NovelToon NovelToon
Istri Ke Dua

Istri Ke Dua

Status: tamat
Genre:Poligami / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yuli Fitria

Jika saja bisa memilih, Yasmine tidak ingin menjadi istri ke dua. Tapi bagaimana saat ia sendiri tak tahu kalau ternyata calon suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal.

Yang akhirnya membuat sahabatnya-Alifa meminta pada suaminya-Alfin, untuk menggantikan calon suami Yasmine yang sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya.

Ini adalah mimpi buruk bagi Yasmine.

Setelah dua kali gagal menjalani hubungan, ternyata ke tiga kalinya pun tak sampai ke pelaminan. Justru harus berkahir dengan orang yang tak ia inginkan.

Lalu, bagiamana kehidupan Yasmine selanjutnya? Apakah ia bisa menerima takdirnya yang menjadi madu dari Sahabatnya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 033 # Ketakutan Yasmine

Sungguh, ia begitu takut pada Alfin yang kini malah jadi pendiam. Setelah ia mengatakan kalau dirinya sudah cerita pada sang Ayah, sikap Alfin jadi dingin. Yasmine takut kalau Alfin marah padanya. Bahkan setelah tadi, Alfin langsung mengajak nya pulang. Dan begitu sampai, Alfin tak ikut turun, ia bahkan tak sekedar menyapa istri pertamanya.

Yasmine turun dan langsung masuk ke dalam rumah, ia bahkan tak menungggu sampai mobil Alfin kembali jalan.

"Assalamu'alaikum," ucapnya begitu membuka pintu.

"Wa'alaikumsallam, Yas. Kamu sudah pulang?" tanya Alifa yang ternyata tengah berjalan ke arah luar. Mungkin ia mendengar mobil suaminya, jadi, ia memutuskan untuk keluar.

Dan benar saja, Alifa memanjangkan lehernya melihat ke arah luar, membuat Yasmine yang di depan Alifa turut menoleh ke belakang. "Alfin, sudah pergi." ujar Yasmine.

Alifa tersenyum masam, "oh. Tumben, pulang tidak masuk dulu," ucap Alifa yang terlihat kecewa.

Yasmine benar-benar merasa bersalah, melihat Alifa yang harusnya baik-baik saja dengan suaminya, kini malah harus merasakan seperti ini.

"Mmm, ya sudah. Ayo, kita masuk, Yas." ajak Alifa, ia merangkul Yasmine untuk berjalan ke arah dalam. "Bagaimana kabar, Ayah sama Ibu?" tanya Alifa basa-basi. Jelas-jelas semalam ia sudah teleponan dengan Ibu dan Ayah.

"Baik, mereka juga titip salam buat kamu." jawab Yasmine. "Oh, ya." Yasmine berhenti. Alifa pun sama. "Lif, kalau aku nggak tinggal di sini, nggak papa 'kan?" tanyanya.

Alifa mengerutkan keningnya, "kenapa?"

Yasmine tersenyum, "aku ... nggak bisa tinggal lama di sini, rasanya kayak aneh." jawabnya.

"Aneh, gimana Yas? Kamu istri Mas Alfin dan rumah Mas Alfin di sini, jadi, kamu ya harus tinggal di sini." ujar Alifa.

Yasmine lantas mengambil kedua tangan Alifa dan menggenggamnya, "tolong, mengertilah Lif. Aku susah untuk di sini. Aku maunya ke sini untuk main, bukan untuk tinggal."

Alifa tidak mengerti dengan apa yang di katakan sang sahabat nya itu. Lalu ia menarik napasnya kasar, "sudah. Nanti, kita bisa bicarakan ini lagi dengan Mas Alfin. Kamu sekarang istirahat saja ya," Alifa tidak ingin membahas itu untuk sekarang. Ia justru ingin bertanya pada Ibu dan Ayah, kenapa sebenarnya, sampai Yasmine sahabat sekaligus madu-nya itu ingin keluar dari rumah suami mereka.

Yasmine melihat kekecewaan di raut Alifa, ia lantas menurut dan masuk ke kamar nya. Meninggalkan Alifa yang masih berdiam diri di sana.

