NovelToon NovelToon
My Best Enemy

My Best Enemy

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Cintapertama
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: BadBaby_grils

Perasaan cinta nggak bisa di tafsirkan oleh keadaan. Kemaren gue benci sama lo, Sekarang gue falling in love sama lo. Kemaren lo baik sama gue, Sekarang lo malah nyakitin gue.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BadBaby_grils, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAb 32

  SELEPAS membasuh wajah di WC, Zeva mencari keberadaan teman-temannya di kantin. Jam istirahat hampir habis. Ia terlambat datang ke kantin karena mencari uang di dalam tas selama setengah jam. Ternyata, uang itu tertinggal di nakas kamarnya.

  " Ansel." bisik Zeva. Membuat Ansel menoleh dari ponselnya dan menatap Zeva.

 " PInjem dulu, dong." ucap Zeva.

" Duit gue pas. Selebihnya ada di dompet dalam kelas." kata Ansel lalu kembali ke layar ponselnya. " lo nggak bawa duit?"

" Ketinggalan di kamar." jawab Zeva.

" Ngutang aja dulu." Saran Ansel dengan nada acuh tak acuh.

" Malu lah." jawab Zeva dengan cepat.

Ok, pernyataan Zeva itu sukses membuatnya menoleh untuk kedua kalinya." LAh? Tumben lo malu ngutang." Tanya Ansel dengan wajah keheranan.

Zeva berdehem, lalu menegakkan punggungnya sok menunjukkan wibawanya. " Gue lagi dalam fase pembenahan diri." ujarnya.

" Kenapa bisik-bisik kaya gitu?" Celetuk Zidan yang duduk di hadapan mereka.

" Nggak Ap-"

" Zeva nggak bawa uang." potong Ansel langsung dengan nada datar. Ia bahkan tidak peduli wajah Zeva yang memberengut karena jengkel.

Zidan mengangguk paham akan perkataan Ansel sambil merogoh sakunya. " Pakai duit gue aja."sambil menyodorkan uangnya ke Zeva.

" Ntar gue ganti." ucap Zeva menerima pemberian Zidan. Namun ketika ia ingin beranjak untuk memesan mie ayam Mpok Sita, jawaban Zidan membuatnya berhenti seketika.

" Nggak usah di ganti." ucap Zidan dengan tegas.

Zeva mengerutkan dahinya. " Tumben." ujarnya bingung akan perkataan Zidan barusan.

" Ntar uang maharnya di kurangi aja sama utang lo. " ujar Zidan dengan ekspresi datar.

Suara batuk cukup keras keluar dari mulut Alan. Laki-laki itu tersedak bakso saat mendengar gombalan receh ala Zidan. Selema beberapa detik , ia tidak berhanti batuk sampai membuat Xavier memukul keras tengkuknya. Akhirnya, satu bulatan bakso yang belum terkunyah pun terjun bebas ke mangkuk Alan kembali.

" Anjir!!!! Gue hampir mati denger gombalan lo, sialan." ucap sarkas Alan.

" Bukannya istigfar hampir mati, ini malah ngumpat." cela Xavier.

" Lo nggak cocok anjir ngomong kaya gitu." sindir Alan. Ia heran, kenapa Zidan tiba-tiba berbeda? Setahunya, Zidan lebih suka mendalami pelajaran daripada mendekati cewek . Ya, kecuali Zeva.

" Kok lo yang sewot?" ucap heran merasa heran dengan reaksi Alan yang menurutnya berlebihan.

" Ya, kesel aja. Ekspresi lo kurang mendukung njir." balas Alan dengan sedikit ngotot.

" OH." balas Zidan dengan muka lempengnya dengan singkat dan padat.

Sementara para lelaki itu berdebat, di meja kantin Zeva sudah melenggang pergi ke kedai Mpok Sita. Ia hendak memesan mie ayam dengan uang pinjaman dari Zidan itu. Daripada semakin salting dengan ucapan gombalan Zidan itu, lebih baik ia melarikan diri.

" Mpok, mie ayam satu." ucap Zeva dengan lantang.

" Aduh, sudah habis." balas Mpok Sita.

" Ya, padahal Zeva lagi lapar." Ucap Zeva sambil merenggut.

" yang ada tinggal kerupuk pangsit, kamu mau?" tawar Mpok Sita.

" Serius ni, Mpok? Nggak apa-apa emangnya?" ujar Zeva dengan wajah senangnya.

Mpok Sita mengangguk seraya tersenyum. " Iya. No fader, kok." ucapnya.

" HA? NO FADER?" beo zeva menatap ibu kantinnya itu sambil mulut terbuka dan wajah melongo.

" Tidak apa-apa, maksudnya." jelas Mpok Sita setelah melihat reaksi Zeva yang tidak paham akan ucapannya.

Sejak kapan " tidak apa-apa" menjadi " no fader". Apa mpok Sita baru saja belajar bahasa dari planet baru? Pikir Zeva. " No problem, Mpok." ucap Zeva mengkoreksi.

" Bahasa inggrisnya " tidak" apa?" tanya Mpok Sita.

"No" jawab Zeva.

" kalau "papa"?

"Father."balas Zeva lagi.

" Jadi kalau bahasa inggrisnya" Tidak papa"?"

"No fader." balas Zeva dengan ekpresi bingung. " Lah?" iya... Ya tidak papa, "no fader."ucap Zeva untuk dirinya sendiri.

Sepertinya setelah insiden " will yu merri krismas" tempo lalu, Mpok Sita mulai mendalami bahasa Inggris, seperti anak muda sekarang.... Walau masih belepotan seperti itu.

Setengah kecewa, setengah senang. Zeva pun kembali ke meja teman-temannya.

" Mie ayamnya mana?" tanya Zidan saat melihat Zeva yang datang hanya dengan membawa setoples berisi kerupuk pangsit. Itu pun hanya sisa sedikit, banyak yang hancur.

" Habis, jadi gue ambil kerupuknya aja." ujar Zeva sambil memakan pangsitnya.

" Kan masih bisa pesan bakso." ujar Zidan lagi.

" Males makan bakso, pengennya mie ayam." jawab Zeva dengan cuek.

Zidan menghela nafas." Lo mau?" tanyanya sambil menyodorkan mie ayam yang baru ia cicipi beberapa sendok.

" Terus nanti lo makan apa" tanya Zeva.

" Semangkuk berdua kan bisa." jawab Zidan dengan senyum manis memandang Zeva di hadapannya.

Zeva tersenyum, lalu pindah duduk di sebelah Zidan, menggeser posisi Alan. Ia langsung makan mie ayam Zidan yang sudah tercampur saus dan kecap. Untung seleranya tidak jauh berbeda dengan Zidan yang tidak terlalu suka makan pedas.

"P-permisi."

Di tengah kehebohan meja itu, sebuah suara pelan mengintruksi mereka pun sontak menoleh, dan mendapati seseorang. Seorang gadis berkacamat yang berdiri di dekat meja. Ia tampak gugup.

" Eh, Erika. Ada apa, Rik?" tanya Alan.

" Emmh .... A-aku cuma mau ngembaliin sapu tangan ini ke Z-zidan." ucap Erika sambil membenarkan letak kacamatanya yang melorot.

" Kok bisa sama lo Rik?" sahut Zeva. Setahunya, sapu tangan itu adalah sapu tangan kesayangan Zidan.

" Kemarin dibantu Z-zidan waktu disiram air sama Melisa." ucap Erika. Lalu menunduk.

Zeva mengangguk paham." O-Oh gitu." lalu lanjut makan mie ayam.

" Pulang sekolah K-kita jadi pergi nggak?" tanya Erika kepada Zeva.

" Astaga!! Gue lupa abis sekolah kita mau keluar bareng. " ujar Zeva sambil menepuk jidatnya. " Lo bawa motor nggak?"

" Kan, semalem kamu sendiri yang nyuruh nggak usah bawa motor. Biar kamu yang bawa motor, terus kita berangkat bareng." jelas Erika.

" Aduh, sorry rik. Gue lupa nggak bawa kendaraan, soalnya gue berangkat bareng Zidan." ucap Zeva tak enak hati." Kapan-kapan ya , Rik."

Meski kelihatan sedih, Erika tetap mengangguk juga. " Y-Yaudah, deh. Kalau gitu A-aku ke kelas duluan, ya. " setelah itu Erika langsung pergi tanpa menunggu tanggapan dari Zeva.

" Kalian mau kemana?" celetuk Zidan.

Zeva menoleh sekilas, lalu menjawab dengan nada malas. " Mau ke toko skincare, nemenin Erika belanja. "

1
Soraya
aku juga ikut salting😂😂😂
Ririn Santi
kok blm up jg thor?
sehat selalu y thor
Tati Prabowo: Maaf lagi nyiapin mental buat lanjut bab selanjutnya ini...... lagi nahan gemes2 Gimn gitu karena bae selnjutkan bakaln nguras emosi 😉
total 1 replies
Ririn Santi
gak suka sama erika. mengambil keuntungan dr zeva tp kemudian menikungnya. picik bgt pikirannya
Ririn Santi: mana ada orang kesel ketawa thor😞
total 3 replies
Soraya
blm up lagi thor?🫣
Soraya: ditunggu kk🤗🤗
total 2 replies
Ririn Santi
arga ngemesin
Soraya
gemes banget sama zidan/Shame/
Ririn Santi
ada ya marker begiruan. panjang amat namanya😄😄😄
Tati Prabowo: /Grin//Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
Soraya
kocak thor🤣🤣🤣
Ririn Santi
bisa bisanya nutup muka pake tangan orang laen 😆😆😆
Soraya
ngakak dwngan keribetan, kesalahpahaman mereka😅
Ririn Santi
apakah erika yg dtg?
Tati Prabowo: siapa ych??? kasih tau nggk ya 😉
total 1 replies
Ririn Santi
zev...zev....di prank sama alam lu baru sekali udh dongkol. lah aku bolak balik jemur ambil pakaian sampek 4 kali😥
Tati Prabowo: hihi ... sabar2.... 😁😁😁
total 1 replies
Ririn Santi
ah author tau aja. anak gadisku jg susah klu disuruh mandi sore. apalagi keramas. jawabnya pasti besok aja . giliran pagi mandi gak mau keramas alasannya satu buku. dingin lah, gak enak lah, de el el
Ririn Santi: haha...
total 2 replies
Soraya
zidan tuh penasarannya udah ngebet bnget ya😅
Ririn Santi
zidan....zidan.... lg mode oon dia. bayi dipaksa. syukur zee pintar😃😃😃
Ririn Santi: ho o
sampe pintarnya luntur haha....
total 2 replies
Ririn Santi
jgn jgn baby zee anak bima tuh😉
Soraya
mawar melunvue thor, up lagi ya🫠🫠🫠
Soraya
lagi thor🫠
Soraya
salah kucing ya zev?😂😂
Soraya
ada-ada saja😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!