NovelToon NovelToon
Ketulusan Hati 2

Ketulusan Hati 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 5
Nama Author: desih nurani

Sahabat dan cinta. Kedua elemen itu sangat sulit untuk dibedakan. Dalam persahabatan terkadang tumbuh sebuah cinta. Cinta yang sulit di mengerti. Cinta yang sangat jarang disadari. Sahabat. Sebuah ikatan yang tak bisa diuraikan dengan sebuah kata-kata.

Dillara Chalista Putri Pratama. Gadis cantik yang selalu ceria. Namun dibalik keceriaannya terdapat sifat cengeng dan manja. Terkadang sifat kekanak-kanakannya akan muncul. Saat ia berada di dekat orang yang paling dekat dengannya.

Arlan Digantara. Pria tampan bertubuh tinggi, memiliki kepintaran diatas rata-rata, sopan dan banyak digemari kaum hawa. Namun ada yang mereka tidak tahu. Pria itu memiliki sifat jahil dan terkadang cuek jika ia sedang bersama orang yang paling dekat dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desih nurani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Malam Berharga (Ara)

"Bunda, kemarin tante Syila titip ini buat bunda. Tante juga bilang, katanya dia sangat merindukan bunda dan mama," ucapku memberikan sebuah bingkisan yang di titipkan oleh tante Syila. Saat ini aku dan Alan memang sudah berada di rumah bunda.

"Terimakasih sayang, bunda juga sangat merindukan tante kamu. Sudah lama kami tidak berkumpul seperti dulu," ucap bunda tersenyum padaku. Aku ikut tersenyum. Persahabatan itu memang indah.

"Bunda, Ara mau tanya sesuatu boleh?" tanyaku sambil melihat kebelakang. Aku hanya tidak ingin Alan mendengar obrolanku dengan bunda. Ini rahasia perempuan.

"Tanya apa sayang?"

Aku tersenyum dan langsung mengeluarkan sesuatu.

"Bagaimana menurut bunda, cocok tidak Ara pakai ini? Malam ini Ara mau terlihat spesial di mata Alan. Menurut bunda bagaimana?" tanyaku dengan penuh semangat. Aku melihat bunda tertawa renyah.

"Kamu yakin mau pakai yang begituan? Bunda yakin Alan akan terkejut." ucap bunda kembali tertawa. Ih bunda, kenapa malah tertawa sih? Memang salah ya kalau aku pakai pakaian malam seperti ini? Huh, aku tahu ini memang agak aneh. Tapi apa salahnya aku coba.

"Bunda yakin, tidak perlu memakai pakaian seperti itu pun kamu sudah sangat spesial bagi Alan. Anak bunda kan memang spesial," ujar bunda mencubit pipiku dengan gemas.

"Bunda, jangan menggoda Ara. Tapi malam ini Ara mau tampil berbeda. Ara akan coba memakainya." ucapku dengan penuh semangat.

"Bunda tahu kan? Ara dan Alan cuma punya waktu satu bulan untuk bisa dekat seperti ini. Setelah itu kami akan terpisah jarak dan waktu. Semoga Ara bisa melewati semuanya dengan sabar," ujar ku menatap bunda. Bunda tersenyum dan mengusap kepalaku.

"Itu lah rumah tangga, akan banyak rintangan dan tantangan. Kalian harus selalu menanamkan kejujuran dan kepercayaan satu sama lain. Jika ada masalah bicarakan baik-baik, jangan mengambil keputusan saat hati sedang panas. Bunda selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian," ujar bunda. Aku langsung memeluk bunda.

"Insha allah bun, Ara akan selalu mengingat ucapan bunda. Terimakasih sudah selalu membimbing Ara, Ara sayang bunda." ucapku mencium pipi bunda.

"Bunda juga sayang kamu," ucap bunda mengecup keningku.

