Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 01
Selamat datang di cerita baru!
...***...
“Aku tidak mau Ibu!” Tolak Leticia yang sejak tadi dipaksa untuk memakai penutup mata oleh sang Iibu.
“Leticia, apa kau sudah berani melawan Ibu? Apa kau sudah tidak menghormati Ibu sebagai orang tuamu?” Tanya Savanya dengan tatapan sedihnya.
Leticia tidak langsung menjawabnya, sebab ia merasa aneh saat sang ibu memaksanya untuk memakai penutup mata di hari sepenting ini.
“Apa kau ingin menjadi anak durhaka, karena tidak ingin mendengarkan Ibu?” Tanya Leila yang juga memakai gaun pengantin.
Leticia menatap adik kembarnya, wajah mereka tidak mirip… begitupun dengan nasib mereka selama dua puluh tiga tahun ini. Beruntungnya Leticia memiliki Ashvin yang begitu mencintainya, dan sebentar lagi mereka akan menikah setelah hampir enam tahun menjalin hubungan.
Dan adik kembar Leticia, Leila akan menikahi seorang pria kaya yang dijodohkan kepadanya. Namun Leila sempat menolak pernikahan ini, sebab pria yang akan dinikahinya terdengar begitu kejam dan sangat menyeramkan.
Entah apa yang membuat Leila berubah pikiran dan mau menikah dengan pria yang bernama Maximillan itu, Leticia tidak terlalu memedulikannya.
“Leticia! Kenapa kau hanya melamun? Apa kau benar-benar ingin menjadi anak durhaka?” Pertanyaan itu membuat Leticia menatap sang ibu yang kini terlihat marah.
Dengan helaan napas panjang, Leticia menerima penutup mata di tangan sang ibu dan memakainya seperti keinginan sang ibu.
Setelah Leticia memakainya, Savanya dan Leila saling bertatapan sambil tersenyum licik. Dan Leticia tidak bisa melihat senyuman mereka, karena kedua matanya sudah ditutup dengan kain hitam.
“Sekarang adalah waktu pernikahanmu, Ibu akan menuntunmu!”
Tidak ada yang aneh dari nada suara Savanya, sehingga Leticia masih tidak menaruh curiga. Padahal arah tujuannya kini berbeda, seharusnya Leticia menikah di ruangan sebelah, tetapi Savanya malah membawanya ke tempat calon suami Leila menunggu.
“Ayahmu sedang menemani Leila, jadi Ibu yang akan menemanimu,” kata Savanya yang diangguki oleh sang putri.
Dari kecil memang ayahnya selalu bersama Leila dan ketika Leticia meminta perhatian yang sama dengan Leila, ayahnya begitu marah dan mengurungnya di dalam gudang yang sangat gelap.
Dan hari ini, Leticia akan terbebas dari rumah yang terasa seperti penjara di dalam hidupnya. Sebab tidak ada kebahagiaan di sana, semua kebahagiaan hanya diberikan kepada Leila yang dari lahir memiliki masalah dengan kesehatannya.
“Leticia, pegang tangan calon suamimu!” Titah Savanya yang membuat Leticia mengangkat tangannya dan mencari tangan sang calon suami.
Sebuah tangan besar dan terasa hangat menyentuh tangannya, membuat Leticia sedikit terkejut… karena ia merasa tangan Ashvin sedikit berbeda. Namun Leticia tidak bisa mengeluarkan suaranya untuk bertanya, karena sebentar lagi prosesi pernikahan akan dimulai.
“Leticia Tavisha Morana, apa benar itu namamu?” Pertanyaan itu membuat Leticia semakin gugup.
“Benar.”
“Baiklah, kita mulai!” Kata Pastor dengan suara lantangnya.
Leticia membeku saat mendengar suara Ashvin yang berbeda, terdengar lebih berat dan sedikt serak.
“Aku bersedia!” Jawab Leticia dengan perasaan gelisah.
“Baiklah, kalian sudah resmi menjadi pasangan suami-istri. Kalian bisa berciuman!”
Veil yang dipakai Leticia dibuka, setelah itu penutup mata juga dilepaskan. Membuat Leticia bisa membuka matanya secara perlahan, cahaya terang membuatnya menyipitkan mata dan menunggu matanya menerima cahaya yang begitu menusuk itu.
