NovelToon NovelToon
GAIRAH TERLARANG SANG PENGUASA

GAIRAH TERLARANG SANG PENGUASA

Status: tamat
Genre:Romansa / Kaya Raya / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: wilia

Latizia adalah wanita yang bersuami. Parasnya yang cantik dan nyaris sempurna melekat tapi tak bisa merubah kenyataan rumah tangganya.

Ia harus menerima kepahitan saat melihat suaminya bercinta dengan wanita lain di kamarnya sendiri.

Tibalah suatu malam Latizia tak sengaja menyaksikan hubungan panas kakak iparnya bersama istri pria itu.

"Kau pasti juga ingin merasakannya, bukan?!" Desis sesosok pria bertubuh kekar tinggi yang tengah membekapnya dalam kegelapan.

Sejak saat itu Latizia terlibat hubungan terlarang dengan kakak iparnya yang bahkan lebih bengis dari sang suami. Pria itu menekankan jika hubungan mereka hanya sekedar saling memuaskan dan terlepas dari masalah apapun, pria itu tak ingin ikut campur.

Bagaimana nasib Latizia selanjutnya?! Mampukah ia terus bertahan dengan hubungan terlarang dirinya dengan pria bangsawan itu?!

......

Tinggalin like, komen and subscribe-nya ya say..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa ada masalah?

Pagi ini Latizia bangun tapi ia tak menemukan Milano di kamarnya. Setelah semalam mengancamnya dengan foto-foto dan rekaman panas itu, Milano menggempurnya habis-habisan sampai Latizia lupa cara bicara yang benar.

Pria itu sungguh perkasa, dari sudut manapun dia bisa tahu apa yang harus di mainkan dan tidak boleh di sentuh secara brutal.

"Aku tak bisa seperti ini terus," Gumam Latizia melihat pantulan wajahnya di cermin.

Ia sudah selesai mandi dan berpakaian. Pilihan Latizia jatuh pada mini dress selutut dengan lengan panjang tapi ada renda di bagian dadanya. Latizia menggunakan dress yang lehernya agak panjang untuk menutupi bekas kebuasan Milano.

Ia terus berpikir. Setiap melakukan hubungan terlarang itu ia tak bisa menolak tapi, setelah selesai maka akan timbul penyesalan.

"Baiklah, mulai sekarang jangan hiraukan dia. Hapus foto itu dan kau selesai!" Tegas Latizia pada dirinya sendiri.

Ia segera mengambil ponsel di atas nakas lalu berjalan keluar untuk menjalankan rencananya.

Setibanya di luar, Latizia langsung di sambut oleh 3 pelayan yang membawa nampan berisi makanan.

"Putri! Saatnya sarapan pagi!" Ucap mereka sopan.

Latizia diam. Seumur-umur tinggal disini ia tak pernah di layani bahkan sampai memanjakannya bak seorang putri. Ada yang aneh.

"Putri! Silahkan makan dulu!"

"Letakan di kamarku!" Pinta Latizia dan di angguki mereka bertiga.

Latizia memandangi kepergian tiga pelayan itu dengan tatapan mata menyipit heran. Ia tak akan percaya dengan semua sikap manis orang-orang Madison ini.

"Putri!"

Suara Grigel yang datang mendekati Latizia. Pria paruh baya itu membawa beberapa helai kertas dengan wajah serius.

"Ada apa?"

"Aku sudah mencari beberapa berkas tentang kerajaan kita. Ini data pemasukan uang dari wilayah Garalden ke kerajaan Madison!" Jelas Grigel waspada menyerahkan itu pada Latizia yang segera mengambilnya.

"Kau menemukan bukti lain?"

"Untuk sementara hanya ini, Putri!"

Latizia mengangguk. Ia segera menyembunyikan kertas itu di belakangnya saat melihat ada Delvin yang berjalan kesini dengan tatapan yang tak bersahabat.

Ia melirik tak suka pada Grigel yang juga tak akan membiarkan putri mahkota kerajaanya di usik oleh bajingan ini.

"Aku ingin bicara denganmu!"

"Putri sedang tak bisa di ganggu!" Tegas Grigel menghadang. Latizia diam sejenak, sepertinya kebakaran semalam membuat Raja Barack bertindak dalam diam. Ini cukup menarik untuk di gali.

"Latizia! Kali ini aku serius dan sangat penting."

"Putri mahkota tak.."

