Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.
Sahabat Pena...
Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???
Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.
Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Eh tunggu dulu.
Apa katanya tadi??
Rose seketika membalikan badannya dan pandangannya kearah Jessica dan lihatlah wajah Kakaknya itu seperti hendak meledakkan sesuatu dari sana.
Hahahaha Jessica tertawa kencang dengan Alex yang juga ikut terbawa suasana, Alex memang sedari tadi hanya menjadi pendengar saja dan fokus dalam mengemudi.
"Wah wah apa kau menyukai Pak David, Nyonya Rose Veronica Brawijaya" Jessica puas meledek adiknya itu.
"Hei itu bukan seperti yang kau maksud, aku tidak suka dengannya" Rose membalikkan wajahnya kearah lain dengan bibir yang ia majukan dan pipi yang menggelembung.
Rose sedang dalam mode merajuknya namun hal itu tidak lantas membuat Jessica berhenti menggoda adiknya itu.
"Jujurlah pada Kakak bahwa kau menyukai Pak David secara kan dia kaya dan tampan". ucap Jessica yang mengulang dan meringkas akan ucapan Rose yang tadi sempat ia lontarkan.
Rose menggelengkan kepalanya dengan wajah yang masih menatap kearah lain.
"Tidak, mana ada aku menyukai laki-laki aneh itu, dia tidak sesuai dengan tipe ku".
Akhirnya acara olok mengolok didalam mobil van besar yang dikemudian Alex tersebut semakin ramai dengan Jessica yang seakan tidak pernah puasnya menggoda Rose hingga wajah adiknya itu bersemu merah.
Rose masih kukuh dengan jawabannya kalau dia tidak menyukai seorang David, sedangkan Jessica masih bersikeras untuk menggoda adiknya itu.
"Sudahlah Kak, aku sudah bilang tidak menyukai laki-laki itu kenapa Kakak sepertinya memaksa. Hei jangan bilang kalau Kakak yang suka sama dia" Rose melempar balik godaan Kakaknya yang sedari tadi ia terima.
"Mana mungkin Kakak menyukai pria seperti itu, dia bukan selera Kakak sama sekali lagian dia masih terlalu muda untuk Kakak".
Jessica tidak akan dengan mudah dijatuhkan oleh godaan Rose.
"Kalau sudah cinta umur tidak akan jadi masalah".
"Tapi memang dia bukan tipe Kakak sama sekali, tipe Kakak itu seperti..."
Jessica dengan segera memberhentikan mulutnya untuk berucap, bisa gawat jika adiknya tau siapa yang dia sukai. Jessica akan digoda Rose habis-habisan nanti.
"Seperti siapa Kak? ih Kakak bikin penasaran".
"Sudahlah bukan siapa-siapa, lagian kamu juga malah nuduh Kakak yang suka".
Rose dan Jessica pun menghentikan perdebatan dan saling menggoda tadi karena Jessica juga takut kalau dirinya kebablasan dalam berbicara yang hanya akan membuat dirinya membongkar identitas siapa orang yang dia sukai.
Karena tidak ada pembicaraan, Rose kembali melanjutkan menonton acara yang sedang dibintangi oleh Aurel tadi, musuh bebuyutan dirinya.
Tetapi Rose tidak pernah menganggap Aurel musuh, hanya Aurel sendiri yang menganggap Rose sebagai saingan dirinya sesama Artis. Karena memang dalam hal ketenaran Rose memenangkan segalanya hingga menjadikannya Artis dengan bayaran termahal.
Rose kembali melanjutkan tontonan yang sempat tertunda tadi yang dimana terlihat Aurel sedang diberi pertanyaan lanjutan oleh host acara itu.
Ditempat lain...
Aurel masih dalam lokasi syuting acara gosip dengan berbagai pertanyaan yang masih diberikan kepada dirinya. Dengan wajah yang selalu menampakkan senyuman, Aurel selalu terlihat tersenyum dan bahagia didepan kamera dan tidak sedikit dia juga menjadi orang yang sangat ramah jika itu menyangkut citranya.
"Dasar host tidak tau diri, berapa banyak pertanyaan lagi yang dia inginkan untuk aku jawab".
Aurel kembali mengumpat host tersebut namun hanya ia lakukan didalam hati karena tidak mungkin ia berani melakukannya didepan orang tersebut apalagi sekarang beberapa kamera tengah menyorotnya yang ada nanti citranya sebagai seorang Artis akan buruk di mata masyarakat.
