Mungkin bagi sebagian orang hal ini aneh, namun bagiku ini memang nyata. Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Entah itu keberuntungan atau kesialan. Sejak dari kecil mama selalu melarang dan menyuruh aku ini itu. Ketika aku memprotes perintah mama, ia selalu bilang "Lakukan saja perintah mama kalau kamu tidak mau terkena musibah,".
Awalnya aku tak percaya dengan kata mama, namun semakin aku beranjak dewasa aku mulai paham dengan kata-kata mama. Aku menyesal, kenapa aku baru sadar akan kata-kata mama disaat musibah itu datang. Ya aku tidak melakukan perintah mama ketika aku telah menyelesaikan studi ku. Seharusnya aku ikut mama dan papa pulang, namun aku membantah perintah itu.
Hingga suatu hari, keputusan ku itu menyebabkan mama jatuh sakit. Sebelum mama pergi untuk selama-lamanya, ia berwasiat kepada ku untuk menikahi perempuan pilihannya sesegera mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani Zulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C-32
Assalamualaikum....
Maaf nih baru bisa up lagi...🙏🙏🙏
Semoga tidak mengecewakan kalian...
Selamat membaca....👩💻👩💻👩💻
πππππππ•••••••••πππππππππ
Pondok
Angin sore bertiup dengan perlahan menampar tubuh kami memberikan kesejukan.
Hari ini adalah hari ke-6 setelah pembukaan haflah. Ya, 6 hari yang lalu Abah telah membuka acara ini. Dan sejak itu sampai 2 minggu setelah nya akan berlangsung beberapa acara dipondok.
Acara ini terdiri dari acara khusus santri putra dan putri sendiri2. Dan beberapa acara akan di gabung. Ada juga yang melibatkan orang luar. Acara ini menjadi agenda tahunan pondok ini. Setiap selesai ujian sekolah sore di semester ke terakhir pembelajaran.
Untuk satu minggu ini, acara masih berlangsung sendiri-sendiri. Seperti hari ini, Di pondok putri ada acara muslimah cersen. Sedangkan di pondok putra, di adakan perlombaan sepak bola.
Jam telah menunjukkan pukul setengah lima sore. Semua santri sudah kembali untuk melakukan aktivitas masing-masing.
Aula yang tadi di penuhi oleh orang. Sekarang sepi, tinggallah panitia. Mereka yang bertanggung jawab atas acara ini.
Nabila
Huft..... ku hembuskan nafas yang terasa sasak saat melihat lemari pakaian tinggal beberapa potong baju. Sahabat ku juga melakukan hal yang sama seperti ku. Karena lemari kita di jadikan satu. Jadilah kami tahu bahwa pakaian kami tinggal beberapa saja.
"Berapa hari kita gak nyuci gaess" tanya Hasna heboh
"Kalau gak salah hitung udah seminggu lebih." jawab Dina sambil mengingat kapan kami terakhir mencuci
"Berarti besok kita jadi tukang londry nihhhh." ucap Nurma tak kalah heboh dari Hasna
"Mau gimana lagi. Emang Lo mau pakai baju belum di cuci itu." ucap ku
"Iyuuuhhhh gak banget deh. Masak iya gue pakai baju belum di cuci, apa kata dunia." jawab Nurma
"Ya udah, tar malam kita siapin. Dan besok pagi selesai pengajian kita langsung nyuci. Gimana setuju gak nih." ucap Dina
"Setuju...." jawab kami bertiga kompak
"Ya udah mandi yukkk" ucapku
"Cabut..." ucap Nurma sambil berlalu mendahului kami
Kamar mandi begitu ramai, mengingat waktu nya mandi dan juga solat. Tapi kami cukup beruntung, karena asrama kamu yang masih jadi satu dengan kamar mandi dan juga tempat mencuci dan menjemur. Tidak seperti yang lain, yang asramanya terpisah dari kamar mandi dan tempat jemur.
