NovelToon NovelToon
Membalas Dendam Suami Tak Tahu Diri

Membalas Dendam Suami Tak Tahu Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Selingkuh / Romansa / Konglomerat berpura-pura miskin
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: dava hanafisha

Seorang gadis dari keluarga kaya jatuh cinta pada pria biasa. Dia memalsukan identitas dan menikah dengan pria itu. Tidak hanya itu, karena dia secara diam-diam meminta bantuan keluarga untuk membantu karir suaminya.

Sayangnya, setelah sang suami sukses, wanita itu di selingkuhi dan bahkan di ceraikan.

Untuk membalas dendam, dia kembali ke keluarganya dan menjadi putri salah satu dari 10 keluarga terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dava hanafisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Tidak! Semua ini tidak boleh terjadi Reno. Kamu harus menikah dengan Alisha, wanita yang sudah kamu kagumi sejak dulu. Kamu tidak boleh melewati kesempatan ini." gumam Reno dalam hatinya.

Saat Reno ingin beranjak dari duduk nya, tangan nya ditahan oleh Winda. "Kamu mau ke mana Ren?."

"Aku mau ke depan sebentar, ada yang perlu aku bantu?."

Winda menggelengkan kepalanya.

Kalau kamu perlu sesuatu panggil aku saja."

*****

Malam harinya...

"Ya ampun, badan Yasmin panas sekali." ucap Arkana, dengan cepat iya segera menyiapkan air dan wadah untuk mengompress badan Yasmin.

"Sayang, kita ke dokter ya? Badan kamu panas sekali. Aku takut kamu kenapa-kenapa." tuturnya, ketika Yasmin membuka mata.

"Gak usah mas, biar aku istirahat saja. Mudah-mudahan saat bangun tidur pagi nanti aku sudah membaik." ucap nya pelan.

Arkana langsung memeluk istrinya itu.

Beberapa saat kemudian Yasmin kembali tertidur. Dalam tidurnya iya memanggil-manggil nama ibu nya itu.

"Bu.. Ibu.. Ibu.."

Arkana langsung menghampiri istrinya dan memcoba membangun kan nya. "Sayang, bangun sayang. Kamu mau bertemu ibu kamu? Besok pagi ya, ibu aku suruh datang kesini. Kasian kalau sekarang sudah malam, kamu istirahat dulu ya, supaya besok lebih baik lagi badan kamu." tutur Arkana, iya mengusap puncak kepala istrinya.

Pagi harinya Arkana mencoba menghubungi ibu mertuanya itu.

"Assalamualaikum bu." ucap Arkana, ketika panggilan terhubung.

"Waalaikum salam, Nak. Ada apa?."

"Bu, apa ibu bisa kerumah ku? Yasmin demam bu, semalam dia terus memanggil nama ibu. Aku sudah meminta nya untuk ke dokter, tapi Yasmin tidak mau."

"Ya Allah, Yasmin. Baik, Nak. Ibu segera kerumah kamu ya." pungkas Rizka.

Panggilan telfon pun berakhir.

"Sayang, kamu makan dulu ya. Aku sudah menghubungi ibu, untuk datang kesini."

Tokkk... Tokkk... Tokkk...

"Silahkan masuk."

"Permisi mas, dokter nya sudah datang."

"Iya mbak suruh langsung masuk saja. Oh ya tolong sekalian ambil makan untuk Yasmin ya dan buatkan minum untuk dokter. Terimakasih mba." pungkas Arkana.

"Baik, mas." jawab Nana.

"Bisa saja Yasmin cari perhatian nya, sampai Arkana tidak masuk kerja dan panggil dokter ke rumah. Paling juga cuma pura-pura sakit aj dia, supaya aku tidak suruh bekerja hari ini." gumam Sinta dalam hatinya.

"Permisi." ucap sang dokter, yang sudah tiba dikamar Yasmin.

Kini Yasmin sedang diperiksa oleh dokter wanita yang sudah dihubungi Arkana pagi tadi.

Beberapa menit kemudian...

"Bagaimana dok istri saya?." tanya Arkana kepada dokter itu, usai memeriksa Yasmin.

"Ibu Yasmin kelelahan saja pak dan telat makan. Maka dari itu kondisi nya menurun. Untuk beberapa hari ini tolong dijaga bu Yasmin nya ya pak, supaya tidak melakukan aktifitas berat dulu dan makan nya jangan sampai telat. Ini sudah saya buat kan resep obat nya untuk ibu Yasmin, dan bisa ditebus di apotik terdekat."

