Jodoh, rezeki dan kematian adalah hal yang memang penuh dengan misteri. Sebabnya kita memang tidak tahu siapa yang akan jadi jodoh kita kelak.
Rili Askana menjadi galau tingkat dewa, diumur yang hampir genap 30 tahun. Dia tidak kunjung menikah'. Angin segarpun datang, disaat teman kerjanya menawarkan diri untuk menikahi nya. Tapi, disaat cinta-cintanya kekasihnya itu hilang tanpa bekas.
Kesedihannya bertambah parah, disaat Dia masih galau dipaksa nikah oleh orang tuanya dengan pria yang tidak dikenalnya.
Bagaimana kisah Rili? akankah Dia bahagia dengan pernikahannya.
Temukan jawaban misterinya di Novel ini.
Ini bukan cerita horor. Ini cerita yang bisa menguras emosi dan gelak tawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita hanya bisa berusaha berubah nasib
Orang tua Rili dibuat takjub dengan sosok pria muda di depan mereka. Menurut penilaian Ayah Rili, Rival adalah pria yang Sholeh, baik dan penuh kharismatik. Ayah Rili yakin, apabila putri semata wayangnya dinikahi oleh Rival, maka putrinya itu akan bahagia.
Melihat ekspresi orang tua Rili yang begitu terkejut dengan pernyataannya, dimana kedua orang tua Rili sama-sama menggelengkan kepalanya. Maka Rival saat ini sedang dilanda keputusasaan, takut dan grogi bercampur jadi satu. Nampak sekali dari raut wajahnya yang sedikit pucat dan keningnya mengeluarkan butiran - butiran air yang menempel di dahi pria tersebut.
"Nak Rival tidak perlu merendah diri seperti itu. Sikap nak Rival seperti ini membuat kami sangat tertarik dengan nak Rival. Apabila seseorang berniat menunaikan sunah rasul yaitu menikah, maka pintu rezeki akan terbuka." Ucap Ayah Rili dengan tersenyum.
Akhirnya Rival bisa bernafas lega, pria itu sudah salah tanggap dengan ekspresi dari keterkejutan kedua orang tua Rili. Kini Rival nampak menggosok-gosokkan telapak tangannya yang basah karena keringat ke atas pahanya yang ditutupi oleh celana jeans regular warna navy tersebut. Rival memberikan senyuman manis kepada kedua orang tua Rili.
"Percuma hartanya melimpah ruah kalau dia tidak bayar zakat. Percuma berpangkat jenderal atau mahkamah agung kalau ia tidak salat. Percuma tampangnya bak artis papan atas kalau ke masjid tak pernah sempat. Sempatkanlah ibadah bukan ibadah di waktu sempat. Semakin tekun beribadah, semakin rajin bersedekah, semakin istiqomah berjamaah, maka di situlah letak derajat tertinggi manusia. Bukan berdasarkan pangkat, harta, suku, bahasa, dan bangsa." Ucap Ayah Rili. Lelaki yang sudah pernah menunaikan rukun Islam kelima tersebut nampak sedang berkhutbah dihadapan Rival.
Yasir yang mendengar ceramah Ayah Rili, dibuat kagum. Tentu Rili adalah sosok gadis yang baik, karena orang tuanya saja tahu ajaran agama. Sikap Rili yang dianggapnya tidak bersahabat tadi siang tidak dimasukkan kedalam hatinya. Malah sikap Rili yang cuek tadi, membuat Rival tertantang untuk mendapatkan wanita itu.
"Kami selaku orang tua Rili setuju dengan niat baik nak Rival. Walau kami belum mengenal keluarga nak Rival. Tapi, kami yakin nak Rival ini dari keluarga yang baik. Karena, buah jatuh tak jauh dari pohonnya." Ucap Ayah Rili dengan mengangkat sedikit tubuhnya untuk menhubah posisi duduknya untuk lebih tegap lagi.
Rival yang mendengar ucapan Ayah Rili seperti mendapat angin segar. Rival nampak tersenyum lepas dan bahagia. Senyumnya sangat lebar, sehingga tercipta kerutan kulit di bawah matanya yang tergolong sipit. Rival pun nampak mengubah posisi duduknya dengan mengangkat sedikit bokongnya, lalu mendaratkan bokongnya kembali ke kursinya tersebut.
"Ibu jumpai Rili dulu ya nak Rival." Ucapnya sambil melihat ke arah suaminya dan Rival, dan berlalu pergi meninggalkan ruang tamu menuju kamar Rili yang berada tidak jauh dari ruang tamu tersebut.
Kini mata Rival nampak mengekori pergerakan mamanya Rili. Di dalam hati Dia berdoa semoga Rili setuju dengan perjodohan ini.
Rival berharap inilah titik terakhir pencarian jodohnya. Dia sudah lelah untuk mencari jodoh. Satu tahun terakhir ini sudah lebih dari lima kabupaten dan kotamadya yang di datanginya untuk mencari jodoh. Dia bahkan mencari jodoh sampai kepedesaan terpencil, tapi tetap saja tidak membuahkan hasil.
Ceritanya sama seperti Rili, disaat Pria itu tertarik dan serius, maka si wanita tidak ada respon, atau sebaliknya disaat si wanita ngebet sama Dia, maka si Rival tidak tertarik. Begitulah terus hingga sekarang usianya sudah 36 tahun.
Sejak ditinggal pergi oleh cinta pertamanya 17 tahun yang lalu, maka Rival seolah tidak tertarik lagi untuk menjalin hubungan dengan wanita. Pria itu sibuk bekerja untuk membantu ekonomi keluarganya.