Jadi sebisa mungkin Aurel akan memasang senyum palsu ini, bahkan wajahnya saja terasa kaku sekarang karena terlalu lama tersenyum.
"Jadi Aurel kalau kamu di ajak makan malam oleh pasangan kamu, tempat seperti apa yang ingin kamu dan pasangan kunjungi??" host tersebut kembali bertanya kepada Aurel untuk kesekian kalinya.
"Kalau aku sih ke mana aja terserah, makan di pinggiran jalan juga tidak apa-apa. Malah aku sudah bosan makan di restoran mewah, aku itu orangnya simpel makan dimana aja tidak apa-apa dan tidak akan jadi masalah".
Aurel dengan bangga mengatakan dirinya akan makan dimana saja meskipun itu dipinggir jalan.
"Membayangkannya saja sudah membuat ku mual, apalagi jika aku benar-benar makan dipinggir jalan seperti kaum miskin itu, yang ada aku akan dirawat inap dirumah sakit karena gangguan pencernaan".
Jawaban antara mulut dan hati Aurel yang bertolak belakang.
"Wah benarkah, anda memang seorang Artis yang sederhana" puji host tersebut kepada Aurel.
Aurel pun dengan senyuman manisnya menatap kepada host tersebut lalu beralih ke arah kamera yang berada tepat di arah depan dirinya.
"Terima kasih, anda terlalu memuji saya" jawab Aurel dengan merendahkan diri.
"Jadi kalau anda dibawa berkencan dan makan dipinggir jalan tentu tidak masalah bukan?" host tersebut kembali mempertegas pertanyaannya untuk Aurel.
"Tentu saja tidak masalah, karena saya kalau berkencan tidak mempermasalahkan bagaimana latar belakang pasangan saya, mau dia orang biasa dan tidak kaya saya juga tidak apa-apa. Karena kalau saya sudah cinta maka bagaimana pun pasangan saya akan saya terima dengan setulus hati".
"Cihh mana mungkin aku mau dengan laki-laki yang berbeda kasta denganku".
Wah drama Aurel sangat luar biasa, dirinya begitu gampang mengucapkan sebuah kalimat yang tak sejalan dengan jati dirinya. Mungkin inilah yang disebut dengan munafik karena mulut dan hati berkata lain.
Bagaimana bisa seorang Aurel mau dengan laki-laki dari kalangan biasa sedangkan dirinya adalah Artis besar dan juga mempunyai latar belakang keluarga yang kaya raya.
Sungguh akting yang hebat.
"Anda memang Artis yang rendah hati dan baik, saya salut kepada anda Nona Aurel" Sahut host wanita tersebut.
"Nah untuk pemirsa di luaran sana sudah mendapat jawaban akan tipe pasangan dari Artis kesayangan kalian yaitu Aurelie Sarah. Jadi kalian bisa langsung mendaftar lo karena Aurel tidak memandang materi dan fisik dalam tipe pasangannya yang penting kalian bisa mendapatkan cintanya Aurel. Benarkan Aurel??" host tersebut beralih menatap Aurel.
Dengan tersenyum dan menganggukkan kepala Aurel menatap arah kamera.
"Dia pikir aku bodoh dengan mau mencari pasangan yang tidak mempunyai kekayaan dan kekuasaan, dasar host gila. Tipe ku adalah seorang pewaris tunggal Brawijaya Group yaitu Steven David Brawijaya dan tidak ada siapapun yang bisa mengambilnya dari ku".
Aurel senantiasa memasang wajah penuh senyum kepalsuan, semua yang baru saja dia jelaskan adalah kebohongan karena sedikitpun apa yang dia ucapkan tadi tidak ada kebenarannya sama sekali.
Sedangkan ditempat lain, ada seorang gadis cantik yang sedari awal menonton acara tersebut dengan senyum meremehkan.
"Hanya orang bodoh yang percaya atas apa yang baru saja kamu katakan Aurel".
...****************...
Ayo-ayo dibantu like komen banyakin...
Gift atau Vote, kalo ngga ada juga nonton iklan gratis deh wkwk 🤣
Dukung Aurel terus 🤦🤣
eh maksudnya dukung Rose wkwk 🤣🤣
tp itu siapa yg kirim surat nya?