NovelToon NovelToon
Tiga Pria, Ayah Anakku

Tiga Pria, Ayah Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / One Night Stand / Trauma masa lalu / Lari Saat Hamil / Konflik etika / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Monica Dewi

Pernikahan bahagia yang diimpikan Anna berubah menjadi tragedi, kala seorang pria merenggut kesuciannya di malam pertama pernikahannya.

Anna yang terpuruk akibat kejadian itu pun mencoba bangkit kembali dan melanjutkan hidupnya.

Namun, takdir berkata lain, ia harus kembali mengingat peristiwa kelam malam itu saat dirinya dinyatakan hamil.

Akankah pria itu bertanggung jawab padanya?
Atau ada malaikat lain yang akan datang menolongnya?
Dan bagaimana dengan suami dan pernikahannya?


Ikuti kisah Anna selengkapnya dalam menjalani kehidupannya dalam Tiga Pria, Ayah Anakku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Monica Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Mematahkan Dua Hati

"Sudah kubilang lepaskan istriku!!" hardik Andrew.

"Ahh ...!!" Anna berteriak karena Andrew menariknya dengan keras.

"Andy, jangan sakiti dia!!"

Jonathan menyerahkan Michael pada Maria dan berjalan mendekati Andrew.

"Ada apa, Nathan?! Apa kau ingin memukulku?!" tantang Andrew.

"Nathan, dia adalah istriku, maka aku akan memperlakukannya sesuai dengan keinginanku. Dan aku paling benci jika barang milikku di sentuh oleh orang lain," seringai Andrew.

"Istrimu?! Bukankah kau sudah menceraikan Anna?!"

"Tidak, aku tidak pernah menceraikannya." Andrew memegang dagu Anna agar wanita itu melihat padanya.

"Dia sangat cantik bukan bahkan sampai membuatmu dan kakakku tergila-gila padanya jadi mana mungkin aku akan melepaskannya begitu saja."

"Apa?! Tuan Muda Alex suka pada Anna?!"

"Benar, Ibu Mertuaku Sayang. Bahkan cucu kecil dalam pelukanmu itu adalah anak mereka. Apa kau tidak menyadari kemiripan antara Mickey dan kakakku?!" Andrew terus memprovokasi mereka.

"Apa?! Tidak mungkin!! Nathan, bukankah Mickey adalah anakmu?! Ada apa ini?!" Margareth pun ikut bertanya pada Jonathan.

"Maaf, Nenek. Aku tidak bermaksud membohongimu." Anna meminta maaf pada Margareth.

"Anna, kamu ...!!"

Maria terlihat marah pada Anna. Dia selama ini menerima semua bantuan Jonathan karena berpikir jika pria itu adalah ayah dari anak yang dilahirkan putrinya.

'Apa?! Mickey adalah anak Alex?! Tapi sejak kejadian itu, Anna tidak pernah bertemu dengan keluarga Williams, apa lagi Alex. Apa mungkin Alex adalah pria yang menodai Anna dan dia hamil karenanya?'

"Ya, Tuhan! Cobaan apa lagi ini?!" Maria terduduk lesu.

"Nenek." Michael memanggil neneknya yang menangis.

"Ibu ...." Anna juga ingin menghampiri Maria, tetapi Andrew menahannya.

"Sudahlah, Ibu Mertua, aku sudah tidak mempermasalahkan hal ini lagi. Namun, karena aku dan Anna belum bercerai, maka kau harus ikut dengan kami pulang ke kota C.

Mulai sekarang aku yang akan merawatmu. Kita tidak boleh merepotkan keluarga Collin lagi."

"Tidak, kau tidak boleh membawa mereka!" tolak Jonathan.

"Apa hakmu berbicara seperti itu?! Bahkan Alex pun tak bisa mencegahku. Lalu siapa kau?! Kau hanyalah orang yang kebetulan menemukan barangku yang tertinggal saja."

"Cukup, Andrew!! Hentikan!!" Anna menghentikan perkataan Andrew yang semakin menyakiti hati orang-orang.

Anna mendekati Jonathan. "Nathan, maafkan aku. Aku harus pergi bersama Andrew. Aku tidak ingin merepotkanmu lagi.

Terima kasih selama ini kau telah merawat kami. Aku sangat bersyukur bertemu denganmu, Nathan."

Anna merasa sangat beruntung bertemu dengan Jonathan. Pria ini dengan tulus mencintainya. Maka Anna tak mau jika sampai Andrew menyakitinya.

"Anna, tidak! Aku tak ingin kau pergi. Jangan tinggalkan aku Anna! Aku sangat mencintaimu." Jonathan memegang tangan Anna.

