NovelToon NovelToon
A Jilted Twins

A Jilted Twins

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kisah cinta masa kecil / Anak Kembar / Teen School/College
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: QUEENS RIA

Keharmonisan hubungan saudara kembar antara Cahaya dan Bulan menuai beragam masalah asrama setelah ibunya memperkenalkan mereka ke salah satu anak dari sahabatnya, Farid.

Segala upaya Ulan lakukan untuk merebut semua kebahagiaan dari kakak kembar nya.

Mulai dari merebut Lingga di zaman SMA, hingga saat Aya sudah berpacaran dengan Farid saat ini.

Ulan lakukan itu semua hanya karena ingin sang kakak keluar dari cangkang nya yang terlalu menyia-nyiakan seseorang.

Apakah Aya terus membiarkan Ulan melakukan itu? Atau akan membangkang sampai rahasia tersembunyi dari Ulan terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUEENS RIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33.

Situasi yang tak terduga-duga sampai buat otak Farid ingin meletus sejadi-jadi nya.

Bu Venera dengan pede nya sudah memberi keputusan konyol untuk anak kembar nya.

"Dua istri kembar, hidup gila!" Gumam Farid sambil mengacak-ngacak rambutnya secara urakan.

"Senang dong harus nya kamu yang sebagai cowok?" Kata Bu Venera.

Untung nya Farid hari ini sudah batal puasa, jadi ia bisa meluapkan amarah walau tau itu dosa karena menggertak orang lebih tua.

"Yang pasti saya hanya memilih satu wanita pilihan saya untuk menua bersama, Kalau mau tau siapa orang nya, DIA!" Tunjuk Farid mengarah ke tubuh Aya. Nada bicara nya juga sudah tinggi.

"Untuk kasus Ulan hanya dia terpeleset, dan konyol kalau mau dinikahin, secara logika ibu harusnya nikahin saya dengan Aya karena kita sudah bersetubuh di atas ranjang!" Kata Farid terus meluapkan emosi.

Aya sampai membelalak mata mendengar kebohongan brutal dari Farid.

"APA!" Ulan yang tiba-tiba datang ke kamar pun sampai syok.

"Engga jangan percaya omongan Farid!" Kata Aya tak terima.

Percuma Aya membela diri, kali ini seantero rumah terlihat percaya dengan pengakuan Farid. Termasuk Bu Venela, dimana Aya saat di interograsi mengakui itu, sekarang Farid mengakui ini.

"Kamu bohong ya sama tante Ay" Kata Bu Venela.

"Sumpah tante, Aya gak lakukan itu" Kata Aya terus berusaha membela diri.

"Ay" Lirih Ulan memanggil. Pelik sehabis di tinggal Lingga masih belum mengering, kali ini ditambah lagi dengan kenyataan pahit dari kakak nya.

"De percaya sama kakak, kakak beneran gak berbuat mesum seperti itu!" Kata Aya.

"Tolong gak usah sebut saya adik, saya udah gak mengakui kamu sebagai kakak kembar saya" Kata Ulan untuk Aya.

Aya bangun dari tempat duduk menghampiri ulan "Apa kamu sudah hilang akal seperti mamah de?"

Ulan tidak terima, Ia mendorong kasar badan sang kakak hingga terjungkal ke lantai.

Hingga keadaan rumah semakin mencekam.

"Astaghfirullah sabar-sabar puasa" Gumam Ulan.

"Udah kamu gak usah sabar-sabar, hawa nafsu tuh dijaga! makan saja sana!" Sewot Aya sembari bangun dari lantai.

Sedangkan Bu Venela dan Bu Venera masih bisa menahan sabar tidak seperti Ulan yang sudah kebakaran jenggot.

"Udah mendingan kita kabur lagi dari rumah, berurusan sama mereka buat otak kita stres yang ada" Kata Farid. Pemicu keributan dari dia sendiri, kenapa dia ngajak Aya kabur lagi?

"Yang saya takutkan benar saja terjadi, kalian sudah bermain gituan, asal kamu tau Farid itu penjahat kel—" Gumam Ulan.

"Ayo sayang kita pergi saja, jangan dengerkan omongan iblis betina satu itu" Sindir Farid ke Ulan seraya menggenggam tangan Aya.

"Tunggu sampai ibu kamu datang!" Bu Venela mencegah dari balik pintu kamar.

Hingga setengah jam kemudian.

Bu Matilda hadir di tengah-tengah mereka, ia kesini karena ada hal yang harus di bicarakan. Tentunya saat di hubungi bu Venera, beliau akan menjodohkan kedua anak kembar nya.

