Kisah Sofia dalam menghadapi tujuh tahun naik turun dalam pernikahannya yang penuh kesedihan.
Di awali dengan berbagai kebohongan yang dibuat oleh Suaminya sejak awal pernikahan mereka.
Evan yang telah merenggut hal paling berharga milik Sofia.
Satu persatu kebohongan terungkap, Sofia mencoba bertahan dan memaafkan Suaminya lagi dan lagi karena cintanya pada Evan, dan Sofia yang melihat ketulusan Suaminya yang menerima kelemahannya.
Namun Suaminya tidak pernah berubah, kebohongan demi kebohongan selalu dia buat, sikapnya yang perlahan berubah dan menyakitinya, dan menghacurkannya.
Ibu Mertua yang selalu mencari masalah dengannya.
Sampai akhirnya, kesabaran Sofia tiba pada batasnya.
Batas Akhir dari Cintanya Pada Evan.
Apakah dia masih sanggup bertahan?
Atau malah bisa menemukan kebahagiaannya yang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za L Lucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33: Sudah Dari Dulu
Adegan itu berlangsung dengan sangat cepat, Kolam Renang itu ternyata cukup dalam, membuat Sofia menjadi kesulitan, begitu pula dengan Hanna.
"To... Tolong..."
"Aakhhhh...."
Sofia mencoba untuk menyeimbangkan dirinya di dalam air namun gagal, karena kolam yang terlalu dalam itu.
Pikiran Sofia benar-benar menjadi kosong, perlahan-lahan tubuhnya mulai masuk kedalam Air. Perlahan-lahan, air mulai masuk ke dalam tenggorokannya membuat dia semakin kesulitan bernapas.
Sofia tidak mengira akan ada kejadian seperti ini.
Baru memergoki Suaminya selingkuh lalu terjadi hal-hal sial dan tidak masuk akal seperti ini.
Tepat ketika Sofia berpikir dia akan tengelam dia melihat sosok tertentu mulai berenang kearahnya.
Dia kira itu adalah sosok Evan suaminya yang akan menyelamatkannya namun harapannya menjadi berlebihan ketika dia melihat kesamping dimana Hanna berada.
"Sofia... Kamu harus tetap sadar...."
Sepintas Sofia bisa melihat wajah seseorang yang baru saja menyelamatkannya sebelum dia mulai kehilangan kesadaran. Sosok yang tidak dia duga.
Hanya kenangan samar dimana dia melihat sosok Evan tengah menyelamatkan Hanna.
Apakah benar?
Sofia mulai kehilangan kesadarannya karena tidak tahu apa yang terjadi.
Bastian sendiri segera menarik Sofia keatas, dan keluar dari kolam. Pertama dia mencoba melakukan pertolongan pertama, dan untungnya tidak begitu banyak air yang masuk.
Sofia mulai perlahan-lahan mulai terbatuk mengeluarkan air.
"Sofia kamu tidak apa-apa?"
Suara Evan yang segera datang menghampiri Sofia terdengar.
Bastian yang melihat itu, merasakan gejolak emosi yang ada dalam dirinya dan segera menampar Evan.
"Bregsek kamu! Jika Aku tidak disini apakah kamu akan membiarkan Sofia tengelam?"
Evan yang ditanya itu tiba-tiba saja menjadi gemetaran. Dia terlalu panik dan tidak tahu apa yang terjadi.
Ketika melihat Hanna dan Sofia tengelam. Hanna yang saat ini mengandung calon anaknya yang berharga dan Sofia yang dia cintai. Dia diam terlalu lama untuk memilih.
Sampai Bastian yang loncat lebih dulu kedalam Air.
"Tidak! Ini tidak seperti itu..."
"Akhh, lupakan saja tidak perlu membuat alasan padaku, yang paling penting keselamatan Sofia."
Bastian bersiap mengendong Sofia agar bisa segera ketempat yang lebih hangat dan mendapatkan perawatan dokter. Tentu Evan tidak begitu saja membiarkan Pria itu mengendong Sofia.
"Lepaskan Sofia, Aku yang akan membawanya!"
"Hah, kamu pikir karena siapa ini terjadi?"
