Tasya Prameswari hanya ingin Dicky, putranya bisa kembali ceria seperti dulu, namun sebuah kecelakaan merenggut kesehatan anak itu dan menghancurkan keharmonisan rumah tangganya bersama Setyo Wirayudha.
Sang mertua hanya mau membiayai pengobatan Setyo, namun tidak dengan Dicky. Tak ada yang mau menolong Tasya namun di tengah keputusasaan, Radit Kusumadewa datang membawa solusi. Pria kaya dan berkuasa itu menuntut imbalan: Tasya harus mau melayaninya.
Pilihan yang sulit, Tasya harus melacurkan diri dan mengkhianati janji sucinya demi nyawa seorang anak.
Bagaimana jika hubungan yang dimulai dari transaksi kotor itu berubah menjadi candu? Bagaimana jika Tasya merasakan kenyamanan dari hubungan terlarangnya?
Note: tidak untuk bocil ya. Baca sampai habis untuk mendukung author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita Berdua Salah
Sisca tak menjawab pertanyaan Setyo dengan kata-kata. Ia mencondongkan tubuhnya, memperpendek jarak di antara mereka, bahkan Setyo bisa menghirup nafas segar Sisca yang beraroma mint. "Dengan senang hati, Mas. Aku selalu ada untukmu sejak dulu. Bukankah Mas tahu kalau aku selalu memujamu? Bagiku, Mas Setyo sangat sempurna sebagai laki-laki. Aku bukan Mbak Tasya yang hanya melihat kekurangan Mas tanpa menghargai semua kelebihan yang Mas miliki."
Tanpa membuang waktu, Sisca mendaratkan kecupan manis di sudut bibir Setyo. Bak api yang sudah berkobar besar, Setyo membalas dengan melumat kasar bibir Sisca.
Sisca tersenyum melihat rasa sakit hati Setyo yang dilampiaskan padanya. Kesempatan ini sudah ia tunggu dalam 2 minggu ini. Sisca melepaskan pagutan Setyo. "Jangan di sini, Mas. Bagaimana kalau di kamar Mas saja?"
Setelah mendorong kursi roda Setyo sampai ke dalam kamar dan sengaja membiarkan pintu terbuka sedikit, Sisca membawa Setyo ke atas kasur. Dengan lihai, Sisca melepas pakaian Setyo dan dirinya sendiri. Sisca berhasil membuat Setyo bergairah melihat tubuh polosnya yang menggoda.
Sisca bergerak dengan lincah di atas tubuh Setyo. Ia bahkan tahu titik-titik kelemahan Setyo. Bak menemukan oase di tengah gurun pasir, Setyo begitu menikmati semua permainan Sisca. Ia melupakan janji suci pernikahannya, larut dengan emosi dan gairah.
Kata-kata manis, memuji kejantanan Setyo yang Sisca bisikkan ke telinganya, membuatnya melupakan rasa rendah diri yang selama ini ia rasakan. Setyo menemukan kembali kepercayaan dirinya yang hilang. Ia tak peduli rasa sakit di kakinya, setiap gerakan Sisca membuatnya ingin meledak.
Di balik celah pintu yang sengaja dibiarkan tidak tertutup, ada sepasang mata yang terkejut melihat hubungan gila majikannya. Dia adalah Mbak Euis, perawat yang dipekerjakan Ibu Welas untuk merawat Setyo. Mbak Euis mengabadikan semua perbuatan gila tersebut dalam rekaman video dengan tangannya yang gemetar.
Rekaman berdurasi 2 menit itu disimpan rapi dalam folder miliknya. Ini adalah senjata yang akan ia berikan pada Tasya, istri sah Setyo yang sering dilihatnya menangis dan menderita. Dengan kaki gemetar, ia kembali ke dalam kamar dan bersiap untuk mengirimkan video panas tersebut pada Tasya.
.
.
.
Lokasi: Rumah Kontrakan Tasya
Radit menatap sekeliling rumah kontrakan Tasya yang kini sudah bersih. Ia menyeka keringat yang menetes di keningnya. Tak sia-sia ia membantu Tasya, es teh manis dan pisang goreng hangat menjadi bayarannya.
"Wah, kombo lengkap nih, es teh manis dan pisang goreng. Mantap!" Radit mengacungkan jempolnya memuji kelezatan pisang goreng buatan Tasya.
Tasya tertawa kecil. "Maaf ya, bayaran atas kerja kerasmu hari ini... hanya ini. Tak ada makanan di rumah ini, aku belum sempat berbelanja, untung saja pemilik kontrakan memberikanku pisang dari kebun di belakang rumahnya. Andai tidak lelah, aku pasti akan buat bolu pisang yang lezat sebagai bayaranmu membantuku hari ini."
"Tak apa. Ini sudah cukup. Enak sekali. Masakanmu sama lezatnya dengan masakan Mami-ku. Makan satu potong, tak akan cukup." Radit mengambil sepotong lagi pisang goreng, tak sabar menunggu dingin lalu memasukkan dalam mulutnya.
"Oh ya?" Tasya senang mendengar pujian Radit, terkesan gombal namun Tasya bisa melihat betapa tulusnya Radit. "Nanti aku buatkan yang lebih enak lagi."
