Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KAMU (3)
Krystal terlihat begitu nyaman tidur dalam pelukan pria yang berstatus suami nya itu, tangan Kai tak berhenti mengelus punggung Krystal sambil terus melantunkan lagu-lagu konyol yang di buat nya sendiri di tambah dengan suara nya yang terdengar pas-pasan
Krystal terus cekikan karena hal konyol yang di lakukan Kai itu
"Kenapa tertawa? Suara ku sangat bagus kan?" tanya Kai sambil tertawa
"Emm, tapi lebih bagus jika tuan tak bernyanyi..," kata Krystal sambil tertawa
"Baik lah kalau begitu..," kata Kai pura-pura merajuk sambil cemberut
Krystal begitu gemas dengan wajah itu lalu tanpa sadar mengecup pipi Kai, lalu segera memasang wajah tak enak nya. Kai hanya tersenyum melihat wajah itu lalu membalas dengan mengecup pipi Krystal, kedua nya saling tatap lalu tertawa geli
"Aku ingin ke kamar mandi..," kata Krystal melepasakan pelukan Kai dari tubuh nya
______________________
Sean merutuk kecil sambil menatap layar HP nya sedikit merasa kesal tapi khawatir juga karena Krystal tak ada kabar dari kemarin
Sudah beberapa kali Sean berusaha menghubungi Krystal dengan cara menelpon nya tapi tak ada tanggapan
Senyum Sean mengembang akhir nya telpon nya di respon oleh Krystal
"Haloo..," kata orang yang mengangkat telpon nya, tapi itu bukan suara Krystal itu suara pria, fikir Sean mungkin itu suami nya tapi, kenapa suara nya tak asing di telinga Sean
"Halo, maaf aku teman nya Krystal..," kata Sean
"Ya, ada apa?" tanya orang itu dengan nada tak suka dan ketus, Sean yang menangkap ke tidak senangan itu segera menutup panggilan nya dan minta maaf sebelum nya
"Wahh, kenapa harus suami nya yang mengangkat..," desis Sean
____________________
Kai merutuk saat telpon itu sudah di putus oleh Sean
"Apa pantas dia menelpon istri orang selarut ini..," desis Kai merasa begitu kesal
"Tuan, siapa yang menelpon?" tanya Krystal yang baru saja keluar dari kamar mandi
"Sean..," jawab Kai singkat, Krystal bisa melihat ketidak sukaan dari raut wajah suami nya itu
Krystal berjalan pelan kearah Kai masih belum berani mengatakan apapun, masih menimbang situasi juga menerka-nerka akan kah Kai marah lagi pad nya atau tidak
"Jangan marah..," kata Krystal dengan suara hampir tak terdengar
"Tidak, aku tak marah..," jawab Kai sambil tersenyum kearah Krystal
"Maaf..," kat Krystal
"Berhenti bicara dan kemari lah..," kata Kai sambil menarik Krystal untuk duduk di pangkuan nya, mengecup pundak wanita itu sambil mengelus perut Krystal yang sudah mulai mengembung
"Berapa umur dedek nya sekarang?" tanya Kai
"6 bulan..," jawab Krystal
"Arti nya hanya butuh waktu 3 bulan lagi untuk bertemu dengan nya langsung" sahut Kai dan disahut anggukan oleh Krystal
Kai membantu Krystal berbaring di ranjang, menatap wajah Krystal dengan intens dan membuat wajah wanita itu merah padam karena malu, Krystal segera melengoskan wajah nya karena merasa malu di tatap dengan dengan mata tajam itu
"Hei, kenapa meneyembunyikan wajah cantik itu, aku ingin melihat nya..," kata Kai mengangkat dagu Krystal
"Berhenti menatap ku begitu..," kata Krystal sambil menutup wajah nya sendiri
"Baik lah..," kata Kai membalik tubuh nya dan membelakangi Krystal
Krystal tersenyum simpul, lalu memeluk tubuh pria itu dari belakang
"Terima kasih..," bisik nya dengan suara bergetar karena menangis
"Kau menangis? kenapa menangis?" tanya Kai
"Aku merasa begitu bahagia..," kata Krystal
Kai membalik tubuh nya agar berhadapan dengan Krystal, mengelus rambut Krystal dengan lembut dan mengecup kening wanita itu, lalu kembali membawa tubuh itu kedalam pelukan nya
