NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tak Bisa Ku Hindari

Jodoh Yang Tak Bisa Ku Hindari

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:14.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana

Bertemu sebagai musuh berakhir di pelaminan.

Kisah perjodohan untuk mempererat hubungan kedua keluarga.

Janganlah terlalu mencintai, siapa tau menjadi musuh.
Jangan terlalu membenci, mana tau jadi cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Jam makan siang telah berlalu, mereka kembali lagi ke kantor.

Shofi dan Tari berpisah di lift. Tari keluar saat pintu lift terbuka di lantai 10 dan Shofi terus menuju ke lantai 27.

Shofi berjalan dengan nafas yang teratur, ia merasa lega telah menyelesaikan masalahnya. Ia sangat bersyukur mendapatkan sahabat seperti Tari, ia tidak bisa membayangkan kalau sahabatnya itu bukan Tari, pasti mereka akan marah ketika cincinnya minta dikembalikan.

"Siang, Mbak" ucap Shofi menyapa mereka dengan senyuman di bibirnya dan semua orang ikut tersenyum, mereka sangat suka dengan Shofi yang begitu ramah.

Shofi terus berjalan ke ruangan Adit dengan senyum sumringah di bibirnya. Ia langsung berjalan dan duduk di sofa, sedangkan Adit yang semula sibuk dengan dokumen di tangannya, ketika Shofi masuk pandangannya berpaling ke Shofi, ia mengernyit kening melihat Shofi yang cengengesan gak jelas baginya. Ia letakkan dokumennya di atas meja dan berjalan menghampiri Shofi.

"Udah minum obat?" tanya Adit sembari masukkan kedua tangan ke saku celana.

Shofi menatap Adit sembari mengernyit keningnya, ia bingung dengan Adit yang menanyakan hal yang aneh baginya.

"Gue sehat, gak butuh obat" ucap Shofi lembut.

Adit membungkukkan tubuhnya dan menatap Shofi secara dekat.

"Lo ngapain?" pekik Shofi tersentak langsung memundurkan wajahnya.

"Gue mau ngecek, kenapa lo cengengesan sendiri kayak orang gila" ucap Adit enteng dan kembali berdiri tegap dengan kedua tangannya masih berada di dalam saku celana.

"Gue normal. Gue gak gila kayak lo" ketus Shofi kesal.

"Kalau lo normal kenapa lo cengengesan gak jelas? Dapat undian?" tanya Adit menatap sinis Shofi.

"Suka-suka gue dong, lagian gue cengengesan juga gak bikin lo bangkrut" celutuk Shofi menatap Adit dengan tajam.

"Brangkrut sih kagak, tapi gue malu kalau orang tau gue menerima anak magang yang otaknya miring" Nyela Adit menatap Shofi dengan tajam.

"Lo punya mulut di sekolahin gih, jangan asal cerocos gak jelas. Lama-lama gue sumpel mulut lo" ucap Shofi sambil berdiri, ia sangat geram melihat Adit yang begitu enteng menyelanya.

"Hmm.. Mulut gue udah gue sekolahin sampe S3, jadi lo gak usah capek-capek suruh mulut gue sekolahin lagi, yang ada mulut lo yang disekolahin biar jadi cewek yang anggun"

"Hei..! Lo bisa diam gak! Ngakunya cowok gentle, tapi mulut pedes minta ampun" ketus Shofi menunjuk-nunjuk Adit dengan jari telunjuknya.

"Hmmm.. Tanpa sengaja lo akui juga ya, gue ini cowok gentle" ucap Adit tersenyum menatap Shofi.

"Eh! Siapa yang akui lo cowok gentle? Jangan halu deh lo." ketus Shofi menatap tajam Adit dengan kesal.

"Gak halu, tapi reality. Udah deh ngaku aja kalau gue ini memang cowok gentle" ucap Adit tersenyum sambil merapikan dasinya.

