bukan nya senang di jemput oleh sang Daddy, dia malah memicingkan mata curiga pada sang Daddy. "Daddy, bukan kah seharusnya kamu masih ada di dalam gedung kantor mu itu?"
Levent tersenyum lembut pada putranya. "ya boy, hari ini Daddy pulang lebih cepat agar bisa menjemput mu."
Edward malah mendengus kasar. "Kenapa kau harus datang menjemput ku? Aku masih ingin pergi dengan Kaiden. Aku tak mau pulang bersama mu!!" katanya kesal.
Levent terkekeh pelan. "Tidak boy, sekarang waktu nya kamu untuk pulang bersama Daddy." Tolak Levent dengan tegas. Membuat Edward langsung tantrum.
Kaiden hanya melirik malas ke arah temen sebangku nya itu. Sedangkan Ilaida cuek sekali. Yang terpenting dia bisa ikut dengan Aylin dan Kaiden. Karena dia sudah meminta izin pada Kedu orang tuanya.
Bertepatan dengan itu nyonya gunez juga tiba di sana. Nyonya Gunez segera menghampiri Aylin dan Kaiden. "Oh Aylin sayang, kamu tidak apa-apa? Mami dengar Dorothea kemarin menampar mu?" tanya Nyonya Gunez cemas.
Aylin belum menjawab tapi Levent sudah lebih dulu memotong pembicaraan mereka, dengan menyapa nyonya gunez. "Halo aunty, ternyata Aunty Gunez ada di sini juga." sapa nya. Mereka berbincang-bincang sebentar lalu akhirnya sepakat untuk makan siang bersama-sama di sebuah restoran ternama di Ankara.
*
*
Entah lah seperti nya, dunia selebar daun kelor itu memang ada benarnya. Buktinya lagi-lagi Aylin harus bertemu dengan Dorothea dan Arabella. Orang yang sangat ingin Aylin hindari.
Dorothea berjalan dengan anggun nya bersama putrinya tercinta Arabella. kebetulan dia baru keluar dari restoran tersebut dan tak sengaja berpapasan dengan Levent dan Edward. Senyum nya langsung mengembang. "Hai Edward, apa kabar?" Sapa Dorothea dengan nada ramah.
Edward hanya mendengus kasar, mengabaikan Dorothea yang sok akrab dan baik pada nya. Padahal sebelum Dorothea tau dia adalah anak dari Levent. Wanita berbedak tebal itu, begitu galak pada nya.
"Maaf kan Edward Dorothea. Seperti nya, aku terlalu memanjakan nya, sehingga membuat dia sedikit kurang sopan." Kata Levent.
Dorothea tersenyum lembut. "Tidak masalah tuan Levent , namanya juga anak-anak." Namun senyuman Dorothea langsung sirna ketika melihat empat orang yang berjalan di belakang Levent dan Edward. "Oh, Aylin !!" Seru nya.
Aylin hanya diam, malas meladeni wanita bermuka dua itu. Tapi sepertinya Dorothea memang tidak ingin melepaskan kesempatan untuk selalu mengusik Aylin. " Sekarang apakah kau beralih profesi menjadi pengasuh anak? Kenapa kau selalu membawa banyak anak sekarang? Oh, boleh kah aku juga menitipkan Arabella pada mu?" Cibir nya penuh penghinaan.
Aylin hanya memutar bola matanya karena muak, dengan drama yang di timbulkan oleh Dorothea. "Apapun yang aku lakukan, itu bukanlah urusan mu. Lalu kenapa kau yang pengangguran harus menitipkan Arabella pada ku? Oh, aku tau, kau ingin lebih banyak waktu untuk menggoda suami ku kan?" Jawab Aylin sarkas.
Membuat senyum sinis nya itu langsung luntur berganti kan wajah masam. Kebetulan Dorothea melihat nyonya Gunez yang juga menuju ke arah mereka. Kesempatan itu tak mungkin di sia-siakan oleh Dorothea. Dia akan membuat Nyonya Gunez membenci Aylin dan kembali menyayangi nya. Tanpa tau, bahwa nyonya Gunez lah yang mengajak mereka semua ke tempat itu.
kata kata untukmu:
"semangat dan sehat selalu dan jalani harimu dengan kisah yang indah 💪"