"Ya sudah, sana pergi kekamar. Sebentar lagi magrib, katanya mau menyiapkan sesuatu yang spesial." imbuh bunda. Aku tersenyum dan mengangguk. Tanpa pikir panjang, aku pun langsung beranjak menuju kamar. Sudah lama sekali aku tidak tidur disini. Aku sangat merindukan kasur empuk yang sudah menemani diriku selama ini. I miss you my little Kiky. Aku sedikit berlari untuk memeluk boneka beruang milikku. Ya, dia adalah Kiky. Aku sangat menyayangi Kiky, dia adalah hadiah dari Alan saat aku berusia 10 tahun. Aku selalu merawat dan menjaganya seperti anak sendiri. Hihi.. Alay banget sih aku. Aku merebahkan tubuhku sambil terus memeluk Kiky.

***

Ekhmmm... Aku menetralkan detak jantungku yang terus berpacu hebat. Rasanya masih saja gugup.

"Harus bisa Ara," ucapku menyemangati diriku sendiri. Aku tersenyum pada pantulan diriku di cermin. Malam ini akan menjadi malam spesial. Aku sudah memakai baju yang paling... Ah gitu deh. Semoga Alan tidak terkejut dengan penampilanku malam ini.

"Tapi kalau Alan marah bagaimana? Ck, tidak akan. Ini kan di dalam kamar." ucapku sambil terus menatap pantulan diriku. Aku menarik napas dalam-dalam dan membenarkan rambutku. Kenapa aku jadi gugup seperti ini sih?

Aku duduk di tepi ranjang dengan sedikit gelisah. Aku melihat jam dinding, ternyata sudah masuk pukul 9. Apa Alan dan papa belum pulang dari masjid? Kenapa lama sekali?

Ceklek! Aku sangat terkejut saat pintu kamar sedikit terbuka. Dengan cepat aku berbalik. Aku benar-benar sangat gugup. Ck, come on Ara. Kalain sudah pernah melakukannya. Jadi jangan terlalu gugup.

"Sayang," Deg! Jantungku semakin berdetak kencang saat Alan memanggilku. Berbalik Ara, berbalik. Dengan ragu aku memutar tubuhku.

Aku bisa melihat Alan sedikit tekejut. Aku tersenyum kikuk. Apa Alan tidak menyukai penampilanku saat ini? Apa aku terlalu jelek? Atau terlalu norak? Hiks, kenapa Alan tidak bicara dan malah menatapku seperti itu?

Ya Allah, dia berjalan mendekat. Huh, tarik napas Ara. Aku mencoba untuk bersikap normal. Aku tersenyum sambil terus menatapnya.

"Siapa kamu?" tanyanya yang berhasil membuatku terkejut.

Hah? Alan tidak mengenali aku? Aku mengerucutkan bibirku.

"Siapa kamu, berani sekali masuk ke kamarku sembarangan?" tanyanya lagi sambil menatapku tajam. Apa Alan benar-benar tidak mengenali Aku? Baru saja aku ingin membuka mulut, tiba-tiba Alan menarik tanganku.

"Katakan, siapa kamu?" tanyanya lagi.

"Hubby, ini Ara. Hubby tidak mengenal Ara?" tanyaku menatapnya lekat. Namun bukannya menjawab, Alan malah mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Aku semakin gugup.

"Tidak, ini bukan Ara ku. Tapi aku akui, kamu lebih cantik darinya. Lihat, aku menyukai rambut ini, aroma ini dan ini.. " ujarnya menyentuh bibirku. Aku langsung mendorongnya.

"Jadi selama ini hubby tidak menyukai Ara? Jadi hubby lebih menyukai wanita yang saat ini ada di hadapan hubby? Lalu hubby juga tidak menyukai Ara yang bisanya? Iya?" tanyaku dengan perasaan sedih. Bagaimana mungkin Alan mengatakan itu, apa selama ini aku benar-benar tidak menarik?

"Memangnya yang saat ini ada di hadapanku siapa?" tanyanya kembali mendekat. Aku menunduk lesu. Aku merasakan Alan menarik daguku perlahan.

"Dimana Araku? Kamu menyembunyikan dia?"

"Cukup Alan, aku ini Ara. Jangan terus bercanda, ini tidak lucu!" seru ku. Aku sangat kesal dia terus mengerjaiku. Aku melakukan ini kan demi dia.

"Maaf sayang, hubby cuma bercanda. Malam ini kamu sangat cantik." ucapnya mengecup keningku. Aku tersenyum malu.

