Kalau kau tidak mencintaiku kenapa kau menikahi ku gus ?
Kenapa kau tak merelakan aku bersama teman mu yang mencintaiku ?
Kau mengikat ku dalam hubungan yang menyakitkan !
Anisa Az-Zahra seorang gadis biasa yang terpana dengan bahu seorang laki-laki saat hari terakhir OSPEK, dia memendam rasa pada laki-laki tersebut yang kemudian ia mengetahui namanya yaitu Muhammad Ali Haidar yang merupakan seorang gus besar.
Sampai akhirnya Zahra menikah dengan Ali, tapi kehidupan setelah menikah tak seindah yang Zahra bayangkan karena dalam hati Ali terdapat nama wanita lain yaitu Selly bahkan nama Zahra pun tak tertera dalam hati Ali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfi Syafa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 BERSATU
Aku dan Mas Ali duduk di sofa untuk menunggu senja beberapa saat kemudian senja terlihat, aku dan Mas Ali terpesona dengan keindahannya.
Subhanallah panorama keindahan Bali ini tidak bisa dibohongi keindahan senja sorenya disertai dengan pemandangan laut yang terbentang tiada ujung kemudian kehijauan pepohonan di sekitar membuat aku dan Mas Ali tenggelam kedalam suasana sejuk Bali.
Aku bersandar di bahu Mas Ali, sedang tangan Mas Ali membelai kepalaku dengan lembut dan sesekali Mas Ali juga mencium ujung kepalaku.
"Sayang kamu bahagia dengan ini? " tanya Mas Ali
"Iya Mas aku sangat bahagia, terima kasih atas semua kejutan ini Mas" ucapku
"Iya sayang, seharusnya aku yang berterima kasih padamu karena setelah semua yang kita lalui ini kamu tetap setia berada di sisi ku" kata Mas Ali
"Aku bodoh ya sayang, ada wanita sehebat dan sesempurna kamu aku tak pernah melihat bahkan meliriknya" lanjut Mas Ali dengan nada bersalah
"Mas jangan gitu semua kan butuh proses apalagi menerima orang yang sama sekali belum pernah datang dihidup kita bahkan tidak kita cintai pasti butuh waktu lama Mas" ucapku pada Mas Ali
"Sayang maafkan aku telah memberi banyak kesusahan, penderitaan dan sakit di dalam hatimu aku memang tak pantas disebut seorang suami karena aku tak bisa memimpin keluarga kecil kita" kata Mas Ali sambil menundukkan kepalanya di hadapanku dan ku lihat air mata mengalir di pipinya
"Mas sudah kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri semua ini sudah takdir dari Allah kita tidak dapat menyangkalnya, sekarang yang paling penting adalah masa depan kita Mas, kamu harus bisa memimpinnya lebih baik lagi agar tidak ada kata menyakiti atau disakiti lagi, kalau untuk semua yang telah terjadi biarlah berlalu aku sudah ikhlas Mas, ayo kita buka lembaran baru Mas" kataku pada Mas Ali sambil memegang kedua pipinya dan menghapus air mata yang mengalir deras tapi tak terasa air mataku pun ikut tumpah
"Terima kasih Zahra, terima kasih banyak" kata Mas Ali kemudian memelukku dengan erat
"Tetap di sampingku istri ku, aku berjanji akan selalu membahagiakan mu dan menjaga hati mu kita bersama-sama berjalan menuju Ridho-Nya" kata Mas Ali yang semakin mengeratkan pelukannya padaku
"Iya Mas aku akan selalu ada di sisi mu, kita mengarungi kehidupan ini bersama-sama Mas" ucapku membalas pelukan Mas Ali
Sore itu bersamaan dengan tenggelamnya senja air mata bahagia ini mengucur dengan deras, pelukan hangat ini mengartikan saling meyakini hati satu sama lain.
Setelah waktu sholat maghrib tiba, aku dan Mas Ali sholat berjamaah rasa bahagia dan nyaman terasa, Mas Ali melantunkan surah-surah dalam sholat dengan merdu membuat ku terharu dan lagi-lagi air mata ini mengalir.
"Terima kasih Ya Allah telah Kau sadarkan suamiku telah Kau tunjukkan jalan yang benar, lindungilah pernikahan kami dari segala godaan yang tidak engkau Ridhoi" batin ku dalam hati
..
Setelah sholat isya' aku dan Mas Ali makan malam di situ Mas Ali memesan berbagai hidangan yang enak-enak, terlihat yang mendominasi meja makan kami adalah masakan laut.
Mas Ali mempersilahkan ku duduk ini adalah dinner pertama kami, bahagianya hati ku dengan semua yang telah diberikan Mas Ali.
