NovelToon NovelToon
Colloseum: Survival Game

Colloseum: Survival Game

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Anime / Fantasi Isekai / Game / Light Novel
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: rider1049v

Survive Game adalah permainan dimana semua pemain nya harus bertahan hidup hingga dia menjadi orang terakhir, para pemain di bolehkan saling membunuh ataupun kerja sama. Dan siapapun yang berhasil bertahan sampai akhir, akan mendapatkan hadiah berubah hal untuk meminta satu permintaan apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rider1049v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Iblis Di Balik Selimut

Saat ini, Taro, Sky, Asaki, dan Yintia sedang mengumpulkan beberapa medali, dan melalui penglihatan masa depan milik Kiseki, mengumpulkan medali menjadi hal yang mudah untuk mereka.

"Aku tidak bisa percaya ini! Kita benar-benar di jadikan alat oleh nya!" keluh Yintia sambil cemberut.

"Mau bagaimana lagi, ini juga salah kita karena terjebak oleh nya." kata Asaki.

Yintia melihat ke arah Sky.

"Sky lakukan sesuatu." kata Yintia.

"Mau bagaimana lagi, lawan kita bisa melihat masa depan, apapun yang kita lakukan akan berakhir sia-sia." kata Sky.

"Tidak berguna!" teriak Yintia sambil semakin cemberut.

Sky yang mendengar Yintia mengatakan dirinya "tidak berguna" merasa kesal, tapi dia memutuskan untuk membiarkan nya dan lanjut mencari medali.

"Kalian, ini bukan waktunya bermesraan." kata Asaki.

"Kami tidak bermesraan!!" jawab Sky dan Yintia bersamaan.

"Terserlah." kata Asaki.

"Kalian, lihat itu!" kata Taro sambil melihat ke arah kanan.

Mereka bertiga langsung melihat ke arah kanan, dan di kanan terlihat seorang gadis yang memiliki rambut perak panjang, memakai jas dan rok abu-abu, kemeja putih, dasi biru, sayap putih di pinggang nya, serta mempunyai halo di kepalanya.

*"Halo" adalah lingkaran bercahaya atau lingkaran cahaya yang biasanya muncul di atas kepala seseorang dalam berbagai representasi seni atau mitologi, terutama menggambarkan figur yang dianggap suci, ilahi, atau berkaitan dengan kekuatan spiritual.*

Gadis itu terlihat sedang di hadang oleh beberapa orang berandalan yang membawa senjata tajam.

"Mau kita tolong?" tanya Asaki.

"Apa untungnya?" tanya balik Sky.

"Kalian berdua, jangan bercanda dan cepat tolong dia!!" kata Yintia sambil men jewer telinga mereka berdua.

Sky dan Asaki kesakitan saat telinga mereka di jewer oleh Yintia, Taro berbalik ke arah Yintia.

"Kurasa dia tidak perlu bantuan." kata Taro.

Yintia berhenti men jewer telinga Asaki dan Sky, lalu menatap Taro dengan kebingungan.

Terlihat bos berandalan itu mengarahkan pedangnya ke arah leher gadis itu dan menatap dengan tajam.

"Nona kecil, jika tidak ingin mati cepat kembalikan medali yang kau curi itu." kata bos berandalan itu.

Gadis itu tersenyum ramah. "Maaf tapi, aku tidak mengerti apa yang kau maksud." balas gadis itu.

"Begitu,"

Bos berandalan itu memasukkan pedang nya dan mundur beberapa langkah, lalu dia memberikan kode untuk anak buahnya mulai menyerang gadis itu, sala satu anak buah nya berlari ke arah gadis itu sambil melapisi tinjunya dengan batu.

Ketika dia mengarahkan tinjunya ke arah gadis itu, gadis itu hanya tersenyum seperti tidak takut akan mati, seketika itu tinju orang itu terhenti sebelum mendekati tubuh gadis itu, orang itu terlihat kebingungan dan mencoba menggerakkan tangannya atau membatalkan kekuatan yang dia gunakan, tapi tidak bisa.

"(Jadi itu , seperti yang bos bilang, kekuatan yang sangat berbahaya)" pikir bos berandalan itu.

"Aku ini orangnya pemaaf, jadi jika kalian pergi dari sini sekarang, maka aku akan anggap semua ini tidak terjadi." kata gadis itu.

Bos berandalan itu berpikir sejenak. "(Bertarung dengannya hanya akan membuang-buang waktu, lebih baik kita mundur saja), baiklah, kami akan mundur." kata bos berandalan itu.