Setelah itu tak ada suara apapun karena kedua nya sudah tertidur dengan pulas saling memeluk
______________________
Saat pagi Kai terbangun karena suara bising orang-orang di luar rumah, Kai juga tak mendapati Krystal di samping nya karena memang sudah bangun dari tadi. Dengan langkah gontai Kai berjalan kearah jendela yang sudah terbuka untuk melihat sumber keributan itu
Kai menatap bahagia Krystal yang terlihat begitu ceria bercengkrama dengan orang-orang yang tengah berkumpul di depan pagar, terlihat sangat jelas bahwa hubungan tentangga orang sini begitu akrab, berbeda dengan kehidupan kota yang terkesan sangat cuek
Kai duduk di ruang makan sambil memainkan HP nya
"Tuan sudah bangun..," Kata Krystal yang baru saja masuk, Kai mengangguk sambil tersenyum
"Mau sarapan sekarang?" tanya Krystal
"Aku mandi dulu saja..," jawab Kai
Kai segera masuk kamar mandi untuk membersihkan diri nya, sedangkan Krystal tengah sibuk membersihkan tempat tidur yang terlihat berantakan
Krystal mulai risih dengan telpon Kai yang terus berdering sedari tadi, Krystal mengintip siapa yang menelpon dari tadi. Krystal hanya bisa tersenyum kecut saat melihat nama yang menelpon. Ya, yang menelpon itu adalah pacar suami nya itu
"Tuan.. ada yang menelpon..," teriak Krystal pada Kai yang ada di dalam kamar mandi
"Angkat saja, dan katakan aku di kamar mandi..," kata Kai
"Tapi ini pacar mu..," kata Krystal dengan suara sayu nya
Kai hanya diam tak bersuara lagi, cepat-cepat menyelesaikan mandi nya
"Sayang.. kau dimana? kenapa tak ada kabar aku merindukan mu, cepat datang. Aku mencintai mu" Isi pesan yang masuk ke HP Kai dan sial nya terbaca Krystal tanpa sengaja
Entah lah hati nya terasa sakit saat mendapati pesan itu masuk ke HP suami nya dan sekali lagi Air mata nya turun tanpa di komando, tapi segera diseka nya karena menyadari Kai yang sudah keluar dari kamar mandi
Ya, Krystal tau setelah membaca pesan itu pasti dia akan kembali di abaikan oleh suami nya itu
"Maaf, tapi aku tak sengaja membaca nya..," kata Krystal sambil menyerahkan HP itu pada Kai. Kai sekilas membaca pesan itu lalu kembali memandang wajah Krystal yang terlihat memerah
"Kita harus segera kembali ke kota kan? aku akan segera bersiap..," kata Krystal sambil tersenyum lalu segera membalik tubuh nya mengutuk diri nya sendiri karena tak bisa menahan tangis nya
Krystal merasa begitu bodoh karena terus menangis, bahkan semua ini sudah sering terjadi pada nya
"Jadi kau ingin aku menemui nya?" tanya Kai tiba-tiba
"Em, aku tak berhak mencegah tuan kan..," kata Krystal sambil menghela nafas
"Ayo dia sudah menunggu..," kata Krystal sambil tersenyum tapi tiba-tiba saja air mata nya keluar dengan deras
"Kau bohong! ku tanya sekali lagi, kau ingin aku pergi dan menemui nya atau tinggal disini menemani mu?" tanya Kai sambil menghapus air mata Krystal
"Pergi lah, temui dia..," jawab Krystal
Tapi sepersekian detik dari itu, Krystal menghambur kepelukan Kai sambil menangis, sungguh Krystal tak dapat mengendalikan emosi nya saat ini
"Jika boleh memilih.. aku, mau tuan menemani kami disini dan tak pergi bersama wanita itu" Kata Krystal lalu melepaskan pelukan nya
"Maafkan aku..," sambung nya sambil menunduk
"aku akan bersiap..," kata Krystal lagi
"Tidak, tak perlu kita tak akan pergi" kata Kai sambil memeluk Krystal
"Aku akan menuruti semua permintaan mu hari ini, karena kau minta aku tak pergi maka aku tak akan pergi" kata Kai
Krystal menatap mata pria itu mencari kebohongan atau mungkin amarah di sorot mata itu, tapi nyata nya tak ada mata itu terlihat jujur dengan apa yang baru saja di ucapkan mulut nya
reader wajib baca ini.