"Aku akan bicara dengannya!" Sela Latizia melipat kertas itu secara diam-diam di belakangnya agar Delvin tak melihat.

Grigel yang paham segera pamit pergi meninggalkan Latizia dan Delvin yang seperti tak lagi berani menyentuhnya.

"Aku ingin membuat kesepakatan!"

"Maksudmu?" Tanya Latizia menggenggam lipatan kertas itu di balik ponselnya.

"Aku akan menyerahkan kerajaanmu asal kau mau bekerjasama denganku!"

Tawaran Delvin cukup mendadak. Latizia terlihat waspada dengan apa yang pria ini lakukan sekarang.

Tahu akan dugaan Latizia, Delvin segera melirik kanan kiri takut ada yang mendengar mereka.

"Aku ingin kau mengawasi Milano dan kau akan dapatkan kerajaanmu!"

"Kenapa aku harus percaya?" Tanya Latizia tersenyum kecut ingin pergi tapi Delvin segera menahan tangannya.

Tak suka dengan hal ini, Latizia segera menarik lengannya paksa dari cengkraman Delvin yang kesal bukan main.

"Aku hanya ingin bicara. Bukan bertengkar denganmu!"

"Aku tak akan percaya pada pria sepertimu," Geram Latizia melangkah pergi mengacuhkan tawarannya.

Delvin sontak mengumpat. Sangat sulit mendekati Latizia bahkan wanita itu cukup arogan padanya.

"Kau memang keras kepala," Umpat Delvin berkacak pinggang.

Ia tadi sudah berdiskusi dengan Raja Barack dan timbul rencana ini. Milano sepertinya cukup akrab dengan Latizia dan mereka berencana untuk memata-matai pria itu lewat Latizia yang pasti menginginkan kerajaanya.

Tapi, sialnya Latizia sangat sulit untuk di dekati.

.....

Sementara Latizia yang sudah ada di lantai dasar tiba-tiba di sapa oleh putri Veronica dengan ramah. Sungguh, ia merasa hari ini agak aneh dan sepertinya kiamat sudah dekat.

"Latizia!" Sapa manisnya dengan gestur yang manja dan elegan seperti biasa.

"Apa kau sudah sarapan? Ayo makan bersama!"

"Aku tak ada waktu," Jawab Latizia agak ketus berjalan pergi tapi putri Veronica langsung menghadang langkahnya.

"Tunggu! Kenapa kau begitu membenciku? Tak bisa kita berteman, hm?"

"Kau yakin ingin berteman denganku?" Tanya Latizia kenaikan satu alisnya tak percaya. Putri Veronica segera mengangguk menggandeng lengan Latizia yang sebenarnya malas tapi ia ingin lihat apa yang di rencanakan wanita ular ini.

"Yah, aku sangat ingin berteman denganmu! Kau lihat di kerajaan ini hanya kita berdua yang masih muda dan tentunya sama-sama punya selera yang sama," Jelas putri Veronica tapi maksudnya cukup ambigu.

"Aku rasa tak akan rugi jika mengikuti permainannya pagi ini," Batin Latizia berpikir tenang.

"Baiklah! Aku juga bosan terus di tuduh olehmu."

"Maafkan aku. Kau tahu-kan bagaimana perasaan seorang istri ketika suaminya jauh?! Aku hanya terbawa perasaan," Jawab putri Veronica dengan wajah benar-benar menyesal.

Latizia hanya diam. Ia melihat jika putri Veronica ingin sekali mengajaknya makan bersama.

"Bagaimana kalau kita minum teh? Aku ingin bicara soal Milano padamu!"

"Milano?" Tanya Latizia dan dijawab anggukan putri Veronica seraya mengiringnya ke ruang makan.

"Yah, dari semalam dia tak menemuiku! Kami memang terlibat pertengkaran kecil tapi, dia tak lagi kembali. Aku sangat mengkhawatirkannya."

"Pria brandal ini sebenarnya mau apa?!" Batin Latizia mengumpati Milano.

Saat tiba di ruang makan Latizia dengan halus di dudukan di kursi dan ada beberapa pelayan yang sudah menyiapkan teh dan beberapa hidangan.

Latizia ingat jika makanan di atas meja ini adalah makanan yang tadi ia suruh antar ke ke kamarnya.

"Minumlah! Anggap saja ini awal baru untuk kita!" Ucap putri Veronica menyodorkan gelas kecil giok khusus untuk teh.