"Sayang stop!! stop!! kamu duduk manis biar aku yang ambilin buat kamu" kata Mas Ali sambil mengambilkan benerapa menu makanan di meja
"Ehh Mas maaf, aku nggak bisa makan masakan laut, jadi aku makan itu aja " kataku menunjuk steak dan ayam bakar
"Loh kenapa sayang kamu nggak suka? " tanya Mas Ali penasaran
"Maaf aku belum sempet ngomong kalau aku alergi sama makanan laut" kataku sambil menggigit bibir
"Astaghfirullah sayang maaf aku nggak tau, payah sekai ya sayang sudah selama ini aku menjadi suamimu aku tidak tau apa yang kamu suka atau kamu nggak suka bahkan kamu alergi makanan laut aja aku nggak tau" ucap Mas Ali sambil mengelus kepalaku
"Nggak papa Mas lagian aku juga nggak pernah ngomong ke siapa-siapa wajar kalau Mas nggak tau" jawabku dengan lembut
"Ya udah ini steak dan ayam bakar buat kamu, harus dimakan sampai habis" kata Mas Ali sambil meletakan piring yang berisi steak dan ayam bakar
"Tapi Mas ini kan banyak banget mana mungkin aku bisa ngabisin ini semua" ucapku manyun
"Hahah lucu banget kamu sayang, iya pokoknya kamu harus makan sampai kenyang" tuturnya
Aku dan Mas Ali pun makan sedikit demi sedikit makanan yang ada di meja, kulihat sesekali Mas Ali menatap wajahku dengan senyum manisnya.
"Ihh Mas kenapa sih, jangan ngeliatin gitu terus dong Ra kan malu" ucapku
"Lah orang ada bidadari yang cantik banget lagi makan di hadapanku nggak dilihatin gimana coba" goda Mas Ali
"Mas kamu ya genit banget" ucapku
"Ye genit sama istri sendiri nggak papa kali" sahutnya
Sesekali kita bercanda ditengah-tengah makan, kadangtertawa melihat tingkah Mas Ali yang lucu kadang kesal dengan godaan-godaan Mas Ali yang membuat pipiku merah sempurna.
..
Setelah makan malam aku dan Mas Ali menuju kamar kami, selama perjalanan menuju kamar kami bercanda tawa, rasa seperti ini yang aku harapkan selama hidup bersama Mas Ali.
Setelah lebih dalam aku tenggelam dalam hati Mas Ali aku menemukan kehangatan di dalamnya, Mas Ali yang biasa ku kenal dingin, judes, nggak mau tau dengan apa pun yang aku lakukan ternyata dia sosok yang asyik, menyenangkan, dan juga lucu.
Setelah beberapa saat kami menelusuri setiap lorong dari hotel itu aku dan Mas Ali akhirnya sampai di kamar kami.
"Huuhh akhirnya sampai juga" kataku sambil masuk ke dalam kamar
"Capek ya sayang? " tanya Mas Ali
"Nggak Mas tapi suka aja sama kamar ini, jadi setiap masuk seneng aja ada di kamar ini" jawabku
"Sayang aku boleh buka hijab mu? " tanya Mas Ali, memang sebelumnya Mas Ali belum pernah membuka hijabku secara langsung waktu itu ia hendak melepaskan hijabku tapi Umi sudah memanggil Mas Ali untuk menemui tamu
"Iya Mas" kataku sambil menganggukkan kepala
Mas Ali membuka hijabku perlahan, dia mengamati ku dengan seksama, dan dalam situasi yang menegangkan buatku itu Mas Ali masih bisa bercanda.
"Kamu lucu sayang kalau pipimu mulai memerah gitu" katanya
"Ihh Mas Ali, aku udah malu malah Mas nggoda aku kaya gitu" kataku kesal
Mas Ali tertawa lepas dan memelukku dengan erat dan membelai rambutku dengan halus, setelah itu Mas Ali melepaskan pelukkannya dengan perlahan.
"Sayang aku ingin melaksanakan kewajibanku untuk mu, tapi sebelumnya ayo kita sholat sunnah dulu" kata Mas Ali sambil memegang kedua pipiku yang kemudian ku iyakan dengan anggukan
..
Setelah sholat sunnah aku dan Mas Ali kembali ke ranjang kami.
"Sayang kamu sudah siap? " tanyanya
"Ingsyaallah" ucapku malu
Mas Ali menciumku dengan perlahan, sedikit demi sedikit kita saling menyatu dan untuk yang kedua kalinya kita menyatukan cinta kami dalam Ridhonya.
entah q ny yg bapran ato novel ny yg bnyk bwang