Zoey Charlotte Brianna, ia terbangun kembali di kamarnya sebelum kiamat datang.
Awalnya dia terkejut mengapa dia kembali lagi kerumah peninggalan orangtuanya ia beranggapan bahwa ia disurga setelah kematian.
Nyatanya dia sadar bahwa ia mengalami kelahiran kembali 2 bulan sebelum virus zombie melanda dunia.
Zoey menggunakan waktu dua bulan itu untuk belanja sepuas-puasnya, menjual semua aset peninggalan orang tuanya dan kakeknya. Dia juga menyempatkan diri untuk memperkuat tubuhnya.
Pada hari kiamat kita tidak bisa mengharapkan orang lain untuk membantu kita, harus diri kita lah yang berjuang sendiri jika ingin hidup dalam dunia yang kacau ini.
Sebagai wanita Zoey harus kuat untuk melindungi dirinya, karena didunia kacau wanita tidak berguna hanya digunakan untuk memuaskan nafsu bagi orang kuat dan berkuasa.
***
Saksikan perjalanannya Zoey yang penuh tantangan melawan zombie dimana-mana dan juga melawan tumbuhan dan hewan yang telah bermutasi.
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. menjarah obat-obatan dari rumah sakit.
"Aah" rachel terkejut lalu ia melihat isi kristal didalam kantong. semua kristal bertipe air khusus untuknya, lalu ia mendapatkan ide.
"Zoey, kamu sendiri mempunyai cara yang lebih mudah, bagaimana kalau begini? Tugasku hanya mengumpulkan sedang kamu memisahkan berbagai jenis tipe kristal, bagaimana?" Ucap Rachel sambil tersenyum senang dengan idenya.
"Terserah kamu saja!" Ucap Zoey lalu ia menuju keluar.
"Gedung ini sudah di bersihkan, ayo kita lanjut rencana selanjutnya." Ucap Zoey lagi disaat yang sepi di mengeluarkan mobil off-road nya yang telah di modifikasi.
"Waw!! Keren ruangmu ternyata menyimpan mobil sebagus ini beberapa luas ruang mu Zoey, semua yang kamu inginkan langsung kamu simpan dalam ruang mu, aku heran saja apa ruang mu tidak penuh-penuh? Kata Rachel penasaran saja dengan ruang zoey, hanya merasa heran saja apapun ada di ruang Zoey.
"Lebih luas dari mu, kamu juga bisa meningkatkan ruang mu dengan batu kristal berbentuk warna bening seperti kaca." Ucap Zoey lagi dengan santai.
"Masuklah, tujuan kita sekarang kerumah sakit!." Zoey meminta rachel segera masuk kedalam mobilnya.
"Untuk apa kita kerumah sakit, bagaimana dengan orang-orang yang selamat disini apa kita meninggalkan mereka begitu saja, bagaimana setelah peninggalan kita zombie datang lagi?" Kata Rachel.
"Kita sudah membantu mereka membersih zombie di gedung ini, untuk sementara mereka aman sampai tim penyelamat datang." Ucap Zoey santai lalu ia melanjutkan berbicara dengan Rachel.
"Rachel, kita hanya bisa membantu semampu kita, ayo masuk kita rumah sakit untuk mencari obat!" Kata Zoey, yang tidak bisa di bantah.
Rachel masuk kedalam mobil dengan pasrah, memang benar apa yang dikatakan zoey pikirnya ia tidak bisa membantu seseorang jika dia tidak sanggup lagi, dia juga bukan orang suci.
Tidak lama setelah itu mereka sampai dirumah sakit, zoey mendekteksi situasi didalam, ia hanya menemukan beberapa zombie saja di ruangan tertentu dan pada ruangan pasien banyak zombie berkumpul disana, zoey mencari tempat menyimpan obat juga gudang simpanan obat-obatan.
"Hel, ikuti aku jangan berjauhan di rumah sakit ini jumlah zombie lebih banyak dari pada di gedung apartemen, tetapi mereka terpisah-pisah bebagai ruang, kita langsung menuju keruang penyimpanan aja." Ucap Zoey lalu ia berjalan berlahan menuju ruang penyimpanan.
Saat membuka pintu zombie didalam langsung menerkamnya.
Grrrr!!!
Zoey menendang zombie tersebut, yaitu zombie wanita memakai baju perawat sepertinya perawat yang menjaga gudang pikir mereka berdua.
Lalu zoey memukul kepala zombie perawat itu dan menggali otaknya untuk mengambil inti kristalnya.
Setelah itu tidak ada lagi zombie, zoey langsung memasukkan semua bahan obat-obatan kedalam ruangnya.
"Rachel kamu juga pilihlah dan simpan didalam ruang mu." Ucap zoey kepada Rachel.
Rachel memilih obat yang perlu ia bawa dia tidak bisa memasukkan terlalu banyak kedalam ruang miliknya ia hanya memiliki ruang terbatas.