Radit tersenyum lebar. "Aku tunggu." Radit mengedipkan sebelah matanya. Ia melirik jam di dinding. Sudah jam 6 malam. "Aku pulang dulu ya. Kamu tidak apa-apa bukan sendirian di rumah ini? Atau... mau aku temani?"
"Tak apa. Aku sudah terbiasa sendiri. Terima kasih banyak ya atas bantuannya." Tasya mengantar Radit sampai depan pintu.
"Katakan saja kamu perlu apa, aku akan siap membantumu. Walau tampan begini, Raditman masih saudara sepupu kakak ipar keponakan adik kakeknya Superman. Kuat, tak perlu diragukan lagi!" Radit menepuk dadanya sambil tersenyum lebar.
"Oh ya?" Tasya tertawa lepas. "Hati-hati di jalan ya. Kabari aku kalau sudah sampai rumah."
"Aku pulang. Kalau kangen... telepon aku ya!"
Tasya mengangguk sambil tersenyum. Bersama Radit, kesedihannya akan berganti menjadi senyum bahagia. Ia melambaikan tangannya dan menunggu sampai mobil Radit menghilang di ujung jalan baru masuk ke dalam rumah.
Tasya mengambil handuk bersih dan pakaian ganti. Ia berencana mandi lalu beristirahat sambil menonton siaran TV. Baru saja ia hendak ke kamar mandi, suara notifikasi dari ponselnya terdengar. Tasya mengurungkan niatnya mandi, ia menyambar ponsel miliknya lalu melihat pesan masuk.
"Mbak Tasya." Pesan singkat yang dikirimkan Mbak Euis.
"Mbak Euis?" Tasya mengernyitkan keningnya melihat nama si pengirim pesan. "Ada apa ya? Apa Mas Setyo sakit lagi sehabis aku pergi?"
Tasya baru saja hendak membalas pesan Mbak Euis ketika pesan berikutnya masuk.
"Mbak Tasya, maaf mengganggu waktunya. Tadi saat aku hendak memberikan obat untuk Mas Setyo, aku tak sengaja melihat kamar Mas Setyo terbuka. Saat aku mendekat, aku melihat sesuatu mengejutkan yang harus Mbak Tasya tahu." Tak lama sebuah file video pun dikirimkan oleh Mbak Euis.
Dengan penuh penasaran, Tasya langsung membuka file yang diberikan. Detik berikutnya, tangan Tasya sudah menutup mulutnya sendiri. "Ya ampun, Mas Setyo?" Air mata Tasya pun menetes.
Dalam video yang dikirimkan Mbak Euis, nampak Setyo dan Sisca tengah bergumul di atas ranjang tempat Tasya merawat Setyo dengan sepenuh hati. Ranjang dimana ia tak diijinkan untuk tidur di samping Setyo, kini dipakai untuk melepas gairah dengan wanita lain.
"Siska?" Wajah Tasya memerah. Ia marah, merasa dikhianati namun terhalang rasa malu. Ia tak bedanya dengan Siska, berselingkuh dengan lelaki lain.
Air mata Tasya menetes tanpa bisa ia tahan. Rasanya sakit sekali. Tasya memukul dadanya yang terasa sesak. "Pada akhirnya, kamu memang memilih Siska, Mas."
Tasya menjauhkan ponsel miliknya. Rasanya jijik melihat suaminya begitu bergairah terhadap wanita lain sementara saat bersamanya tidak. "Jangan salahkan aku selingkuh, Mas. Kita berdua salah. Kita berdua sudah mengingkari janji pernikahan suci kita sendiri."
Setelah menenangkan diri, Tasya mengambil kembali ponsel miliknya. Dengan penuh keyakinan, ia menelepon Radit yang ia yakini masih berada di perjalanan pulang.
"Ada apa, Sya? Sudah kangen ya?" jawab Radit dengan suara riang.
"Dit, bisa tolong aku?" Suara Tasya terdengar serak.
"Tolong?" Radit menajamkan telinganya. Tadi saat ia meninggalkannya, Tasya baik-baik saja, mengapa kini suara Tasya terdengar sangat sedih?
Radit menepikan mobilnya di pinggir jalan. Ia yakin sesuatu yang serius sudah terjadi. "Ada apa?"
Dengan bulat hati, Tasya mengatakan keinginannya. "Tolong carikan aku pengacara terbaik. Aku... akan menggugat cerai Mas Setyo. Kali ini, aku serius. Aku akan segera menceraikannya. Kamu bisa membantuku, bukan?"
****
makasih kak Mizzly up nya 🙏🏻❤️
tapi kau emang gila cinta sihhhh hahaha
makasih kak Mizzly up nya 🙏🏻❤️
hahaha saking sayang nya Dicky sama Setyo terus aja judes sama Radit
makasih kak Mizzly up nya 🙏🏻❤️
makasih kak Mizzly up nya 🙏🏻❤️
Setyo Setyo kau terus salah paham sama istri karena ikut campur orang ketiga d rumah tangga kalian
makasih kak Mizzly up nya 🙏🏻❤️
papi kok d lawan sihhh udah kenyang gitu2an.Dit
makasih kak Mizzly up nya 🙏🏻❤️
makasih kak Mizzly up nya 🙏🏻❤️