Gadis itu melepaskan control nya atas orang yang akan menyerangnya, dan orang itu kembali ke belakang, lalu para berandalan itu menghilang ke dalam bayangan.

Gadis itu menghela nafas lega setelah mereka pergi.

"Hebat, kau benar-benar kuat." kata Yintia.

Gadis itu terkejut begitu mendengar suara Yintia, dia berbalik belakang dan di belakang nya ada Taro, Sky, Asaki, dan Yintia.

"(Siapa mereka ini? Mereka mampu mendekati ku tanpa aku sadari, mereka bukan orang biasa. Terutama laki-laki yang berambut orange dan putih itu, mereka berdua bukan manusia.)" pikir nya dengan penuh hati-hati. "Siapa kalian?" tanya gadis itu.

"Nama ku Yintia. Dan yang berambut orange itu Asaki, orang yang sok keren itu Sky, dan yang satunya lagi Taro." jawab Yintia.

"Apa maksudnya sok keren?" tanya Sky dengan kesal.

"Itu kenyataan nya!" jawab Yintia.

"Nama ku Asahi, panggil saja Asahi." kata gadis itu.

Taro dan Sky langsung terlihat menahan tawa karena lelucon yang tiba-tiba muncul di kepala mereka tentang nama Asahi dan Asaki, Asaki melihat mereka berdua dengan kesal.

"Asahi, kurasa kita bisa saling akrab." kata Yintia sambil mengenggam kedua tangan Asahi.

Asahi tersenyum saat Yintia mengatakan itu.

Sementara itu di markas, Kiseki sedang menyeruput susu coklat nya dengan ekspresi yang sangat puas.

"Susu coklat yang terbaik, tidak ada yang bisa menandingi rasa ini," kata Kiseki. "Kau setuju kan? Syiva." tanya Kiseki.

Dari belakang Kiseki, terlihat seorang laki-laki berambut hitam dan memiliki jambul tiga di kepalanya, kaos abu-abu dengan emotikon wajah berwarna kuning, hoodie berwarna abu-abu gelap dengan aksen kuning berbentuk V, dan celana hitam.

"Aku tidak tau, jujur saja aku suka semuanya." jawab nya.

"Kau benar-benar membosankan." kata Kiseki.

Kiseki menaruh cangkirnya dan berjalan ke arah Syiva.

"Syiva, Syiva, kawan ku. Aku tau apa niat mu kemari, kau akan bertanya bagaimana project yang di lakukan Vlast kan?" kata Kiseki.

"Kalau kau sudah tau maka jawab lah." balas Syiva.

"Proses itu berjalan dengan lancar, saat ini aku juga mendapatkan pion yang bagus, dan para pion ku sedang bertemu dengan putri mu." kata Kiseki.

Syiva sedikit terkejut. "Benarkah?" tanya Syiva.

Kiseki mengangguk sambil tersenyum, kemudian Kiseki duduk di sofa nya sambil menyeruput minumannya.

"Sudah dingin, aku tidak suka." kata Kiseki sambil cemberut. Kiseki meletakkan kembali cangkirnya.

"Kalau begitu aku akan kembali ke tempat ku dan memastikan anak-anak aman." kata Syiva sebelum berjalan menjauh dari Kiseki.

"Syiva." panggil Kiseki.

Syiva berbalik dan menatap Kiseki.

"Aku ini bukan gadis yang baik, aku ini adalah iblis yang bersemayam di balik selimut, pastikan kau ukir kata-kata itu di otak mu dan jangan membuat ku kesal, mengerti?" tanya Kiseki sambil menunjukkan tatapan seorang iblis.

Syiva hanya tersenyum tipis dan melepaskan sedikit aura nya. "Yang bisa mengancam, bukan cuman diri mu." kata Syiva.

Syiva kemudian pergi dari tempat itu, Kiseki tersenyum dan mulai duduk dengan pose yang random.

"Akan ku ramal masa depan mu Syiva, pertemuan mu dengan Jimmy, akan menjadi awal dari berakhirnya phase 2." gumam Kiseki.

1
Protocetus
kunjungin ya novelku, Mercenary of Dorado
Kiriyama Noe
10 km apa nggak kejauhan cuy
Kiriyama Noe
bagian ini setelah labirin bagusnya di kasih titik
Kiriyama Noe
Kurang bagus kalau di kasih kurung untuk menjelaskan pikiran karakter, lebih baik langsung saja tanpa pakai kurung
rider1049v: itu udah jadi ciri khas ku sendiri
total 1 replies
Kiriyama Noe
lumayan untuk episode ini, tapi ya masih sedikit kurang penjelasan, dan ada juga yang typo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!