Seorang ahli beladiri alam penguasa mencoba untuk masuk ke alam abadi, namun petir lima elemen menghantamnya hingga hancur menjadi abu ,namun untungnya jiwanya tidak ikut hancur melainkan masuk ke tubuh Seorang murid akademi yang miskin dan sering tidur di kelas, dan lebih parahnya lagi ,ia bereinkarnasi 50 tahun setelah kematiannya, hal itu membuat ia merasa sial karena guru akademi yang mengajar adalah muridnya yang ke tiga ,sekaligus yang paling galak ,bagaimana apakah guru akademi itu akan mengetahui indentitas asli murid malas itu atau tidak .?"
Pembagian alam .
Murid beladiri.
Master beladiri
Grandmaster beladiri
Bumi beladiri
Surga beladiri
Raja beladiri
Kaisar beladiri
Leluhur beladiri
Spiritual God
Sea God
Demi God
God King
God Emperor
Sovereign God .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29 kenalan lama yang menyedihkan
Penjual bubur gandum itu perlahan membuka kantong berisi batu spiritual ,saat menghitungnya, hanya pas lima belas batu spiritual dan tidak ada tambahan lagi di dalamnya .
" ini pas , mana bonusnya, " gumamnya, matanya melihat ke arah luar kantong dan ada satu kalimat yang cukup jelas .
" kantong ini bonusnya terimakasih bos "
" sial , anak muda jaman sekarang suka menipu orang tua , aku kira batu spiritual ternyata hanya kain gombal " gerutunya tertawa pelan , dengan hati hati , ia meletakan batu spiritual di dalam cincin penyimpanannya dan menyisakan kantong kosong yang awalnya berisi batu spiritual.
" buang saja ahh ...!" Gumamnya melemparkan kantong kain lusuh ke tempat sampah.
Namun tidak sampai kantong itu sampai di tempat sampah , seorang kakek tua berpakaian mewah dengan aura yang kuat menangkapnya, matanya bersinar terang saat melihat kantong kain yang ada di tangannya.
" kulit ular kuno alam kaisar Agung, sungguh barang yang berharga " ucapnya berat , matanya yang dalam bisa melihat bahwa kantong kain yang lusuh itu penuh dengan aura kuno ratusan tahun yang lalu dan biasanya dipakai untuk membungkus barang bernilai spiritual.
Kakek tua itu kemudian menoleh ke arah pria paruh baya penjual bubur gandum " tuan dari mana kantong kain ini ?" Tanya kakek tua dengan wajah serius.
Penjual gandum yang tahu siapa orang yang didepannya segera berlutut ,suaranya bergetar dengan mata menatap ke tanah .
" tuan tua He , mohon maafkan saya , saya itu dapatkan dari anak muda berambut merah panjang , tuan tua He mohon jangan hukum saya " katanya dengan nada gemetar .
Kakek tua He itu terdiam , " bolehkah aku membelinya ?"
" tuan tua apakah kantong kain ini berharga ?" Penjual itu tahu bahwa kakek tua yang ada di depannya merupakan kolektor harta karun yang mumpuni dan memiliki jaringan yang sangat luas bahkan sekte Teratai perak harus menghormatinya.
" kamu pria muda mungkin tidak tahu dengan betapa berharganya kain ini , terbuat dari ular kuno 200.000 tahun dan memiliki aura enskripsi yang sangat kuno , dibuat oleh master terkemuka pada zamannya " jelas kakek tua berpakaian mewah itu .
Penjual bubur gandum itu menggelengkan kepala " saya tidak tahu sama sekali tuan tua, kalau tuan tua menginginkannya, aku akan berikan saja untuk tuan tua , aku tidak sanggup untuk melindunginya bila memang benar benar berharga " kata penjual bubur gandum menunduk.
" memang saya menginginkannya, kakek tua ini akan berikan 100.000 batu spiritual tinggi sebagai bayarannya dan beritahu saya bila bertemu kembali dengan anak muda yang memberikan kantong kulit ular ini " kakek tua He itu meletakan kartu hitam di atas meja dan juga kartu nama spiritual sebagai tanda pengenal.
Setelah itu langsung berjalan meninggalkan pasar kota dan menghilang di telan kerumunan masyarakat kebisingan kota.
Serentak para pedagang lainnya datang dan melihat bahwa itu benar benar kartu hitam spiritual 200.000 batu spiritual tinggi , mata mereka memerah saat melihatnya, rasa iri dan dengki muncul di setiap hati masing masing pedagang yang ada di sekelilingnya.
Penjual bubur gandum ketakutan dan memperlihatkan kartu tanda pengenal spiritual dengan tanda nama Xiao Renghe, dan juga jabatannya.
