******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. TCA 2
━━━━━━♡♥♡━━━━━━
Santo melirik sedikit kearah Alana dan melihat wajah gelisah Alana karena merasa tak nyaman dengan situasi yang ada.
"Jangan takut mereka orang baik." ucap Santo.
Alana hanya diam saja hingga mereka berdua berada di dekat pintu masuk yang melewati kerumunan orang - orang tersebut.
"Barang baru San." ucap salah satu dari seorang pria.
"Jangan ngomong kayak gitu dia temen aku." jawab Santo.
Alana sebenar nya ingin marah saat dia katakan barang baru, sayang nya Santo menggenggam erat jari tangan nya hingga dia membawa Alana masuk. Alan hanya bisa menatap orang yang mengatakan dirinya barang dengan tatapan tak suka.
"Masuk lah dan duduk di sini! Kamu mau minum apa?" tanya Santo.
"Gak, aku gak haus." ucap Alana.
Santo terus memperhatikan Alana dan mendekat kearah Alana yang duduk dengan tak nyaman.
"Kenapa kamu takut sama aku?" tanya Santo.
"Aku mau bareng Aida, ini pertama kali aku berada di dalam rumah orang yang gak aku kenal." ucap Alan.
"Jangan khawatir biarkan dia bersama abang nya, malam ini kamu di sini dulu. Oh iya aku gak ada apa² kamu kalau mau makan masak meggi saja ya." ucap nya.
"Apa?" kaget Alana saat dia di suruh memasak.
"Kenapa kaget dengar nama meggi itu kan biasa mie instan yang ada di sini." ucap nya.
"Bukan kaget karena nama mie nya, aku gak pernah masak mana aku tau cara hidupkan kompor." jawab Alan.
"Apa...! Jadi selama ini kamu makan apa?" tanya Santo yang kaget saat mendengar apa yang di katakan oleh Alana.
"Beli lah kan banyak yang jualan, jika ada yang jual kenapa harus masak." jawab Alana.
"Pemborosan, sia - sia saja kamu cari uang di sini kalau semua beli" ucap Santo.
"Aku di sini gak cari uang." jawab Alan.
Santo hanya menarik nafas saat mendengar perkataan Alana jika dia tak pernah memasak apa pun selama hidup di negera orang. Dan merasa heran saat mendengar jika Alan berada di negara orang bukan mencari uang.
"Kamu laper tidak kalau laper ayo kedapur kita masak. Kamu jangan takut aku bukan orang jahat, aku cuma mau kenal saja sama kamu gak ada niat jahat sedikit pun." ucap nya.
Setelah mendengar perkataan Santo hati Alana sedikit lega, dia pun mengikuti Santo masuk kedalam dapur dan Santo menghidupkan kompor untuk mereka masak mie. Setelah selasai makan Santo menyuruh Alan untuk mandi dan Alana merasa tak nyaman karena dia tak membawa pakaian sama sekali.
"Pergi lah mandi kamu pasti gak nyaman kan ini pakai baju aku saja." ucap nya dengan memberikan pakaian nya kearah Alana.
"Gak usah aku pakai baju aku saja." jawab Alana.
"Yakin?"
"Iya."
Alana pun pergi mandi dan dia langsung memakai kembali pakaian nya hingga malam tiba Alana tidur di kasur dengan gelisah dan was - was, malam ini dia tak bisa tidur apalagi saat melihat Santo berjalan mendekat kearah diri nya dan berbaring di sebelah nya, Alan berharap pagi segera tiba.
Sedangkan Santo memejamkan mata hingga dia terlelap, tapi tidak dengan Alana dia tak bisa tidur semalaman karena dia takut Santo macam - macam saat dia tertidur.
Saat pagi menjelang Alan yang tak tidur merasa lega saat melihat Santo bangun dengan wajah yang segar, sedangkan dia dengan mata yang mengantuk.
"Aku mau ke tempat Aida." pinta Alan.
"Iya aku akan antar kamu kesana, apa kamu gak mau mandi dulu?" tanya Santo.
"Gak aku mandi di hostel saja." jawab Alan yang sudah tak betah di tempat orang asing.
Santo pun pergi meninggalkan Alana dia pergi untuk mandi, selesai mandi Santo langsung mengajak Alan bertemu dengan Aida.
"Ehmm." dehem Aida kearah Santo dengan tersenyum jahil.
"Semalam ngapain aja berduaan?" tanya Aida kearah Alana.
"Maksudnya?" tanya Alana dengan mengerut kan dahi.
"Kita gak ngapa-ngapain kok, kita hanya ngobrol makan terus tidur." jawab Santo.
"Masa!" goda Aida kearah Santo dan Alana.
Alana tau maksud dari perkataan teman nya tapi dia bukan gadis bodoh yang mau dengan mudah tidur atau pun menyerahkan segala nya dengan sembarang pria.