"Ma.. Mas Evan... Perutku..."
Terdengar suara lirih dari Hanna yang saat ini membuka matanya. Hanna yang baru saja merasa selamat dari maut itu jelas saja menjadi sangat marah ketika membuka matanya dan melihat adegan dimana Sofia diperebutkan oleh dua orang Pria.
Evan yang harusnya peduli padanya tidak meliriknya sedikitpun setelah membawanya keluar dari Air.
'Sofia lagi, Sofia lagi! Apa bagusnya wanita mandul itu? Kenapa semua orang hanya peduli padanya!!'
"Mas Evan...."
Sekali lagi, Hanna mencoba memanggil Evan, untuk mendapatkan simpatinya.
"Urusin saja itu Selingkuhan mu!!"
"Tidak! Aku yang akan mengurus Sofia!"
Namun tangan Hanna segera meraih tangan Evan, mencegahnya pergi.
"Mas Evan... Apakah kamu tidak..."
Evan tahu Hanna mungkin akan mengatakan omong kosong jika dia tidak menurut, jadi dia segera menutup mulut Hanna, dan berbisik,
"Hanna! Diamlah dan jangan ganggu Aku dulu, Pelayan akan menggurusmu nanti. Apakah kamu tidak lihat saat ini kita menjadi pusat perhatian orang-orang?"
Hanna yang baru sadar melihat sekeliling, dan memang saat ini mereka menjadi pusat perhatian, seperti beberapa orang dari Aula Pesta baru saja keluar. Namun di hentikan oleh petugas keamanan, agar tidak terlalu mendekat kearah Kolam Renang, jadi mereka tidak dengar apa yang dibicarakan dan hanya melihat dari jauh.
Hanna hanya bisa mengigit bibirnya untuk menahan amarahnya ketika melihat Evan pergi dari sana menyusul Sofia.
'Akhhh.... Awas saja kamu Sofia!'
####
Hal pertama yang Sofia lihat ketika membuka matanya adalah sebuah ruangan mewah yang terlihat familiar, sepertinya ini salah satu kamar di hotel tempat pesta berlangsung.
Ketika membuka matanya, Sofia masih merasakan rasa sakit di dadanya efek menelan terlalu banyak air.
"Sofia kamu tidak apa-apa?"
Ada sosok Evan yang berada disampingnya, namun ketika melihat sosok itu bukannya dia merasa senang namun Sofia merasa sakit.
Terutama setelah mengingat kejadian samar yang dia lihat sebelumnya dimana Evan menyelamatkan Hanna.
Sofia segera menepis tangan itu.
"Jauhkan tangan kotor itu dariku!"
Evan yang mendengar itu, raut wajahnya berubah menjadi pucat.
"Sofia, apakah kamu masih salah paham? Sebenarnya apa yang Bastian katakan padamu?"
Sofia yang mendengar itu, merasa sangat emosi terutama melihat Evan yang masih berpura-pura tidak terjadi apapun.
"Dia tidak mengatakan apapun namun aku melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Hanna."
"Sofia, kamu salah paham! Aku dan Hanna tidak memiliki hubungan apapun."
"Lalu kenapa kamu menyelamatkannya lebih dulu dari pada Aku?"
"Ini tidak seperti yang kamu kira."
"Hah, jangan berdalih aku jelas-jelas melihat kamu menuju kearahnya lebih dulu, dan kamu bilang tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya?"
"Sofia, kejadiannya tidak seperti itu kalian berdua sama-sama tenggelam lalu aku..."
Evan belum menyelesaikan kata-katanya namun Sofia sudah berteriak dan mulai menutup telinganya.
"Diam!! Aku tidak ingin dengar apa-apa lagi darimu Mas!!"
Sofia menutup telinganya, benar-benar tidak ingin tahu apa yang akan di ucapkan oleh Suaminya. Seolah rasa takut memasuki hatinya.
Sofia sadar, dari semua hal dirinyalah yang paling takut dengan sebuah kenyataan bahwa Evan telah menjalin hubungan dengan wanita lain dibelakangnya.
Fakta yang membuat hatinya dan seluruh hidupnya terasa hancur.