"Apa hubby suka?" tanyaku menatap wajahnya.

"Emmm... Sedikit." ucapnya. Aku menatapnya bingung.

"Ck, hubby selalu menyukai apa yang ada dalam diri kamu sayang. Tidak perlu berpenampilan seperti ini pun hubby sangat menyukainya. Tapi malam ini hubby sangat berterimakasih, sayang sangat cantik. Hubby suka." ujar Alan mengusap pipiku.

"Hubby, mulai sekarang dan seterusnya. Ara akan berpenampilan seperti ini. Hanya untuk hubby, Ara sayang hubby selamanya." ucapku memeluknya dengan hangat.

"Biarkan malam ini menjadi malam yang berharga untuk kita, Ara mau hubby terus mengingat malam ini walaupun nanti kita berjauhan." sambungku. Aku mengangkat kepalaku untuk menatapnya.

"Bagi hubby, setiap malam yang kita lewati. Semua itu sangat berharga sayang. Karena kamu adalah istri hubby yang begitu berharga," ucapnya tersenyum begitu manis.

"Tapi, biarkan malam ini menjadi lebih berharga. Hubby, Ara janji. Ara akan selalu ada untuk hubby, Ara akan selalu mendukung hubby. Ara akan menunggu hubby, dan yang paling penting. Ara akan selalu percaya pada hubby, karena bagi Ara. Hubby adalah imam yang terbaik. Dimanapun hubby berada, hubby akan tetap menjadi imam untuk Ara dan calon anak-anak kita." ujar ku panjang lebar. Entah lah, kata-kata itu mengalir bagaikan air di sungai. Ada perasaan senang saat mengucapkan setiap kalimat itu.

"Hubby percaya, kamu sangat manis sayang. Dibalik cengeng dan manja kamu, ternyata kamu juga sangat romantis. Belajar dari siapa?"

"Hubby, jangan merusak suasana. Ara belajar dari hubby lah, siapa lagi?" ucapku sambil manyun. Habis hubby bikin kesal sih, padahal kan malam ini adalah malam spesial.

"Iya deh, tapi kenapa bibirnya maju seperti itu?" tanyanya sambil menarik kedua pipiku.

"Hubby, sakit tahu!" rengekku sambil mengelus pipiku yang terasa panas. Alan tertawa dan langsung memelukku.

"Sayang."

"Hmmm... " jawabku tanpa melepaskan pelukannya. Aku memejamkan mataku untuk menikmati kehangatan ini.

"Kamu harus tanggung jawab," ucapnya. Aku menatapnya bingung. Tanggung jawab? Apa jangan-jangan...

"Hubby hamil?" tanyaku yang langsung di jawab tawa oleh Alan. Aku masih setia menatapnya. Memang bisa ya laki-laki hamil? Aduh Ara, mana bisa cobak. Kok kamu sangat bodoh sih?

"Iya, aku hamil. Jadi kamu harus tanggung jawab," ucapnya mengecup bibirku.

"Ck, hubby jangan bercanda terus. Ara kan jadi keliatan bodoh, hubby juga tahu sendiri kan? Kalau Ara mendadak bodoh kalau dekat dengan habby seperti ini," ujar ku sambil menunduk malu.

"Kamu harus tanggung jawab, malam ini jangan salahkan aku jika kamu tidak bisa tidur," bisiknya di telingaku. Apa maksudnya? Apa jangan-jangan Alan akan melakukan hal yang sama seperti dulu.

"Ara tidak mau," ucapku menenggelamkan wajahku di dadanya.

"Lho, kenapa?" tanyanya.

"Hubby sangat jahat, masak iya Ara harus menemani hubby kerja sampai larut malam lagi. Pinggang Ara kan sakit hubby, harus duduk semalaman." Ocehku saat kembali mengingat hukuman itu.

"Dasar cerewet, bukan itu maksudku. Bukannya kamu yang bilang malam ini adalah malam spesial? Lalu?" tanyanya lagi. Aku berusaha mencerna pertanyaannya.

Aish, kenapa aku melupakan tujuanku malam ini. Ya ampun Ara, kenapa kamu benar-benar bodoh sih?

"Hubby, Ara malu." rengekku lagi. Kali ini aku mememeluknya dengan erat.