"Dengar ya Aida ini terakhir aku ikut kamu jangan harap kamu bisa ngajak aku kayak gini lagi. Aku bukan gadis yang bisa di pakai sembarang orang, aku putri dari keluarga Mahardika dan keponakan dari keluarga Admaja, kakek ku dari keluarga Prayudha dan kakek dari ibu ku dari keluarga Martin, mereka gak akan tinggal diam jika harga diri ku di injak." ucap Alana kearah Aidah dengan menyebutkan semua nama besar keluarga.
Aida yang mendengar nama Mahardika dan Admaja terdiam dia ingat siapa keluarga Admaja dan Prayudha, dua keluarga yang hebat dalam dunia bisnis di Singapura.
"Aku mau pulang buruan." ucap Alana dengan nada ketus.
Santo hanya diam dia tak begitu tau nama yang di sebut kan oleh Alana karena selama ini dia fokus dengan kerja.
"Nanti aku telpon." ucap Santo.
Alana hanya diam dia tak terlalu menyukai pria yang di jodohkan oleh teman nya, singkat cerita setiap hari di saat jam latihan Alana Santo selalu menelpon mengingatkan untuk makan entah itu saat Alana latihan atau pun saat Alana tidur malam, hingga Alana jenuh dengan cara dan sikap Santo. Alana yang tak suka di ganggu langsung memblokir kontak Santo karena dia tak suka pria yang terlalu posesif dan banyak ngatur dalam hidup nya.
Tak terasa 2 tahun sudah berlalu kini tiba lah kontrak Alana habis dan dia memilih untuk pulang ke negara nya. Di rumah semua orang senang saat mendengar kabar jika putri dari Aditya dan Vina akan kembali mereka mempersiapkan acara penyambutan untuk alan.
Sedangkan Saga dan Ken bertugas menjemput Alan di bandara, saat Saga melewati halte bus dia tersenyum sendiri mengingat jika biasa ada gadis cantik berhijab duduk menunggu bus datang. Saga melakukan mobil menuju bandara untuk menjemput Alan.
Ken yang melihat Saga tersenyum seorang diri sambil mengemudi mengerutkan dahi dan menepuk pundak saga.
"Fokus bang nanti nabrak lagi. Senyum- senyum sendiri kayak orang stress." ucap Ken.
"Apaan sih Ken, siapa yang senyum - senyum sendiri, abang fokus lihat jalan." ucap Saga yang tak ingin Ken tau apa yang dia rasakan.
Saat sampai kedua nya turun dari mobil dan menunggu kedatangan alan mereka hanya duduk menunggu hingga terdengar pengumuman jika pesawat dari malaysia telah tiba.
"Tuh bang alan dah sampai tapi di mana anak itu?" tanya ken.
"Alah kita tunggu saja nanti juga dia yang menghampiri kita, macam gak tau alan saja." jawab Saga.
Ken pun membenarkan ucapan saga dan kembali duduk hingga seorang gadis cantik dengan kaca mata hitam dan rambut di urai berlari meninggalkan koper nya saat dia melihat kedua abang nya duduk menunggu diri nnya.
"Abanggg.....!!" teriak Alan dari jauh saat dia melihat kedua bang nya.
Saga dan Ken yang baru berdiri terkejut saat Alan tiba - tiba langsung memeluk mereka berdua, untung mereka bisa mengimbangi tubuh Alan yang langsung memeluk mereka.
"Alan untung gak jatuh kita." ucap Ken.
"Hehe.... abang apa kabar mana bunda dan yang lain kok hanya kalian berdua?" tanya Alan.
"Ada di rumah mereka semua nunggu kamu di rumah." jawab Saga.
"Mana koper kamu?" tanya Ken yang tak melihat Alan membawa koper nya.
Alan pun langsung berbalik dan mencari koper yang dia tinggal tadi saat melihat nya dia langsung menunjuk kearah kopernya.
"Tu....!" tunjuk Alan.
Saga dan Ken hanya bisa menepuk dahi saat melihat Alan meninggalkan koper nya begitu saja di tengah keramaian orang.
"Ayo pulang ambil tu koper." ucap Saga ke arah Ken.
"Astaga abang aku ini calon captain kapal malah harus tunduk sama abang." ucap Ken.
Biar bagaimana pun Ken tetap melakukan apa yang di katakan oleh Saga, dia berjalan mengambil koper Alan, sedangkan Alan dan Saga berjalan menuju kearah parkiran di mana dia memarkirkan mobil nya.
Bersambung.....!!!
wihh kelakuan Ken bikin semua keluarga besar nya pada penasaran, kalau sampai saga tau bakalan ngamok nggak ya sama ken😅😂
rekomendasi bgt buat di baca
harusnya kamu tuh nolak aja walau udh di paksa juga ishhh
jadi begini kan
gmna kalo si Santo itu ngapa-ngapain kamu kan serem itu
yeayy Alana balik ke indo, gak kerasa udah 2 tahun aja Alana d malay🤭