NovelToon NovelToon
Janji Suci Yang Ternoda

Janji Suci Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:829
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Aku Nadia istri dari Mas Afif dan ibu dari Bintang. aku istri yang setia, yang selalu berusaha melayani suamiku dengan baik, menemaninya dari nol. aku juga ibu yang baik untuk anakku Bintang. singkatnya aku berusaha menjadi yang terbaik untuk suami dan anakku.

Namun di saat pernikahanku yang ke tujuh, Mas Afif memberikanku kejutan besar, dia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangga kami, namanya Laras dan anak tirinya bernama Salsa, yang Bintang selalu bilang kalau anak itu adalah anak tercantik di kelasnya.

cerita perhianatan dan kebangkitan Nadia dari penghianatan suaminya.

happy reading All❤️ bantu support cerita pertama saya ya, trims🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

“Papa Bintang.“Jawab Bintang yang seketika membuatku melotot tak percaya pun dengan wajah tegang bercampur tak suka yang di tunjukan oleh pria yang saat ini tengah berpegangan tangan bersama istrinya Laras.

Oh ya Tuhan, dari sekian banyaknya tempat di dunia ini, kenapa lagi untuk kesekian kalinya harus bertemu dengan calon mantan suamiku dan istrinya?

Aku sudah seperti kepergok selingkuh kalau begini, di tambah dengan jawaban Bintang yang mengakui dengan tegas kalau Darel papanys. Astaga.. tapi kam aku tidak selingkuh kok, aku keluar tidak berdua hanys dengan Darel dan anak-anak, tapi ada juga bibiku kok.

Senyum mencemooh terlihat di bibir Laras. Hei dia terlihat bahagia sekali rupanya.

“Papa kamu Bin? Papa kamu ya, ini..“Tunjuk Afif pada dirinya sendiri lalu melepas tangan Laras dari pergelangan tangannya, tstapan itu seolah tidak suka sekali melihat Bintang dengan pria lain, tapi sebaliknya. Bintang yang di tatap begitu malah cuek bebek dan malah semakin mengeratkan pegangan tangannua pada Darel.

“Bisa kamu jelaskan, Nad?.“Tanya Afuf yang malah menggulirkan matanya ke arahku dan meminta penjelasan padaku.

“Darel namanya, teman Arka.“

“Calon suami kamu?.“Ujarnya smabil mendengus kasar, aku memejamkan mataku dan sejenak ku hela nafasku panjang, aku memicing ke arahnya.

“Kalaupun iya, memangnya kenapa? Suka-suka akulah.“Balasku yang ikut sedikit tarpantik emosi tatkala melihat tatapan menusuk dari calon mantan suamiku itu.

Afif menghela nafasnya kasar”Tapi aku papanya, aku papa Bintang.“

“Kita bicara di tempat lain.“Ujarku sambil menoleh ke sekitar dan memberikan senyum meringis, Afif mengangguk pun dengan Darel dan bibi, lalu kami memutuskan untuk ke lantai tiga, di mana foodcourt berada. Kini kamu telah duduk dengan posisi, aku, bibi, Bintang, Darel dan Arthur, sedang di sebrang ada Laras dan juga Afif, awalnya Bintang di ajak Afif, nskun Bintang menggelengkan kepalanya cepat, ia menolak papanya sendiri.

“Jelaskan, sudah sejak kapan kalian dekat dan merencanakan pernikahan?.“Todong Afif yang membuatku mendengus dan kepala bibi nampak geleng-geleng serta Darel yang kini menatap Afif cukup dalam.

“Bukan urusan kamu lagi, Afif.“Bibi yang menjawabnya dengan tegas.

“Tapi aku harus tahu, bi. Barangkali keponakan bibi ini juga selingkuh di belakangku.“

Brakkk

Meja di pukul dan pelakunya bibi. Wanita yang begitu lemah lembut, penyayang dan baik, dalam sekejap berubah menjadi wanita yang emosian dan semua itu karena Afif.

Bibi berdiri lalu menatap Afif tajam, telunjuknya teracung pada Afif.

“Mentang-mentang kamu selingkuh, kamu jadi dengan entengnya nuduh calon mantan istri kamu selingkuh..“Kepala bibi grleng-geleng dan tatapannya masihlah twjam ke arah Afif, bibi melanjutkan”Kamu tahu sendiri Nadia seperti apa, jangankan selingkuh, keluar bersama teman-temannya pun jarang atau bahkan tidak sama sekali setelah menjadi istri kamu, Afif. Justru kamu yang selingkuh, kamu yang zina dan kamu yang menghancurkan pernikahan kalian. Jangan nyalah-nyalahin keponakan saya yang sudah saya anggap sebagai anak sendiri, ya!!!.“Tegasnya dengan air muka yang begitu tidak enak di lihat, bahkan Laras saja sampai ciut lho dan tak berani menatap bibi langsung.

Afif menghela nafas panjang”Tapi Bintang panggil dia papa.“Ujarnya sambil menunjuk ke arah Darel, bibi mendengus sebal.