Evan yang melihat itu, segera menarik Sofia dalam pelukannya, Sofia tentu mencoba meronta.
"Lepaskan!!"
"Sofia! Kamu sungguh salah paham denganku! Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Hanna!"
"Kamu masih berani bilang begitu Setelah aku melihat semuanya? Kamu bahkan merahasiakan isi kotak hadiah dari Evan!"
"Sofia, kamu benar-benar salah paham! Saat itu ada Bastian yang menyelamatkan mu lebih dulu, jadi Aku hanya bisa menyelamatkan Hanna karena rasa iba."
"Lalu jika seandainya saja Bastian tidak ada, apakah kamu akan menyelamatkanku?"
Mendengar itu, Evan tiba-tiba saja terdiam.
"Lihat? Kamu jelas-jelas masih ragu..."
Hanya melihat kediaman Suaminya itu, hati Sofia begitu sakit.
"Aku akan menyelamatkanmu!"
"Pembohong!!"
"Sofia... Kamu yang paling tahu betapa Aku mencintaimu..."
"Pembohong!!"
"Sofia dengarkan Aku..."
"Kamu pembohong! Berapa kali kamu berbohong padaku?"
"Sofia! Kamu saat ini hanya terbawa emosi saja, tolong jangan seperti ini."
"Kenapa kamu malah menyalahkan ku? Itu kamu yang berselingkuh."
Evan yang sekali lagi mendengar sekali lagi mencoba memeluk Sofia, untuk menenangkannya.
"Sofia, kita sudah bersama selama lebih dari tujuh tahun. Bukankah selama ini aku selalu berada di sisimu dan selalu memilihmu? Bahkan ketika Keluargaku menentang?"
Sofia yang mendengar itu tidak lagi memberontak lagi.
"Sofia, dengarkan Aku. Bahkan walaupun selama ini kita tidak memiliki anak, dan bahwa kamu punya kekurangan ini, Aku tidak pernah meninggalkanmu, Aku selalu bersamamu dan memilihmu, bukankah kamu juga tahu berapa kali Ibuku mencoba menjodohkanku dengan wanita pilihannya dan memintaku bercerai denganmu? Namun Aku tetap memilihmu dan menolak mereka semua."
Evan masih melanjutkan kata-katanya, sambil memeluk Sofia lebih erat.
"Sofia, Jika Aku memang berniat untuk bersama dengan wanita lain, bukankah sudah dari dulu aku meninggalkanmu? Kenapa Aku harus selalu memilihmu dan bersamamu selama ini? Bahkan dengan berbagai kritik dan hinaan orang-orang pada kita yang tidak memiliki anak. Aku menerimanya. Aku melakukannya karena Aku mencintaimu, apakah kamu masih meragukan cintaku, Sofia? Aku sudah melakukan segalanya untukmu... Demi kamu, bahkan Aku rela sampai tidak memiliki anak demi, kamu. Jadi jangan curiga padaku hanya karena omongan orang seperti ini."
Sofia masih tidak mengatakan apa-apa, dan disini Evan masih mencoba membujuk Sofia,
"Sofia, percayalah padaku. Kamu juga tahu kan, selama ini Aku selalu disisimu? Memang siapa lagi yang akan bersikap seperti ini padamu selain Aku? Aku satu-satunya yang mencintaimu sampai seperti ini Sofia. Kamu adalah satu-satunya wanita di hatiku, Aku bersumpah! Tidak ada wanita lain di dalam hatiku selain kamu, percayalah..."
dan akhir yg cukup memilukan bagi Evan yg terakhir ini sdh berubah lebih baik 👍😊
selamat ya bas, calon Bastian junior akan launching n licya akan jadi kakak 🤗😘
sabar ya Van, semua butuh waktu
terimakasih kakak, telah menemani emak dengan kisah mu yang cukup menguras emosi 😊
tetap semangat dan sukses selalu
so mulailah saling terima kekurangan dan kelebihan masing-masing, karena kepercayaan adalah dasar kuatnya sebuah hubungan 🤗
ayo dong Sofia jangan bikin emak n readers se-Indonesia gemas saking g tahan pada ego kalian 😚