Ketika semua hanya bisa di selesai dengan uang. Yang membuat ia melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan uang, juga termasuk menju*l tubuhnya sendiri.
Tidak mudah menjadi seorang ibu tunggal. di tengah kerasnya sebuah kehidupan yang semakin padat akan ekonomi yang semakin meningkat.
Ketika terkuaknya kebenaran jati diri putrinya. apakah semua akan baik-baik saja? atau mungkin akan bertambah buruk?
Ikuti kisahnya dalam. Ranjang Penyelesaian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A.
"Ada apa ini, Aulia? Sebenarnya apa yang tidak aku ketahui selama ini?" Tanya Dave masih dengan ekspresi tak percaya kalau Asya ternyata putri kandungnya selama ini.
"Cinta, cinta mu untuk Lusia sudah membutakan perasaan mu. Kau tidak melihat mana benar dan mana salah. Sehingga semua kesalahannya, bagaikan kebenaran di matamu," ucap Aulia menarik nafas.
"Selama ini, putrimu tidak tewas... Dia..."
Aulia mulai menceritakan satu persatu dari semua apa yang telah terjadi selama ini. Dan bagaimana Asya putri Dave bisa bertahan hidup sampai sekarang setelah apa yang terjadi pada tubuh mungil gadis tak berdosa itu.
"Kenapa kau tidak menceritakannya padaku dari awal? Benarkan, kalau kau wanita malam itu?" Dave kembali bertanya tentang Aulia.
"Iya, aku wanita malam itu." Akhirnya Aulia mau jujur dan memberitahukan kepada Dave kalau dia benar-benar wanita yang pernah Lusia suguhkan pada Dave.
Dave berdiri menghampiri Asya yang masih belum sadarkan diri.
"Ternyata benar kau masih hidup... Dulu, Lusia bukan wanita yang kejam. Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba dia berubah menjadi wanita yang sangat mengenaskan. Sehingga dia tega ingin membunuh putri kandungnya sendiri." mata Dave berkaca-kaca.
Meski bagaimanapun Dave masih sangat mencintai Lusia yang pernah bertahta dalam lubuk hatinya yang paling dalam.
Tapi setelah semua yang terjadi. Apakah masih pantas ada kata cinta di hatinya untuk wanita seperti Lusia?
Sungguh sangat mengecewakan. Lusia berubah drastis menjadi wanita kejam!
"Aulia." Panggil Dave menoleh ke arah Aulia.
Aulia melihat Dave yang menatapnya teduh.
"Apakah setelah ini kau akan pergi?" Tanya Dave sangat berharap dari mata pria itu kalau dia tidak ingin Aulia pergi dari sisinya.
Aulia menunduk. "Untuk apa aku tinggal? Aku sudah mengembalikan putrimu, dan kalian sudah kembali bersatu. Aku juga ingin kebebasan ku," jawab Aulia menunduk.
Jawaban Aulia. Membuat hati Dave sakit mendengarnya. Karena sejatinya, dia tidak ingin Aulia pergi meninggalkannya.
"Apa karena Vegam?" Tebak Dave.
Aulia meremas jemari tangannya saat Dave menyebut nama Vegam.
"Tidak, karena di antara kita berdua tidak akan pernah bisa saling bersatu. Kau tidak mencintaiku, begitupun denganku," jawab Aulia tidak ingin hubungan mereka terus berlanjut tanpa hubungan yang pasti.
Dave tersenyum miris. "Kenapa kita tidak mencobanya? Cinta bisa tumbuh dengan seiring berjalannya waktu. Tinggallah di sisiku, temani aku membesarkan Asya bersama," ucap Dave serius menatap ke dalam malam Aulia.
Aulia tidak menjawab. Namun dia menunduk dalam seperti sedang menimbang-nimbang tawaran Dave.
Asya gadis yang sudah dia besarkan sama lebih dari 6 tahun. Tentu saja pertimbangannya untuk meninggalkan Dave itu sangatlah besar.
Meski tak ada cinta di hatinya untuk Dave. Namun Dave tetap ayah dari Asya. Yang sulit untuk membuat Aulia membuat suatu keputusan.
**
Di dalam sebuah ruangan tersembunyi. Terlihat Aron sedang menarik sesuatu yang di isi ke dalam beg jenazah.
Saat beg di buka. Di sana terlihat dengan jelas wajah yang sangat mirip Lusia. Namun terlihat mayat itu sepertinya sudah lama di bekukan.
"Sayang... Bagaimana kabar mu?" Aron bertanya dengan pandangan menyeramkan menatap wanita itu.
"Kau tahu? Aku sangat merindukan mu... Kenapa kau pergi meninggalkan aku sendirian? Padahal kita sudah berjanji akan membina hidup bersama..." Aron memeluk wanita beku itu.
"Aron, aku tidak mau di penjara, Aron!" Tiba-tiba Lusia datang dengan wajah panik melihat Aron masih memeluk jenazah yang wajahnya mirip Lusia.