"Maafkan aku, Nathan."

Anna menangis mendengar permohonan Jonathan. Namun, dia tak bisa berbuat apa-apa. Andrew pasti akan melakukan ancamannya.

"Anna, apa dia mengancammu?!" Jonathan tahu tidak mungkin Anna tiba-tiba pergi dengan Andrew begitu saja.

"Cukup, Nathan!! Lepaskan Anna. Kami harus pergi!" Andrew menarik tangan Anna dari genggaman Jonathan.

"Ibu Mertua, ikutlah dengan kami."

"Ibu. Nenek. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membohongi kalian. Aku mohon maafkan aku." Anna berjalan mendekati Maria dan Margareth.

"Anna ...."

Margareth membelai wajah Anna. Dia tahu Anna anak yang baik, tidak mungkin Anna melukai Jonathan. Dia juga sudah menganggap mereka semua adalah keluarganya. Dia hanya sedih karena mereka akan pergi.

"Nenek."

"Tidak apa-apa, Sayang. Nenek mengerti. Pergilah bersama dengan suamimu." Margareth merelakan mereka.

"Kau pergilah, Anna. Ibu akan tetap disini menemani Nyonya Margareth," tolak Maria.

"Tetapi, Bu ...."

"Sudahlah, Anna. Kau sudah dewasa, kau bisa menentukan jalan hidupmu sendiri. Biarkan Ibu disini merawat Nyonya Margareth untuk membayar semua kebaikan mereka pada kita."

"Maria, pergilah bersama dengan putrimu. Aku tidak apa-apa."

"Maaf, Nyonya Margareth, keputusanku sudah bulat. Aku akan tetap mengabdi padamu, walaupun kau mengusirku." Maria bersikeras.

"Pergilah, Anna. Jaga Mickey baik-baik." Maria menyuruh Anna pergi.

Anna membawa Michael dari Maria dan menoleh pada Jonathan. Pria itu sedari tadi diam saja.

"Nathan, aku sungguh minta maaf. Selamat tinggal." Anna berlari pergi meninggalkan rumah keluarga Collin.

"Baiklah semuanya kami pergi dulu. Permisi!" Andrew pergi mengikuti Anna.

"Andy, jaga mereka baik-baik. Jika kau menyakiti mereka maka aku akan membuat perhitungan denganmu!!"

Andrew terkekeh mendengar ancaman Jonathan. Itu adalah ancaman yang sama seperti yang di lontarkan Alex padanya tadi.

"Tenang saja. Aku tahu apa yang kulakukan. Sampai jumpa, Nathan."

'Anna ... Anna ... kau benar-benar hebat. Dalam satu hari kau sudah mematahkan hati dua orang pria ini.'

.

.

.

Kota C, Kediaman Keluarga Williams

"Sayang, duduklah. Kau membuatku pusing." Daniel menegur istrinya yang sejak tadi berjalan mondar-mandir.

"Ini semua adalah karena ulah para putra bodohmu itu. Mickey adalah anak Alex, tetapi Andrew ternyata belum bercerai dengan Anna."

Rose pusing dengan masalah Alex dan Andrew.

"Mereka sudah dewasa, kita tak bisa terus mengontrolnya. Kita serahkan saja urusan ini pada mereka."

"Ehm ... baiklah."

"Ayah, Ibu, kami pulang!"

Andrew berjalan masuk bersama dengan Anna yang tengah menggendong Michael yang telah tertidur karena kelelahan.

"Anna, ayo sapa ayah dan ibu mertuamu," ucap Andrew.

"Selamat malam, Ayah, Ibu," sapa Anna.

"Kemarilah, Anna. Duduk dengan Ibu."

"Ayah, aku dan Anna akan tinggal disini. Aku takut dia akan kesepian di rumah sendirian saat aku pergi bekerja."

Daniel tahu alasan mengapa Andrew membawa mereka tinggal bersamanya dan istrinya daripada di rumah pribadinya sendiri.

Karena dia takut Alex akan datang membawa mereka saat dia tidak di rumah, maka terpaksa dia mengajak Anna tinggal di sini.

"Ayah dan Ibu tidak keberatan. Lagi pula kami jadi bisa bebas bermain bersama dengan Mickey nanti," ucap Daniel yang memang sudah sangat rindu bermain dengan cucunya itu.

"Benar. Ibu juga jadi mempunyai teman mengobrol jika Ayahmu sedang pergi bekerja."

"Kalian istirahatlah dulu. Kasian Mickey sudah tertidur," ucap Daniel lalu segera memanggil pelayan untuk membawa koper dan menyiapkan kamar untuk mereka.

