NovelToon NovelToon
Josceline And Hot Mafia

Josceline And Hot Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: emmarisma

Niatnya kabur dari rumah dan memilih berpetualang sendiri, membuat Josceline harus berurusan dengan pria menyebalkan bernama Damian.

Celine sama sekali tak tahu jika dia telah berurusan dengan seorang Mafia kejam. Bagaimana kisah mereka nantinya? Simak kisahnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Rasa Penasaran Juan dan Kawan-kawan

Tubuh Marrick dipaksa bangkit oleh Chester tanpa belas kasihan. Marrick masih merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Mau tak mau dia bangkit tanpa melakukan perlawanan.

"Lepaskan aku."

"Kau sudah menggangu nona kami dan sekarang kau ingin dilepaskan? Jangan mimpi," Jawab Chester datar. Dia menyeret Marrick melalui pintu di mana tadi tuannya keluar.

Marrick meronta dia ingin melepaskan diri dari kaki tangan Damian itu, tapi tenaganya tak bersisa. Dia tak menyangka tubuh Celine yang kecil itu bisa membuat dirinya terpelanting begitu keras ke lantai.

Sementara itu di ruangan pesta Juan dan Brenda, setelah pasangan itu saling tukar cincin, Juan dan Brenda kembali turun dan duduk di kursinya tadi. Juan menatap Leticia yang tampak cemas. Dia curiga apa yang menimpa Celine ada hubungannya dengan gadis itu.

Semua dugaan Juan cukup beralasan, Karena tadi sebelum kedatangan Leticia, semuanya tampak baik-baik saja. Simon dan Jasson yang tadi menyusul Damian dan Celine pun kini tampak aneh raut wajahnya.

"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Juan.

Julian menggeleng, sedangkan Jasson dan Simon saling melempar tatapan. Leticia duduk dengan tak tenang.

"Apa maksud pertanyaanmu?" tanya Jasson tak mengerti.

Juan menghela napas panjang dan melirik Leticia. Dia semakin yakin jika semua ini ada sangkut pautnya dengan kedatangan wanita itu tadi.

"Kau pasti tahu sesuatu, kan, Leticia?" tanya Juan dengan mata memicing. Brenda tampak tak suka jika temannya dituduh begitu langsung buka suara.

"Kenapa kau sembarangan menuduh temanku, Juan? Mungkin saja memang kekasih Damian tadi yang bermasalah."

"Jika kau tak tahu apa-apa sebaiknya diam saja. Jika ucapanmu ini sampai terdengar oleh Damian, aku tidak yakin besok nama perusahaan ayahmu masih ada atau tidak. Jangan menyinggungnya," kata Juan memperingatkan tunangannya.

"Maaf aku baru datang." Mario yang baru saja datang menghampiri Juan dan memeluk sahabatnya itu.

"Dari mana saja kau?" tanya Juan. Mario melihat wajah teman-temannya terlihat menegang, dia pun mengernyitkan alisnya.

"Ada apa?" tanya Mario.

"Damian meninggalkan pesta bahkan sebelum pestaku dimulai, sepertinya seseorang tadi mengusik Celine," kata Juan menceritakan kronologi yang dirinya sendiri tak tahu bagaimana jelasnya.

"Wow, aa kalian melihatnya? Pasti itu akan menjadi tontonan seru," ujar Mario justru bersemangat. Juan langsung melirik Simon dan Jasson.

"Kalian tadi mengikuti Damian 'kan? Berati kalian tahu apa yang terjadi 'kan?"

Jasson dan Simon kembali saling melempar tatapan aneh. Mereka pun juga masih belum mempercayai apa yang mereka lihat tadi.

"Aku sebenarnya ingin menceritakan apa yang tadi kami lihat, tapi aku tidak mau dikira membual," kata Simon.

"Jika kamu tidak mengatakannya, bagaimana kami bisa menilai?" tanya Julian kesal. Dia pun sebenarnya sejak tadi sangat penasaran.

"Tadi kami sengaja mengikuti Damian karena kami sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Celine. Namun, setibanya kami di sana, kami justru dibuat takjub."

"Apa yang kalian lihat?" tanya Julian semakin penasaran. Brenda dan Leticia pun kini ikut menyimak apa yang Simon sampaikan.

"Kalian tahu kan seberapa besar tubuh Celine 'kan?" tanya Simon. Baik Julian, Mario dan juan, ketiganya mengangguk bersamaan.

"Ceritakan saja langsung pada intinya, apa yang kau lihat." Juan tampak kesal karena Simon semakin membuatnya penasaran.

Simon justru terkekeh begitu juga dengan Jasson. Mereka sendiri sampai sekarang masih belum mepercayai apa yang barusan mereka lihat.

"Cepat katakan!" Mario pun ikut tak sabar. Sedangkan Leticia dan Brenda sudah terlihat jengah. Leticia berpikir Marrick pasti tidak menyebut keterlibatan dirinya. Sehingga wanita itu kini bisa sedikit bernapas lega.

"Celine membanting pria yang mengganggunya di depan Damian."

"WHAT??" Julian, Juan, Brenda dan Leticia terkejut bersamaan. Sedangkan Mario hanya mengulum senyum. Dia sudah bisa menduga jika Celine pasti akan menunjukkan taringnya.

"Aku dan Jasson juga masih belum bisa mempercayai apa yang kami lihat tadi. Celine membanting tubuh pria yang besarnya dua kali lipat darinya. Ini bena-benar menakjubkan. Aku juga ingin memilki kekasih seperti Celine. Pasti akan sangat menyenangkan bisa berlatih boxing dengan pasangan."

