Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat Tugas Baru
Agatha sudah memutuskan pensiun dari atlit voli profesional, dia memilih menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter tentara dan mengurus anak laki - lakinya Ezra Nathanael Wibowo yang sekarang berusia empat tahun. Berarti papinya Jefry Xaverius sekarang sudah tiga puluh lima tahun usianya sedangkan Agatha sudah berumur tiga puluh tiga tahun. Hari ini dia dan suami menerima kenaikan pangkat dia markas besar kesatuan mereka.
Letnan Kolonel Jefry Xaverius Wibowo dan Mayor dokter Agatha Anastasya spesialis Bedah Saraf. Di dalam satu upacara militer Jefry dan Agatha menerima pangkat baru bersama rekan - rekannya. Mereka lahir pada bulan yang sama namun tanggal dan tahun saja yang berbeda. Setelah sama - sama saling memasang pangkat yang baru di saksikan oleh perwira - perwira tinggi mereka berdua menerima bunga dari Nael anak laki - lakinya yang berjalan gagah digandeng oleh kedua omanya yang khusus datang mengucapkan selamat dan dibelakang mereka ada kedua opanya. Sukacita terbesar bagi Agatha dan Jefry. Dan ini adalah kebanggaan bagi kedua orangtua mereka.
Jefry dan Agatha ditugaskan disebuah Kesatuan Angkatan Laut di Indonesia Paling Timur. Sebuah ibu kota Kabupaten sebuah pulau dilautan pasifik. Meskipun cerita banyak orang untuk jenjang karier Jefry, tetapi rasa cinta dan tanggung jawab sebagai seorang abdi negara dia pergi membawa istri dan anaknya jauh dari ibukota negara.
"Ngak seperti yang diceritakan orang - orang mas."
"Ya, kita pasti bahagia di tempat ini sayang."
"Amin mas."
Pemandangan di kota ini sangat bagus, pantai - pantainya bersih. Apalagi rumah kediaman yang belakangnya berhadapan dengan laut membuat Agatha sangat betah. Satu bulan dia sudah mengabdi di kota ini, di kesatuan tercinta mereka. Hari - hari aktivitas Agatha sebagai dokter sangat padat. Sesekali dia dipanggil untuk mengoperasi pasien saraf di rumah sakit umum. Sampai dia sudah menghafal jalan di dalam kota ini.
Sedangkan suaminya Jefry sibuk dengan tanggung jawabnya. Beberapa kali dia berlayar, melakukan patroli pulau - pulau terluar meninggalkan Agatha dan Nael. Sedangkan Nael selain ada Maria ada juga ajudan yang membantu menjaganya. Namun sebagai ibu, Agatha selalu mempunyai waktu buat Nael anak laki - lakinya.
"Sayang kamu muntah lagi??? Jangan sampai???"
"Adek kelelahan mas." Agatha sebenarnya sedikit putus asa, rencana memiliki satu anak belun dipercayai oleh Tuhan, perna dia terlambat datang bulan sampai dua minggu, dan akhirnya datang bulan itu hadir walaupun terlambat.
Pagi ini dia tidak mau banyak berharap. Makanya waktu suaminya mau menyinggung tentang hal sensitif itu Agatha langsung membantah. Jefry memeluk istrinya dan mencium - cium Agatha.
"I love you honey."
"Love you more masku."
Agatha dan Jefry sedang bersiap - siap karena sebentar ada upacara hari ulang tahun tentara nasional Indonesia. Agatha tugasnya kali ini mendampingi suami tercinta, selesai upacara gabungan akan ada kegiatan - kegiatan dalam rangka hari ulang tahun. Pemeriksaan kesehatan dan pasar murah. Juga ada acara hiburan - hiburan lainnya.
Jefry setiap pagi akan mengurus jagoannya dari membangunkan sampai memandikannya. Pakaiannya sudah disiapkan oleh Agatha maminya. Sedangkan Agatha selesai mandi dia kedapur membantu asisten rumah tangga dan suster Maria menyiapkan makan buat semua orang diruamh ini. Selesai ganti biasanya Nael akan berada dimeja makan bersama papinya yang juga sudah lengkap dengan baju dinasnya. Agatha harus menyiapkan dirinya sebagai pendamping suami. Setelah sarapan mereka berangkat.
