NovelToon NovelToon
ANASTASIA

ANASTASIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Penyelamat / Kelahiran kembali menjadi kuat / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: frj_nyt

Ongoing

Lady Anastasia Zylph, seorang gadis muda yang dulu polos dan mudah dipercaya, bangkit kembali dari kematian yang direncanakan oleh saudaranya sendiri. Dengan kekuatan magis kehidupan yang baru muncul, Anastasia memutuskan untuk meninggalkan keluarganya yang jahat dan memulai hidup sederhana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frj_nyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#33

Angin malam mengaduk bendera kerajaan yang berkibar di puncak menara istana. Bulan sabit tampak redup, seolah ikut muram melihat bayangan-bayangan gelap yang merayap di balik dinding kekuasaan. Di koridor panjang yang diterangi lilin-lilin biru, suara langkah para pelayan berbisik seperti rasa takut yang berusaha disembunyikan.

Anastasia berjalan pelan menyusuri lorong, jubah putihnya menyeret lantai granit dingin. Wajahnya masih pucat setelah kejadian di perbatasan, namun matanya… tajam. Tenang di permukaan, tapi seperti lautan hitam yang menyimpan badai.

Setiap orang yang berpapasan dengannya tampak menahan napas. Sebagian mengenal rumor yang mulai beredar:

“Lady yang bangkit dari kematian.”

“Wanita yang bisa menyembuhkan Duke Silas.”

“Senjata hidup yang mungkin lebih berbahaya dari iblis perang Utara.”

Anastasia mengabaikan tatapan itu semua. Langkahnya mantap menuju ruang tamu utama di mana pertemuan keluarga bangsawan diadakan. Hari ini, ia diminta menghadiri rapat tertutup antara Kaisar, bangsawan tinggi, dan—tentu saja—Duke Aloric Silas.

Dan ia bisa menebak sebabnya.

Karena ia sudah mengetahui rahasia yang coba disembunyikan semua orang.

 

Ketika pintu kayu besar dibuka oleh prajurit istana, ruangan itu penuh dengan aura tekanan politik yang hampir bisa dipotong dengan pisau. Meja panjang dari kayu gelap membentang, dikelilingi para bangsawan berperingkat tinggi. Mereka tampak gelisah, sebagian mengernyit tidak suka melihat seorang wanita muda, anak seorang Marquess yang dibenci masyarakat, diperbolehkan masuk dalam rapat penting.

Namun, mata mereka memanas bukan karena statusnya…

…melainkan karena pria yang berdiri tepat di sampingnya.

Duke Aloric Silas.

Tinggi bak bayangan raksasa, berdiri tegak di belakang Anastasia seolah ia adalah wilayah yang hanya boleh disentuh oleh kematian. Wajahnya kosong, seperti biasa—dingin, tegas, dan berbahaya sampai tulang.

Tapi hanya Anastasia yang melihat hal lain:

Sorot mata hitam Aloric yang mengikuti setiap tarikan napasnya. Diam-diam. Intens. Mengawasi.

Kaisar, seorang pria berumur dengan raut tegas, mengetuk meja.

“Sekarang kita mulai.”

Semua perhatian mengarah ke ujung meja. Aden, Putra Mahkota—yang kini jadi tersangka kuat pemilik sihir kegelapan—tidak hadir. Itu membuat suasana semakin tebal oleh ketegangan.

“Kita menerima laporan bahwa ada penggunaan sihir terlarang di dalam istana,” kata Kaisar. “Seseorang telah memanipulasi para pelayan dan bahkan sebagian pasukan. Kita harus menemukan dalangnya.”

Beberapa bangsawan langsung melirik Aloric, seolah dialah solusi hidup untuk semua masalah mereka. Sementara sebagian lagi melirik Anastasia… dengan waspada.

Markis Rotherfield mengangkat alis.

“Apakah benar si penyembuh muda ini memiliki… kemampuan yang tidak biasa?”

Nada bicaranya penuh meremehkan.

Aloric memutar leher sedikit, memberi tatapan yang sangat jelas artinya:

Sekali lagi kau sebut dia sembarangan, aku potong lidahmu.

Markis Rotherfield langsung menunduk.

Kaisar menatap Anastasia. “Lady Anastasia, kabarnya kau mampu merasakan perubahan energi di sekitarmu. Apakah kau bisa membantu kami menemukan celah sumber sihir jahat ini?”

Anastasia perlahan menghela napas. “Saya hanya akan mengatakan apa yang saya lihat… bukan apa yang ingin Anda dengar.”

Beberapa bangsawan kaget dengan keberaniannya bicara begitu lugas pada Kaisar.