"Zoey aku sudah memilihnya." Ucap Rachel , setelah itu baru zoey memindahkan semuanya kedalam ruang angkasanya.
" kita lanjut ke lantai atas tetapi zombie disana lebih banyak." Ucap Zoey lagi.
"Baiklah, lebih banyak kita membunuh zombie kita tambah kaya.!" Ucap Rachel senang.
"Berambisi boleh saja tetapi tetap hati-hati." Ucap Zoey ia melanjutkan langkahnya.
Setelah tiba di raungan atas mereka berdua mendengar raungan zombie sungguh menyeramkan, tetapi tidak untuk Rachel ia hanya berpikir itu adalah harta.
Segerombolan zombie datang menyerang Zoey dan Rachel, zoey langsung menghabisi mereka semua begitu pula dengan Rachel.
Beberapa menit kemudian Rachel memungut semua inti kristal zombie dengan tekun, sehingga dia tidak menyadari zombie melesat kearahnya yang sedang lengah.
"Rachel!!!." Panggil Zoey ia langsung mengaktifkan kemampuan es membuat benteng es tebal di hadapan Rachel, sehingga Zombie tersebut terpental jauh.
Zombie itu marah ia meraung sangat keras, grrrrrtt!!!
Zoey memberi perlindungan lapisan benteng mental yang tidak terlihat kepada Rachel ia melawan zombie tersebut.
"Lanjutkan memilihnya zombie ini serahkan kepada ku, dia sudah naik level lebih lincah dari pada zombie pemula." Ucap Zoey sambil menenangkan Rachel.
Rachel hanya menganggukan kepala ia masih terkejut dan memikirkan kejadian zombie menerkamnya tadi.
"Bagaimana kalau zoey tidak cepat membuat benteng pasti ia sudah mati oleh zombie tersebut." Gumamnya, setelah tenang ia melanjutkan memilih kristal entah mengapa ia merasa tenang dan terlindungi.
Itu semua karena kekuatan mental Zoey, ia memberikan ketenangan kepada Rachel juga memberikan perlindungan kepada Rachel.
Zoey melawan zombie level dua pertarungan mereka berlangsung beberapa menit, karena zombie level dua bisa mengelak serangan dari Zoey, ia bergerak lebih cepat dan lincah.
"Dia memiliki lebih cepat yang kukira." Gumam Zoey lalu langsung memukul kepala zombie tersebut dengan cepat, jika zombie tersebut cepat ia juga lincah dari zombie itu.
Kepala zombie hancur zoey menggali inti kristalnya sendiri, ia menemukan kristal warna hijau, senyuman muncul di mulutnya, sebanyak zombie yang dia bunuh ia belum mendapatkan kristal warna hijau dan es.
"Zoey, aku sudah selesai mengumpulnya dan juga sudah di bersihkan." Ucap rachel sambil memberikan kantong kristal kepada Zoey.
Zoey mengambilnya lalu memberikan inti kristal warna hijau kepada Rachel.
"Bersihkan juga ini." Ucap Zoey lalu ia memilih inti kristal di dalam kantong yang diberikan Rachel, setelah itu ia mengembalikan kantong tersebut kepada rachel.
"Zoey ini kristal langka warnanya sangat unik hijau daun." Ucap Rachel memberikan kristal itu kepada Zoey lalu mengambil kantong di tangan Zoey.
"Ini kristal tipe kayu untuk orang yang memiliki elemen kayu." Ucap Zoey jujur ia tidak.
"Warna memang seperti kayu!," ucap Rachel membenarkan ucapan Zoey.
"zoey sepertinya inti kristal tipe air lebih banyak." Ucap Rachel sambil menimbang isi kantongnya.
"Didalamnya bukan kristal tipe air saja, tipe juga ada tipe netral untuk meningkatkan ruang mu." Ucap Zoey santai.
"Ah, benarkah terimakasih zoey." Ucap Rachel ingin memeluk zoey, tetapi Zoey menghindarinya.
"Kamu kotor!, jangan mendekat." Ucap Zoey sambil melihat Rachel jijik.
"Apa tidak salah, kamu yang lebih kotor dari ku, menyebalkan!." Ucap Rachel lagi.
"Benarkah." Zoey melihat keadaan tubuhnya sendiri, memang kotor membuat dirinya mual.
"Aku harus mandi." Gumamnya lalu ia mengambil bahan obat-obatan yang ada di ruangan tersebut. Setelah itu mereka melanjutkan kelantai berikutnya, ini adalah lantai terakhir hanya kantor para dokter dan staf perawat lainnya.
Setelah membersihkan ruangan tersebut dari zombie, zoey membawa Rachel keruangan direktur untuk mandi.
Ia membuat bak mandi dari es lalu meminta rachel mengisi dengan air elemennya.
"tempat mandinya keren!" Ucap Rachel lalu ia mengisi nya dengan air yang melimpah.
n hrs tiap hri makacih tuk upnya thor sehat sellu thor n jga keshtn tetp 💪💪💪