"Kenapa harus malu?" tanyanya lagi. Ck, kenapa malam ini Alan jadi cerewet sih. Aku juga bingung harus mulai dari mana?

"Em.. Hu.. Hubby, ayok kita buat anak." ucapku dengan cepat. Aku benar-benar sangat malu. Apa yang sebenarnya aku ucapkan? Ck, bagaimana ini? Saat ini Aku hanya bisa menunduk malu.

"Bukan seperti itu caranya sayang, tapi..."

Aaaaa... Jantungku seperti mau copot saat Alan tiba-tiba menggendongku. Aku tersenyum senang saat melihat pipi Alan yang bersemu merah. Dan aku bisa melihatnya dengan jelas.

"Malam ini kita akan mencoba lagi, aku harap Junior kita akan cepat hadir," ucapnya yang berhasil membuatku semakin malu. Dengan penuh kelembutan Alan menidurkan diriku di atas pembaringan. Aku tarus menatapnya penuh rasa kagum. Alan sangat tampan, siapapun yang melihatnya pasti akan tergoda. Tapi itu tak akan terjadi, Alan hanya milikku. Sampai kapanpun akan tetap jadi milikku. Malam ini, akan menjadi malam bersejarah selanjutnya dalam hidupku. Dan aku akan terus menjadikan kebersamaan ini menjadi kenangan terindah, sepanjang hidupku dan hingga napasku berakhir. Dialah imamku. Imam terbaik dalam hidupku. Arlan Digantara, aku sangat mencintaimu.

Bersambung...

Dillara Chalista Putri Pratama

Arlan Digantara

1
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
Luar biasa
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
lebih suka papa Arnold dari pada arham, Arnold aja masih bisa nerima Alan padahal dia jelas di selingkuhin, sampe hamil pula, lah si arham dari jaman dulu pikirannya cetek, selalu gitu, berarti dia gak bisa move on
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
semua penderitaan (Dara, Nisa, Hilda, sama mama kandung nya Alan) titiknya ada karena si Bayu
Ayu galih wulandari
Semangat & sukses ya kak...👍👍👍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Selamat kak author cerita ini sunggh2 luar biasa ...maafff kaeuun daku baru bacavlg ...bokehndoong request untk kelanjutan inincerita anak2 mereka sampai besar ...🤗🤗😘😘😘😘 mkc kak 🙏🏼🙏🏼
Ayu galih wulandari
Jafi penadaran aqu thor lanjuut dech
Ayu galih wulandari
Bahagua sll Ara ya bumil lagi ,bahagua sll Arlan yg mau jd Abi 😘😘😘😘
Ayu galih wulandari
Visualnya keyeen keyeen...mic kak author😘😘😘😘😘
Ayu galih wulandari
Aqu sedih banget pas part ini 😔😔
Ayu galih wulandari
Bagus banget alur ceritanya kak author😍😍😍
Ayu galih wulandari
MadyaaALLOH Vidual Alan sm Ara daoat cucok syantik wajah lembut mata teduh ,senyumannya semua indah seperti bidadari ,Alan yg cool ,tampan , wajahnya jg teduh banget..😍😍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Lanjuuut kak 😍😍😍
Ayu galih wulandari
Bagus. banget ceritanya dr awal season ke 1 spai season ke 2😍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Teadisi turun temurun terkadang susah di terima krn sdh ada dr dl ,semoga Alan & Ara sll bersama .😍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Lanjuuut kak...maafff aqu baru merapat lagii...hpku agak eror InShaaALLOH skrg & setrusnya baik baik aja ..😘😘😘
Ayu galih wulandari
Bagus banget alur ceritanya dr season ke 1 sampai season ke 2 ...SEMANGAT KAK AUTHOR..😘😘😘😘😘
Hr sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
My dream
gercep juga kak' author sat set , agak laen emang 🤭😁
My dream
next lanjuuut.... 💪 kak' author ❤️
Berkah Kafa Jaya
Alur Ceritanya banyak kejutan tdk Horor🤩🌟🌟🌟🤩menghibur Mak2 yg lagi Galau dari pd Ngrumpiin Org mending gabung ma Kak Thor desih nurani
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!