"Udah deh! Males juga gue berdebat dengan orang halu kayak lo" ucap Shofi melambai tangan kanannya dan kemudian duduk kembali.

"Mana cincin tunangannya" tanya Adit menatap Shofi dengan menadah tangannya.

"Ini" ucap Shofi memperlihatkan cincin di jari manisnya.

"Lepas!" pinta Adit dengan tangan masih menadah.

"Gak mau ah" ucap Shofi menyembunyikan tangannya.

"Lepasin sekarang juga! Lo gak pantes pakai cincin pemberian dari nyokap gue" ucap Adit datar.

"Gak mau, ini milik gue" ucap Shofi menyembunyikan tangannya di punggungnya.

"Karena milik lo makanya lo dengan mudahnya kasih ke orang lain, Hmm" ketus Adit kesal.

"Hei! Gue cuma kasih pinjam ke dia dan sekarang cincinnya juga udah balik lagi ke gue" pekik Shofi melototin Adit.

"Hmm.. Kali ini gue maafin lo, kalau sekali lagi lo berani kasih ke orang cincin ini, jangan harap lo bisa lolos dari gue" acam Adit dengan mata yang begitu tajam menatap Shofi.

"Hmm.. Gue janji gak bakal ngulangin kesalahan gue lagi" ucap Shofi menyesal.

"Gue pegang janji lo" Adit menatap Shofi dengan serius.

"Sekarang lo buat desain gedung tahan gempa, besok pagi serahin ke gue. Oh ya, gue mau lengkap dengan RAPnya juga"

"Gak mau" ucap Shofi enteng.

"Masih ingat apa yang gue katakan tadi pagi?" tanya Adit menatap Shofi dengan tajam.

"Iya deh iya. Tapi gue gak bisa selesain dalam satu malam" ucap Shofi melas.

"Harus selesai! Gue gak mau tau" ucap Adit memaksa.

"Gue usahain, tapi gue gak janji"

"Lo harus selesaikan! Kalau gak, besok lo bakal gue kasih tugas lebih banyak lagi"

"Ok..ok..ok.. Gue kerjakan dalam satu malam. puas!" pekik Shofi kesal.

"Hmmm... Gitu dong" ucap Adit tersenyum dan kembali duduk di kursi CEO.

"Iiihhh.. Ingin rasanya gue cabik-cabik wajah lo" gerutu Shofi kesal.

"Gak usah repot-repot mau mencabik-cabik gue, nanti setelah kita nikah, gue yang bakal cabik-cabik lo" ujar Adit tersenyum licik.

"Gak usah kepedean, lagian siapa juga yang mau nikah sama lo" sahut Shofi gak mau kalah dengan Adit.

"Sebenarnya gue juga ogah nikah sama lo, tapi kalau gue pikir-pikir kembali kayaknya menarik juga kalo lo jadi istri gue, jadi gue bisa lebih leluasa buat ngerjain lo" ucap Adit tersenyum bahagia.

"Idih.. Amit-amit, pokoknya lo lihat aja, gue gak bakal nikah sama lo" ucap Shofi kesal.

"Hmm" Adit tersenyum bahagia. Ia sengaja mengatakan seperti itu untuk membuat Shofi ilfeel.

Shofi dengan bibir monyong karena kekesalannya, ia langsung membuka laptop nya dan mulai mengerjakan tugas yang diberikan Adit kepadanya.

Gak terasa waktu shalat asharpun tiba, Adit beranjak ingin ke mushola untuk menunaikan shalat ashar berjamaah, karena peraturan di perusahaannya setiap waktu shalat semuanya harus berhenti bekerja dan langsung menunaikan shalat berjamaah di mushola kantor yang terletak di lantai 11.

Sebelum ke mushola Adit berjalan ke kamarnya, di dalam ruangannya terdapat sebuah kamar khusus untuk dirinya, disana terdapat kasur, lemari dan toilet. Biasanya kamar itu digunakan untuk beristirahat jika ia sangat lelah dan juga sebagai ruang ganti.