*************************
Nabila
Sejak ujian sekolah sore ku berakhir. Rosyid selalu bersama ku. Dia juga jarang pulang kerumah, kalau Abah tidak menjemput dia tak akan pulang. Dia memilih untuk tinggal di asrama bersama ku. Karena dia setelah ini tidak bisa bersama dengan ku lagi.
Memang benar yang dikatakan oleh Rosyid. Setelah liburan ini, aku tak akan menginap di pondok ini lagi dan kembali seperti dulu lagi. Tertawa dan berbagi bersama sahabat ku.
Karena pernikahan ku dan juga permintaan ke dua orang tua ku. Setelah selesai acara-acara di pondok. Aku akan di boyong.
Tak ada pilihan lagi untuk ku. Jujur ada rasa takut, karena aku belum siap untuk menjadi seorang istri. Apalagi seorang ibu, ohhhh betapa menderitanya aku. Di usia semuda ini sudah jadi istri orang. Ngurus diri sendiri aja belum bisa. Nah ini, di suruh ngurus orang lain yang lebih tua dari aku. Aku gak bisa bayangin.
Aku sendiri bingung, ujian aja baru selesai. Ijasah belum sampai di tangan bahkan pengumuman kelulusan aja belum. Tapi kok aku udah di ijab sah ya.
Seperti kesepakatan kami kemarin. Selesai pengajian kami akan mencuci.
Berhubung libur sekolah dan acara pondok hari ini adalah lomba pidato untuk anak-anak SD jadi kami memilih untuk mencuci kami. Kebiasaan untuk kami sejak naik kelas tiga. Kami akan mencuci jika ada waktu luang atau baju di lemari sudah tinggal bersama.
Kami tidak hanya mencuci saat pagi saja seperti ini. Terkadang malam hari, jam 12 malam, atau kapan pun saat kita ada waktu.
Selesai pengajian aku dan Nurma bersama Rosyid kembali kekamar. Ku letakkan kitab berserta polpennya. Kami segera turun dan membawa keperluan mencuci kami.
"MB bila nanti aku antu uci oleh yaaa..." ucap Rosyid yang belum bisa berbicara lancar
"Nanti kalau kamu kecapean gimana" jawab ku
"Dak ok, tar alu capek istiahat, bolae yaaaa"
"Dak usah, nanti kamu duduk aja lihat MB nyuci." ucapku
"Atu ikutt"
"Bolehin bil, tar rewel malah kita gak jadi nyuci lagi" ucap Dina
"Iya deh, tapi harus janji sama MB."
"Apa"
"Jangan sampai kamu kecapean apa lagi sakit. Kalau sudah merasa capek bilang sama MB."
"Ciap" ucapnya
"Ya udah sini duduk dekat MB" ajak ku
Kami segera mencuci baju kami. Serasa buka londry dadakan. Alhamdulillah hari ini tidak banyak yang mencuci.
Saat melihat tingkah lucu Rosyid. Kami selalu tertawa bahkan teman kita yang tidak mencuci saja sampai ikut kami melihat tingkah Rosyid. Dia sangat lucu dan menggemaskan. Tapi kalau sudah marah tak ada yang berani mendekat.
Setiap kali kami mencuci, kami akan bagi tugas agar cepat selesai. Dan jika bagian kami sudah selesai kami akan bantu yang lain. Aku merasa beruntung bisa memiliki sahabat seperti mereka. Yang selalu berbagi apapun dan selalu ada buat aku.
Tepat pukul jam 9 pagi, kami sudah berada di kamar. Tubuh ini terasa remuk. Perut kami juga keroncongan karena sejak pagi kami belum makan tapi sudah bekerja.
Selesai makan kami memilih istirahat di kamar. Begitu pun Rosyid, dia sudah tertidur di samping ku. Mungkin dia juga merasakan apa yang kamu rasakan. Kami juga mengikuti dia untuk istirahat.
ππππππππππππ••••••••••••••••ππππππππππ
Gimana nihhhh cerita nya
Bagus gk...
Segini dulu yaaa
Jangan lupa ✍️✍️✍️
komentar dan like yaaa
Sekian
Dan
Terimakasih
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
makasih 🙏🙏