Flora, seorang gadis cantik yang mengalami kejadian di luar nalar. Ia kembali ke masa lalu! Flora yakin kalau sebelumnya dia benar-benar sudah mati, bahkan ia sendiri masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat terbakar api yang melahap dirinya di malam itu.
Meskipun berat dan sulit untuk di percaya akan situasi tersebut, Flora menganggap kalau tuhan telah memberikan kesempatan kedua padanya, semata-mata untuk membuat Flora memperbaiki semua kesalahan yang telah dia perbuat di kehidupan sebelumnya.
Dan yang paling penting adalah, ia kembali bertemu Daniel, laki-laki yang sangat dia benci di kehidupan sebelumnya, Daniel adalah sosok pria tampan namun lumpuh yang di jodohkan oleh sang papa dengan Flora.
"Terlahir Kembali! Kali ini aku tidak akan salah pilih lagi!" ucap Flora penuh tekad.
Kesalahan apa yang telah di lakukan Flora di kehidupan sebelumnya? Dan apa penyebab kematiannya? Penasaran bukan? Ayo ikuti kisahnya di sini bersama author.
"Terlahir Kembali, Menikahi CEO Lump
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"astaga nona Flora, apa yang dia lakukan? Apakah bdia sudah tidak takut kalau tuan muda akan kembali marah dengan nya?" batin Hans yang melihat Wenda dan Flora kini masih berjoget ria dengan gelas wine di tangan mereka.
"Bawa aku ke sana," ucap Daniel kepada Hans.
Hans mengangguk dan mendorong kursi roda Daniel menghampiri Wenda dan Flora.
"Flora lihatlah," Wenda yang semula sangat bersemangat kini menghentikan aktivitasnya, ia beberapa kali menggosok matanya memastikan siapa yang ada di hadapan mereka kini.
"Astaga," kesadaran nya seketika kembali 50% setelah melihat sosok tersebut dengan jelas, orang yang tak lain adalah Daniel, tunangan sahabat nya.
"Flora hentikan," ucap nya segera mengguncang tubuh Flora dan membuat sahabat nya berhadapan dengan Daniel.
"Lepaskan aku," ucap Flora masih asik dengan minuman nya.
"Astaga aku tidak mau ikut-ikutan, selamat tingal," ucap Wenda yang kemudian mengambil tas nya lalu berlari meninggalkan tempat tersebut dengan sempoyongan, dia bahkan sempat-sempatnya melepas high heels yang ia pakai agar langkah nya lebih laju.
"Hey! Kau mau kemana? Minuman nya masih belum habis," ucap Flora yang hendak mengambil botol bir di meja depan sofa tersebut.
Namun Daniel segera menarik pergelangan tangan nya dan membuat tubuh terhuyung nya itu jatuh ke pangkuan Daniel.
"Apa yang kau lakukan?" ucap Daniel dengan bau alkohol yang menyeruk masuk ke hidung nya.
"Hey, tampan sekali, apa yang kau lakukan di sini? Apa kau model pria premium?" ucap Flora sambil memegang wajah Daniel.
"Ya tuhan, tuan muda di bilang model pria?" ucap Hans dalam hati.
"Menurut mu siapa aku? Buka matamu lebar-lebar," ucap Daniel menahan kesal.
"Adik, temani kakak minum, tapi jangan menyentuh ya, kakak sudah punya calon suami, jika dia tau kepala mu tidak akan selamat," lagi-lagi Flora meracau.
"Tuan muda, apa yang harus kita lakukan sekarangm?" tanya Hans.
"Bawa ke mobil," ucap Daniel singkat.
Tak butuh waktu lama, mereka pun kini sudah kembali ke mobil, Hans segera mengemudi meninggalkan barr tersebut.
"Apakah kita harus mengantar nya ke rumah?" tanya Hans sambil mengemudi mobil itu.
"Ke villa saja," jawab Daniel sambil memangku Flora yang kini tertidur pulas.
"Bagaimana dengan papa nya nona Flora? Dia pasti khawatir," ucap Hans lagi.
"Kirim pesan padanya, bilang kalau dia bersamaku malam ini," ucap Daniel.
"Baik tuan muda, aku mengerti," ungkap Hans.
Tak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di villa Daniel.
Flora kini terbaring di tempat tidur Daniel dengan kondisi yang masih mabuk, ia terjaga namun masih dalam pengaruh alkohol.
"Tuan muda, ini sup penawar mabuk nya sudah siap," Hans meletakkan sup tersebut di atas nakas samping tempat tidur Daniel.
"Hm," jawab Daniel.
Hans yang sudah menyelesaikan tugas nya segera meninggalkan kamar Daniel.
