Aku tidak tahu dosa apa yang telah aku lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga tuhan menghukumku Seperti ini.
Aku Terjerat Dalam hubungan pernikahan Dimana Akulah orang ketiganya, Bangga? bahagia? tentu tidak, Aku seorang wanita mana mungkin aku akan bahagia diatas luka wanita lain Seburuk apapun wanita itu dia tetap seorang wanita dan sebaik apapun aku, Akan jauh lebih buruk dari pada dia.
Menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan sebuah hukum yang tengah aku jalani.
Jika diluar sana beberapa wanita bangga menjadi orang ketiga, tetapi aku justru menyesal, karena hinaan, cemoohan, serta makian, sudah menjadi Nyanyi wajib yang selalu terdengar ditelingaku.
Aku tidak berdaya jika harus melawan Nama besar Keluarga Sanjaya. Tapi jangan sebut Nama aku Luna jika aku mudahkan Semua keinginannya.
Silahkan langsung di baca 👉
Tinggalkan Jejak jika kalian suka dengan 💬🌟❤️ Terima kasih 🙏🙏🙏
Ingat Warning,⚠️⚠️⚠️21+++
Jangan lupa Follow IG Vivia129
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istri pembangkang.
Sejak kejadian semalam, paginya Bunda Vio tidak bertegur sapa dengan putranya itu saat berpapasan di ruangan keluarga, Reval yang tengah terburu buru, memilih mengabaikan sang Bunda untuk saat ini, sebab istri pembangkangnya itu kembali berbuat ulah.
Reval berlari menuju mobilnya yang telah di siapkan salah satu supir kediaman orang tuanya. Tanpa Reval sadari Anita yang tengah hamil dan membutuhkan perhatian lebih darinya, ikut terabaikan. Dulu dia begitu menomor satukan Anita, sekarang Anita bagaikan mahluk tak kasat mata di rumah itu, ada tapi tidak terlihat.
" Ini kuncinya den." Ucap sang supir, Sambil menyerahkan kunci mobil ketangan Reval.
" Terima kasih pak." Reval langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya, ia menginjak gas mobilnya begitu security membukakan pintu pagar.
Setelah tiga jam berpartisipasi dalam meramaikan lalu lintas di pagi hari, mobil Reval kini memasuki halaman Mansionnya.
" Ada apa Edy?" Tanya Reval saat berada di dalam Mansionnya.
" Maaf Tuan, saya sudah menganggu waktu anda."
" Katakan saja jangan berbelit belit."
" Semenjak Bangun, Nyonya tidak mau makan dan Minum tuan, iya mengancam akan loncat dari atas balkon kamarnya jika anda tidak menemuinya pagi ini."
" Benar benar istri yang pembangkang." seru Reval sambil memijit pelipisnya.
Reval berdiri dari duduknya, ia menghampiri kamar yang di tempati Luna saat ia telah siap untuk kembali berdebat dengan Istrinya itu.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Reval begitu ia masuk kedalam kamar yang di tepati Luna samalam. Dan benar saja, istri pembangkangnya itu kini tengah duduk dengan santainya di atas Raling balkon.
" Main Gaple." Jawab Luna dengan ketusnya.
" Ayo turun." Pinta Reval, Sambil mengulurkan tangannya kepada Luna.
" Nggak! aku nggak mau turun sebelum kamu izinkan aku keluar dari tempat ini."
" Kalau aku nggak mau." Tanya Reval Sambil melipat kedua tangannya di dada.
" Aku akan lompat sekarang juga." Ancam Luna, sebenarnya Luna Sendiri takut berada disitu, tetapi mau bagaimana mana lagi dari pada dia harus di kurungan bagaikan burung dalam sangkar emas.
" Kamu yakin ingin lompat?" Reval semakin mendekati Luna.
" Kamu pikir aku main main."
" Tidak! kalau kamu ingin lompat, lompatlah! Palingan juga kaki kamu yang patah. Itu tidak ada ruginya buat aku, justru aku bersyukur dengan begitu kamu tidak bisa kemana mana lagi." Reval Tersenyum kepada Luna, dan itu terlihat begitu menyebalkan. " Kenapa bengong, ayo lompat."
" AAAhhh." Teriak Luna begitu Reval mendorong punggungnya, dengan sigap salah satu tangannya menangkap pergelangan tangan Luna, membuat tubuh Luna bergelantungan.
Luna begitu takut, jika Reval sedikit saja melepaskan tangannya, tumbuh Luna pasti akan mendarat dengan indah di bawah sana." Tolong, Aku takut."
" Kamu Takut, tetapi berani mengancamku."
" Maafkan aku, tidak aku akan mengulanginya lagi, tolong aku." Ucap Luna dengan tatapan mengibahnya.
" Baiklah." Reval menarik tubuh Luna Keatas dan langsung mendekapnya erat.
Begitu kaki Luna berpijak pada lantai balkon, ia langsung mengigit pundak Reval, sekuat yang ia bisa. " Aku membencimu." Ucap Luna setelah melepas gigitannya. Ia mendorong tubuh Reval, sehingga dekapannya terlepas, Luna langsung berlari masuk meninggalkan Reval dengan rasa sakit di pundaknya.
" LUNA." Reval mengikuti langkah Luna, tetapi istrinya itu sudah lebih dulu masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintunya dari dalam.
" AAAKKHHHH." Reval menendang pintu kamar mandi. " Dasar wanita pembangkang."
" Kalau sudah tahu aku wanita pembangkang, kenapa kamu harus repot repot mengurusku, Sebaiknya kau urus istrimu yang penurut dan pembuat masalah itu! kalian berdua adalah pasangan yang cocok! sama sama menyusahkan hidupku." Jawab Luna dari dalam kamar mandi.
Luna bukanlah wanita pembangkang seperti sekarang ini, sikapnya berubah semua karena Reval yang lebih dulu menghina dan menuduhnya yang tidak tidak, maka jangan salah kan Luna jika Reval Sendiri yang memiliki peranan besar dalam merubah sikap Luna.
.
.
.
.
Bersambung.
Sedikit cuap cuap!
Sebentar Novel, Kesakitanku, di Ganti Airmata dan Luka, di ganti lagi, jangan sakiti aku lagi sampai terakhir Istri kedua ini, aku buat tanpa persiapan apapun, waktu itu buatnya buat ngikutin lomba, tapi aku urungkan lagi niat buat ikut lombanya, ya begini lah aku yang kadang PLIN PLAN dan Peaak. Tapi berhubung novel ini sudah terlanjur di buat, Maka aku memutuskan untuk menyelesaikan setelah melakukan meditasi yang panjang dan menemukan titik terang dari alur cerita ini. Oke nikmat aja ya! maaf jika karakter Reval terlalu kasar soalnya aku tidak tanggung tanggung dalam buat karakter pemeran Novel Aku, buktinya aja Si Devi dengan karakter Egoisnya 🤣🤣🤣 Sampai jumpah hari Senin ya! kalau aku sudah balik dari kampung halaman aku, Maklum lah udah mau nisfu Oke, Maaf jika Vivia punya salah sama kalian semua 😘😘😘
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
gak apa thor penulis jg manusia biasa kami pembaca blm tentu bisa nulis, terima kasih dgn kisah ini. saran sih dikit, cerita ini babyak sedihnya jd bacanya nyesek. semangat berkarya
aku heran ama dion berbuat salah udah tahu kena minta dicegah oleh melly untuk tdk celap celup... lebay dion mah
aku gsk kebayang lho thor cinta namun sejauh itu jaraknya