Setelah pandangannya normal, Leticia bisa melihat wajah suaminya yang begitu asing. Ia membeku, saat pria itu mendekatkan wajahnya dan bibir mereka bersentuhan.
Mata mereka bertemu dan Leticia menahan napasnya, saat mata biru itu menatapnya begitu tajam dan dalam.
“Selamat datang di keluarga Lexander,” ucap pria yang bernama Maximillan Damon Leander, pria yang seharusnya menjadi suami Leila.
Leticia langsung menoleh ke bawah dan mencari keberadaan ibunya, ternyata Savanya tidak ada di sana. Tubuh Leticia sedikit terguncang, karena ia baru menyadari kalau sang ibu dengan sengaja menukarnya menjadi pengantin Maximillan.
“Apa kau baik-baik saya, istriku?” Tanya Max sambil menahan lengan istrinya.
Namun Leticia tidak menjawabnya, ia justru pingsan dan Max langsung menangkap tubuh sang istri.
...***...
Leticia membuka matanya dan ia bangun di sebuah kamar asing yang begitu luas.
Leticia terduduk dan mengabaikan rasa pusing di kelapanya, ia langsung teringat kejadian tadi di Altar. Lalu pandangannya menyapu isi kamar dan pandangannya terjatuh pada foto besar yang ada di dinding.
“Sudah bangun?” Suara itu membuatnya menoleh.
Leticia menahan napasnya, saat melihat Max yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk sepinggang.
“Jadi aku benar-benar menikah dengan calon suami Leila? Kenapa mereka tega melakukan ini kepadaku?” Tangis Leticia pecah, membuat Max heran dan mendekati.
“Ada apa Leticia?” Tanya pria itu sambil menarik tangan istrinya yang tengah menutupi wajahnya.
“Seharusnya kita tidak menikah! Kau menikah dengan Leila, bukan denganku!” Seru Leticia yang begitu berani menatap mata tajam Max, sebab Leticia sedang dikuasi oleh amarah.
“Leila siapa? Dari awal kedua orang tuamu mengatakan kalau calon istriku adalah Leticia, bukan Leila,” jelas Max.
Leticia tertegun, ia tidak melihat kebohongan di mata Max dan itu artinya pria itu berkata jujur.
Ternyata dari awal Leticia sudah dibohongi oleh mereka yang selama ini ia anggap sebagai keluarga.
“Ceritakan semuanya! Aku ingin mendengar apa yang terjadi di keluarga Morana!” Perintah Max yang membuat Leticia sedikit merinding, karena Aurora dominan yang dikeluarkan oleh pria yang berstatus suaminya itu.
Dan Leticia langsung menceritakan apa yang terjadi sebelum mereka menikah, mulai dari Savanya yang memaksanya untuk memakai penutup mata. Lalu tentang pernikahannya yang seharusnya bukan bersama Max, tetapi Ashvin.
“Ashvin Liam sudah menikah dengan saudari kembarmu,” ucap Max yang membuat sang istri terkejut.
“Tidak mungkin! Ash sangat mencintaiku!” Seru Leticia yeng tidak mempercayai suaminya.
Tetapi saat Max mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto pernikahan antara Ashvin dengan Leila, Leticia merasa hidupnya benar-benar hancur… pria yang dicintainya terlihat tersenyum bahagia di foto tersebut.
“Jika pria itu benar-benar mencintaimu, untuk apa dia tetap menikah dengan adik kembarmu?”
Pertanyaan itu membuat Leticia kembali mengingat semua sikap aneh antara Ashvin dan Leila yang terlalu akrab.
“Mereka benar-benar mengkhianatiku,” kekeh Leticia yang benar-benar sakit hati dengan penghianatan yang diberikan oleh keluarga dan pria yang sangat dicintainya.
“Sstt, jangan menangis Leticia. Air matamu ini sangat berharga untuk menangis orang-orang tidak tahu diri seperti mereka, seharusnya kamu menyusun rencana untuk membalas dendam… dan libatkan suamimu ini dalam rencana balas dendammu!” Max mengusap lembut air mata sang istri.
Namun kalimat yang keluar dari mulut Leticia di luar dugaan dan membuat Max begitu marah…
“Aku mau cerai!”
...***...
Jangan lupa ditambahkan ke favorit dan tinggalkan vote, komentar kalian biar author tambah semangat.
Sampai jumpa di bab selanjutnya!
🌹🌹🌹☺️