"Dia cinta pertamaku, dan aku ingin berjuang untuk mendapatkannya"
Irena, gadis berkacamata yang sebelumnya bahkan tidak mempunya teman pria, namun tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang pria tampan bernama Andreas. Pertama kali merasakan jatuh cinta, membuat dia antusias untuk bisa mendapatkan hati pria itu. Meski tidak jarang perjuangannya sama sekali tidak dihargai oleh Andreas. Bahkan pria itu seolah tidak menganggap kehadirannya.
"Sebaiknya kau berhenti berjuang dengan perasaanmu itu, karena aku tidak akan pernah membalas perasaanmu, semuanya hanya sia-sia"
Berbagai macam penolakan Irena bisa pahami, dia tidak menyerah begitu saja. Namun, ketika Andreas sendiri yang mengatakan jika dia tidak akan pernah mencintainya, karena ada perempuan lain yang dicintainya. Maka saat itu semua harapan runtuh tanpa jejak, semua perjuangan sia-sia. Dan Irena mulai mundur, mengasingkan diri dan mencoba melupakan cinta pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Kekasih Orang Lain!
Penyambutan pemimpin baru telah dilaksanakan. Irena tersenyum melihat Yumna yang akhirnya mendapatkan suami yang begitu baik padanya. Apalagi sekarang dia yang sedang hamil, dan hadiahnya adalah Perusahaan ini. Setelah acara selesai, Yumna mengajaknya untuk mengobrol di jam makan siang. Untuk pertama kalinya Iren masuk ke dalam ruangan Presdir di Perusahaan ini, karena dia hanya staf biasa yang berada di devisi keuangan hingga dia hanya terus berinteraksi dengan Bisma sebagai kepala devisi yang akan langsung melaporkan semuanya pada petinggi Perusahaan. Tapi hari ini karena Yumna yang memintanya, jadi dia datang ke ruangan ini.
"Ren, sini" Yumna menarik tangan Irena dengan penuh semangat. Mengajaknya duduk di sofa. Sementara disana bukan hanya ada mereka, tapi ada Davin dan Andreas. "Aku sudah pesan makanan kesukaan kamu, sekarang kita makan sama-sama disini. Kamu tidak ada janji makan siang dengan yang lain 'kan?"
Irena tersenyum dan menggeleng pelan, sebenarnya yang membuatnya merasa sangat canggung sekarang adalah adanya Andreas disana. Pria itu juga terus menatapnya, tentu saja irena menyadari tatapannya itu.
"Pacar kamu tahu kalau kamu makan disini sama aku? Apa kamu sudah bilang?"
Irena mengangguk pelan, dia tentu memberitahu Yumna tentang hubungannya dengan Bisma, karena Yumna adalah sahabatnya. Dan Yumna hanya mendukung semua keputusan yang di ambil oleh Irena, apapun itu.
Davin terkekeh pelan melihat wajah dingin Andreas saat mendengar ucapan Yumna yang menanyakan tentang pacar Irena itu. Davin melempar pena di tangannya mengenai dada Andreas.
"Kau cemburu?"
Andreas kembali menoleh pada Davin, sedang membahas sedikit pekerjaan di meja kerja. "Kau sekarang adalah pemilik Perusahaan ini, bisa cari tahu tentang kekasihnya itu?"
"Berapa yang akan kau bayar jika aku melakukan itu?"
"Ck, investasiku disini cukup besar dan menguntungkan. Apa kau kekurangan uang?"
Davin terkekeh kecil, dia kembali menatap istrinya dan irena yang sedang menyantap makanan di sofa sambil berbincang. Terlihat keduanya bercanda dan tertawa bersama. Davin tersenyum penuh cinta melihat istrinya bahagia.
"Ck, hentikan tatapanmu itu! Yumna tidak akan hilang kemana pun!"
Davin terkekeh, kembali fokus pada Andreas yang berada di depannya. Memberikan berkas yang sejak tadi berada di tangannya. "Kau akan tahu rasanya nanti Reas, bagaimana bisa melihat wanita yang kau cintai bisa tertawa bahagia seperti itu. Rasanya kita berhasil membuatnya bahagia"
Andreas menoleh ke belakangnya, melihat dua orang perempuan yang sedang asyik bercerita sambil menikmati makanan. Dan tanpa sadar dia ikut tersenyum, senyuman yang sama dengan Davin tadi.
"Wah, sepertinya kau sudah merasakannya ya. Apa yang aku rasakan terhadap istriku, bedanya kau tidak punya status apapun dengannya. Haha"
Andreas memutar bola mata malas, Davin dan Bayu hanya sama-sama saja terus mengejeknya dalam hal ini. "Diam kau! Meski dia punya kekasih, bahkan suami sekalipun, aku tidak akan melepaskannya begitu saja"
"Waw?" Bola mata Davin sedikit terbelalak, tapi tawa kecil akhirnya pecah. "Ya, aku percaya itu kau, Andreas. Kau tidak akan melepaskannya begitu saja. Lalu, apa rencanamu sekarang?"
"Menikahinya"
Davin hampir tidak percaya dengan ucapan Andreas barusan. Dengan mudahnya pria itu mengatakan hal seperti itu sementara wanita yang dia kejar, bahkan masih menjadi kekasih orang lain.
"Kau yakin bisa melakukannya? Dia masih menjadi kekasih orang lain"
"Apapun akan aku lakukan, dia tidak boleh dimiliki siapapun, selain aku!"