“Makanya tanya kenapa bisa Bintang panggil Darel papa dan kenapa Bintang lebih pilih Darel dari pada kamu? Semua itu ada sebab dan akibatnya, Afif.“

“Gak sadar juga hah? Fif dengar ya, saya gak akan bicara banyak-banyak setelah ini sama kamu, karena jujur. Saya gak suka sama kamu sejak dulu pun, tapi rasa itu saya telan bulat-bulat saat saya melihat senyumam lebar dari keponakan saya.“

“Darel ini baik, dia menyayangi Bintang sama Arthur, tidak pernah membedakan kasih sayang antara Arthur dan Bintang, padahal Bintang bukan siapa-siapanya. Dan kenapa Bintang memanggilnya papa? Karena Bintang merasa sosok papa ada di dalam diri Darel, sedang kamu? Saya tanya, kamu tahu tidak kapan Bintang lahir ke dunia ini? Makanan kesukaannya? Hobinya? Apa yang Bintang gak suka?.“

Afif diam, namun terlihat dari raut wajahnya yang seperti itu, menunjukan kalau pria itu tengah menahan rasa geramnya.

“Aku sibuk bekerja bi.__”

“Kamu tahu Darel Sanjaya, Fif?.“Tanya lagi bibi yang kemudian di jawab dengan anggukan cepat oleh Afif.

“Tahu bi, dia salah satu pengusaha muda yang sukses.“

“Nah, ini Darel Sanjaya. Dia punya beberapa hotel berbintang di luar kota yang nengharuskannya bepergiaan ke luar kota. Tapi dia selalu punya waktu lho untuk Arthur dan Bintang, Maaf ya. Tapi saya harus mengatakannya, berhubung kamu yang mulai duluan. Sadar Fif, semua belum terlambat kok kalau kamu mau berubah, ya. Meskipun pernikahan kamu dan Nadia gak bisa di pertahankan, tapi minimal tunjukan kalau kamu bisa menkadi ayah yang terbaik untuk Bintang.“

Afif membisu dan tidak berani mengangkat wajahnya setelah mendengar siraman rohani yang begitu panjang dari bibi, pun dengan Laras. Sepasang manusia itu memilih diam dan memilih tertunduk karena malu dan mungkin tersentil oleh ucapan bibi__sedang aku, aku hanya nengangguk sambil tersenyum puas, ada juga yang mewakiliku bersuara, meski agak sedikit tak enak, apalagi ada Darel dan kedua anak kecil, tapi tak apa. Toh Darel pun memilih pindah meja setelah mendengar bibi yang mulai memarahi Afif, hingga kedua anak itu tak mendengarkan ucapan bibi secara langsung. Harusnya sih aman, ya?

©©©

Pulang dari mall, aku langsung beristirahat bersama Bintang di kamar. Sementara bibi katanya akan gadang dan menunggu sampai sinetron favoritnya itu selesai. Sementara Arthur dan Darel sudah berpamitan pulang, tinggal Arkam katanya anak itu sedang dalam perjalanan pulang.

“Mama..“Bintang memanggilku dan seketika membuatku menoleh ke arahnya dengan satu alis terangkat.

“Mama, kalau mama nikah sama papa Darel gimana?.“Tanyanya yang seketika membuatku tubuhku menegang dan mataku melotot karena kaget, tak ku sangka kalau Bintang akan bertanya padaku soal ini. Hal yang menurutku sangat mustahil terjadi.

“Bintang kan udah bisa panggil papa, tanpa nikah sama mama juga “Jawabku sambil mengelus pelipisnya, anakku menggelengkan kepalanya dengan tatapan yang berubah sendu.

“Tapi Bintang mau bobo sama Papa Darel dan Arthur, ma.“

“Ya kan, Bintang bisa nginep di rumah papa Darel dan Adthur.“

“Emangnya boleh, ma?.“Tanyanya terdengar antusias, melihat keantusiasan membuatku tak rahu untuk menganggukan kepalaku dan Bintang langsung menyerbuku dengan pelukannya.

“Gak harus nikah dulu kalau mau nginep, tinggal bilang aja. Mama ngijinin kok.“Ujarku, Bintang mengangguk-anggukan kepalanya.

“Tapi papa Afif kayak gak suka ya, ma?.“Tanyanya, ku hela nafasku dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Bintang.

“Bintang sayang papa Afif?.“Tanyaku yang di jawab cepat dengan menganggukan kepalanya.

“Yaudah, sesekali Bintang boleh kok main sama papa Afif.“Tukasku dan anakku malah menggelengkan kepalanya sambil berwajah murung.

“Gak mau ma, Bintang mau sama papa Darel aja, papa Darel gak bentak Bintang, gak marahin Bintang juga. Papa Darel selalu suka Bintang.“

Aku terkejut di buatnya, jadi karena Afif yang suka bentak dan memarahinya, makanya Bintang tidak senang dengan papanya sendiri? Tapi kenapa Afif tega ngebentak dan marahin Bintang?

1
Aether
BUNUH SEMUA IBU IBU YANG ADA DISANA.. BUNUH LARAS DENGAN CARA MEMBUNUH YANG PALING SADIS
Anonymous
JLEB
Anonymous
afif goblok
Anonymous
anying Juz 30 doang berasa bisa si paling adil
Dewi Sri Astuti: wkwkwkwk🤭🙏
total 1 replies
Anonymous
diem bocil
Dewi Sri Astuti: hahaha🙏
total 1 replies
Dewi Sri Astuti
Yuk kasih bintang lima dan komennya, biar author semangat🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!