"Otakmu pasti berpikiran mesum, Simon." Simon terbahak-bahak mendengar tuduhan Mario yang memang tepat sekali.

"Saat ini mungkin Damian sedang dihajar juga oleh Celine. Tadi aku melihat gadis itu tampak kesal pada Damian."

***

Sementara itu, di penthouse Damian, Celine terbangun tengah malam. Dia menggeliat dan membuka mata. Perutnya terasa sangat lapar Dia melihat Damian tidur di sebelahnya dengan masih memakai kemeja yang tadi dipakai saat menghadiri pesta.

Merasa ada pergerakan, Damian langsung membuka matanya. Dia tersenyum melihat Celine memandangi dirinya. Damian mengulurkan sebelah tangannya dan mengusap pipi Celine.

"Masih kesal?" tanya Damian.

"Aku lapar," jawab Celine. Damian tertawa dan langsung bangkit dari tidurnya.

"Mau ku buatkan sesuatu?"

"Kau yakin bisa membuat sesuatu yang aman untuk ku makan?"

"Tentu saja, Baby. Aku temani aku di dapur. Kemarin aku sudah meminta Chester mengisi kulkasku."

Celine pun ikut bangkit. Dia masih mengenakan jubah mandi. Damian menggelengkan kepalanya. "Segera ganti baju. Kau bisa sakit jika terus memakai jubah mandi yang basah itu."

Tanpa menjawab Celine langsung berjalan ke walk in closet dan melepaskan jubah mandinya. Celine memakai piyama dan mengikat rambutnya ke atas.

Saat keluar, Damian sudah tidak ada di dalam kamar. Celine akhirnya keluar dan mencari Damian di dapur. Dia melihat Damian tampak sangat tampan dan menggoda dengan memakai celemek untuk masak.

Celine duduk menghadap Damian. Dia hanya memandangi pria itu tanpa mengalihkan sedikit pun perhatiannya.

Damian sesaat menoleh dan tersenyum lembut pada Celine. "Tunggu. Sebentar lagi masakanku sudah jadi."

"Memang kau masak apa dengan waktu secepat ini?" tanya Celine penasaran.

"Kau akan tahu nanti."

Dan benar saja, Damian menyelesaikan masakannya 10 menit kemudian. Dia menyajikan dua mangkuk spaghetti carbonara di hadapan Celine. Gadis itu tersenyum dengan ekspresi puas.

"Nice. Semoga saja rasanya seenak tampilannya," ujar Celine. Damian hanya tersenyum sembari mengusap puncak kepala Celine. Setelah itu dia meletakkan sendok dan garpu di samping mangkuk Celine. Damian bahkan mengambilkan segelas air untuk Celine juga. Apa yang Damian lakukan saat ini cukup membuat Celine terkesan.

...****************...

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa kamu mengatakan sesuatu yg seolah kamu ga menganggap Mavr itu kekasihmu Enrique.. jelas lah dia kecewa ga di akui
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah tepat kamu menepi dulu Mavra maka dengan begitu kamu akan tenang dan kembali menjadi lebih baik jangan terlalu berharap pada Enrique kalau itu membuatmu sakit hati
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
loh sudah remaja saja tanpa pemberitahuan awal cerita thor, kenapa ga ada catatan beberapa tahun kemudian biar tambah ga bingung bacanya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Marva mau seberkuasanya kamu tapi adab mu sama orang yg lebih tua harus lebih di kedepankan seperti mommy mu, Chester memang bawahan daddy mu tp sikapmu ga pantas sebegai anak kecil.🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah dalam bahaya masih saja sombong kamu Marsha
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kemana lagi para princes Damian pergi... suka banget bikin kejutan.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di bab sebelumnya pas Tristiana sadar manggilnya AYAH trs kenapa di bab ini jadi manggilnya DADDY thor.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
iya karna paras cantik nya anda sampe bucin, but4 sama keburuk4nny4 memperlakukan anakmu tuan Paul
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
takjub ya daddy punya anak yg sangat² jenius sampe ga bisa ngomong apa².🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
enak ga Marsha anakmu dalam bah4y4 sesuai perbuatanmu sama Tristiana... itupun belum seberapa.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jangan terlalu lelah Mavra sampe kamu sakit karna kurang istirahat
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
membantu sambil membalas telak, bener² bocil cerdik dan licik Mavra.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
busyeeett anak sama emak sama² licik parah.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
buktikan lah tusn Paul.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
karna bucin sampe lebih memilih menceraikan Marsha tapi ga berpikir buat m3mbalasnya, aneh tuan Paul masih bisa meringankan p3nj4hat putrimu.. ayah yg konyol
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuuun tuan Paul anda memang b0d0h masih saja but4 dengan bukti video yg anda lihat padahal sudah tau di jahat tp tetap saja pertahanin dia... bukannya sibuk cari anakmu ketimbang video itu, tp bagus juga sih setidaknya biar anda tambah melek.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jadi berkaca ke inget sama diri sendiri ya, Line karna pernah merasakan trauma sampe nyawamu jd taruhannya..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
perlu di sintil nih si centil Mavra.. 🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ngil4ng1n ny4w4 p3nj4h4t kayak lagi m0t0n9 4y4m... ent3ng banget ya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pemikiran yang luar biasa dewasa di balik tubuh kecilnya, Marva bijak..👍👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!