"Baik, dok terimakasih."

"Kalau begitu saya pamit pak, semoga ibu Yasmin lekas sembuh." Pungkas sang dokter.

"Terimakasih, mari dok saya antar."

Tak berselang lama Rizka tiba dirumah Arkana.

"Assalamualaikum." sapa Rizka.

"Waalaikum salam." jawab Arkana, yang kebetulan masih didepan pintu. Iya langsung mencium punggung tangan sang mertua.

"Nak, bagaimana Yasmin?."

"Baru saja dokter yg memeriksa Yasmin pulang bu, katanya Yasmin itu kelelahan bu dan telat makan. Makanya kondisi Yasmin jadi menurun." jawab Arkana.

"Ayo bu, aku antar ketemu Yasmin."

Saat tiba diruang keluarga. "Ma.. Ada ibu nya Yasmin." ucap Arkana.

"Bu.. Rizka, apa kabar?."

"Baik Alhamdulillah. Ibu Sinta gimana kabarnya?."

"Saya juga baik. Mau ketemu Yasmin ya bu? Ya ampun, si Yasmin tuh ya bu dia kayanya masih malu-malu ya tinggal disini, kalau saya suruh makan susah sekali. Makanya dia sampai telat makan seperti ini. Saya sudah bilang, Yasmin anggap saja ini seperti rumah kamu." ucap Sinta membela dirinya.

"Iya bu, Yasmin anaknya memang suka gak enakkan." tutur Rizka.

Kini keduanya menuju kamar Yasmin. Disusul Arkana dibelakang nya.

"Assalamualaikum, Nak." ucap Rizka saat tiba dikamar tersebut.

"Waalaikum salam bu." jawab Yasmin, iya langsung memeluk sang ibu, ketika Rizka menghampiri nya.

"Kamu kenapa nangis, Nak."

"Gak apa-apa bu, aku cuma kangen ibu." jawab nya, sambil menghapus bulir air mata yang menetes dikedua pipinya.

"Yasmin, kamu makan dulu sayang. Tadi dokter bilang kamu gak boleh telat makan. Dia juga suka cerita bu sama saya, kalau katanya kangen sekali sama ibu nya." ucap Sinta, iya menatap Yasmin dengan tatapan sinis.

"Iya ma, nanti aku makan."

"Ibu suapin ya, Nak?."

Yasmin menganggukkan kepalanya.

"Tapi mama sangat perhatian sekali dengan Yasmin, jadi tidak mungkin mama berbuat jahat kepada Yasmin ketika tidak ada aku dirumah. Tapi maksud dokter tadi apa ya, bilang kalau Yasmin jangan melakukan aktifitas berat dulu? Memang Yasmin melakukan aktifitas berat apa dirumah ini." ungkap Arkana dalam hatinya.

"Makan nya yang banyak ya sayang, habis itu kamu minum obatnya supaya cepat sembuh." tambah Sinta. "Enak sekali kamu hari ini bisa bermalas-malasan dikamar, lihat saja ketika Arkana sudah kembali bekerja, kamu harus bekerja double untuk menebus hari-hari santai kamu dirumah ini." gumam Sinta, dengan senyum liciknya kearah Yasmin.

"Ya Allah, jahat sekali mama mertua ku, didepan mas Arkana dan ibuku dia baik dan perhatian sekali kepadaku, tapi ketika aku hanya sendiri, dia bagaikan singa yang akan menerkam ku. Aku sakit seperti ini juga karna ulahnya, yang melarang aku untuk makan, sebelum aku menyelesaikan tugas yang dia berikan kepadaku. Bu, aku mau pulang." lirih Yasmin dalam hatinya.

Sementara itu...

"Ren, kamu gak berangkat kekantor?." tanya Winda, yang melihat Reno masih tertidur di sofa.

"Aku lagi cuti dulu, untuk menemani kamu disini. Aku takut kamu kenapa-kenapa, karena disini tidak ada yang menjaga kamu." jawab Reno.

Winda hanya diam mendengar ucapan Reno. "MasyaAllah Ren, Alhamdulillah sekali detik-detik waktu kelahiran anak kita, justru kamu menemaniku dan meluangkan waktu nya untuk aku. Semoga kamu selalu seperti ini ya Ren." imbuh Winda dalam hatinya.

"Kamu mau sarapan apa, biar aku siapkan?."

"Kamu istirahat saja, aku sudah pesan online untuk sarapan kita. Kamu perlu apa lagi, biar aku siapkan?."

Winda langsung menghampiri Reno. "Ren, terimakasih banyak ya, atas waktu kamu yang sudah mau menemaniku, disaat mendekati kelahiran anak kita."

"Kamu jangan besar kepala Winda, aku melakukan ini semua hanya untuk anak itu, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan anak itu." jawab Reno singkat.

"Iya Ren, aku mengerti maksud kamu. Dengan kamu peduli kepada anak kita ini, aku sudah sangat bahagia Ren. Aku berharap setelah kelahiran nya nanti kamu bisa menyayangi nya."

"Aku akan tetap melakukan tes DNA kepada anak itu nanti."

"Iya Ren tidak masalah, silahkan kalau kamu tetap akan melakukan itu. Tapi kalau memang terbukti ini anak kamu, sesuai perjanjian kita diawal Ren, kamu akan meresmikan pernikahan kita dan tidak menutupi nya dari siapa pun. Aku mau kamu dengan tulus menyayangi anak ini. Semoga kamu bisa menepati ucapan kamu Ren." pungkas Winda.

Iya segera bangkit dari duduk nya dan meninggalkan Reno.

Beberapa saat kemudian...

"Ini sarapan kamu sudah datang."

"Iya Ren, terimakasih. Aku minta tolong simpan dimeja dulu."

"Kenapa tidak langsung kamu makan? Kamu tidak suka dengan makanan yang aku pesan?."

"Bukan gitu, aku lagi merasakan perut ku yang sakit kembali."

Dengan cepat Reno langsung menghampiri Winda. "Aku suapin saja ya, kasian anak ini pasti sudah lapar, karena kamu belum sarapan sudah jam segini."

Winda menganggukkan kepalanya.

"Kamu harus makan yang banyak, supaya anak ini sehat didalam perut kamu."

Winda hanya bisa menatap wajah Reno dihadapan nya. "Ren, kenapa tidak sejak awal kehamilan saja sikap kamu seperti ini, aku sangat merindukan perhatian kamu Ren." tuturnya dalam hati.

"Ren, apa kamu mau memberikan nama untuk anak ini?." lirih Winda.

"Kamu saja lah yang memberikan nama untuk anak itu." jawab nya dingin.

"Tapi apa boleh, aku menggunakan nama belakang kamu untuk anak ini?."

"Silahkan, aku tidak mempermasalahkan nya."

Winda langsung tersenyum. "Terimakasih Ren."

Reno menganggukkan kepalanya.

"Memang usia kandungan kamu sudah berapa minggu?."

"Lusa besok, masuk usia 36 minggu Ren."

"Kamu sudah siap melahirkan normal?."

Winda menjawab dengan anggukan kepalanya.

"Oke... Aku serahkan semua nya sama kamu. Kalau untuk biaya biarkan aku saja yang menanggung nya."

"Ren, aku tau sebenarnya kamu mulai memiliki rasa ikatan batin dengan calon anak kita ini, tapi kamu gengsi mengungkap kan itu kepadaku. Padahal kalau pun kamu bicara jujur, aku akan sangat bahagia sekali, dibandingkan kamu bersikap yang tak menentu seperti ini. Apa kamu menunggu kelahiran anak ini dulu baru kamu bisa mengungkapkan rasa sayang kamu kepadanya nanti?." ucap Winda dalam hatinya.

1
dava hanafisha
👍
Anita Rahayu
Luar biasa
Akbar Razaq
kamu py orang tuakan kenapa kamu melakukan semaumu saja.tidak memikirkan kekhawatiran orang tua.
Akbar Razaq
Bukan salah suami dan keluarga jk kamu sendiri py kemampuan tp hanya diam menangis saja.
dava hanafisha
terimakasih kak 🥰 .. oke siappp
dava hanafisha
maaf typo kak 😁🙏
QueenRaa🌺
sakit semua ini sekeluarga😭
dava hanafisha: Gregetan ya 😫
total 1 replies
QueenRaa🌺
alurnya bagus, tpi ini typo ya thor? kata padamu seharusnya padaku kan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!