NovelToon NovelToon
Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Janda / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Niskala NU Jiwa

Ditinggalkan ,dihina, dan dicap mandul, Azura kembali ke desa kerumah orang tuanya dengan hati hancur setelah 5 tahun pernikahan diceraikan suaminya . Namun saat hidupnya mulai bangkit, rahasia besar keluarga terungkap, ancaman, dan musuh berbahaya . Di tengah badai itu, Azura bertemu Rayyan ,duda kata dengan dua anak kembar dan luka masa lalu . Akankah Azura mempertahankan harga diri, keluarga, dan cintanya? Atau masa lalu kembali meruntuhkan segalanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala NU Jiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisikan dan Langkah Awal

Pagi itu, Desa Kenanga benar-benar "gempar". Suara deru mesin truk-truk besar bermuatan semen, besi, dan kayu jati kualitas super merayap membelah jalanan desa yang sempit. Anak-anak kecil bersorak kegirangan mengejar truk tersebut, sementara para ibu sudah berdiri di pinggir jalan dengan daster dan spatula di tangan.

Truk-truk itu berhenti tepat di depan lahan luas milik keluarga Pak Hadi. Puluhan pekerja turun dan dengan sigap memasang pagar seng setinggi dua meter di sekeliling lokasi pembangunan di lahan belakang.

“Lho, lho! Kok dipagar seng segala? Memangnya mau bangun markas rahasia?” celetuk Bu Tejo yang sudah berkumpul di warung depan.

“Pasti supaya nggak ketahuan kalau yang dibangun itu cuma rumah petak kecil,” timpal Bu Ratmi sinis. “Atau jangan-jangan... supaya orang nggak tahu kalau yang datang berkunjung itu om-om kota?”

Ibu-ibu lain tertawa renyah, tawa yang penuh duri. Di tengah keriuhan itu, Bu Ramlah, istri Pak RT yang dikenal bijak dan disegani, melangkah mendekat.

“Sudah, sudah. Istigfar, Ibu-ibu,” tegur Bu Ramlah tenang namun tegas. “Mau bangun rumah petak atau istana, itu hak keluarga Pak Hadi. Kita ini tetangga, harusnya ikut senang kalau ada warga kita yang bangkit dari kesusahan. Lagipula, Azura itu anak baik, sejak kecil kita tahu dia santun.”

Bu Tejo mencibir tipis, tapi tak berani mendebat Bu RT. “Ya tapi kan aneh, Bu RT. Baru seminggu pulang sudah punya uang ratusan juta. Kita saja yang kerja banting tulang bertahun-tahun cuma bisa buat tambal atap.”

“Rezeki orang sudah ada takarannya, Bu Tejo. Jangan sampai penyakit hati menghapus pahala puasa dan shalat kita,” tutup Bu Ramlah telak, membuat suasana seketika hening karena malu.

Sedangkan, di balik pagar seng yang tertutup rapat, Mas Andi memimpin pengerjaan fondasi dengan sistem lembur. Azura ingin segalanya bergerak secepat kilat.

Alih-alih memedulikan bisikan di luar, Azura mengajak Ayah dan Ibunya menuju aliran sungai di pinggir desa. Sinar matahari pagi memantul di permukaan air yang hampir tertutup hamparan hijau eceng gondok.

“Ini emas kita, Pak, Bu,” ucap Azura penuh semangat.

Pak Hadi tertawa kecil sambil menggulung celana panjangnya. “Ra, Bapak ini sudah puluhan tahun lewat sini, baru kali ini dengar ada orang bilang rumput air ini emas. Bapak pikir emas itu yang kuning berkilau, ternyata yang hijau menjalar begini ya?”

“Hush, Bapak ini,” sahut Bu Sulastri sambil memegang arit. “Azura ini sarjana, Pak.

Pikirannya jauh ke depan, nggak seperti kita yang cuma tahu jual mangga.”

Mereka bertiga mulai masuk ke pinggiran sungai yang dangkal. Azura mengajari cara memilih batang yang panjang dan seratnya kuat. Tawa pecah saat Pak Hadi hampir terpeleset karena menginjak lumpur yang licin.

“Aduh! Untung Bapak masih lincah, kalau tidak, sudah jadi teman eceng gondok di dalam sana!” canda Pak Hadi sambil menunjukkan seikat besar batang hijau di tangannya.

“Ingat ya, Bu, Pak. Kita ambil yang batangnya tegak begini. Ini nanti kalau dikeringkan seratnya paling cantik untuk dijadikan tas atau keranjang,” jelas Azura telaten.

Dua jam bekerja di bawah terik matahari, gerobak mereka sudah penuh sesak. Batang-batang eceng gondok itu bertumpuk tinggi. Sambil mengelap keringat dengan ujung kerudungnya, Azura menatap kedua orang tuanya yang tampak jauh lebih bersemangat daripada hari-hari sebelumnya.

“Capek ya, Pak? Bu?” tanya Azura cemas.

“Capek badannya, Ra. Tapi hati Ibu rasanya plong. Seperti punya harapan baru,” jawab Bu Sulastri sambil tersenyum tulus.

Sesampainya di rumah, Azura menghamparkan hasil panen itu di halaman depan. Ia segera mengeluarkan ponselnya, merekam proses penjemuran tersebut.

“Hari pertama memulai langkah dari nol. Mengubah gulma menjadi karya,” ucap Azura mantap ke arah kamera.

Beberapa warga yang lewat berhenti dan menatap heran ke arah tumpukan rumput basah itu. “Mau ternak kambing, Ra? Kok rumputnya banyak benar?” ejek seorang pemuda desa yang lewat.

Azura membalasnya dengan senyum paling elegan yang ia miliki. “Bukan Mas, ini calon berlian. Silakan mampir lagi bulan depan ya.”

Mendengar ucapan dari Azura pemuda itu langsung pergi dengan tawa ejekkan.

Malam harinya, di bawah cahaya lampu yang terang, Azura mengecek video pendek yang baru ia unggah. Notifikasinya meledak. Banyak yang bertanya tentang proses pengolahan, bahkan ada yang sudah ingin memesan meski produknya belum jadi.

Azura mengunggahnya ke media sosial YouTube, Facebook, tiktok ,Instagram. Azura tidak menampilkan wajahnya, hanya ada wajah bapak dan ibunya.

Di luar sana, suara palu dan gergaji dari balik pagar seng masih terdengar samar. Azura menatap langit malam.

Tertawalah sekarang, Bu Tejo, Bu Ratmi... karena saat pagar seng ini dibuka nanti, kalian bahkan tidak akan sanggup menatap cahaya dari rumah baruku. Senyum Azura terukir.

1
Roos Penerut's
cerita bagia
Evi Lusiana
terharu thor,walopun slm 5 thn azzura bgi burung d dlm sangkar bgtu kluar dia ttp bs jd penerang bgi kluargany yg sdg kesusahan
Evi Lusiana
ayo zura bangkit dn lawan musuh²mu dg elegan,kau org cerdas
bilik166
💪💪💪💪💪💪
Niskala NU Jiwa: terimakasih
total 1 replies
Elia Rossa
aku suka cerita kalo wanitanya tangguh gini...👍
Niskala NU Jiwa: terimakasih kak. 😍
total 1 replies
naya siswanto
keren
Darlysese
di tunggu lanjutannya
Darlysese
semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!