Dia yang hanya tamatan MA(Madrasah Aliyah) memutuskan untuk merantau ke Pekanbaru. Dia sempat bekerja sebagai pencuci piring di RM, hanya bertahan enam bulan karena dia mendapat kabar wanita yang dicintainya akan dinikahkan dengan orang kaya.
Dia pulang kampung untuk menemui wanita yang dicintainya tersebut. Karena, si wanita memaksa dia untuk pulang. Si wanita memaksa Dia untuk kawin lari saja, tapi Rival tidak mau melakukan itu. Akhirnya cinta pertamanya kandas. Dia patah hati.
Dia hanya satu bulan di kampung. Dia kembali merantau ke Jakarta yang kata orang kota Metropolitan. Karena hanya berbekal Ijazah tingkat SMA, maka pekerjaan yang di dapat hanya sebagai penjaga toko ATK dan foto copy.
Bosan dari Jakarta, Dia merantau ke Kalimantan timur. Tidak mengubah perekonomian di Kalimantan, Dia merantau lagi ke Batam. Di Batam 2 Tahun dia bekerja di perusahaan elektronik, tapi sikap baiknya malah merugikannya.
Rival yang mendapat jadwal masuk kerja shift pagi tersebut, sudah mencolokkan kartu absennya ke mesin tersebut. Dia lalai, tadi malam tetangganya memintanya mengaji di sebuah acara keagamaan. Diapun menyanggupi, padahal dia masuk kerja hari ini.
Akhirnya dia meninggalkan pekerjaannya sebentar dia sebenarnya sudah minta izin sama pengawasnya, tapi entah kenapa tindakan dia meninggalkan pekerjaannya tersebut malah mengakibatkan Dia di pecat. Dia melanggar SOP perusahaan.
Begitulah cerita singkat kehidupan Rival Youman yang memang ditakdirkan miskin. Merantau dan merantau ke berbagai kota tetap saja tidak mengubah banyak finansialnya. Hingga ada tawaran dari saudara jauhnya untuk menjadi TKI di Arab Saudi.
Rezeki mulai mengalir, karena gajinya lumayan banyak. Dia mengirimi uang untuk keluarganya dikampung. Membelikan Ayahnya motor merk Revo. Membelikan adik laki-lakinya motor Satria dan uangnya setiap bulan di kirim ke kampung dibuat ke rekening atas nama adik laki-lakinya yang sedang kuliah.
Hampir dua tahun merantau, kontrak kerja pun habis. Dia sangat senang, karena akhirnya dia punya tabungan juga dikampung. Dia sengaja menyuruh adiknya membuat rekening di salah satu bank yang merakyat. Ternyata keputusan yang dianggapnya bagus tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Adiknya yang lagi kuliah menghambur-hamburkan uang yang dikirimnya tiap bulan. Rival mengirim uang sebanyak 7-6 juta tiap bulannya. Dia berharap uang yang dikirim ke rekening adiknya akan menjadi modal usaha dan modal untuk menikah.
Angan tinggal angan, disaat pulang ke tanah air. Ternyata uang Rival hanya bersisa 10 juta.
Dia sengaja meminta adiknya membuka rekening di tanah air agar lebih mudah mengumpulkan uang. karena, apabila menyimpan uang di tempat dia merantau, maka urusannya ribet.
Sampai dikampung, angan-angan sudah punya modal membuat dia sangat bahagia, tapi nyatanya adiknya yang tidak tahu diuntung itu malah menghamburkan uang jerih payahnya selama 2 tahun ini. Rival sebenarnya tidak marah, apabila adiknya mengambil uangnya sewajarnya saja.
Adiknya berkilah, bahwa uangnya juga dipakai untuk keperluan Ayah dan ibu mereka, bukan dia saja yang menghabiskan. Akhirnya Rival hanya bisa diam.
Rival sangat berharap setelah menikah, semoga kehidupan dia bisa lebih baik.
Mama Rili nampak menutup pintu kamar Rili, kemudian menghampiri putrinya tersebut yang berbaring membelakangi dirinya. Ya, Rili mengubah posisi tubuhnya disaat dia mendengar mamanya akan menemuinya.
Dia belum siap untuk menerima perjodohan ini, jadi sedikit malas untuk membahasnya. Akhirnya Rilipun berpura-pura tidur.
Mama Rili kini sedang duduk di sisi pinggir ranjang putrinya tersebut. Wanita yang melahirkan Rili tersebut, nampak mengusap kepala putrinya. "Nak, apa kamu benar-benar sudah tidur?" ucapnya dengan masih mengusap-usap kepala putrinya itu.
Rili diam saja, sebenarnya dia belum tidur.
"Bangun bentar nak!" ucap mamanya sambil memegang bahu putrinya, berharap putrinya mau mengubah posisinya menghadap wanita tua itu.
Lama Rili dalam posisi membelakangi mamanya. Akhirnya dia berbalik. Mamanya belum bertanya, Rili malah langsung membuat pernyataan yang membuat ibunya tidak senang mendengarnya.
"Ma, Rili tidak mau melanjutkan perjodohan ini. Rili belum siap ma. Rili baru patah hati ma." Ucapnya pelan, sambil memegang paha ibunya.
Bersambung.
Mohon beri like, coment dan vote. Agar author lebih semangat menulis novel ini.
Maaf baru bisa up. Tuntutan pekerjaan satu Minggu ini membuat author banyak begadang dan tidak bisa menulis.
Terima kasih.
awal ny aq da gk mau melanjut kn bc..krn kesan ny terllu bertele2..lambat ..tp nth kenapa aq penasarn..
tp makin ke sini ..aq mkin mewek...😭😭😭
lanjut min...