Leira Anggara sang pemimpin dunia gelap bawah tanah terpaksa harus menjadi pengantin pengganti adik kembarnya demi menuntut balas pada kekasih pria yang di jodohkan dengannya. Ia terus mengumpulkan bukti kejahatan Flomy yang telah membayar orang untuk memperkosa adik kembarnya yang bernama Leika hingga Leika memilih untuk bunuh diri. Sampai ia mendapatkan bukti, ia menghukum Flomy dan mengirimnya ke penjara.
Namun dalam mencari bukti tersebut, Leira mengalami banyak kesulitan karena Bima Putra sang suami sangat mencintai dan mempercayai Flomy. Apapun yang ia lakukan selalu di tentang oleh suaminya sendiri. Hingga pada akhirnya Leira harus menjauhkan keduanya dengan membuat Bima jatuh cinta padanya.
Bagaimana kehidupan Leira dan Bima setelah itu? Apakah Leira memilih pergi dan melanjutkan kehidupan yang sebenarnya atau ia memilih melanjutkan hidup bersama Bima?
Yuk dukung kisahnya mau sad ending atau happy ending tergantung suport dari readers ya. Terima kasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BUAH SIMALAKAMA
" Apa???" Pekik Leira. " Ba.. Bagaimana mungkin Aka masih hidup ma? Felix sendiri yang mengatur pemakamannya saat itu." Ujar Leira tak percaya.
" Bukan kah tidak ada yang tahu dimana makam Leika?" Tanya nyonya Nia memastikan.
" Tidak ada, hanya Felix dan anak buahnya." Sahut Leira.
" Nah itulah yang terjadi setelah Felix dan anak buahnya pergi dari sana." Ujar nyonya Nia.
" Apa maksud mama?" Tanya Leira mengerutkan keningnya.
" Ternyata Leika masih hidup, Ara. Seseorang yang menjadi juru kunci di makam itu mendengar suara dari makam Leika. Dan setelah ia gali, ternyata Leika masih hidup nak." Ungkap nyonya Nia.
" Tidak mungkin, kalau Aka masih hidup, kenapa dia tidak pulang ke rumah? Kenapa dia baru muncul sekarang ma?" Ujar Leira lagi.
" Itu karena psikisnya terguncang. Pria yang menemukan Leika mengatakan kalau kondisi psikis Leika tidak stabil saat itu. Selama ini Leika menjalani perawatan. Dan sekarang kondisinya sudah membaik. Leika pulang sayang, adik kembarmu masih hidup. Dan dia ada di sini." Ujar nyonya Nia.
" Dia ada di sini? Mana dia?" Tanya Leira.
" Leika, masuklah!" Ucap nyonya Nia setengah berteriak.
Muncullah sosok Leika bersama dengan seorang pria paruh baya.
Deg...
" A.. Aka." Gumam Leira begitu melihat sosok yang sangat mirip dengannya. Mungkin kah ini terjadi? Pikir Leira.
" Iya Ara, ini aku." Ucap Leika.
Leira mengerutkan keningnya. " Kenapa suara kamu berubah? Ini bukan suara kamu, siapa sebenarnya kamu?"
" Dia adik kamu Ara. Kami sudah melakukan tes DNA dan hasilnya cocok. Dia Leika kita, adik kandung kamu." Sahut nyonya Nia.
" Maaf sebelumnya nona, perkenalkan saya Arif. Saya juru kunci pemakaman xx dimana nona Leika di makamkan."
Deg...
" Kenapa dia tahu Aka di makamkan di sana? Apakah ini suatu keajaiban dari Tuhan? Aka kembali, tapi kenapa justru aku merasa terancam? Apakah Aka akan mengambil posisinya dengan menjadi istri Bima? Kenapa rasanya aku tidak rela? Bukan kah seharusnya aku senang? Ya Tuhan sepertinya aku sudah terlena dengan peran penggantiku selama ini." Ujar Leira dalam hati.
" Berdasarkan pemeriksaan dokter, terjadi kerusakan pada tenggorokan nona Leika karena terkubur di dalam tanah dalam waktu yang cukup lama. Selain pita suara, paru paru nyonya Leika juga bermasalah. Itu sebabnya suara nona Leika jadi berubah seperti sekarang ini." Jelas Arif. " Kalau anda ragu, saya punya bukti rekaman medisnya beserta hsil tes DNA yang kami lakukan beberapa waktu lalu." Imbuh Arif memberikan stopmap berwarna coklat.
Leira segera mengambilnya, ia membaca satu per satu catatan pada dokumen tersebut. Memang benar, wanita itu adalah Leika.
" Ara, apa kau tidak suka dengan kedatanganku? Kalau memang begitu, aku akan pergi. Aku rasa kamu sudah menemukan kebahagiaanmu." Ucap Leika.
Leira menatap Leika dalam dalam. Entah mengapa hatinya menolak jika itu Leika. Ia merasa tatapan Leika sangat jauh berbeda dengan sebelumnya.
