Persahabatan dan cinta. Ketika seorang fifi berpacaran dengan ega, ia sangat terbuka dengan sahabatnya, nami. mereka bersahabat sedari kecil dan saling melindungi dan mendukung satu sama lainnya.
Jika seorang nami di kabar kan menjalin hubungan dekat dengan ega juga. Apa fifi akan percaya itu? dan disitulah hubungannya dengan ega dipertanyakan.
Tentang kekuatan cinta dan kekuatan persahabatan. Apapun yang terjadi akan menguatkan hubungan itu.
Tentang Cerita di masa SMA. Pertemanan dan persahabatan.
Baca kisahnya disini, di Cinta Anak SMA (FEN)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Lestaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan Ara
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Iya Ra. Kakak dengerin kmu kok," ucap Mark menenagkan adiknya yang gugup.
"Aku suka sama kak Ega kak. Udah lama, bahkan aku masuk kesekolah yang sama dengannya. Tapi kenapa kak ega tak pernah menatap kearahku kak," tangisan Ara pecah begitu ia menyelesaikan kalimatnya.
"Menangislah dek. Menagislah sepuas lo," ucap Mark membawa tubuh Ara ke pelukannya, ia memberi perlindungan pada sang adik.
"Kenapa harus kak fifi kak, kenapa harus dia. Padahal dia panutanku sejak SMP. Aku mengaguminya kak, tapi kenapa kak Ega harus sama kak fifi," ucapnya disela sela tangisnya. Ara merasa dihianati tapi entah oleh siapa. Gadis itu satu sekolahan dengan Fifi dan Nami saat SMP. Fifi yang sedari dulu aktif di organisasi membuatnya terkenal di kalangan adik-adik kelasnya. Begitupun Ara mengenal Fifi, gadis itu tak peenah aktif di kegiatan sekolah jadi membuatnya tak begitu dikenal bahkan oleh teman seangkatannya. Beda halnya dengan nami, yang tak pernah ikut berorganisasi tapi ia setidaknya cukuo dikenal karena prestasinya.
Mark sedikit terkejut. Selama ini adiknya kadang bercerita jika disekolahnya dulu ada seniornya yang sangat ia kagumi. Bahkan ia ingin ketika SMA dapat bergabung dengan salah satu organisasi.
"Tak apa ra. Gak papa. Setidaknya jangan terlalu membenci mereka. Mereka bahkan saling kenal lebih dulu ra," ucap Mark menenangkan adiknya. Ara mendongak menatap kakaknya bingung. "Iya mereka dah kenal lama sebelum kamu kenal sama Ega, Ra," lanjut Mark.
"Maksudnya kak?" tanyanya Ara bingung. Ia telah mengeluarkan semua air matanya. Saat ini dia ingin penjelasan dari kakaknya itu.
"Mereka dah kenal sejak kecil. Bahkan sejak TK mereka sudah saling tertarik. Dan sekarang mereka baru dapat bersatu ketika mereka sadar jika masih ada ketertarikan antara keduanya," jelas Mark, yang ia ketahui kala menggoda Ega dulu saat mengetahui pria itu Jadian.
"Jadi Ara merusak hubungan mereka kak?" tanya Ara bingung.
"Apa benar kamu yang nyebarin berita itu Ra,?" tanya Mark menyelidik. Ara menundukkan kepalanya takut.
"Maaf kak," jawab ara pelan. Mark menepuk jidatnya, ternyata benar adiknyalah yang menggirim gambar tersebut.
"Kenapa kamu gitu ra? Apa kamu puas jika hubungan mereka rusak?" ucap Mark berusaha menaha emosinya.
"Ma....maaf kak," Ara merasa bersalah, ia menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Apa kmu gak tau jika kakakmu ingin mendekati Nami ra," lanjut Mark lesu. Seketika membuat Ara mendongak menatap Mark.
"Maaf kak," ucapnya lagi.
"Sudahlah, lagi pula gak ada jalan buat nami sama gue," ucap Mark menenangkan adiknya.
"Maksudnya kak? Biar Ara bantu kakak jadian sama kan Nami kak, maafin Ara ya kak," ucap Ara penuh penyesalan.
"Sudahlah Ra, lagipula kakak ngerti dari kejadian ini. Kakak juga bukan tipe Nami," ucap Mark lagi.
"Tapi kakk,,,," ucap Ara.
"Gak papa, mungkin lebih baik kakak mundur kan. Dari pada terus maju tapi nanti kehilangan teman," potong Mark. "Sekarang yang lebih penting memperbaiki hubungan kita. Berita itu dah nyebar. Kalo buat klarifikasi di medsos bakal tambah bannyak orang gosip.," lanjut Mark.
"Terus Ara harus gimana kak?" tanya gadis itu bingung. "Apa jika ara minta maaf sama kak fifi, kak fifi bakal maafin ara," lanjut Ara.
"Kita gak tau sebelum mencobanya ra. Asal kamu tulus, mungkin mereka mau maafin lo," jawab mark membuat Ara menunduk. "Apa itu ide kamu Ra? kakakk tau kamu gk berani senekat itu," lanjut mark menatap adiknya tajam.
"Ara, ara,," jawab ara kembali gugup.
"Jawab aja ra. Ide siapa itu?" tanya Mark menekan Ara untuk menjelaskan.
"Itu ide temen Ara kak," ucapnya dengan gugup.
"Siapa ra. Cerita sama kakak," tanya Mark lagi mencari penjelasan yang lebih saei adiknya. Setidaknya ia percaya. Adiknya tak memiliki pemikiran buruk baginya. Apalagi jika sampai merusak hubunga orang lain juga pertemanan mereka. Karena Mark tau, sedari dulu Ara tak mudah bergaul dan pemalu jika bertemu orang baru. Meskipun ia tetap akan berubah cerewet jika disekitarnya dan teman-temann terdekatnya.
.
...bersambung.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
salam cinta,
Dwi Lestaa_
6
5
4
3
2
Ada apa kamu kesini?
bingun
Sesil
Ara
Mark
......