Sisi lain, itu bertentangan dengan fakta yang sebenarnya. Farid menolak keras hal itu, karena buat apa juga punya istri dua kalau satu istri sudah membuat nya bahagia.

"Farid gak bisa pilih dua-dua nya, Farid hanya ingin Aya saja" Kata Farid.

"Ini mereka juga sudah keterlaluan loh bu berhubungan intim satu ranjang"

"Mamah gak mau lihat Farid ngeberontak lagi kan?" Kata Farid menatap ibunya tajam.

Disaat mereka sedang asik berunding, kali ini Ulan memilih pergi karena dirasa kalau berada di rumah membuat pikiran nya jadi carut marut.

"Gak ada yang perlu di omongin kan sama ulan? Ulan mau main dulu sudah di tunggu sama Anya" Pamit Ulan ke seantero rumah.

Ajaibnya mereka mengizinkan ulan untuk pergi. Hal itu cukup membuktikan kalau Ulan benar-benar tidak masuk ke dalam rencana perjodohan permainan para orang tua.

'Di tinggal dua cowok, its oke itu gak masalah, yang penting tugas saya melindungi kakak kesayangan sudah selesai, selamat menikmati punya suami yang doyan selingkuh, sisanya saya gak akan ikut campur lagi urusan ka—'

Drttt— Drttt

"Siapa sih ini! ganggu saya pidato dalam hati aja" Ketus ulan sambil merogoh saku celana untuk mengangkat sambungan telepon itu.

"Kamu ada dimana? Saya mau ketemu" Kata lingga di balik telepon genggam ulan.

"Ngapain? Bukan nya kisah kita sudah usai?" Kata Ulan berusaha tegar dan kuat.

"Enggak, makanya kita ketemuan dulu, saya mau jelaskan semua nya" Kata Lingga tetap kekeh.

"Saya udah janji mau keluar sama Anya" Tolak Ulan.

"Yaudah saya ikut"

"Ini urusan cewek, kita mau salon rambut"

"Gak peduli saya, kamu bawa motor gak ke salon?" Tanya lingga.

Ulan terdiam sejenak sambil menggaruk batang hidung "Enggak" Jawab Ulan.

"Oke, biar nanti saya yang jemput kamu di sana" Perkataan Lingga sekaligus menyudahi sambungan telepon mereka.

Ulan langsung memasukan sepeda motor ke garasi walau ia sudah duduk di atas jok.

Sedangkan Lingga yang ada disana secara diam-diam ia menghubungi Anya hanya untuk meminta nya bertemu.

"Sayang dari mana sih ayo masuk" Kata Sasa

"Gak perlu" Lingga justru meninggalkan Sasa di saat kedua nya sedang melakukan acara perjodohan di hari yang sama dengan Aya dan Farid.

"Dasar cowok keras kepala!" Sasa berkacak pinggang. Lingga berlari sebisa mungkin menjauh dari rumah Sasa. Habis itu Lingga langsung memesan ojek online untuk pergi ke tumah untuk mengambil sepeda motor nya.

Berselisih setengah jam, Ulan, Anya dan Lingga dipertemukan di depan indomaret.

"Kenapa bawa lingga?" Tanya Ulan seraya protes pada Anya.

"Sorry lan gue— " Agak nya Anya ingin sekali memberi klarifikasi.

"Saya yang minta untuk ketemu kamu langsung" Timpal lingga.

Saat yang bersamaan lingga berkata jujur dengan apa isi hati nya pada Ulan.

"Saya gak bisa ninggalin kamu"

"Kalau kemarin saya sudah buat kamu sakit hati saya minta maaf, saya sengaja bilang kaya gitu karena saya gak mau buat keadaan ayah saya semakin drop" Kata lingga seraya semakin mengeratkan belitan tangan di tubuh Ulan.

Ulan hanya bisa terdiam dengan hati gundah gulana nya.

"Ini lagi puasa loh, siang-siang bolong malah pelukan astaghfirullah gak ada adab kalian" Keluh Anya.

"Gak tau ling terserah kamu mau bilang apa juga. Mau lingga mau farid atau pun aya saya sudah gak peduli sama semua nya, saya lahir di takdirkan untuk hancur" Kata Ulan.

Anya mengusir belitan tangan lingga di tubuh Ulan, kali ini Anya yang memeluk tubuh Ulan, dan Ulan sangat membiarkan sahabat nya untuk berada disisi nya saat ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!