Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berubah
Alessia keluar setelah memakai pakaian nya,namun Ia tidak percaya kalau Oliver masih ada di sana, duduk di sofa sebelumnya.
Tapi Ia tidak ingin membuang tenaga nya di pagi hari untuk hal-hal seperti itu,yang hanya akan membuat lelah hati dan pikirannya jadi tanpa mempedulikan pria itu Ia memakai sepatu nya dan menyisir rambutnya dan menguncir kuda begitu saja karna rambut nya juga sudah kering,tanpa make up sedikitpun hanya dengan lipstik,Ia mengambil tas nya dan memasukkan semua barang-barang nya yang terletak di atas meja tempat bekerja nya semalaman.
Oliver memperhatikan gerak-gerik Alessia sejak keluar dari kamar mandi hingga saat ini yang cepat-cepat memasukkan barang-barangnya.
Tapi lagi dan lagi Ia di buat terkejut dengan perubahan penampilan istri nya itu.
Sejak dulu Alessia terkenal dengan penampilan nya yang selalu mewah dan mahal dengan gaya bak aktris setiap hari,pakain yang selalu glamor namun tetap terlihat elegan dan berkelas,di tambah dengan full make up bak aktris Hollywood yang membuat selalu terlihat lebih dewasa dengan garis wajah yang tajam hingga selalu terlihat tegas, apalagi dengan rambut nya yang selalu di permak dengan berbagai gaya dan penampilan yang sangat masuk dengan make up nya.
Namun sekarang dia seperti orang yang berbeda,wajah telanjang tanpa make up hanya polesan satu cream wajah dan lipstik yang sewarna dengan bibir nya,dan pakaian nya yang sangat terlihat sederhana dan polos namun tetap elegan dengan porsi tubuh nya yang bagus,sepatu hak tinggi 15 cm yang tak pernah ketinggalan,kini Ia hanya memakai sepatu tanpa tumit dan benar-benar polos.
Ia hampir tidak yakin kalau itu adalah Alessia istri nya selama tiga tahun ini.
'Apakah dia tertukar saat di rumah sakit?'
Mungkin setiap orang yang melihat nya sekarang akan berfikir demikian.
Setelah selesai dengan semua barangnya Alessia langsung berjalan ke arah pintunya tanpa melihat suaminya yang sejak tadi memperhatikan nya.
Namun saat Ia membuka pintu,Ia sedikit terkejut melihat Glen sekretaris suaminya dengan seorang pria lain yang Ia kenal sebagai kaki tangan Oliver, keduanya berdiri tepat di depan pintu nya menghalangi jalannya.
"Apa yang kalian semua lakukan di sini?",tanya nya dengan tidak sabar karna kedua pria itu tidak juga bergerak memberikan nya jalan.
"Nyonya semalam tuan Oliver juga menginap di sini,jadi saya dan Jackson datang ke sini untuk bertemu dengan tuan karna ada urusan penting",jelas Glen diam-diam takjub dengan istri atasannya itu yang terlihat sangat muda dari biasanya yang Ia lihat, sekarang Ia bahkan terlihat seperti gadis delapan belas tahun dengan wajah baby face dan bersih tanpa sedikitpun noda di wajahnya,di tambah dengan penampilan nya saat ini.
Jackson pria berusia 26 tahun sebagai kaki tangan Oliver,yang seumuran dengan Alessia selalu berwajah serius tanpa ekspresi kini sama bahkan lebih terkejut dari Glen,Ia juga sangat kenal dengan Alessia karna wanita itu sudah seperti lem di tubuh Oliver."Wanita ini nyonya Alessia?",gumamnya dengan tak percaya saat Glen memanggilnya sebagai 'Nyonya Alessia'
Tadinya Jackson berpikir kalau Alessia yang saat ini di depan mereka adalah wanita simpanan tuan nya,sampai Glen berbicara barulah Ia menyadari nya.
"Menginap di sini?"