Aloric terlihat… hampir tersenyum. Hampir.

Anastasia melanjutkan, “Energi yang meracuni istana ini bukan sekadar sihir biasa. Seseorang telah membuka pintu kecil menuju dunia lain—tempat sihir gelap menyusup.”

Semua orang menegang.

“Dan seseorang di ruangan ini sudah mengetahui hal tersebut sejak lama,” tambahnya.

Terdengar beberapa helaan napas tercekik.

“Siapa?” tanya Kaisar, suaranya rendah.

Anastasia memejamkan mata, merasakan hawa dingin yang merayap, mirip bayangan hitam yang mengikuti seseorang.

Ia membuka mata.

Menatap lurus.

Menunjuk.

Ke salah satu bangsawan yang duduk di tepi meja.

Count Estemar.

Ruangan langsung riuh.

Count Estemar terlonjak berdiri. “A—apa maksudmu?! Kau hanya anak kecil! Tidak punya hak—”

“Diam.”

Suara Aloric memotong, rendah dan berbahaya.

Count Estemar menegang seperti dipukul badai.

Anastasia berjalan maju pelan, memiringkan kepala sedikit. “Aura gelap itu menempel padamu. Ada bekas kontrak… tanda seseorang yang menjual kesetiaan demi kekuatan.”

Wajah Count Estemar memucat.

“A—aku tidak—”

“Dan kau,” kata Anastasia lebih pelan, “baru saja membuang jimat kegelapan itu sebelum memasuki ruangan. Bau darahnya masih menempel di jarimu.”

Semua mata menoleh.

Jarum jam seakan berhenti bergerak.

Kaisar berdiri. “Tangkap dia.”

Count Estemar menjerit, mengeluarkan pecahan sihir hitam dari lengan jubahnya dan mencoba kabur.

Tetapi ia lupa satu hal penting.

Di ruangan itu, ada Duke Aloric Silas.

Satu langkah.

Satu ayunan tangan.

Tubuh Count Estemar menghantam dinding hingga tergeletak tak berdaya, darah menetes dari sudut bibirnya.

Aloric berdiri di atasnya seperti eksekutor.

“Berani menggunakan sihir kegelapan di hadapanku,” desisnya. “Kau tidak hanya bodoh. Kau juga sudah menandatangani surat kematianmu.”

Count Estemar gemetar, menoleh ke Anastasia. “Kau… kau bukan manusia…”

Anastasia tersenyum pelan—senyum cantik, lembut, tapi mengerikan.

“Syukurlah,” jawabnya lirih.

 

Setelah Count Estemar dibawa pergi, ruangan kembali tegang.

Kaisar memandang Anastasia lama. “Kau telah membantu kerajaan. Kau punya keberanian… dan kemampuan berbahaya.”

Bangsawan lain mengangguk, setengah takut, setengah iri.

Lalu Kaisar menatap Aloric.

“Silas.”

Aloric mengangguk kecil, tanda ia mendengarkan.

“Kau harus mengawasi Lady Anastasia mulai sekarang. Ia terlalu berharga untuk dibiarkan sendiri.”

Sunyi.

Tapi setelah dua detik, seluruh ruangan tersadar:

Kaisar baru saja menambahkan minyak ke dalam api besar.

Dan api itu bernama Duke Aloric Silas.

Aloric menatap Kaisar, lalu menoleh ke Anastasia.

Sorotnya berubah.

Lebih gelap. Lebih menguasai.

“Kaisar sudah membuat keputusan,” katanya pelan namun tajam. “Mulai saat ini, kau tidak akan jauh dariku. Di mana pun aku berada… kau harus berada di sana.”

Anastasia mengangkat dagu. “Perintah atau permintaan?”

Aloric mendekat.

Begitu dekat, sampai helaan napasnya menyentuh pipinya.

“Bukan keduanya,” jawabnya. “Itu kebutuhan.”

Jantung Anastasia berdegup keras.

Bukan karena takut.

Tapi karena bahaya yang baru dimulai.

Bahaya yang bernama kedekatan dengan Duke Aloric Silas.

Pria yang hidupnya dipenuhi darah, perang, dan sekarang…

…wanita yang membangkitkannya dari kematian.

 

Di luar ruangan, seolah mendengar keputusan itu, angin berputar lebih dingin. Salju turun meski bukan musimnya.

Pertanda bahwa sesuatu sedang berubah.

Dan kerajaan akan segera memasuki babak baru.

Bab yang penuh pengkhianatan…

…dan kedekatan yang tidak diinginkan.

1
Wahyuningsih
q mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!