Biasanya jika sudah melakukan ini. Agatha akan lega meninggalkan anak bujangnya Nael bekerja atau mengikuti kegiatan mendampingi suaminya.
Upacara berlangsung sukses dengan Letnan Kolonel Jefry Xaverius sebagai inspektur upacara. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, Agatha bertugas sebagai dokter dalam kegiatan ini. Jas warna putih serta stetoskop berwarna biru muda di lehernya, yang adalah warna kesukaan Agatha serta itu adalah hadiah dari suaminya waktu sumpah janjinya sebagai spesialis bedah saraf.
Dari kejauhan Agatha melihat rombongan kecil beberapa orang yang didalamnya ada laki - laki dan beberapa orang perempuan dan Agatha melihat suaminya juga ada dalam rombongan itu.
Naluri istri memang berbeda, ketika melihat salah satu perempuan yang menatap suaminya, tatapannya begitu dalam berbeda dengan tiga perempuan lainnya. Agatha kembali konsentrasi memeriksa beberapa pasien saraf yang memang sengaja hadir disini karena mengetahui dokter Agatha ada dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
"Pola hidup bapak sekarang yang harus di atur. Tidur cukup, makan makanan bergisi dan rajin berolahraga?"
"Dokter saya mau berolahraga tetapi tubuh saya sebelah kiri lemah."
"Olahraga bapak adalah terapi manual yang dibantu oleh istri atau anak - anak. Ini masih gejala. Dan hasil pemeriksaan darah bapak semuanya hampir normal. Saya sarankan bapak harus berobat ke dokter besok?"
"Dokter bisakah saya yang warga sipil berobat di tempat dokter bekerja?"
"Bisa dong, apalagi kalau bapak mempunyai jaminan kesehatan." Agatha menjelaskan semua prosedurnya dan bapaknya hanya mengangguk tanda mengerti. Agatha mengirim model terapi yang dilakukan manual melalui vidio ke handphone istrinya. Dan memberikan paket obat vitamin saraf buat malam ini saja.
"Sampai ketemu besok ya pak!"
"Siap dokter???"
Perkumpulan itu semakin seru ngobrolnya, bahkan diselingi dengan tertawa. Agatha melihat Jefry tertawa lepas. Kembali lagi perempuan ini semakin berani memegang tangan Jefry. Dalam hatinya Agatha berdoa agar dijauhkan dari pikiran jelek.
"Sayang Kenalkan ini Jesica teman sekolah ku dulu di Surabaya, dia Jaksa disini."
"Agatha, istrinya mas Jefry." Agatha melihat ada guratan muka sedih di balik senyuman palsunya. "Ternyata sempit ya mas, saya kira kita jauh dari pulau jawa akan jauh dari teman - teman kita namun faktanya berbeda." Jefry memeluk istrinya dan mencium kening Agatha. Itulah Jefry selalu romantis kepada istrinya.
"Sudah selesai???"
"Sudah mas."
"Ayo kita bergabung dengan yang lain." Agatha pun memberi jas dokter dan stetoskop kepada ners Diana. Setelah dirapikan akan diberikan kepada ajudan suaminya untuk dimasukan kedalan mobil.
Mereka sedang makan bersama, namun lagi - lagi pandangan Jesica tidak berpindah dari sosok Jefry. Bahkan perna ketangkap oleh Agatha dan Jesica di sadarkan oleh sekertarisnya.
"Bu, dilihat oleh istrinya."
"Ooooo." Jesica langsung salah tingkah. " Terima kasih Eky." Selesai makan Jesica pamit kepada beberapa teman sekokahnya terkecuali Jefry karena dia malu berhadapan dengan Agatha yang menangkapnya sedang melihat suaminya.
"Ko ibu, seperti sedang berada dalam kondisi mabuk cinta."
"Dia cinta pertamaku. Meskipun aku sadar bahwa cintaku itu bertepuk sebelah tangan. Dia lebih memilih sahabatku Rebeca, namun akhirnya Rebeca pun menghianati cinta mereka dengan menikah denga orang lain. Sudah lama kami tidak bertemu. Dan tidak menyangka bertemu disini hampir dua puluh tahun."
"Itu alasan ibu masih sendiri."
"Ya, salah satu alasan. Sebenarnya masih ada alasan lainnya juga."