Davin hanya menggeleng pelan, cukup tahu bagaimana gilanya Andreas jika sudah mencintai seseorang. Bahkan dia rela menunggu bertahun-tahun hanya untuk sebuah kepastian atas Natasha dulu. Sekarang ketika hatinya kembali jatuh cinta, maka dia tidak akan melepaskannya begitu saja. Semuanya akan dia lakukan untuk mendapatkannya. Terkesan sangat egois, tapi itulah Andreas.
"Lalukan saja sesuka hatimu, Reas. Melihat dari tatapan matanya saat dia masuk kesini tadi, memang terlihat dia masih menyimpan perasaan padamu"
Andreas mengangguk pelan dengan senyuman tipis penuh arti. "Kau tahu, dia tidak akan bisa berpaling dariku. Siapa yang akan bisa berpaling dariku?"
"Cih"
Andreas hanya tertawa, dia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, lalu memutar kursi menghadap ke arah sofa. Memperhatikan dua perempuan yang masih asyik berbincang, meski makanan mereka sudah habis. Hanya tinggal tersisa minuman setengahnya lagi saja.
Menyadari sebuah tatapan yang terus tertuju padanya, Irena menoleh dan terdiam ketika pandangan mereka bertemu dalam jarak beberapa meter. Bola mata cokelat yang selalu membuatnya tenggelam dalam tatapan itu, selalu terlihat sama, menatapnya dengan lekat.
"Ekhem"
Irena langsung mengalihkan pandangan, kembali menoleh pada Yumna yang berdehem.
"Putuskan sekarang Iren, kau terjebak diantara dua laki-laki, dan seharusnya kau bisa menentukan yang mana yang hatimu pilih"
Irena menghembuskan napas panjang, dia juga bingung bagaimana menjelaskannya. Hatinya yang selalu bimbang, namun pikiran yang sedang mencoba meyakinkan jika tetap bersama Bisma. Diantara hati dan pikiran yang selalu berperang.
"Mas Bisma adalah orang yang sangat baik, dan aku tidak mau menyakitinya"
Yumna mengangguk pelan, dia menatap Irena dengan lekat. Seolah sedang mencari tahu apa sahabatnya ini berkata jujur, atau tidak. "Ya, kau bebas menentukan pilihan pendamping hidupmu. Tapi jangan lupa, tanyakan juga pada hatimu siapa yang sebenarnya benar-benar kau inginkan hadir dalam hidupmu selamanya?"
*
Irena kembali bekerja setelah jam makan siang selesai. Masih memikirkan tentang ucapan Yumna, dan sekilas bayangan Andreas yang menatapnya dengan lekat seperti itu terus melintas dalam ingatan. Membuatnya hampir tidak fokus pada beberapa berkas hingga harus mengulang mengeceknya.
"Kamu tidak bawa mobil 'kan? Aku antar pulang"
Irena mendongak, Bisma sudah berdiri di depannya. Entah kenapa siatusi diantara mereka semakin terasa canggung, padahal Irena juga selalu meyakinkan hatinya jika Bisma yang terbaik untuknya. Namun semakin hari, semakin terasa kecanggungan diantara mereka.
"Iya Mas, selesaikan ini dulu"
"Oke"
Setelah Irena selesai dengan pekerjaannya, mereka segera pergi dengan mobil milik Bisma. Suasana di dalam mobil benar-benar hening dan terasa begitu canggung. Irena memejamkan matanya dengan tangan memegang tali tas selempang di bahunya, sedang berpikir untuk mencoba mencari obrolan.
"Em, Mas akhir pekan ini ada acara?"
Bisma menggeleng pelan, pandangannya fokus pada jalanan di depan. "Memangnya kenapa? Ada acara?"
"Pergi jalan-jalan yuk? Ada film yang ingin aku tonton"
Bisma mengangguk tanpa ragu, dia menoleh sekilas dan tersenyum pada kekasihnya. "Boleh, tentukan saja jamnya. Nanti aku jemput kamu"
"Oke"
Irena menghembuskan napas panjang dan pelan, hanya membuka percakapan seperti itu saja entah kenapa membuatnya terasa lega setelah melakukannya. Seolah itu adalah percakapan yang berat, padahal diantara mereka adalah sepasang kekasih yang seharusnya bisa lebih saling terbuka dari ini.
Bersambung
kan papa Andreas seorang diri pasti Irena
menerima dengan senang hati wanita tulus biasanya mau melakukan hal baik
tujuan nya baik pasti akan selalu di sayang
banyak orang,,,ga sabar papa Andreas gendong cucu menjaga nya dan teriak Irena anak mu nagis minta susu ,,, bagaimana bahagia nya papa Andreas ,,,ibu ayah di kelilingi banyak orang baik'
akan kelain hati ❤️🌹🌹😂😂sweet banget si bikin n baper unyu unyu
seolah mengakui bahwa Ak lah ibu nya ,,,
ibu yang seperti apa ,,, tidak seperti keluarga calon mertua putramu hidupnya sederhana tidak punya harta berlimpah hanya cukup buat makan dan hidup sehari-hari tetapi sangat menyayangi putra dan putrinya hingga putramu selalu merebes matanya ketika melihat calon mertuanya menasehati anak anak nya dengan lemah lembut ,,,
ak sudah mak 😂jadi ngalah deh buat yang masih jomblo 😁
untung ga pingsan,,, aduh itulah para tuan tua sultan kalau sudah BUCIN mana ad yang bisa menggangu nya bisa senyap sekejap
sare,,,Tuhan tidak tidur,,sudah kehilangan pekerjaan mana menanggung adek atau orang tua atau cicilan dan di tambah tidak bisa bekerja di kantor manapun di beklis
pada mimpi' apa semalam lihat Yumna istri Bos Gavin mantan suaminya kan jahat sekarang nasibnya di hotel prodeo,,,👍😁