"Iya nyonya,Tuan Oliver semalam berada di kamar sebelah",jawab Glen yang membuat Alessia kaget.
"Kenapa dia sampai menginap di sini?,ada apa dengan nya?"
Alessia tidak habis pikir, Oliver tidak pernah seperti itu sebelumnya,sejak mereka kenal, berkencan hingga menikah dia selalu bersikap cuek dan acuh tak acuh padanya bahkan selalu risih Dengan keberadaan nya.
Kenapa sekarang dia seolah peduli dan khawatir dengan nya?
"Tidak,dia pasti merasa aku tidak lagi bisa Ia jadikan sebagai anjing nya karena itu dia ingin membuat ku jatuh sekali lagi"
"TAPI SEKARANG AKU TIDAK AKAN LAGI JATUH UNTUK KEDUA KALINYA,HANYA UNTUK JADI LELUCON MU"
Rasanya Ia begitu marah hingga hatinya begitu sakit dan teriris-iris setiap kali memikirkan dirinya selama ini tergila-gila dengan nya sampai melakukan segala hal,tapi selama itu pula dia tidak pernah mendapat hati dan perhatian suaminya itu bahkan ternyata pria itu mempunyai wanita yang Ia cintai sejak dulu dan dia adalah sahabat nya sendiri,cinta pertamanya.
Ia menarik nafas panjang untuk meredakan emosi dan rasa sakit hatinya,yang setiap kali membuat nya sesak mengingat hal itu.
"Dia ada di dalam, tolong berikan jalan",ucapnya dan berjalan menerobos kedua pria itu dan berjalan dengan cepat,namun baru beberapa langkah Ia menjauh tangannya di tangkap dan di tarik begitu saja.
"Kau mau kemana?.Hari ini kau tidak usah pergi",ucap Oliver yang menahan tangan istrinya itu.
"Aku tidak bisa,aku harus pergi bekerja",tolak Alessia berusaha menarik tangan nya namun justru Ia di tarik masuk ke dalam lift, sehingga Ia harus berusaha mengikuti langkah panjang pria itu dan masuk ke dalam lift.
Dua pria yang menjadi kepercayaan Oliver itu juga langsung mengikuti dari belakang dan masuk ke dalam lift yang sama.
"Apa-apaan kalian ini!, Kenapa kalian seolah sedang menculik ku?!,dengar meskipun kau adalah suami ku aku bisa melaporkan mu atas tindakan kekerasan dan pemaksaan ini!",teriaknya dengan marah dan terus meronta-ronta berusaha melepaskan tangannya.
Kedua pria di belakang,terkejut mendengar ucapan Alessia.Sejak kapan Alessia bisa berbicara sekasar itu bahkan ingin melaporkan pria yang jelas-jelas sangat Ia cintai,dan semua orang tau itu.
"Kau ingin melaporkan ku?",tanya Oliver dengan dahi berkerut menatap Alessia dengan serius dan tajam.
Alessia malas untuk menjawab, rasanya berbicara dengan pria itu hanya membuat dada nya sesak mengingat kebohongan itu lagi."Aku akan melaporkan siapapun yang ingin menyakiti ku atau berniat jahat pada ku, tidak terkecuali dengan mu", jawabnya membuang muka dan melepas paksa tangannya hingga terlepas dari genggaman suaminya itu.
Saat Lift terbuka,Ia berjalan mendahului ketiganya dan masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir jelas di depan hotel,tiga mobil yang selalu berjajar dan mencolok setiap kehadiran Oliver Dirgantara di manapun.
"Tuan ada apa dengan nyonya Alessia?"
Oliver tak menjawab,sebab Ia juga tidak tau pasti.Ia mengabaikan kedua orang itu dan berjalan dengan langkah lebar yang cepat menyusul Alessia yang sudah ada di dalam mobil.
Namun Alessia justru duduk di mobil milik Jackson, yang memang selalu berbeda mobil dengan Oliver maupun Glen.
***
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain