NovelToon NovelToon
WAGE

WAGE

Status: tamat
Genre:Horor / Spiritual / Selingkuh / Mata Batin / Kutukan / Hantu / Tamat
Popularitas:35.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Diambil dari cerita weton Jawa yang populer, dimana seseorang yang lahir di hari tersebut memiliki keistimewaan di luar nalar.
Penampilannya, sikapnya, serta daya tarik yang tidak dimiliki oleh weton-weton yang lain. Keberuntungan tidak selalu menghampirinya. Ujiannya tak main-main, orang tua dan cinta adalah sosok yang menguras hati dan airmata nya.
Tak cukup sampai di situ, banyaknya tekanan membuat hidupnya terasa mengambang, raganya di dunia, namun sebagian jiwanya seperti mengambang, berkelana entahlah kemana.
Makhluk ghaib tak jauh-jauh darinya, ada yang menyukai, ada juga yang membenci.
Semua itu tidak akan berhenti kecuali Wage sudah dewasa lahir batin, matang dalam segala hal. Dia akan menjadi sosok yang kuat, bahkan makhluk halus pun enggan melawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membalas Sarinah

Kalau si Mbok tahu tentang media guna-guna yang menyerang ayahnya. Pelakunya tidak akan jauh-jauh.

Wulan langsung beranjak dari duduknya menuju rumah Sarinah, dia harus membuktikan sendiri dugaannya yang hatinya sendiri sudah sangat yakin.

"Awas kamu Mbah Sar! Aku akan membalas mu jika berani menyentuh bapak dan ibu." ucap Wulan, dia pergi sendiri tanpa memberi tahu siapapun.

Malam sudah menunjukkan pukul 22:00, tapi niatnya tak surut oleh waktu, lelah pun tidak di rasa karena emosi.

Tiba di rumah Sarinah, ia melihat rumah besar budenya itu gelap gulita. Hanya ada satu kamar yang bercahaya.

Rumah mewah tanpa pagar itu memudahkan Wulan menyelinap, mengintip seluruh kamar tapi yang ia lihat hanyalah pria yang sudah mirip orang gila.

Wulan mengamatinya, dia kah yang dulu di jodohkan dengan anak-anak si Mbah, dan dia memilih Ratih, ibunya.

"Ratih, hati-hati.... Dia jahat sekali!" teriak pria itu, meracau. Tapi bagi Wulan itu adalah peringatan yang sebenarnya. Terkadang orang gila lebih dapat di percaya daripada orang waras tapi berpikiran licik.

Tok-tok-tok!

Wulan mengetuk jendela dengan jarinya pelan.

Seketika pria itu diam, mengamati gorden yang tertutup lalu menyibaknya. Wulan menempelkan wajahnya di kaca hingga nampak wajahnya.

"Ratih! Ratih! Kamu datang Ratih!"

Pria itu malah berteriak-teriak kegirangan melihat wajah Wulan.

Wulan mundur, tapi teriakan Sadewo itu tetap saja terdengar. Di berteriak-teriak dan mengamuk ingin keluar, dia ingin bertemu Ratih, katanya.

Guna-guna boleh ber kuasa atas jiwanya, tapi hati tidak akan pernah mati. Terkadang dia melupakannya, tapi kemudian merasa masih muda dan hanya Ratih yang bisa diucapkannya.

Tentu saja sikapnya itu membuat bude Yuni murka, tadinya pernah cinta dan bermimpi hidup bahagia. Sampai akhirnya berubah benci karena Sadewo tidak pernah menghapus nama Ratih di dalam hatinya. Jadilah Ratih ikut menjadi sasaran.

Brak!

Suara pintu di buka sangat kasar. Muncullah sosok bude Yuni dan juga Sarinah memasang wajah kesal.

"Diam! kamu mengganggu saja!" titah Yuni.

"Ratih! Aku ingin bertemu Ratih, aku ingin pergi dari sini!" tangis Sadewo menggema dan itu membuat Yuni murka.

"Pria sialan! Cepat bilang sama saudaramu agar menyerahkan surat wasiat itu kepada ku. Setelah itu aku akan memberikanmu kepada Ratih. Sebentar lagi suaminya akan mati!" tawa Yuni menggelegar.

Prank!

Mereka terkejut, Yuni pun menghentikan tawanya.

"Siapa itu?" teriak Yuni.

Yuni dan Sarinah langsung pergi keluar melihat siapa yang telah memecahkan kaca.

"Siapa? Keluar!" marah Yuni, sedangkan Sarinah menatap kesana-kemari mencari seseorang.

Wulan tersenyum sinis, kemudian muncul dan berlari secepat mungkin, langsung menyerang Sarinah sekuat tenaga.

"Wulan!" Sarinah menghindar, dia terkejut Wulan tiba-tiba ada di teras samping rumahnya.

"Kenapa Mbak? Terkejut sekali rupanya." ucap Wulan, tersenyum sinis mendekati Sarinah dengan langkah pelan tapi pasti. Sarinah pun mundur, tatapan adiknya itu sungguh membuat nyalinya menciut tanpa ia sadar.

"Wulan, kamu mau apa?" tanya Sarinah.

"Mau menghabisi orang yang telah lancang kepada keluarga ku." jawab Wulan. Sampai Sarinah tersudut di dinding.

"Jangan sembarangan, siapa juga yang ingin menghabisi keluarga mu. Keluarga mu itu, tidak penting!" ucap bude Yuni, ia menghampiri Sarinah yang tampak ketakutan. "Kamu, ngapain takut sama dia, bukankah kamu sudah sangat kuat?" ucap Bu Yuni kepada anaknya.

Sarinah tersadar, dia pun bangkit dan membalas tatapan Wulan lebih tajam. "Sebaiknya kamu pulang dan urus keluarga mu." titah Sarinah.

"Tidak sebelum aku memberimu pelajaran."

Wulan mendorong Sarinah sekuat tenaga, hingga tubuh Sarinah kembali terbentur ke dinding.

"Wulan, sialan!"Sarinah mendorong Wulan, memukul perutnya tapi Wulan menepisnya kuat, hingga tangan Sarinah merasa kesakitan.

Wulan segera mencekik Sarinah, menancapkan kukunya sekuat tenaga.

Anehnya, Sarinah masih bisa tersenyum padahal kuku Wulan sudah masuk cukup dalam. Dan ia terkejut ketika menarik tangannya, tidak ada luka di sana, bahkan tak tergores sedikitpun.

"Hahaha! Kamu kira dapat melukaiku dengan mudah?" tawa Sarinah.

Ternyata sekarang Sarinah memiliki ilmu kebal. Apakah rantai Raja celeng yang membuatnya seperti itu?

Celeng \= Babi hutan

Sarinah menyerang Wulan, gantian kini dia yang mencekik Wulan sekuat tenaga. Tubuhnya yang lebih besar dari Wulan sengaja menghimpit agar Wulan tidak bisa melawan, kini Wulan terdesak, kemudian jatuh ke tanah dan nyaris tak bisa bernafas.

"Mati kamu Wulan!" ucap Sarinah, bude Yuni pun hanya menatap puas sambil tersenyum sinis.

Brugh!

Wulan menendang Sarinah sangat kencang sehingga tubuh Sarinah terpental dan melepaskan cekikannya.

"Sar!" teriak Yuni.

Brak! Wulan meraih tangan bude Yuni dan melemparnya sembarangan.

Sarinah sampai tercengang melihat tenaga adiknya sangat kuat.

"Wulan!" Sarinah menunjuk dada Wulan, tapi tangan Wulan lebih dulu memelintir sehingga tubuh Sarinah terduduk mengikuti arah pelintiran tangannya.

Bugh! Bugh! Brak.

Tanpa ampun, Wulan menghajar Sarinah, menendang, memukul dan membanting ke tanah.

"Kamu tidak terluka kan Mbak?" Wulan tersenyum sinis. Kemudian mencekik Sarinah lebih kuat, hingga Sarinah sulit bernafas.

Orang kebal juga bisa mati! Begitulah sesuatu membisikan keyakinan di hati Wulan.

"Wulan! Lepaskan! Dia Mbak mu! Kamu kualat berbuat begitu!" teriak Yuni, berusaha melepaskan cengkeraman Wulan. Dan detik berikutnya Yuni menendang Wulan, hampir mengenai perutnya. Wulan pun segera mengelak, terpaksa melepaskan cekikannya.

"Sar!" Yuni memekik, menghampiri anaknya yang hampir kehilangan nafas.

Wulan masuk ke dalam rumah Sarinah, meninggal bude Yuni yang meratap khawatir karena anaknya di hajar keponakan sendiri. Wulan melangkah masuk dengan niatan mengobrak-abrik seluruh rumah budenya itu.

"Wulan! Ngapain kamu masuk ke rumahku!" teriak Yuni, sedangkan Sarinah terbatuk-batuk memegangi lehernya.

Di dalam sana, Wulan menuju kamar Sarinah, dia yakin sekali Sarinah sedang melakukan sesuatu.

Benar saja, kamar yang gelap itu tampak menyeramkan dengan banyaknya koleksi perdukunan. Di dinding kamarnya yang mulus kini banyak foto yang menempel di sana. Rata-rata adalah foto gadis dan pria muda. Di bagian paling bawah juga terdapat foto orang-orang yang sudah tua, di beri tanda merah pada masing-masing foto. Ternyata Sarinah sudah membuka praktik perdukunan cukup lama.

Sebuah asap tipis mengepul dari bawah ranjang membuat Wulan penasaran. Ia membungkuk, menarik sebuah nampan berisi sesuatu berbau menyengat.

Dan Wulan sangat terkejut ketika melihat bara api menyala merah di dalam mangkuk tanah liat, dan foto Rudy waktu muda di letakkan dengan posisi seperti ikan bakar diatasnya.

Wulan meraih segelas air putih di atas meja lalu menyiram bara apinya hingga mati. Kemudian menarik ranjang Sarinah dan membaliknya hingga pernak-pernik mahal di kamarnya ikut bergetar dan pecah.

Langkah bude dan Sarinah terdengar di luar kamar, mereka sudah tak dapat mengelak.

"Wulan, semua tidak seperti yang kamu lihat." kilah bude Yuni. Dia ketakutan melihat Wulan, tidak menyangka anak Ratih yang polos dan lembut, jika marah melampaui tenaga orang normal.

"Aku marah Mbak." ucap Wulan pelan, dia sedang mati-matian menahan amarahnya yang ingin meledak. Tapi hatinya bertarung dengan logika yang membuatnya diam. Tubuhnya bergetar, air matanya keluar tanpa suara.

"Wulan."

"Nduk."

Ratih dan Bara menyusul, mereka mengajaknya pulang. Dan Wulan berlalu tanpa sepatah kata.

Yuni dan Sarinah merasa tenang, mereka tidak sadar kalau sedang dalam bahaya. Marahnya Wage adalah diam, dia tidak berbuat apa-apa, tapi semesta yang bekerja. Tuhan yang merestuinya.

"Bantu aku Buk!" titah Sarinah, kembali meraih mangkuk tanah liat, menyalakan api yang sudah padam.

Blam!

Api menyala merah, membubung tinggi berasal dari kamar Sarinah.

"Astaghfirullah!" Ratih ketakutan, bagaimana bisa rumah Yuni terbakar? Banyak orang berlari dan berteriak kebakaran.

Sedangkan Wulan masuk ke dalam rumah menghampiri ayahnya. Ternyata panasnya sudah mulai turun.

1
family phone
👍👍👍
Hana Nisa Nisa
trimakasih atas karya yg bagus ini
Dayang Rindu: sama-sama kak. 🥰🥰
total 1 replies
wiris medianingsih
sama kaya anak ke 2 ku ..
Dayang Rindu: seng sabar, anak nya keras kepala, hati sensitif, tapi jangan ragukan ketulusannya. 🙏
total 1 replies
Dayang Rindu
lanjut kak, udah ada cerita baru.
terimakasih sudah membaca,
Fitriputri
ditunggu cerita selanjutnya
Fitriputri
bagusssss ceritanya..gak berbelit belit..
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
aamiin ,sehat selalu thorr
Dayang Rindu: iya kak, sehat selalu juga buat KK, terimakasih sudah menemani saya berkarya..
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
aq menanti karya mu lagi kk dayang
Dayang Rindu: okeh, siap mbak e. lagi nyari judul sama cover Yang pas, palingan besok atau nanti malam up lagi
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
aamiin
begituya kisah si wage 🤭
Dayang Rindu: hehehhe... kisah nyatanya ada, tapi halunya banyak juga. 👻
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
Aamiin ....maturnuwun thor, sudah menyuguhkan cerita yang menarik dan pencerahan tentang penanggalan jawa.
tetap semangat dengan cerita2 yang akan datang.

untuk Bara , urip kui mung sawang - sinawang.
hargai apa yang kita punya ,jangan membandingkan hidup
Dayang Rindu: sami-sami kak... sudah menemani saya berkarya... 🙏❤️
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
sampai lupa makan kan belah duren butuh tenaga juga kels dion hadehh
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: hiss ngeces juga
total 15 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
woalah jd akan di kembalikan juga batu itu yaa
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: seru tp tegang juga lho bacanya tant dehh
total 2 replies
☠ SULLY
semoga setelah ini
cinta terakhir dan selamanya untuk Wulan & Dion
Dayang Rindu: ada sih, jotos-jotosannyaa. 👻👻👻
total 3 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
semoga setelah ini tidak ada badai lagi.
semua sudah kembali ketempatnya
kepemiliknya..
tinggal merajut kebahagiaan, beranak pinak bercucu cicit
Dayang Rindu: yess! Betul sekali, menua bersama-sama sampai ajak menjemput
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
hahaha menyesal nanhis darah dah tak da guna bar.. noh istri mu mlh bersikap kenkanakn
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
jd batu2 itu masih ada dan ttp mengintil sama wulan ya
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: kyk dia yaa ngintil terus 🤣🤣🤣🙈
total 2 replies
☠ SULLY
dlm masa pingitan Wulan
jgn beri waktu bara
biarpun itu membicarakan sedikit masa lalu kalian istri ke 2 bara lebih garang
ga guna di ladeni pun
☠ SULLY
bukannya bapak ibu ,Jaka
nungguin Wulan di saat ngigau
stlh Wulan bangun apa langsung
bangun trs pergi mandi ?
seperti tdk ada orang di dlm kamar nya...
apa Ndak heran itu bapak ibu juga Jaka
dgn tingkah Wulan ,
Dayang Rindu: di singkat kak. 👻👻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ehhh gendeng iki bara ya
gono mempan ora ajian semar mesem lah jaran goyang lah
wis mboh2 tok pakakne eman ora bar.. oh bara bere menyesal tak da guna ya kan🤣🤣🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: ohh pgn di bakar agaka nya biar ada sambel nya dan lalapam biar lengkap 🤭
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
wess dion g sabaran dehh🤭🙈🙈🙈
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: ehhh kae kan sing di tendang2 neng jero ruangan too kk dayang
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!