Padahal, niat Yasmine untuk tidak lagi satu rumah dengan Alifa adalah untuk menghindari adanya rasa cemburu di antara keduanya. Ia yakin, Alifa juga pasti akan sangat sakit hati, jika nanti antara dirinya dan Alfin semakin dekat dan menjadi suami-istri yang sesungguhnya.

Walaupun, itu entah kapan. Namun, itu pasti akan terjadi bukan?!

Yasmine lantas duduk di ranjang nya, setelah mengganti pakaiannya. Sementara Alifa, setelah Yasmine menutup pintu kamarnya, ia lantas naik ke lantai dua, di mana kamarnya berada. Ia lantas masuk begitu membuka pintu, tak lupa menutup kembali dan menguncinya. Ia tak ingin jika sedang bicara dengan Ibu Radiah dan ada yang mendengarnya.

Duduk di sofa dengan ponsel di tangannya, mencoba memanggil nomor Ibu Radiah.

Tut ... tut ... tut. Belum juga di angkat, Alifa mendesah kecewa. Lantas ia mencoba untuk memanggil ulang, sampai akhirnya ....

"Assalamu'alaikum, Lif," sapa Ibu Radiah di seberang sana. Suaranya lembut seperti suara Mamanya.

"Wa'alaikumsallam, bu. Apa Lifa mengganggu, Bu?" tanya Alifa.

"Tidak, Sayang. Ada apa?" tanya balik Ibu Radiah.

"Mmm, maaf, Bu. Ada, apa sebenarnya, kenapa Yayas tiba-tiba minta keluar dari rumah ini?" tanyanya pelan, ia juga takut kalau ternyata Ibu tidak tahu dan malah kaget.

Terdengar helaan napas di ujung telepon. Bisa di pastikan oleh Alifa kalau ibunya tahu dengan yang terjadi dengan Yasmine.

"Sayang ... dengar Ibu ya Nak," ucap Ibu Radiah. Alif mengangguk, padahal sudah jelas kalau Ibu tidak akan tahu. "Gini, Nak. Yasmine dan dirimu memilki imam yang sama. Satu orang yang sama. Jika, saat imam mu berada dengan Yasmine, lantas kamu tak sengaja melihatnya, kamu pasti akan terluka bukan?!"

Alifa diam, ia masih mencoba mencerna apa yang ibu Radiah katakan.

"Begitu, pun sebaliknya, Sayang." Sambung Ibu Radiah. "Jadi, alangkah baiknya, kalau kalian tidak tinggal dalam satu rumah Nak. Alfin bisa membagi waktu dengan sehari banding sehari, atau terserah, enaknya seperti apa. Yang jelas, jika Alfin tengah dengan siapa, maka, satunya tidak akan tahu apalagi melihat. Seperti itu, Nak. Apa kamu paham?"

Alifa tetap diam, namun lagi-lagi ia mengangguk. Sekarang ia tahu. Tapi, bagaimana bisa Yasmine memikirkan ke arah sana? Alifa masih berpikir keras. Pasalnya selama ini, Yasmine adalah orang yang cuek akan dirinya dan Alfin. Tak pernah perduli pada mereka, walaupun mereka bermesraan di depan Yasmine. Bahkan biasanya Yasmine hanya akan memanggil mereka dengan sebutan bucin.

Alifa lupa kalau kini status mereka berubah.

..._-_-_-_...

Hingga malamnya, saat mereka bertiga selesai makan malam. Alfin meminta Alifa dan Yasmine untuk duduk bersama di sofa ruang keluarga. Alfin ingin membahas apa yang jadi keinginan Yasmine.

Alifa duduk di sebelah Yasmine, sementara, Alfin duduk di ujung sofa lumayan jauh dari keduanya.

"Sayang," panggil Alfin, yang jelas pada bukan pada Yasmine. Yasmine yang mendengar itu semakin menundukkan kepalanya. karena jujur saja, ia masih takut pada Alfin.

"Iya, Mas," jawab Alifa lembut seperti biasa.

"Apa, kamu sudah tahu, kalau Yayas__" Alifa mengangguk, yang akhirnya Alfin tak melanjutkan apa yang akan ia tanyakan.

"Bagaimana, menurut kamu?!" tanyanya.

Alifa mengembuskan napas nya pelan, "terserah enak nya Yayas saja, sih Mas."