Adit mengganti pakaiannya dengan jubah kokonya. Setelah rapi ia berjalan menghampiri Shofi.

"Yuk kita shalat!"

"Gue lagi gak bisa" ucap Shofi sibuk dengan laptopnya.

"Hmm" Adit langsung berjalan meninggalkan ruangannya.

Shofi tersenyum melihat Adit yang sudah pergi meninggalkannya.

"Mumpun dia lagi shalat, mending gue istirahat dulu" ucap Shofi sembari membaringkan tubuhnya di sofa, hingga terlelap.

-----

Adit kembali ke ruangnya, ia langsung berjalan ke kamarnya dan mengganti bajunya dengan baju kerjanya.

Setelah itu ia kembali dan tidak sengaja ia melirik Shofi yang tertidur nyenyak di sofa. Ia tersenyum licik karena otaknya berputar dengan cepat.

Adit berjalan ke mejanya mengambil spidol di dalam lacinya, kemudian berjalan menghampiri Shofi.

Adit mengambil spidolnya dan mulai mencoret-coret wajah Shofi seperti seekor kucing. Kemudian ia merogoh ponselnya dan memfoto Shofi.

Adit menahan tawanya dan kembali ke mejanya. Adit tersenyum sendiri melihat Shofi yang begitu imut dengan hasilnya coretannya di wajah Shofi.

1
Bilqis Salsabila
sangat suka top markotop
Mai
i like Shofi...🥰🥰🥰 Dewi harus dibasmi 🤭🤭
Windy 2613
penasaran yg bucin duluan siapa kira²
king1718
bagus ceritanya
Neni Sumarni
ngidam g segitu nyakali.....
Roewina
Thor jangan kebanyakan bahas adegan ranjang , dan ciuman soalnya dari awal " adegan romantisnya tulisannya kek gitu jadi bosen bacanya 🙏🙏
Roewina
malam pertama masa sampe sebegitunya, othor berlebihan banget,
Roewina
hadeeh 🤦 udah 87 episod ceritanya kek gitu Mulu kapan kelarnya , kalau ceritanya dibolak' balik terus ntar yg baca pada bosen loh Thor
Roewina
lah itu Sofi ma mantan pacarnya bisa bersikap dewasa , ngomongnya juga aku , kamu tapi kalau ma Adit cs ko ga da sopan - sopannya ngomongnya Lo , gue , manggil nama pula padahal Sofi kan jauh lebih muda dari Adit cs hadeehh 🤦 gimna sih Thor?
Roewina
Thor karakter gadis Solehah buat sofi ga cocok , ga pas ma kelakuan , omongan, dan bahasanya kasar kurang sopan TDK mencerminkan gadis Solehah 🙏🙏🙏🙏
Roewina
hadeeh 🤦
Roewina
mulai seru nihh, lanjut thor
Roewina
Thor si Sofi kan berhijab jadi q ngebayangin si Sofi anaknya kalem , lemah lembut sopan, tapi kok kalau ngomong kata - katanya kurang pas maaf ya Thor, tapi ceritanya bagus q suka 👍🙏
Roewina
mau dong resepnya jus poligami 😄☺️☺️
Roewina
lupa ya Thor .... tadi nyebut mamanya Adit kok mama Yanti😄😄😄
Markhatus Mbok Ane Joevika
ws thoooorrr sepurane aq Moh Moco novel.. critone mbulet mumet garai Sirah ngeluuuuu
Markhatus Mbok Ane Joevika
critone blas gk bermutu mumet koyo kotoran.. mboseni🥴🥴🥴🥴🥴
Markhatus Mbok Ane Joevika
kecewa mbik sopo thoooorrr.. Ra sumbut mbik jilbape.. ogak Reti kewajiban dadi wong ws duwe bojo... critone membosankan
Markhatus Mbok Ane Joevika
kesuwen thoooorrr critane mumetttt... maap y thoorr
Saenab
terlambat Rian mengungkapkan perasaannya sama tari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!