" jangan macam macam , bila kalian semua menggangguku, tuan tua He pasti akan datang mencari keberadaanku " teriaknya keras .
" bos Lao apa yang kamu katakan , kami semua hanya ingin melihat keberuntungan 100 tahun bos Lao saja ,"
" benar , kami semua penasaran dengan kartu hitam itu saja ,tidak ada yang lebih. .."
Yao Shenji yang sudah berjalan meninggalkan pasar kota tidak tahu bahwa ada keributan di pasar kota , ia dan gadis kecil di sampingnya sudah berjalan sampai tepi kota Teratai perak, dan berjalan sedikit menanjak menuju tempat tinggal sang gadis kecil.
" paman muda , maafkan Yue , bila jalannya naik !" Kata gadis yang bernama Yue itu pelan .
" santai saja , aku tidak apa apa , dan pemandangan di sini sangat bagus... " kata Yao Shenji tersenyum.
" memang bagus paman muda , " ucap Yue menganggukan kepala tanda menyetujui ucapan pemuda di sampingnya.
Karena jalannya naik dan juga lumayan cukup jauh dari kota, Yao Shenji hanya bisa tersenyum kecut ,ia menganggumi keteguhan dari rasa lapar dan haus gadis kecil yang ada di sampingnya.
Sampai di sebuah gubuk sederhana dengan banyaknya atap yang bocor, gadis kecil itu berhenti dan membuka pintu yang hanya cukup untuk satu orang dewasa masuk.
Di dalam hanya ada satu meja dan satu kursi ,Yao Shenji meletakan barang bawaannya yang ada di tangannya ke atas meja .
Matanya menatap ke arah tempat tidur sederhana dan terlihat seorang wanita terbaring tak berdaya , di matanya energi samar berwarna merah berpendar dalam tubuh wanita yang terbaring itu .
Dengan seksama ia melihat penampilan yang membuat matanya terkesiap tak percaya , setelah mengamati lebih lama , ia akhirnya hanya bisa menghirup udara dingin .
" peri es Qi Xingye , bagaimana bisa dia sampai seperti ini " gumamnya dengan wajah masih dalam keadaan shock dan terkejut.
Perlahan ia mendekat , dan ia sadar bahwa wanita yang terbaring itu terkena racun dingin yang sangat ekstrem, terlihat dari aura darah samar di sekelilingnya.
Kemudian ia menoleh ke arah gadis kecil yang sedang duduk di kursi ,mengamati wanita yang terbaring diatas kasur sederhana itu.
" Yue sejak kapan ibumu menjadi seperti ini ?"
" sudah lama paman muda , Yue tidak ingat , tapi kata mama , tidak perlu khawatir karena saat bulan merah muncul mama pasti ak sembuh.." ujar gadis kecil Yue mengingat ingat .
" apakah itu sudah satu tahun .?"
" kurang lebih begitu segitu paman , ya Yue menghitungnya " gadis kecil Yue mengambil kayu yang cukup lebar dan memperlihatkan garis garis yang sangat banyak dan juga berantakan, tapi Yao Shenji tahu itu adalah hitungan hari yang pasti .
" umhh 300 hari .. " gumamnya setelah menggunakan teknik deteksi mata emas surgawi.
" masih ada kesempatan untuk membangunkannya " gumamnya mengeluarkan sepuluh jarum perak yang cukup autentik.
Menggunakan keahlian matanya ,ia melemparkan satu persatu jarum perak ke seluruh tubuh wanita yang terbaring di atas tempat tidur.
Dalam sekejap, aura merah menghilang , digantikan dengan suasana dingin yang ekstrem dan tak lama kemudian digantikan dengan lima cahaya yang membumbung tinggi ke angkasa.
Wanita yang terbaring itu perlahan mulai menggerakan telapak tangannya dan matanya yang indah terbuka perlahan, kulit putih bak batu giok permata terlihat mempesona, terlebih lagi cahaya sinar matahari dari sela sela atap yang bocor membuat keadaan di dalamnya begitu bersinar.
" di mana ini ..." suaranya sejernih air mengalir, terdengar merdu dan ada nada keindahan surgawi di dalamnya.
Matanya menatap ke arah pemuda berambut merah panjang di samping kanannya, tampak tersenyum tipis .
" siapa kamu ... di mana Yue Yue ..?"
Gadis kecil yang duduk di kursi seketika berlari dan memeluk wanita yang sudah duduk diatas tempat tidur itu.
" mama kamu sudah bangun ... Yue sangat senang melihatmu " serunya dengan air mata bahagia ,terlihat memegang erat badan wanita yang ada di atas tempat tidur itu .
" peri Qi Xingye bagaimana bisa kamu seperti ini ?"