" Ara, kamu tidak mau memelukku? Sebelumnya kamu begitu menyayangiku." Imbuh Leika merentangkan kedua tangannya.
Leira tersenyum, ia segera mendekati Leika lalu memeluknya.
" Ara, gue kangen banget sama elo. Gue nggak nyangka kalau gue bakal selamat dari maut yang gue buat sendiri. Semoga elo bahagia dengan keadaan gue sekarang." Ujar Leika.
" Gue senang Ka. Meskipun gue belum sepenuhnya percaya kalau elo baik baik saja, tapi gue senang karena kita bisa berkumpul lagi." Sahut Leira.
" Entah kenapa hatiku merasa biasa saja, tidak seperti dulu ketika aku memeluk Aka, rasanya hati ini ikut berdesir. Apakah karena kami sudah lama tidak bertemu? Haruskah aku mempercayai semua ini?" Pikir Leira dalam hati.
Leika melepas pelukannya, ia beralih menatap Bima.
" Hai kak Bima." Sapa Leika.
" Ha.. Hai." Sahut Bima.
" Mama udah cerita tentang kondisi kak Bima, aku turut prihatin dengan apa yang telah menimpa kak Bima. Terima kasih sudah menjaga saudara kembarku. Kalau kakak tidak mencoba menyelamatkan Ara, pasti kondisi kakak saat ini baik baik saja."
Deg...
Entah mengapa Leira merasa saat ini Leika sedang menyindir dirinya.
" Tidak apa apa, bukan kah itu sudah menjadi kewajiban suami?" Ujar Bima.
" Tapi yang kak Bima nikahi aku bukan Aka."
Deg...
Semua orang nampak tertegun. Nyonya Nia, nyonya Hani dan Leira saling melempar pandangan.
" Aku menikahi Lei, bukan kamu." Sahut Bima.
" Nama siapa yang kak Bima sebutkan saat ijab qobul? Dan nama siapa yang tertera di akta nikah kalian? Bukan kah itu namaku?"
Deg...
Jantung Leira terasa berhenti berdetak. Begitupun dengan yang lain.
Leika menggenggam tangan Leira. " Ara, kau tahu bukan kalau aku sangat mencintai kak Bima?" Leira menganggukkan kepala.
" Dulu aku memang bodoh. Karena rasa malu aku merasa tidak akan sanggup menanggung semua ini. Makanya aku memilih melenyapkan diriku sendiri dan memintamu untuk menggantikan aku menikahi kak Bima. Aku tidak tahu kalau Tuhan akan memberikan aku kesempatan kedua. Aku sudah kembali Ara, sudah saatnya kita kembali bertukar posisi ke tempat yang sesungguhnya."
Jeduarrrr....
Semua orang yang berada di ruangan itu terkejut dengan ucapan Leika.
" Apa apaan kamu Leika? Kamu sendiri tahu kalau aku tidak mencintaimu. Aku mencintai Lei, lalu bagaimana kalian bisa bertukar posisi?" Ucap Bima.
" Simpel saja. Aku akan menjadi istrimu dan Ara pergi dari sini. Bukan kah hanya kamu yang mencintai Ara? Apakah Ara pernah mengatakan kalau dia mencintai kamu?"
Deg...
Bima langsung menatap Leira.
" A... "
" Ara, kau tidak ingin kan aku mati untuk yang kedua kali." Ucap Leika memotong ucapan Leira.
Leira menatap ibunya, ibunya hanya memejamkan mata sambil menganggukkan kepala.
" Iya, aku tidak mencintai Bima." Leira memejamkan mata, ia tidak sanggup mengatakan hal itu sambil menatap mata Bima.
" Maafkan aku Bima. Mungkin ini yang terbaik untuk kita semua. Aku tidak mungkin membiarkan mama merasakan kesedihan lagi karena kehilangan putri kesayangannya. Jika kita memang berjodoh, Tuhan pasti akan menyatukan kita kembali." Ujar Leira dalam hati.
" Tidak Leira. Kamu tidak boleh seperti ini. Meskipun kamu bilang kalau kamu tidak mencintaiku, tapi aku tahu bagaimana perasaanmu padaku. Kau memang tidak pernah mengungkapkan kata cinta, tapi setiap tindakanmu merawat aku, semuanya kamu lakukan dengan penuh cinta. Jangan hanya karena Leika kembali kamu jadi mengorbankan perasaanmu sendiri. Kamu berhak bahagia Leira. Aku hanya mencintaimu bukan wanita lain. Jika Leika bersikeras karena pernikahan ini, maka aku siap untuk menceraikannya. Dengan begitu aku bisa menikahimu." Ucap Bima. Ia jadi menyesal karena tidak memenuhi keinginan Leira untuk bercerai saat itu. Andai dia menceraikan Leika saat itu, sudah pasti Leika tidak akan menggunakan pernikahan ini sebagai senjata untuk memisahkannya dengan Leira.
" Aku tidak mau bercerai denganmu."
TBC...