"Jadi, Yas? Apa kamu masih ingin keluar dari rumah ini?" tanya Alfin.

Yasmine mendongak dan mengangguk. Percayalah, rasanya ia seperti tengah di sidang karena kesalahan yang berat.

"Jadi, kamu mau tinggal di mana? Karena untuk saat ini, aku belum bisa membelikan mu rumah yang sama luasnya dengan rumah ini." tanya Alfin pada Yasmine.

"Aku, mau tinggal di Apartemen Kak Yahya. Lagian, aku nggak perlu rumah mewah kok." jawab Yasmine.

Alifa mengusap lengan Yasmine. "Bukan masalah, perlu atau enggak, Yas. Tapi, Mas Alfin hanya ingin adil terhadap kita," ucap Alifa pada Yasmine.

Yasmine mengangguk.

Alfin masih diam memperhatikan kedua wanita yang sama-sama menjadi istrinya. Alfin juga sengaja tak mengatakan alasan Yasmine yang sebenarnya, kenapa dia menginginkan pisah rumah. Karena, mau seperti apapun, Alfin yakin kalau Yasmine jelas tidak akan suka jika sampai Alifa tahu kalau dirinya sudah mulai merasa cemburu.

1
isnani susilowati
tapa harus dikasih teguran jelas ibunya yang ingin serakah ditolong alifa biar g sedih malah bikin sedih alifa sampai sekarang posisi ostri kedua jelas2.salah
Mamah Kekey
nasib dan jodoh tidak ada yang tau.. mungkin takdir mu bermadu dengan sahabat mu Yasmin
Mamah Kekey
apakah aliva dan Alvin blm di karuniai anak menikah sudah 9 THN.
Mamah Kekey
blm tau aja aliva berbagi suami itu gimana.. rasa nya
Mamah Kekey
awal yg bagus mengharukan
Mamah Kekey
hadir lagi aku Thor
Aliya Susanti
kalo ada kelanjutannya plis lanjut ku mohon
Eti Sugiharti
ma kelanjutan udah lama cerita ko ngegantung
Dewi Kartika Sari
Thor knp cerita nya berhenti nya gitu aja sih, knp GX ada lanjutannya lagi
Eti Sugiharti
manasoh kelanjutan nya
Kristina Sihmirmani
Luar biasa ceritanya Thor, baru Kali ini baca novel yg isinya konflik hati , nggak ada kasar,julid dll, yg ada perang batin yg ngudak2 hati pembaca👍👍😍
Kozuki Kosuke
lanjut kak
Uba Muhammad Al-varo
selalu semangat nyari ilmu nya iya Taqa,jangan kecil hati pada sikap ayah kandung mu Alfin yang belum berubah kamu masih punya ayah Arya yang lebih baik.
selalu sehat dan selalu semangat up nya iya Thor 🙏💪💪💪
Uneh Wee
kmn tuh c alfin. begitu lah ...udah lah taqa ..biar kn saja dia ...kmu belajar lahyg tenang jngn pikir kn ayah yg tak pernah perduli anggap. aja dia dah mati
Iis Dawina
ngakakin beryemu tp.diniyakan mlh dpt janji yg terus di ingkari..hadeuh alfin mau smp kpn gitu terus..ktnya mau dkt sm ank tp ko mlh bkn janji yg ga bisa ditepati
Rabiatul Addawiyah
Yang sabar Taqa.. nanti ayah kandungmu akan tambah menyesali kesalahannya yg tidak menepati janji bertemu kamu.
Dhika Chawla
nyesel dah lu fin.... bagus deh taqa g usah diambil hati deh gmn ayah kandungnya....jd taukan siapa yg emg bener diprioritaskan.... untung aja taqa laki laki ya..
Lsari
ternyata Alfin belum bisa memprioritaskan Taqa, ya sudahlah Nak...lupakan
Yuli Fitria: "Baiklah," begitu jawab Taqa. wkwk Taqa ya, bukan diriku 🫰🏼
total 1 replies
Santy Nurjanah
fin alfin🥴
Yuli Fitria: Menyebalkan sekali dia ... Dasar Alfin 🤧
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya Alfin menyesal, terlalu egois sih jadi lelaki sekaligus seorang bpk, nggak ngehargain perasaan istri dan anaknya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!