"Nyonya Muda, ini kamar untuk Tuan Muda Kecil. Saya akan meletakkan kopernya disini."

"Baiklah. Terima kasih."

Anna membaringkan Michael di tempat tidur. Dia tertidur pulas.

"Bawa koper Nyonya Muda ke kamarku." Andrew datang dan menyuruh pelayan itu memindahkan koper Anna.

Anna terkejut karena harus tidur di kamar bersama dengan Andrew.

"Ehm ..., Kak, aku tidur dengan Mickey saja di sini. Karena dia akan menangis nanti jika tak ada orang yang menemaninya tidur."

Andrew tahu Anna sedang berbohong karena saat dia di rumah Alex, dia tahu jika Michael dan Anna tidur di kamar yang berbeda.

"Mickey sudah besar, dia harus tidur di kamarnya sendiri." Andrew tak peduli dengan alasan Anna.

"Bawa koper Nyonya Muda ke kamarku dan bantu rapikan!" titahnya.

"Baik, Tuan Muda Kedua." Para pelayan itu pun segera mengikuti perintah Andrew.

.

.

.

One Sky Group

Malam sudah semakin larut, tetapi Alex masih saja menyibukkan diri di kantornya. Dia tak berniat pulang karena di sana dia hanya akan sendirian.

Dia mengambil handphonenya dan ingin menelepon Anna, tetapi diurungkannya.

Dia tersenyum memandang foto mereka saat di Disneyland Jepang. Michael tampak tertawa dengan ceria, sedangkan Anna hanya cemberut karena dia memaksanya soal test DNA dulu.

'Anna, Mickey, aku sangat merindukan kalian.'

.

.

.

1
Wulan Ulan
sedih bgt deh lihat keadaan ana..
jadi ikutan nangis deh
Ristya Putri
Aku ulang baca cerita ini udah 3 kali, dan selalu suka. Gk tega nantinya mereka bakal kepisah 😢 😢
メートル あなた
Luar biasa
メートル あなた
sudah beberapa kali aku membaca novel ini dan tidak ada bosannya aku mengulang membacanya lagi😢
Irfan Narti
lanjuut
Irfan Narti
kasian Anna
Mariaangelina Yuliana
jangan sampai ada yang seperti Alex di dunia nyata🤣 masa pake liptin aja gak boleh apa lagi gak ada yang menor juga riasan nya 😀 capek juga kalau dapat yang serba posesif kayak gitu, mana punya ide d sruh pakek helm segala ia Tuhan jangan sampai 🤦🏻‍♀️
pena_knia04
baca untuk yang kesekian kalinya ceritanya bagus, alurnya jelas, tokoh-tokohnya walupun animasi tapi ganteng ganteng
chaaa
🤣🤣🤣🤣🤣
Eka Chusnul Msi
mewek bacanya 😭😭
Khaanza
. ...
Gina Savitri
Buat seorang istri setia mending mati kelaparan dari pada berpaling dari suami nya kali nicholas 😏
Gina Savitri
Wilona sekali pernah selingkuh dari andrew ya akan berulang lagi, untung aja alex bukan laki2 yg gampang tergoda kaya andrew 😏
Gina Savitri
Huh andrew sama keponakan aja jahat berniat mau sama ibunya 😏
Andrew bukan cinta sama anna tapi terobsesi aja nikmati tubuhnya 😣
Gina Savitri
Emang cuma alex yg cinta anna dengan tulus dan memperjuangkan nya sedangkan andrew dan jonathan mencintai anna karna terbiasa bersama2 tanpa memperjuangkan anna 😉
Gina Savitri
Alex walaupun arogan bisa jadi ayah yg baik, klo andrew kayanya nggak mungkin sama keponakan aja nggak perhatian apalagi anak sendiri 😏
Gina Savitri
Mamam tuh andrew suami penghianat bukan anna yg berkhianat 😏
Gina Savitri
Anna merasa di perjuangkan klo sama alex sedangkan sama nathan merasa nyaman karna di perhatikan dan sama andrew merasa terbiasa bersama aja 😁
Gina Savitri
Alex laki2 yg tepat buat anna soalnya selalu perhatian, sayang dan cinta anna dan anaknya dan anna juga mencintai alex
andrew kelihatan egois cuma butuh anna sebagai istri bukan ibu dari seorang anak yg dlm kenyataan sama keponakan aja andrew jahat gimana sama anak orang lain dan anaknya nanti
Tuấn Mark
cewknya juga kenapa keluar kamar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!