Latizia diam. Ia melihat gelas yang di pegang putri Veronica juga sama dengannya. Tapi, ntah kenapa Latizia merasa kurang nyaman dengan aroma teh yang cukup menyengat.

Melihat Latizia yang masih diam, putri Veronica segera bertindak lembut.

"Teh ini di bawa langsung dari kerajaanku. Rasanya sangat enak, aku begitu menyukainya!"

"Benarkah?" Tanya Latizia dan putri Veronica benar-benar seperti menunjukan ketulusannya.

"Yah, aku ingin berbagi teh ini denganmu."

"Cukup mengejutkan," Gumam Latizia memeggang gelas kecil itu lalu melihat jika warna teh ini masih normal tapi ia belum pernah mencium aroma seperti ini sebelumnya.

"Minumlah! Ayo bersulang!" Ajak putri Veronica mengangkat gelasnya bersama Latizia yang mengikut.

"Setelah ini kau akan merasakan sakit yang luar biasa. Dan Milano tak akan sudi menyentuhmu," Batin putri Veronica menyeringai segera meminum tehnya dan begitu juga Latizia yang menegguknya tandas.

Putri Veronica begitu senang. Ia menyuguhkan teh itu terus menerus ke cangkir Latizia yang mulai merasa tak nyaman dengan perutnya.

"S..Sudah!"

"Satu gelas lagi! Ini.."

Latizia menepis gelas itu lalu berdiri. Ia berjalan keluar memeggang perutnya membuat putri Veronica tersenyum puas.

"Latizia-Latizia! Kau pikir kau bisa mengalahkan aku, hm?!" Gumamnya tertawa puas bahkan tak bisa menahan kebahagiaan.

......

Di tempat lain tepatnya di sebuah pertambangan luas milik kerajaan Madison, tampaklah Milano yang tengah melihat bagaimana para pekerja yang tengah mengangkut bebatuan hasil tambang ke pabrik besar mereka.

Darren selalu setia di samping Milano memantau apa masih ada tindakan pungli dan penyalahan kekuasaan disini.

"Prince! Ketua yang biasa mengawasi tambang ini sudah di bawa keluar. Prince bisa menggantinya dengan orang-orang kita."

"Hm, satu persatu masukan orang-orangku," Tegas Milano tapi tiba-tiba ada elang yang terbang di atas sana.

Suaranya begitu keras sampai Milano terdiam dan Darren tahu jika itu elang milik Milano yang biasa memantau kerajaan.

"Prince! Apa ada masalah?"

.....

Vote and like sayang..

1
Netty Netty
sarung tangan🙏
Netty Netty
bagus thorr, 👍👍👍
Netty Netty
latizia ceroboh
Ida Irwanto
kira2 siapa ya yg curi dengar
Ida Irwanto
sdh belah duren habis ini milano kecanduan dah dan tiap hari ada gempa dan banjir lokal🤣🤣🤣
Ida Irwanto
apa milano yg memainkan harmonikanya ya
Ida Irwanto
untuk yg blm perna baca cerita kak will coba dulu ya pasti nyandu baget ceritanya selalu menarik dan buat candu pembacanya semangat terus kak will👍💪💪💪
Khofifah Khofifah
fyi aq download apk noveltoon bln kmren pas baca kyk gk ada yg seru trus habis itu aq uninstall aq dipizo emng tau kak wil karya2nya...tp gtw klw dia juga nulis dinoveltoon ...pas tau akun noveltoon kak wil ini aq download lagi 😂 dn hello ini karyanya yg pertama yg aku baca 👌🏻😭 the best pokok e😂😉
Earlyta a.s Salsabila
good
Earlyta a.s Salsabila
Buruk
Betri Betmawati
aku Krang srek dengan peran wanita nya lemah bodoh,mau ja ditindas
Lia Pazliani
keren banget👍👍👍👍
jojo
Luar biasa
liya kurniawan
/Scare//Scare//Scare//Scare/
liya kurniawan
cerita nya tentang kerajaan. tp di cerita nya pakaian mreka pake jas, latizia pake hotpants,sama rok pendek. AQ jd susah bayangin nya. ko zaman kerjaan bgtu?
Avril
🤣🤣
Erna Na
hihihi
Lis Nawati
sangat keren
Murniyati
kerennnn mksh author
Murniyati
baguss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!