Daniel membantu Flora untuk bangkit dan bersandar di kepala ranjang untuk memberinya sup penawar mabuk tersebut.
"Ayo minum," ucap Daniel menyodorkan sendok bibir Flora.
"Tidak mau," ucap nya menepis sendok tersebut.
"Anak ini," geram Daniel.
Tak ada cara lain, Daniel meneguk sendiri sup pahit tersebut dan kemudian menarik tengkuk Flora, ini adalah satu-satunya cara agar Flora menelan obat penawar mabuk itu.
Bibir keduanya menyatu dan Daniel dengan cepat mengalir kan obat itu ke mulut Flora, melumat nya beberapa detik sampai ia menelan obat itu.
"Rasanya enak sekali," ucap Flora sambil tersenyum dan memegang bibirnya.
Matanya menatap Daniel, ia kemudian mengalungkan tangannya ke leher pria itu.
"Cium lagi," ucap nya sambil memonyongkan bibir.
"Lihat baik-baik siapa aku," ucap Daniel sambil memegang dagu Flora. Ia khawatir kalau Flora salah orang dan ia juga tak ingin memanfaatkan kondisi wanita yang sedang mabuk itu sekalipun ia sangat menginginkan lebih.
"Tampan nya, kamu ... K .. kak Niel," ucap Flora sambil tersenyum manis.
Daniel yang mendengar itu merasa lega, setidaknya saat ini Flora tidak memikirkan pria lain selain dirinya.
"Istirahat lah," ucap Daniel, ia tak ingin lepas kendali, ia menarik Flora dan membuat nya kembali berbaring lalu kemudian menyelimuti wanita itu.
Setelah melihat Flora tertidur lelap, Daniel pun bergegas masuk ke kamar mandi dan mulai membasahi tubuhnya dengan air dingin, hal ini berlangsung selama dua jam, ia hampir lepas kendali namun sadar kalau sekarang mereka belum menikah ia juga masih belum yakin dengan hati Flora di tambah lagi Flora yang belum mengetahui soal kakinya.
Keesokan harinya ...
Flora membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan yang lumayan asing baginya.
"Huh, aku dimana?" ucap nya sebelum bangun dan melihat jam di dinding kamar tersebut yang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh.
Kepala nya masih sedikit pusing, namun ia berusaha mengingat kejadian tadi malam dan ia pun berhasil mengingat beberapa kejadian mulai dari mencium Daniel dan berjoget di bar bersama Wenda.
"Astaga, aku di kamar kak Niel," ucap Flora seketika sadar. Namun ia lega karena orang yang membawanya kembali adalah Daniel bukan orang lain.
Tok ...
Tok ...
Tok ...
Terdengar suara ketukan di pintu kamar tersebut. Flora yang mendengar itu segera berdiri meskipun masih sedikit sempoyongan ia berjalan membuka pintu.
"Nona, ini adalah pakaian mu," ternyata itu adalah Hans yang datang mengantarkan baju ganti untuk Flora.
"Terima kasih, di mana kak Niel?" tanya nya sambil menerima pakaian tersebut.
"Di bawah, menunggu nona untuk sarapan," ucap Hans.
"Baiklah, aku mandi dulu," ucap Flora lagi.
Hans mengangguk dan kemudian berlalu pergi, Flora kembali menutup pintu kamar dan segera masuk ke kamar mandi.
Setengah jam kemudian ia sudah rapi dan turun ke lantai bawah menemui Daniel yang ada di dapur villa.
"Kenapa berdiri di sana? Kemarilah dan makan," ucap Daniel menyadari kalau Flora memperhatikan nya dari jarak jauh.
Flora yang takut di marahi tersenyum canggung dan kemudian menghampiri Daniel.
Daniel menarik kursi yang ada di samping nya mempersilahkan Flora untuk duduk.
"Makan," ucap Daniel meletakkan sarapan khusus yang sudah dia siapkan untuk Flora.
Tidak ada banyak bicara dari Flora, ia memakan sarapan tersebut tanpa basa-basi karena memang lumayan lapar.
Bener menit kemudian.
"Kak Niel," lirih nya.
"Hm," jawab Daniel.
Apakah tadi malam aku melakukan sesuatu yang tidak pantas?" ucap Flora sambil memperhatikan mimik wajah calon suaminya itu.
"Menurut mu?" jawab Daniel sambil menatap Flora dengan tatapan dingin.
"Aku minta maaf, apakah papa tau?" lirih Flora sambil memegang tangan Daniel dengan kepala yang menunduk.
Daniel yang melihat itu tidak tega untuk marah, ia tau Flora juga seorang gadis yang butuh kebebasan.
****
yu ah cus pindah lapak💜